Anda di halaman 1dari 21

Pemanfaatan OLAP untuk Analisis Profitabilitas Produk pada Tingkat Distributor (Studi Kasus: PT.

Sinar Niaga Sejahtera Point) JURNAL


Diajukan kepada Fakultas Teknologi Informasi untuk memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Oleh: Febrian Wahyu Christanto NIM: 672006010

Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

November 2010

Pemanfaatan OLAP untuk Analisis Profitabilitas Produk pada Tingkat Distributor (Studi Kasus: PT. Sinar Niaga Sejahtera Point)
1)

Febrian Wahyu. C,

Andeka Rocky Tanaamah, 3) Teguh Indra Bayu Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50771, Indonesia Email : 1) klobodh@yahoo.co.id, 2) atanaamah@yahoo.com, 3) t.indra.bayu@gmail .com

2)

Abstract
Conducted a research at PT Sinar Niaga Sejahtera Point Ambarawa because their data report system of sales is still in xls files. That is the reason why the writer develops an application to find out the profitability of the sold products. OLAP equipped with data warehouse is a system used for multi-dimensional business summary report for sales, marketing, report management, business process management, and accounting. OLAP can be visualized in charts explaining maximum, minimum, and average value of Garuda Foods products which are sold by PT. SNS Point Ambarawa. Keywords : Data warehouse, OLAP, profitability, report summary

Abstract
Pemilihan tempat penelitian pada PT. Sinar Niaga Sejahtera Point Ambarawa karena sistem pelaporan data dari perusahaan ini masih berwujud file berekstensi .xls. Dari alasan tersebut penulis mengembangkan sebuah aplikasi untuk menentukan profitabilitas atas produk yang telah terjual. OLAP didukung oleh data warehouse adalah sebuah sistem yang digunakan untuk membuat summary report untuk penjualan, pasar, manajemen, proses manajemen bisnis, dan keuangan yang bersifat multidimensional. OLAP dapat ditampilkan dalam bentuk diagram batang yang menjelaskan nilai maksimum, minimum, serta rata-rata dari hasil penjualan produk Garuda Food yang telah dilakukan oleh PT. SNS Point Ambarawa. Kata Kunci : Data warehouse, OLAP, profitabilitas, report summary.
1) Mahasiswa

Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Teknik Informatika, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. 2) Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

3)

Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga

1. Pendahuluan
Bertambahnya penduduk yang tinggal di kota Salatiga membuat kebutuhan akan produk-produk rumah tangga dan produk-produk konsumsi menjadi bertambah dengan pesat sehingga banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang distribusi produk membuka usahanya di kota Salatiga. Berdasar pada prospek keuntungan yang didapatkan maka untuk mempercepat laju distribusi produk dari produsen ke konsumen dibutuhkan peran yang sangat penting dari suatu jasa perusahaan distributor yang berdomisili di kota Salatiga. Seiring dengan bertambahnya laju pertumbuhan penduduk juga diimbangi dengan bertambahnya varian dari produk-produk kebutuhan manusia. Karena itu jika tidak ada keseimbangan antara jumlah permintaan masyarakat dan produk yang didistribusikan akan merugikan perusahaan dalam hal ini perusahaan tingkat distributor karena akan banyak sekali barang-barang yang tidak laku tertimbun di gudang perusahaan dalam waktu lama dan produk-produk tersebut mempunyai tenggang kadaluarsa dalam waktu tertentu. Peranan perusahaan disini adalah sangat penting karena merupakan jembatan penghubung antara produsen dan konsumen. Produkproduk yang diproduksi oleh perusahaan produsen akan sampai ke konsumen untuk dikonsumsi melalui peran dari perusahaan distributor yang meliputi baik perusahaan distributor, penjual grosir, maupun penjual eceran dapat dikatakan berada pada level distributor. PT. Sinar Niaga Sejahtera Point Ambarawa adalah salah satu perusahaan tingkat distributor yang berdomisili untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Salatiga dan Ambarawa yang berdiri sejak Januari 2010. Secara khusus perusahaan ini mendistribusikan produk-produk dari PT. Garuda Food. Perusahaan distributor yang beralamat di Ruko I Ambarawa Jl. Brigjend Sudiarto Ambarawa ini merupakan anak cabang dari PT. Sinar Niaga Sejahtera Point Semarang yang membawahi daerah Region I Jawa Tengah meliputi daerah Solo, Boyolali, Salatiga, Ambarawa, Semarang, Pekalongan, dan Kuningan. Sedangkan pada wilayah Region II Jawa Tengah berkantor pusat di Magelang yang membawahi wilayah Yogyakarta, Magelang, Purworejo, dan Cilacap. Pemilihan PT Sinar Niaga Sejahtera Point Ambarawa sebagai tempat pengambilan data untuk penelitian dikarenakan banyak sekali pertimbangan yang telah dilakukan mengingat perusahaan distributor ini merupakan perusahaan baru di wilayah Salatiga dan Ambarawa sehingga sistem pelaporan data hasil penjualan masih bersifat manual dalam arti data yang dikirimkan ke perusahaan pusat masih dalam bentuk pelaporan dalam bentuk ekstensi file .xls (file dari Microsoft Excel) yang dikirimkan setiap harinya kepada perusahaan distributor pusat di Jawa Tengah Region I melalui fax dan email merupakan suatu cara yang sangat rentan dari segi keamanan dan keutuhan data. Dari segi penyimpanan data ini pula sangat

