Anda di halaman 1dari 12

Teori Akuntansi dan Perkembangannya Seni, Sains, atau Teknologi Seni Seni adalah keterampilan mengerjakan sesuatu atau

menerapkan suatu konsep/pengetahuan bakat, Nilai dan yang memerlukan perasaan, intuisi, dan basis pengalaman, suatu tujuan. pertimbangan ekonomik, (judgment). dan sosial) Keahlian menjadi

pengalaman untuk memilih perlakuan terbaik dalam rangka mencapai (moral, pertimbangan. Akuntansi sebagai seni yaitu akuntansi sebagai bidang pengetahuan keterampilan, keahlian, dan kerajinan yang menuntut praktik untuk menguasainya. Akuntansi menuntut pertimbangan (judgment) dalam penerapannya. Pertimbangan harus dituntun oleh pengalaman dan pengetahuan (profesionalisme). Sains Sains adalah pengetahuan untuk menjelaskan dan meramalkan gejala alam dan sosial seperti apa adanya dengan metoda ilmiah. Menguji dan menetapkan kebenaran penjelasan atau pernyataan tentang suatu masalah. Bebas nilai (value-free). Karakteristik: koherensi, korespondensi, keterujian, dan keuniversalan. Akuntansi sebagai sains yaitu akuntansi
sebagai bidang pengetahuan yang menjelaskan fenomena akuntansi secara objektif, apa adanya, dan bebas nilai. Penjelasan dinyatakan dalam bentuk

aksioma, proposisi, prinsip umum, atau hipotesis yang tidak langsung berkaitan dengan kebijakan. Pertimbangan dan penyimpulan dituntun oleh kaidah ilmiah (rules of science). Teknologi Teknologi adalah seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bermanfaat. Teknologi meliputi teknologi lunak. Penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu masyarakat pada suatu saat untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapinya sesuai dengan budaya dan nilai yang dianut. Perekayasaan melekat pada proses

pemikiran untuk menentukan cara terbaik. Akuntansi sebagai teknologi yaitu penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu wilayah negara untuk
menyediakan informasi keuangan dalam rangka mencapai tujuan sosial dan ekonomik. Perekayasaan pelaporan keuangan dalam suatu masyarakat

(negara) dalam rangka pencapaian tujuan negara. Pengertian Teori Akuntansi Teori adalah sesuatu yang abstrak, sesuatu yang ideal

(peraturan/standar/norma), lawan/pasangan sesuatu yang nyata/praktis, penjelasan ilmiah, penalaran logis. Pengertian teori akuntansi bergantung dari sudut pandang mana dari sains berarti teori akuntansi bersifat positif, dari teknologi berarti teori akuntansi bersifat normatif. Teori akuntansi dari sudut pandang sains, seperangkat konsep, definisi,
dan proposisi (pernyataan) yang saling berkaitan secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi. Fenomena akuntansi

yang menjadi perhatian adalah keputusan atau perilaku pihak (manusia) yang berkepentingan dengan akuntansi. Menggunakan metoda yang diemulasi dari metoda ilmiah dalam ilmu alam dengan sasaran menguji kebenaran pernyataan/penjelasan secara ilmiah. Tidak menghasilkan prinsip, metoda, atau teknik akuntansi yang menjadi pilihan kebijakan akuntansi. Teori akuntansi dari sudut pandang teknologi, penalaran logis yang
melandasi praktik akuntansi. Proses penalaran untuk menjustifikasi kelayakan

praktik

atau

prinsip

akuntansi

tertentu.

