Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN

Nama : Dhona Puspita Ningrum NIM : 0810480144 Abstrak Pertumbuhan adalah proses dalam kehidupan tanaman yang mengakibatkan perubahan ukuran tanaman semakin besar dan juga yang menentukan hasil tanaman. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil panen dan analisis tanaman sebagai penimbun bersih hasil fotosintesis secara terintegrasi dengan waktu disebut analisis tumbuh. Pendahuluan Di dalam setiap program penelitian pada tanaman, tehnik-tehnik dan metode-metode pengambilan sampel yang dipakai sangat menentukan ketepatan kesimpulan akhir yang akan diambil dari program penelitian tersebut. Oleh karena itu sebagai peneliti harus mampu menganalisis secara lebih akurat tentang kondisi dan tingkat produktivitas tanaman tersebut. Untuk itulah analisis perrtumbuhan tanaman ini sangat bermanfaat dalam untuk mengethaui bagaimana pertumbuhan suatu tanaman. Dalam melakukan suatu analisis terutama analisis pertumbuhan tanaman ini mempunyai tujuan untuk membantu mengetahui effektifitas tanaman dalam menggunakan sumberdaya lingkungannya (adaptasi varietaas terhadap lingkungan, kompetisi diantara spesies, perbedaan genetis dalam kapasitas produksi, pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan tanaman) dan membantu memecahkan secara kuantitatif masalah-masalah yang berhubungan dengan pertumbuhan tanaman tersebut. Untuk analisis pertumbuhan pengamatan pertumbuhan pada tanaman dapat dilakukan melalu pengamatan masing-masing organ tanaman (komponen tanaman). Mulai dari daun (berat kering, luas, serta jumlah daun), batang (panjjang, tinggi, diameter, jumlah cabang, jumlah anakan, berat kering), akar (panjang, jumlah, berat kering), reproduksi (jumlah bunga, jjumlah polong, jumlah tongkol, jumlah biji/polong, jumlah umbi, diameter umbi, panjang umbi, berat 100 bijji, berat hasil). Sedangkan untuk cara pengamatan dapat dilakukan melalui dua cara, yakni dengan cara destruktif dan non destruktif.

Subyek : Analisis pertumbuhan tanaman Pertumbuhan adalah proses dalam kehidupan tanaman yang mengakibatkan perubahan ukuran tanaman semakin besar dan juga yang menentukan hasil tanaman. Pertambahan ukuran tubuh tanaman secara keseluruhan merupakan hasil dari penambahan ukuran bagian-bagian tanaman akibat dari penambahan jaringan sel yang dihasilkan oleh penambahan ukuran sel (Sitompul dan Guritno, 1995). Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertumbuhan bahan. Suatu ukuran yang telah diterima secara umum adalah berat kering, baik dari tanaman seluruhnya atau bagianbagiannya. Berat basah atau berat segar suatu tanaman pada suatu waktu mengalami ayunan besar dalam status airnya. Jaringan yang lebih tua mengering, terjadi kehilangan berat segar yang besar hanya karena kehilangan air. Berdasarkan alasan-alasan tersebut berat kering lebih disukai daripada berat segar. Sembilan puluh persen bahan kering tanaman adalah hasil fotosintesis sehingga analisis pertumbuhan dinyatakan dengan berat kering, terutama mengukur kemampuan tanaman sebagai penghasil fotosintat (Goldsworthy dan Fisher, 1992). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil panen dan analisis tanaman sebagai penimbun bersih hasil fotosintesis secara terintegrasi dengan waktu disebut analisis tumbuh. Hanya ada dua pengukuran yang dilakukan pada interval yang sering diperlukan untuk analisis pertumbuhan yaitu luas daun dan berat kering. Analisis pertumbuhan dapat dilakukan terhadap sebatang tanaman atau terhadap komunitas tanaman. Analisis pertumbuhan sebatang tanaman umumnya dilakukan pada tahap awal, meliputi : (1) laju pertumbuhan relatif, (2) laju satuan daun atau laju asimilasi bersih, (3) rasio luas daun, dan (4) berat daun khusus dan alometri dalam pertumbuhan (yaitu rasio S-R). Kuantitas yang digunakan dalam analisis pertumbuhan komunitas tanaman meliputi : (1) indeks luas daun, (2) lamanya luas daun, (3) laju pertumbuhan tanaman budidaya dalam hal biomassa keseluruhan (biasanya bagian-baian yang di atas tanah) dan dalam hal biomassa ekonomi (misal umbi, biji) dan (4) laju asimilasi bersih (Gardner et al, 1991). Analisis pertumbuhan tanaman dapat membantu mengidentifikasi faktor pertumbuhan utama yang mengendalikan atau membatasi hasil dan merupakan upaya untuk memperbaiki hasil tanaman pada suatu lingkungan tertentu atau adaptasi tanaman pada beberapa lingkungan. Tujuan akhir dari analisis pertumbuhan tanaman adalah mendapatkan cara, baik melalui pendekatan tanaman maupun lingkungan yang ditempuh untuk mengatasi faktor-faktor

pembatas hasil dalam pertumbuhan tanaman. Keuntungan lain adalah pengukuran data primer tidak membutuhkan peralatan laboratorium yang banyak dan mahal (Sitompul dan Guritno, 1995). Kesimpulan
-

Pertumbuhan adalah proses dalam kehidupan tanaman yang mengakibatkan perubahan Analisis pertumbuhan tanaman dapat membantu mengidentifikasi faktor pertumbuhan

ukuran tanaman semakin besar dan juga yang menentukan hasil tanaman.
-

utama yang mengendalikan atau membatasi hasil dan merupakan upaya untuk memperbaiki hasil tanaman pada suatu lingkungan tertentu atau adaptasi tanaman pada beberapa lingkungan.
-

untuk membantu mengetahui effektifitas tanaman dalam menggunakan sumberdaya

lingkungannya (adaptasi varietaas terhadap lingkungan, kompetisi diantara spesies, perbedaan genetis dalam kapasitas produksi, pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan tanaman) dan membantu memecahkan secara kuantitatif masalah-masalah yang berhubungan dengan pertumbuhan tanaman tersebut.

Referensi Anonymous, 2011 Sitompul, S.M. dan B. Guritno.1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM Press. Yogyakarta Gardner, F. R., R. B. Pearce, dan R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan : Herawati Susilo. UI Press. Jakarta Goldsworthy, P. R. dan N. M. Fisher. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Terjemahan : Tohari. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta 2011. http://www.docstoc.com/docs/22706837/ANALISIS-PERTUMBUHANDiakses 23 Mei PERHITUNGAN-PENGERTIAN-VARIABEL-PENGAMATAN.

TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN Suhu Kopi, Waktu Kematian Mayat, Analisis Petumbuhan Tanaman

Oleh : Dhona Puspita Ningrum 0810480144

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011