rentan saat komputer dari perusahaan distributor cabang maupun pusat di Region I Jawa Tengah mengalami kendala seperti terjangkit virus maupun kerusakan pada sistem operasi sehingga data penjualan akan menjadi rusak dan bahkan data dapat terhapus secara tidak sengaja sehingga pekerjaan pegawai akan terhambat pada masalah data pelaporan penjualan saja. Selain daripada itu pertimbangan jarak yang cukup dekat dengan kota Salatiga menjadi salah satu faktor penunjang pemilihan tempat penelitian yang dirasa layak diangkat sebagai tempat penelitian. Dengan kesadaran itulah dibutuhkan suatu program aplikasi yang dapat diakses secara cepat dan tepat darimana saja untuk mengetahui profitabilitas produk-produk yang laku di pasaran yang tentunya didapat dari pengamatan data yang jelas di lapangan mengingat kebutuhan masyarakat akan produk kebutuhan hidup selalu bergerak secara dinamis dari tahun ke tahunnya. Aplikasi ini juga dirasa akan sangat penting untuk menjalani persaingan antar distributor di jaman yang sudah sangat maju ini. Untuk pengambilan keputusan semua itu tentunya melalui berbagai pertimbangan dan historis data yang komplek (dalam jumlah besar) untuk mencapai keputusan yang mendekati benar. Dengan bantuan data warehouse, sistem yang dapat melakukan analisa profitabilitas produk ini akan menjadi begitu penting bagi perusahaan pemakainya, selain itu dapat dijelaskan pemakaian data warehouse pada penelitian ini untuk jangka waktu ke depan dengan record hystoris data pada perusahaan yang bertambah lebih banyak dan lebih besar, maka daya tampung data warehouse akan memenuhi kebutuhan sistem. Pentingnya penggunaan data warehouse adalah mengolah historis data yang komplek (dalam jumlah besar) menjadi informasi yang mudah dipahami dalam bentuk grafik, dan akhirnya dapat menunjang kemudahan bagi perusahaan untuk menganalisa pengukuran profitabilitas terhadap produkproduk yang ada dalam suatu perusahaan distributor menjadi kebutuhan terpenting bagi manajemen perusahaan saat ini pada data warehouse yang ada. Dengan didukung adanya teknologi jaringan internet, maka dengan adanya aplikasi ini (pada konteks ini adalah aplikasi web), penulis berharap permasalahan yang dapat terjadi karena penumpukkan barang yang terlalu banyak sehingga dapat melewati masa tenggang kelayakan produk serta kendala komputer yang setiap saat dapat bermasalah dalam perusahaan yang menimbulkan kerugian pada perusahaan dapat diselesaikan dengan langkah yang lebih mudah, cepat, dan tepat dalam artian meminimalisasikan permasalahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu pada proses pelaporan hasil penjualan. Dengan adanya sebuah aplikasi jaringan internet yang disebut sebagai aplikasi OLAP, seluruh distribusi data dan proses kerja yang berkaitan akan terintegrasi dengan baik sehingga apabila terjadi permintaan kebutuhan data di dalam perusahaan tidak akan memakan waktu yang lama karena cukup menggerakkan mouse dan melakukan pilihan pada data yang dicari maka kebutuhan data akan terpenuhi.