Teknologi

melekat

pada

perekayasaan pelaporan keuangan. Hasil perekayasaan didokumentasi dalam bentuk rerangka konseptual. Perspektif Teori akuntansi Aspek Sasaran Teori: Positif versus normatif Perspektif Teori Akuntansi Aspek Tataran Semiotika : Semantik, sintaktik, pragmatik Aspek Pendekatan penalaran : Deduktif versus induktif

Aspek Sasaran teori akuntansi Positif : Penjelasan atau penalaran untuk menunjukkan secara ilmiah kebenaran pernyataan atau fenomena akuntansi seperti apa adanya sesuai fakta. Fakta sebagai sasaran. Normatif : Penjelasan atau penalaran untuk menjustifikasi kelayakan suatu
perlakuan akuntansi paling sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Nilai sebagai sasaran. Aspek Tataran Semiotika Semantik : Membahas penyimbolan kegiatan atau realitas fisis menjadi simbolsimbol (elemen-elemen) statemen keuangan. Sintaktik : Membahas pengukuran, pengakuan, dan penyajian elemen-elemen dalam statemen keuangan serta struktur akuntansi. Pragmatik : Membahas apakah informasi keuangan efektif (bermanfaat) bagi yang dituju dalam perekayasaan akuntansi. Apakah informasi mempengaruhi perilaku pemakai. Aspek Pendekatan Penalaran Deduktif : Menurunkan pernyataan, simpulan, penjelasan, atau prinsip atas dasar konsep umum/dasar yang disepakati dan dianggap benar. Induktif : Menurunkan pernyataan, simpulan, penjelasan, atau prinsip umum atas dasar pengamatan beberapa kasus atau kejadian. Sejarah Perkembangan Teori Akuntansi

Sejarah awal akuntansi Berbagai percobaan telah dilakukan untuk menyatakan lokasi dan waktu dari lahirnya sistem pencatatan berpasangan skenario yang telah menghasilkan berbagai skenario. Kebanyakan tersebut

mengakui adanya kehadiran suatu bentuk pelaksanaan pencatatan di

sebagian besar kebudayaan sejak sekitar 3.000 tahun sebelum masehi. A. C. Littleton membuat daftar tujuh prasyarat bagi munculnya pembukuan yang sistematis : Seni Penulisan ( The Art of Writing), karena pembukuan pada intinya adalah sebuah catatan; Aritmetika (Arithmetic), karna aspek mekanis dari pembukuan mengandung adanya serangkaian perhitungan sederhana; Milik Pribadi ( Private Property), karena pembukuan hanya berkepentingan dengan pencatatan fakta-fakta mengenai harta benda dan hak miliknya; Uang (Money) yaitu transaksi yang belum selesai, karena tidak akan ada dorongan untuk membuat catatan apa pun jika seluruh pertukaran dilakukan di tempat saat itu juga; Perdagangan ( Commerce), karena sebuah penjualan lokal saja tidak akan menciptakan cukup tekanan (volume bisnis) untuk merangsang manusia mengkoordinasikan berbagai pemikiran ke dalam suatu sistem; Modal (Capital), karena tanpa modal perdagangan tidak akan berarti dan pemberian kredit menjadi sesuatu yang tidak mungkin bisa dibayangkan. Masing-masing kebudayaan kuno yang disebutkan diatas telah mencakup prasyarat- prasyarat tersebut, sekaligus menjelaskan mengapa telah terdapat semacam pembukuan didalamnya. Jika kita ingin akan melacak ilmu yang penting ini (akuntansi) kembali ke asal usulnya, kita secara alamiah akan menganggap pertemuan pertamanya berasal dari para pedagang yang pertama; dan tidak ada seorang pun yang layak mengklaim hal itu tersebut pada masa itu selain orang-orang Arab. Orang-orang Mesir, yang selama beberapa masa menunjukkan kejayaannya di dunia perdagangan, memperoleh pemikiran melakukan perdagangan tersebut melalui interaksinya dengan bangsa tersebut dan, sebagai konsekuensinya, dari merekalah orang-oranga Mesir harus melakukan suatu bentuk pertama dari akuntansi, yang menurut cara perdagangan yang umum, dikomunikasikan ke seluruh kota-kota di Timur Tengah. Bisnis perdagangan, yang untuk setiap kota-kota perdagangan di Eropa dihubungkan oleh orang-orang Lombardia, ikut pula memperkenalkan metode mereka dalam pencatatan rekening, melalui penggunaan pencatatan berpasangan; yang kini dikenal dengan sebutan

