Anda di halaman 1dari 4

GANGGUAN SISTEM RESPIRASI PADA LANSIA

Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan- lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Nugroho, 2000).

Batas-batas usia menurut WHO meliputi : usia pertengahan yaitu kelompok usia 45-59 tahun lanjut usia, antar 60-74 tahun lanjut usia tua, antara 75-90 tahun usia sangat tua, diatas 90 tahun

Menurut UU No.4 tahun 1965 pasal 1 dinyatakan sebagai berikut : Seseorang dapat dinyatakan sebagai seorang jompo atau lanjut usia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain. Saat ini berlaku UU No. 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia yang berbunyi sebagai berikut : lansia adalah seorang yang mencapai usia 60 tahun keatas

GANGGUAN SISTEM RESPIRASI PADA LANSIA

Pada umumnya, penyakit-penyakit yang terjadi pada lanjut usia termasuk juga penyakit infeksi serimg memberikan gejala-gejala yang tidak jelas, sehingga memerlukan kecermatan untuk segera dapat mengenalnya, karena penaganan atau pengobatan yang terlambat terhadap penyakit infeksi dapat berakibat fatal.

Pada infeksi slauran pernafasan misalnya, lansia sering tidak mengalami demam atau hanya demam ringan disertai batuk-batuk ringan bahkan hanya didapati nafsu makan berkurang atau tidak ada sama sekali, rasa lelah disertai penampilan seperti orang binggung yang dialami dalam beberapa hari ini, yang jelas berbeda dengan gejala-gejala penyakit pada infeksi orang dewasa. Gejala-gejala penyakit infeksi yang tidak khas tadi bukan saja perlu dikenal dan dipahami oleh dokter ataupun petugas kesehatan lainnya tetapi perlu juga dikenal dan dipahami oleh masyarakat awam agar sesegera mungkin membawa lansia untuk mendapat pengobatan. Secara umum, memang penyakit infeksi telah dapat dikendalikan, akan tetapai pada lansia hal ini masih merupakan suatu masalah, karena berkaitan dengan menurunnya fungsi organ tubuh dan daya tahan tubuh terhadap proses menua. Bahkan diluar negeri yang kemjauan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak diragukan lagi ternyata angka kematian akibat beberapa penyakit infeksi pada lansia masih ajuh lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewas, yang membuktikan bahwa infeksi masih merupakan masalah penting pada lansia.

Faktor Resiko : Beberapa faktor resiko yang menyebabkan lansia mudah mendapat penyakit infeksi karena keadaan gizi, lansia sering kali mengalami kekurangan gizi sehingga memudahkannya mengalami infeksi, baik memudahkan kuman masuk kedalam tubuh, mempengaruhi perjalanan dan akibat akhir dari infeksi tadi. Selain itu, zat-zat penting dalam makanan seperti protein, mineral, dan vitamin memegang peranan penting untuk pertahanan tubuh terhadap infeksi. Faktor kekebalan tubuh, seperti kekebalan alami (kulit, rambut getar, dan lender dari saluran nafas) dan kekebalan seluler serta humoral telah berkuarang baik kualitas (mutu) maupun kuantitasnya (jumlah). Penurunan fungsi berbagai organ tubuh baik jantung, paru, ginjal, hati, dan lainlain telah menurun fungsinya sehingga bukan saja memudahkan terjadinya infeksi tetapi juga menyulitkan pengobatannya. Terdapatnya berbagai penyakit seklaigus (kormobiditas), salah satu karakteristik penyakit pada lansia adalah terdapatnya lebih dari satu penyakit yang menyebabkan daya tahan tubuh yabg sangat berkurang sehingga mudah mendapat infeksi. Selain itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan memepermudah tubuh mengalami infeksi.

Gejala : Pada infeksi paru-paru yang terjadi pada lansia sering tidak menunjukan demam ataupun hanya demam ringan saja disertai batuk-batuk ringan, nafsu makan yang berkurang atau tidak ada, tidak ada gairah dan penampilan seperti orang binggung, lekas lelah dan nafas agak cepat. Bahkan pada lansia yang mengalami infeksi berat sering pula suhu tubuh lebih rendah daripada orang sehat. Pada infeksi saluran kemih yang terjadi pada lansia, hanya mengalami rasa lemas, kurang mantap jika berjalan, sering tidak didapati gejala-gejala yang lazim seperti buang air kecil yang sering nyeri, rasa nyeri diatas tulang kemlauan bahkan tanpa gejala. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Finkelstein telah membuat pedoman untuk lebih cepat mengenal infeksi pada lansia, yaitu jika didapati gejala-gejala seperti perasaan binggung, tidak ada atau kurang nafsu makan yang baru sja terjadi bebrapa hari ini, penurunan berat badan, buang air kecil yang lebih sering dari biasa.

Penyakit lanjut usia di Indonesia berhubungan dengan gangguan sistem respirasi :

1. Paru-Paru Fungsi paru-paru mengalami kemunduran disebabkan berkurangnya elastisitas jaringan paru-paru dan dinding dada, berkurangnya kekuatn kontraksi otot pernafasan sehingga menyebabkan sulit bernafas. Infeksi sering diderita pada lanjut usia diantaranya Penumonia, kematian cukup tinggi sampai 40 % yang terjadi karena daya tahan tubuh yang menurun. Tuberkulosis pada lansia diperkirakan masih cukup tinggi.

2. Nyeri Dada Nyeri dada yang berkaitan dengan kondisi pulmonary mungkin terasa tajam menusuk, dan intermiten atau mungkin pekak, sakit dan persisten. Nyeri biasanya terasa pada tempat terjadi patologi,tetapi mungkin dapat beralih keseimbangan tempat, misalnya leher, punggung, atau abdomen. Penyakit paru tidak selamanya menimbulkan nyeri dada karena

paru-paru dan pleura viseral tidak mengandung saraf sensory dan tidak sensitif terhadap nyeri.

3. Sesak Nafas Pada waktu melakukan kerja fisik dapat disebakan oleh : kelemahan jantung gangguan sistem saluran pernafasan karena BB berlebih.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : Bersihan jalan nafas tidak efektif Pola nafas tidak efektif Gangguan pertukaran gas.