2. Kajian Pustaka
Dari penelitian yang telah dilakukan tentang OLAP yang dipadukan dengan data warehousing diperoleh kesimpulan bahwa sistem gudang data (data warehouse) dibangun untuk mengatasi masalah teknis pemrosesan dan pengambilan data yaitu kasus yang berkaitan dengan penggunaan data dan informasi sebagai bahan kebijakan pengambilan keputusan. Melalui sebuah penelitian tentang OLAP dan data warehouse pernah dilakukan dengan fokus penelitian adalah Perancangan dan Pembangunan OLAP dan Data Warehouse pada PLN Salatiga menggunakan Skema Snowflake. Penelitian ini membahas tentang pembuatan data warehouse untuk menampung data transaksi dari tiap-tiap kecamatan yang ada di Salatiga dan sekitarnya, yang dapat membantu PLN Salatiga dalam menganalisa data secara otomatis pada saat transaksi yang terjadi, sehingga analisa data yang dulunya manual bisa menjadi lebih mudah dan cepat. Beberapa hasil analisa yang dapat dipakai untuk kepentingan PLN Salatiga adalah seberapa besar pendapatan dari beberapa dimensi, yang nantinya akan mempengaruhi dalam pengambilan kebijakan. Kebijakan tersebut terkait dengan analisa daya listrik, kemampuan bayar, dan penyalahgunaan produk dari PLN Salatiga oleh masyarakat yang menggunakan[1]. OLAP adalah kepanjangan dari On-Line Analytical Processing. Saat ini OLAP lebih sering terdengar dengan istilah BI (Business Intelligent). Secara umum OLAP dapat digambarkan sebagai sebuah pendekatan secara cepat menyediakan jawaban-jawaban terhadap query analitik yang bersifat multidimensi. OLAP adalah bagian dari kategori yang lebih global dari pemikiran bisnis, yang juga merangkum hubungan antara pelaporan dan penggalian data. Aplikasi khusus dari OLAP adalah pelaporan bisnis untuk penjualan, pemasaran, manajemen pelaporan, manajemen proses bisnis (MPB), penganggaran dan peramalan, laporan keuangan dan bidang-bidang yang serupa. Istilah OLAP merupakan perampingan dari istilah lama database OLTP (Online Transaction Processing). Karakteristik dari OLAP antara lain adalah [2] fast yang berarti bahwa informasi yang akan dilakukan sangat cepat, untuk memproses data 1,000,000 transaksi hanya membutuhkan waktu +/- 2.5 menit dengan 10 dimensi dan 3 jenis ukuran, analysis berarti bahwa sistem dapat mencakup Business Logic (suatu aturan dan prosedur yang diterjemahkan ke dalam sistem di komputer) dan data analisa statistik (data analisa yang bersifat numerik atau dijelaskan dengan angka serta data bersifat grafis berupa grafik analisis) yang relevan dengan data-data yang tersedia. Karakteristik lainnya adalah share berati bahwa sistem ini diimplementasikan dengan suatu sistem keamanan untuk menjaga kerahasiaan informasi. Sehingga setiap user dapat diatur sesuai kebutuhan, multidimentional adalah suatu kunci kebutuhan terhadap penggunaan aplikasi OLAP. Setiap aplikasi ini harus selalu mengandung unsur multi dimensi, serta information, adalah semua data dan turunan informasi yang dibutuhkan, dimanapun dan bagaimanapun data itu haruslah berhubungan dengan aplikasi.