pembukuan Italia. Pembukuan Italia ini berkembang, seiring dengan perkembangan perdagangan dari republik Italia dan penggunaan metode pembukuan pencatatan berpasangan di abad ke-14. Buku pencatatan berpasangan yang pertama kali dikenal adalah pembukuan Massari dari Genoa, yang bertanggal sejak tahun 1340. Kontribusi Luca Pacioli Nama Luca Pacioli, seorang pastur dari ordo Fransiskus, pada umumnya diasosiasikan dengan pengenalan pembukuan pencatatan berpasangan untuk pertama kalinya. Pada tahun 1494 ia menerbitkan bukunya, Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita yang didalamnya terdapat dua buah bab-de Computis et Scripturis-yang menjelaskan pembukuan pencatatan berpasangan. Ia menyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah untuk memberikan informasi yang tidak tertunda kepada para pedagang mengenai keadaan aktiva dan utang-utangnya. Ia berkata, Debit (adebeo) memastikan dan kredit (credito) digunakan dalam pencatatan berpasangan. untuk sebuah pencatatan

Seluruh pencatatan harus berpasangan.

Yaitu, jika Anda membuat seorang kreditor, maka Anda harus membuat seorang debitor. Tiga buku digunakan disini : sebuah memorandum, sebuah jurnal, dan sebuah buku besar. Pada waktu yang bersamaan, mengingat umur yang pendek dari perusahaan-perusahaan bisnis, Pacioli menyarankan perhitungan dari laba suatu periode dan penutupan buku. Dibawah ini adalah saran yang diberikan: Merupakan suatu hal yang baik untuk menutup buku setiap tahun, terutama jika Anda memiliki kerja sama kemitraan dengan pihak-pihak lain. Seringnya melakukan pencatatan akuntansi akan memperpanjang persahabatan. Perkembangan berpasangan 1. Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknikpembukuan pencatatan

teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda. 2. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik. Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak. 3. 4. Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenisjenis organisasi yang lain. Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda. 5. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsepkonsep mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual. 6. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18. 7. 8. Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri. 9. Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik. 10. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana. 11. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per

saham, akuntansi untuk perhitungan bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financial engineering). Penyusunan dan Perumusan Teori Akuntansi Teori akuntansi seharusnya merupakan hasil proses penyusunan dan juga pembuktian teori. Suatu teori akuntansi harus dapat menjelaskan dan memprediksi fenomena akuntansi yang ada. Tetapi cara berpikir tersebut belum diikuti secara sempurna dalam akuntansi. Saat ini ada dua pendekatan dalam perumusan teori akuntansi, yaitu pendekatan tradisional, yang mana praktik dan pembuktian akuntansi memiliki arti yang sama, sedangkan pendekatan yang baru, merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk menyajikan pembuktian teori yang logis dan empiris. Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi teori akuntansi sebagai berikut: -

Menjadi pegangan bagi lembaga penyusun standar akuntansi dalam menyusun standarnya. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.

Menentukan batas dalam hal melakukan judgement dalam menyusun laporan keuangan. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan. Meningkatkan kualitas dapat diperbandingkan. Sedangkan menurut Hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan

teori akuntansi sebagai berikut : Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik akuntansi. Memberikan pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru. Eldon S. Hendrikson (1970) mendefinisikan teori sebagai suatu set proporsi termasuk aksioma, teorema bersama definisi dan peraturan, kesimpulan formal dan informal yang diarahkan untuk menjelaskan suatu

