Anda di halaman 1dari 6

Budaya & Pariwisata Ekonomi Hukum Info Haji Olahraga Pendidikan/Pesantren Politik TNI/Polri Arsip Foto TV Telusuri

Info TKI | Karkhas | Kiprah Legislator | Politik | Peristiwa


News in English Tentang Kami RSS FORUM

| Opo Jarene

| Parlementaria / Pilkada

"Garis Polisi" di Pantai Lombang akan Dilepas


07 Okt 2011 17:49:48| Budaya & Pariwisata | Dibaca 159 kali | Penulis : Slamet Hidayat

Sumenep - Garis polisi (police line) yang dipasang di sebagian kawasan wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep, sejak Jumat (30/9) lalu akan dilepas guna memudahkan pembenahan dan perbaikan fasilitas di daerah ini. "Saat ini, perbaikan sejumlah aset di antaranya kamar bilas bagi para pengunjung Pantai Lombang sudah dilakukan oleh jajaran Disbudparpora. Oleh karena itu, kami berencana melepas garis batas polisi tersebut pada Sabtu (8/10)," kata Kepala Kepolisian Sektor Batang Batang, AKP A Mukit, Jumat.

Pada Jumat pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) setempat secara resmi membenahi fasilitas di Pantai Lombang pascaturunnya putusan kasasi atas kasus perdata sengketa lahan di kawasan wisata tersebut. Sengketa antara warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan di kawasan wisata Pantai Lombang, Hasim alias Hasin dengan pemerintah daerah setempat berlangsung sejak 2009 lalu. Penyelesaian sengketa lahan itu hingga ke Mahkamah Agung, karena Hasim tidak terima atas putusan Pengadilan Negeri Sumenep dan Pengadilan Tinggi Surabaya yang memenangkan pemerintah daerah dalam kasus perdata tersebut. "Selama masa perbaikan sejumlah aset di Pantai Lombang, kami dibantu anggota Koramil siaga di kawasan wisata tersebut guna menghindari hal-hal tak diinginkan," kata Mukit. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pantai Lombang Disbudparpora Sumenep, Ja'kub menjelaskan, sejumlah aset memang rusak dan tidak terawat sejak 2009 lalu sebagai imbas dari sengketa lahan di kawasan wisata tersebut. "Kami harus melakukan pembenahan dan perbaikan atas sejumlah aset, di antaranya kamar bilas, supaya pengunjung tidak kecewa ketika berkunjung ke Pantai Lombang," katanya. Sejak sengketa lahan mencuat, pimpinan Disbudparpora Sumenep tidak memaksakan stafnya mengelola Pantai Lombang layaknya lokasi wisata guna menghindari konflik. (*) Baca Ketentuan Versi Cetak Ikuti di Twitter!

Baca Juga
Pesilat Jatim Diharapkan Sumbang Emas SEA Games Guru se-Jatim Segera Nikmati Tunjangan Profesi-Fungsional Wakapolda Jatim Pindah Tugas Polda Jatim: Penyebab Kecelakaan Mojokerto Bukan Bus Pangdam Brawijaya: FPI di Jatim Masih Kondusif

Peristiwa

Tajuk

Banjir Melanda Tiga Kelurahan di Pamekasan Lima Relawan Nasdem Jatim Jalan Kaki Surabaya-Jakarta Petani Pacitan Keluhkan Serangan Hama Jamur Padi Din Syamsudin : Ormas Jangan Terjebak Perilaku Kekerasan Mobil Tabrak Pohon Dibawa ke Subdenpom Pamekasan

Sopir, Pengemudi, Pilot... Sami Mawon !

Awal tahun 2012 diwarnai berbagai tragedi. Selain bencana alam gunung meletus atau erupsi, tanah longsor, banjir, puting beliung dan juga tragedi di ranah politik yang penuh intrik yang ujung-ujungnya memperebutkan uang dan jabatan. Tragedi lai

Foto Berita

Pentas Drama Mahasiswa

Persegres Menang

Varian Baru Yamaha Mio Fino

Penyesuaian Tarif Tol Surabaya-Gresik

Foto Cerita
Mengusung Kesenian "Kotekan Lesung" ke Panggung

Copyright 2010

Budaya & Pariwisata

Ekonomi

Hukum

Info Haji

Olahraga Foto TV

Pendidikan/Pesantren Rilis Pers RSS Feed

Politik

TNI/Polri

Ketentuan Pengguna

Forum Pembaca

Elapsed Time : 0.5047 sec

"Garis Polisi" di Pantai Lombang akan Dilepas


07 Okt 2011 17:49:48| Budaya & Pariwisata | Dibaca 159 kali | Penulis : Slamet Hidayat

Sumenep - Garis polisi (police line) yang dipasang di sebagian kawasan wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep, sejak Jumat (30/9) lalu akan dilepas guna memudahkan pembenahan dan perbaikan fasilitas di daerah ini. "Saat ini, perbaikan sejumlah aset di antaranya kamar bilas bagi para pengunjung Pantai Lombang sudah dilakukan oleh jajaran Disbudparpora. Oleh karena itu, kami berencana melepas garis batas polisi tersebut pada Sabtu (8/10)," kata Kepala Kepolisian Sektor Batang Batang, AKP A Mukit, Jumat. Pada Jumat pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) setempat secara resmi membenahi fasilitas di Pantai Lombang pascaturunnya putusan kasasi atas kasus perdata sengketa lahan di kawasan wisata tersebut. Sengketa antara warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan di kawasan wisata Pantai Lombang, Hasim alias Hasin dengan pemerintah daerah setempat berlangsung sejak 2009 lalu. Penyelesaian sengketa lahan itu hingga ke Mahkamah Agung, karena Hasim tidak terima atas putusan Pengadilan Negeri Sumenep dan Pengadilan Tinggi Surabaya yang

memenangkan pemerintah daerah dalam kasus perdata tersebut. "Selama masa perbaikan sejumlah aset di Pantai Lombang, kami dibantu anggota Koramil siaga di kawasan wisata tersebut guna menghindari hal-hal tak diinginkan," kata Mukit. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pantai Lombang Disbudparpora Sumenep, Ja'kub menjelaskan, sejumlah aset memang rusak dan tidak terawat sejak 2009 lalu sebagai imbas dari sengketa lahan di kawasan wisata tersebut. "Kami harus melakukan pembenahan dan perbaikan atas sejumlah aset, di antaranya kamar bilas, supaya pengunjung tidak kecewa ketika berkunjung ke Pantai Lombang," katanya. Sejak sengketa lahan mencuat, pimpinan Disbudparpora Sumenep tidak memaksakan stafnya mengelola Pantai Lombang layaknya lokasi wisata guna menghindari konflik. (*)