OLAP menggambarkan sebuah kelas teknologi yang dirancang untuk analisa dan akses data secara khusus. Apabila pada proses transaksi pada umumnya semata-mata adalah pada relational database, OLAP muncul dengan sebuah cara pandang multidimensi data. Cara pandang multidimensi ini didukung oleh teknologi multidimensi database. Cara ini memberikan teknik dasar untuk kalkulasi dan analisa oleh sebuah aplikasi bisnis. OLTP mempunyai karakteristik beberapa user dapat creating, updating, retrieving untuk setiap record data, lagi pula OLTP sangat optimal untuk updating data. OLAP aplikasi digunakan untuk analisa dan mengatur frekuensi level dari agregat (ringkasan jumlah data dalam data warehouse dari yang semula bersifat detail menjadi lebih ringkas agar performa data warehouse lebih cepat). Database biasanya di-update pada kumpulan data, jarang sekali dari multiple source dan menempatkan kekuatan analisa pada back-end pada operasi aplikasi. Sebab itulah OLAP sangat optimal digunakan untuk analisis [3]. Arsitektur OLAP dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Arsitektur OLAP [2]

Pada Gambar 1 dijelaskan gambaran OLAP secara visualisasi, yaitu kumpulan dari data-data yang berekstensi berbeda seperti Excel, SQL Server, serta MySQL digabungkan menjadi sebuah kesatuan data warehouse. Data warehouse inilah yang kemudian diolah oleh OLAP data cube menjadi sebuah analisis multidimensional sehingga memudahkan user dalam membaca data untuk proses pengambilan keputusan[4]. Data warehouse merupakan kumpulan data dari berbagai resource, yang terintegrasi , teragregrasi dan terstruktur yang disimpan dalam suatu gudang data (repository) dalam kapasitas besar sehingga memungkinkan user untuk memeriksa history data dan mendukung analisa dengan tujuan dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan berdasarkan analisa yang dibuat[5]. Data warehouse merupakan teknologi yang terbangun atas himpunan konsep baru dan perangkat yang digunakan untuk mendukung aktivitas pekerja pengetahuan seperti manager, eksekutif dan analis sistem. Materi produk teknologi ini digunakan untuk perangkat pengambilan keputusan organisasi. Pendekatan mendasar pembangunan data warehouse adalah tersedianya informasi yang berkualitas untuk organisasi dari sumber
6

data internal dan eksternal yang berada dalam bentuk bervariasi mulai dari data dalam bentuk struktur tradisional sampai dengan data dalam bentuk yang tidak terstruktural seperti tipe data tekstual atau multimedia[6].

Gambar 2 Arsitektur Data Warehouse [5]

ASP.NET adalah singkatan dari Active Server Page .NET yaitu kumpulan teknologi dalam Framework .NET untuk membangun aplikasi web dinamik dan XML Web Service (Layanan Web XML). Halaman ASP.NET dijalankan di server kemudian akan dibuat halaman markup (penanda) seperti HTML (Hypertext Markup Language), WML (Wireless Markup Language), atau XML (Extensible Markup Language) yang dikirim ke browser desktop atau mobile[7]. ASP.NET merupakan komponen Internet Information Services (IIS). Oleh karena itu, untuk menginstalasikan ASP, harus juga menginstalasikan IIS. ASP.NET adalah komponen utama Window yang membuat ISS dapat menjalankan aplikasi yang berbasiskan .NET. Harus diperhatikan ASP.NET tidak terinstalasi secara otomatis ketika IIS diinstal. Instalasi yang sukses secara otomatis juga akan menghasilkan beberapa komponen dan sumber daya seperti : ASP.NET Performance Counter , tiap versi ASP.NET memiliki performance center yang berbeda. ASP.NET State Service, digunakan untuk mengatur session state. Semua versi ASP.NET akan menggunakan State Service yang sama yaitu yang disediakan oleh versi terbaru. ASPNET local user account , pada komputer yang berdiri sendiri ataupun member server local user acount bernama ASPNET akan dibuat ketika ASP.NET diinstal. Banyak kemudahan dan keunggulan yang ditawarkan apabila web developer menggunakan ASP.NET dalam pekerjaan mereka antara lain yaitu[8] penyederhanaan ASP.NET membuat mudah tugas umum seperti pembuatan