gabungan fakta atau kelompok kegiatan konkret atau yang abstrak. Sedangkan menurut Hendriksen teori adalah satu set susunan hipotesis, konsep, dan prisip pragmatis yang membentuk kerangka umum referensi untuk satu bidang yang dipertanyakan. Vernon Kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsur teori dalam beberapa elemen, yaitu : postulat atau asumsi dasar, definisi, tujuan akuntansi, prinsip atau standar dan prosedur atau metode-metode. Sifat Dasar Teori Akuntansi Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Pada awalnya harus diakui bahwa tidak ada teori akuntansi yang komprehensif. Bahkan terdapat teori-teori yang berbeda dan berkembang, yang disajikan dalam sejumlah literatur. Banyak teori-teori yang muncul karena dipakainya beberapa pendekatan-pendekatan yang berbeda dalam penyusunan teori akuntansi. Perbedaan ini menyebabkan American Accounting Associations Committee on Concepts and Standard for External Reports menyebutkan bahwa : Tidak ada teori akuntansi keuangan yang lengkap yang mencakup dan memenuhi keinginan semua keadaan dan waktu dengan efektif. Didalam literatur akuntansi keuangan yang ada bukan teori akuntansi tetapi kumpulan teori yang dapat dirumuskan mengatasi perbedaanperbedaan persyaratan yang diinginkan para pemakai laporan keuangan. McDonald berargumen bahwa suatu teori harus memiliki tiga elemen, yaitu : Menyandikan fenomena ke penyajian secara simbolis. Manipulasi atau gabungan sesuai dengan peraturan. Menerjemahkan kembali ke fenomena yang sesunggunhnya. Untuk perumusan teori akuntansi memang tidak dapat hanya mengandalakn teori akuntansi saja, tetapi harus menggunakan literatur dan disiplin ilmu lain yang relevan. Namun teori akuntansi merupakan

instrumen yang sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk disajikan kepada para pemakainya. Metodologi-Metodologi dalam Penyusunan Teori Akuntansi Sebagaimana bidang ilmu lainnya, suatu metodologi juga diperlukan dalam penyusunan teori akuntansi. Perbedaan opini, pendekatan, dan penilaian diantara praktik dan penelitian akuntansi menyebabakan munculnya berbagai metodologi. Dari berbagai pendapat dan praktik, Belkaoui dan Godfrey mengemukakan ada beberapa metode yang dikenal dalam suatu literatur, diantaranya : Metode Deskriptif (Pragmatic) Dalam metode ini akuntansi dianggap sebagai seni yang tidak dapat dirumuskan dan karenanya metode perumusan teori akuntansi harus bersifat deskriptif atau menjelaskan. Psychological Pragmatic Metode ini mengamati pemakai laporan keuangan terhadap output akuntansi tersebut (laporan keuangan) yang disusun dari berbagai aturan, standar prinsip atau pedoman. Jika terdapat reaksi maka dianggap bahwa akuntansi dapat bermanfaat secara relevan. Tetapi bisa saja terjadi reaksi yang tidak logis dari pengguan laporan keuangan sehingga bukan saja reaksi itu yang disebabkan oleh laporan keuangan. Metode Normatif Disini akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti serta tidak memperdulikan apakah berlaku dipraktik sekarang atau tidak. Metode Positif Yaitu suatu metode yang diawali dari suatu teori atau model ilmiah yang sedang berlaku atau diterima umum. Berdasarkan metode ini maka dirumuskan problem penelitian untuk mengamati perilaku atau fenomena nyata yang tidak ada dalam teori. Para pendukung metode ini, menyebutkan bahwa metode ini digolongkan sebagai metode ilmiah,

karena menggunakan peraturan yang terstruktur dan data empiris yang objektif dan model statistik matematis yang bersifat logik.