form, otentikasi client, validasi data, konfigurasi situs, dan deployment, perbaikan performance karena ASP.NET dikompilasi ke CLR sehingga performanya lebih baik dari ASP yang interpreter, Form-form Web merupakan model pemrograman baru yang menggabungkan aplikasi ASP dengan kemudahan pengembangan dan produktifitas Visual Basic, beberapa keunggulan ASP.NET lainnya adalah kode nonspaghetti yaitu model pemrograman ASP.NET memisahkan kode dari presentasi sehingga mempermudah membuat konstruksi dan mengelola kode, dan perbaikan manajemen status yaitu ASP.NET menyediakan status aplikasi dan sesi yang mudah digunakan. ASP.NET mengatasi keterbatasan tersebut dengan menyediakan dukungan pendistribusian status sesi dalam server web, menaruh informasi status dalam SQL Server, serta menyediakan pengelolaan status tanpa cookies. SQL Server 2008 menyediakan platform data warehouse yang komprehensif dan terukur, yang dapat disimpan dalam analisis terpisah untuk analisis kuat, dalam rangka memenuhi ratusan ribu pengguna di beberapa megabyte kebutuhan data. Berikut ini adalah SQL Server 2008, data warehouse dalam beberapa keuntungan[8].

3. Perancangan Sistem
Perancangan sistem menggunakan metode prototyping yang dipadu dengan desain sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML) yang terdiri dari use case diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram dan deployment diagram. Metode penelitian yang digunakan adalah prototyping model dimana sangat memperhatikan kebutuhan dari client yaitu pihak PT. Sinar Niaga Sejahtera Point Ambarawa, dimana kebutuhan ini didasarkan baik pada kondisi nyata maupun dari permintaan client. Sehingga inti dari penggunaan model ini adalah interaksi yang berkesinambungan antara pengembang dan client sampai dengan terpenuhinya permintaan client dan tercapainya tujuan sesuai dengan kebutuhan dari client tersebut. Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam menggunakan metode penyelesaian dalam bentuk prototype adalah dengan mendefinisikan aturanaturan main pada saat awal interaksi client-developer berlangsung, yaitu client dan developer setuju bahwa prototype yang dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah ditentukan. Beberapa tahapan dalam penyelesaian masalah dengan menggunakan metode ini adalah[9]: a. Pengumpulan bahan Pihak client serta developer bertemu untuk mengidentifikasi format bentuk perangkat lunak, mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan serta gambaran-gambaran umum sistem yang akan dibutuhkan.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

Membangun prototyping Membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian yang menanggapi kebutuhan pelanggan, misal membuat input dan format output yang diharapkan. Evaluasi prototyping Pelanggan atau client melakukan evaluasi terhadap prototyping yang sudah dibentuk apakah sudah dapat memenuhi keinginan pelanggan, apabila belum maka tahap prototyping akan diulang dari awal, apabila sudah cukup memenuhi maka tahap selanjutnya akan dilakukan dengan tetap menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Pengkodean sistem Apabila prototyping sudah disepakati maka prototyping akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai, disinilah implementasi dan pembangunan sistem dalam bentuk nyata dilakukan. Pengujian sistem Apabila sistem sudah dibentuk menjadi suatu perangkat lunak, maka pada tahap selanjutnya adalah menguji sistem tersebut dengan variabel-variabel riil sesuai dengan kebutuhan client. Tahap ini sering disebut dengan istilah testing, sehingga kesalahan-kesalahan kerja pada sistem dapat dihindari. Evaluasi sistem Pada tahap ini client akan mengevaluasi kerja sistem yang sudah jadi, apakah sesuai dengan yang diharapkan, apabila tidak sesuai maka sistem akan dibangun ulang ataupun diperbaiki melalui tahap pengkodean sistem dan selanjutnya. Penggunaan sistem Apabila perangkat lunak yang dibangun telah lulus uji dan tidak ada kesalahan kerja pada sistem, maka dapat dikatakan bahwa sistem dapat bekerja dengan benar dan dapat digunakan oleh client dalam membantu aktifitasnya.

Gambar 3 Model Prototyping [9]

Gambar 3 memberikan penjelasan secara umum mengenai bagaimana model prototyping bekerja. Dengan menggunakan metode ini, client berharap input yang dikirimkan dapat dilewatkan pada suatu proses untuk mengembalikan nilai output yang sesuai dengan harapan dari client. Selama pengembangan sistem nantinya, client dan pihak developer (dalam hal ini adalah penulis) akan senantiasa melakukan interaksi. Dalam pembangunan prototyping terkadang client hanya memberikan gambaran kebutuhan secara umum tidak secara mendetail, sehingga akan sedikit mengalami kesulitan pada tahap pengkodean. Dengan menggunakan hasil analisis tahap pertama, didapatkan informasi mengenai actor, fungsi-fungsi yang diharapkan dapat dilakukan oleh actor. Hasil tersebut akan dipresentasikan dalam sebuah use-case diagram sehingga didapatkan hubungan/interaksi antar actor. Hubungan interaksi yang menjadi sebuah jalinan baik secara sekuensial maupun paralel dalam use-case diagram merupakan gambaran sistem secara utuh.

10

1 .2 Ma na jem e n d a ta b ara n g 1 .1 Ma na je m e n d ata pe g a w a i <<inclu d e >> <<in clu d e >>

1 .3 Ma na je m e n d ata p e n jua lan <<in clu de >>

1 .0 Ma na je m en d a ta S N S Poin t H ea d Am b a raw a

Ad m in

2 .0 Pela p ora n

3 .0 Lo g in / Lo go u t

SN S P oin t Se m a ran g

Gambar 4 Use-Case Diagram Sistem

Gambar 4 merupakan Use Case Diagram dari sistem yang dikembangkan pada PT. SNS Point Ambarawa. Pengertiannya adalah sebuah use-case diagram yang menyajikan kondisi awal dan umum dari sebuah sistem. Dijelaskan pada Gambar 4 inti dari sistem yang akan dibuat bertumpu pada pihak Admin yang bertugas untuk memasukkan dan mengolah data-data seperti data barang, data karyawan, dan data penjualan yang disatukan dalam bentuk laporan sistem yang dapat dilihat nantinya oleh pimpinan baik SNS Point Head Ambarawa maupun pihak SNS Point Semarang. Setiap account dalam sistem ini mempunyai user, password login, dan hak akses sistem yang berbeda-beda. Activity diagram menggambarkan proses-proses yang terjadi dari suatu aktifitas dimulai sampai berhenti di dalam sistem. Dalam Gambar 5 berikut dijelaskan activity dari seorang SNS Admin yang mempunyai beberapa hak akses di dalam akses seperti upload data ,edit, dan simpan data penjualan, pegawai, maupun fitur-fitur lain yang ada didalam sistem.