Pendekatan-Pendekatan Akuntansi

Dalam

Penyusunan

dan

Perumusan

Teori

Dalam literatur dikenal beberapa pendekatan di dalam merumuskan teori akuntansi. Belkaoui memberikan penjelasan tentang pendekatan dalam perumusan teori akuntansi sebagai berikut : Pendekatan Informal, yang dibagi dalam : Pragmatis, praktis (nonteoritis) Pendekatan pragmatis terdiri dari penyusunan teori yang ditandai dengan Pendekatan penyesuaian otoritarian terhadap dalam praktik sesungguhnya, teori akuntansi, yang yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis. penyusunan umumnya digunakan oleh organisasi profesi, terdiri dari penyajian sejumlah peraturan praktik-praktik akuntansi. Karena pendekatan ini juga berupaya untuk menyajikan solusi praktik, maka pendekatan ini dapat secara mudah diidentifikasikan sebagai pendekatan pragmatis. Kedua pendekatan ini barasumsi bahwa teori akuntansi dan teknik-teknik yang dihasilkan harus didasarkan kepada pemanfaatan secara maksimal laporan keuangan, apabila akuntansi diharapkan memiliki fungsi yang bermanfaat. Dengan kata lain, suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah suatu teori yang buruk. Pendekatan Toeritis, yang dibagi kedalam : Pendekatan deduktif Dalam penyusunan taori akuntansi, dimulai dengan adanya asumsiasumsi dasar dan hasil penarikan konklusi yang bersifat logis tentang suatu sebjek dengan sejumlah pertimbangan.. Tahap-tahap yang digunakan untuk menjalankan pendekatan deduktif terdiri dari : Penetapan tujuan-tujuan pelaporan keuangan. Pemilihan dalil-dalil akuntansi.

Penentuan prinsip-prinsip akuntansi. Pengembangan teknik-teknik akuntansi. Pendekatan Induktif Dalam penyusunan teori akuntansi pendekatan ini dimulai dengan serangkaian pengamatan, kemudian pengukuran dan selanjutnya aktivitas untuk memperoleh suatu konklusi. Argumentasi induktif membawa keterangan-keterangan yang bersifat khusus ke suatu bentuk yang bersifat umum. Tahap-tahap pendekatan induktif dalam penyusunan teori akuntansi : Mengumpulkan semua observasi. Analisis Ditarik dan golongan observasi umum dan berdasarkan prinsip hubungan akuntansi yang yang berulang-ulang dan sejenis, seragam serta mirip. kesimpulan menggambarkan hubungan secara berulang. Kesimpulan umum diuji kebenarannya. Pendekatan Etik. Dalam pendekatan ini digunakan konsep kewajaran, keadilan, pemilikan dan kebenaran. Pendekatan ini diperkenalkan oleh D.R.Scott. Beliau mendefinisikan keadilan sebagai perlakuan yang seimbang terhadap seluruh pihak yang berkepentingan, kebenaran sebagai pelaporan keuangan yang akurat dan benar tanpa adanya kesalahan interpretasi, dan kewajaran sebagai penyajian yang wajar, tidak bias, serta tidak memihak. Pendekatan Sosiologis. Menekankan pada akibat-akibat sosial yang ditimbulkan teknik-teknik akuntansi. Pendekatan ini merupakan perluasan dari konsep etik dan yang menjadi perhatian adalah kesejahteraan seluruh masyarakat bukan saja pemilik. Menurut konsep ini, prinsip akuntansi dinilai dari penerimaan seluruh pihak terhadap laporan keuangan, khususnya yang melaporkan tentang dampak perusahaan terhadap masyarakat. Pendekatan Makro Ekonomi.

Pendekatan ini menekankan kepada kontrol perilaku indikator makro ekonomi yang menghasilkan perumusan teknik akuntansi. Dari pendekatan ini dapat disimpulkan bahwa : Teknik dan kebijaksanaan akuntansi harus dapat menggambarkan realitas ekonomi. Pilihan terhadap teknik akuntansi harus tergantung pada konsekuensi ekonomis. Pendekatan Eklektif. Merupakan suatu hasil utama berbagai upaya individu dan profesi maupun organisasi pemerintahan dalam partisipasinya untuk menetapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dalam akuntansi.