11

Admin

Komputer

Start Login

Menam pilkan halam an hom e Pilih Menu Man age data In put data karyaw an Manag e D ata Karyaw an Ha pus data karyaw an Input data bara ng Manage d ata barang Edit data ba rang L ihat data ba rang C ari data ba rang Manage d ata Penjualan H apus da ta barang

Input data pe njualan Edit data pe njualan L ihat data pe njualan C ari d ata pen jualan H apus data penjualan Mem bu at laporan End

Gambar 5 Activity Diagram Admin

Pada Gambar 5 model ini diaplikasikan pada sebuah aplikasi yang membuat manajemen data. Bagian ini meliputi manajemen data pegawai, manajemen data barang,dan manajemen data penjualan. Digunakan oleh dan hanya bagian Admin, SNS Point Head Ambarawa dan SNS Point Semarang hanya terlibat dalam hal lihat hasil pelaporan dan pemeriksaan data yang telah diolah oleh Admin. Proses pemeriksaan dan lihat data dapat dilakukan setiap hari dan setiap bulan karena update data dilakukan setiap bulan yang nantinya akan dipakai sebagai sumber analisis dan pengambilan keputusan oleh pimpinan untuk kemajuan perusahaan. Seluruh bagian use case dikendalikan oleh bagian Admin. Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut atau properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda atau fungsi). Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain. Seperti pada system yang akan dibangun di SNS Point Ambarawa dapat digambarkan dengan class diagram seperti pada Gambar 6.

12

Pegaw ai P e g a w a iID : In te g e r N IP : S trin g N a m a : S trin g T g lL a h ir : D a te Ala m a t : S trin g T e m p a tla h i r : S trin g J a b a ta n : S trin g J e n is k e la m in : S trin g J o in td a te : D a te N o S IM /K T P : In te g e r P e n d id ik a n : S trin g N o H P : In te g e r

B a ra n g N a m a B a ra n g : S trin g K a te g o riP ro d u k : In te g e r

K a te g o ri K a te g o riID

P e n ju a la n F o ru m F o ru m ID : In te g e r U s e rID : S trin g T g l : D a te K o m e n ta r : S trin g S a le s . ID S a l e s : In te g e r S a le s : S trin g P e n ju a la n ID : In te g e r Ala m a tID : In te g e r ID P ro d u k : S tri n g T g lID : D a te P e la n g g a n ID : S trin g K u a n tita s : In te g e r J u m la h : In te g e r

Ala m a t Ala m a t : S trin g

W a k tu T g lID : D a te B u la n : S trin g K u a rta l : S trin g S e m e s te r : S trin g T a h u n : D a te

U s e rs U s e rID : In te g e r U s e r : S tri n g p a s s : S trin g

P e la n g g a n ID P e la n g g a n : In te g e r P e la n g g a n : S trin g

Gambar 6 Class Diagram Sistem di SNS Point Ambarawa

Gambar 6 adalah gambaran melalui class diagram SNS Point Ambarawa. Di dalam sistem ini class induk berisi enam tabel yaitu pegawai, sales, barang, penjualan, waktu, pelanggan serta informasi tentang pembuat aplikasi. Dari enam tabel induk inilah diturunkan lagi ke beberapa class dan tabel-tabel yang lebih kecil dengan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh pihak pengguna dalam hal ini PT. SNS Point Ambarawa. Relasi antar class pada sistem ini adalah cukup kompleks dan banyak. Class Penjualan berelasi dengan class Barang, Alamat, Sales, Waktu, dan Pelanggan. Sedangkan untuk class lain seperti Pegawai, Forum, dan Users berdiri sendiri dan tidak bergantung pada berelasi dengan class Penjualan. Relasi antara class Penjualan dengan class Barang, Alamat, Sales, Waktu, dan Pelanggan adalah One to Many yang berarti satu tabel Penjualan dapat memiliki lebih dari satu barang yang terdapat pada tabel Barang, memiliki lebih dari satu waktu untuk menjual barang yang terdapat pada tabel Waktu, memiliki lebih dari satu pelanggan yang terdapat pada tabel Pelanggan, memiliki lebih dari satu sales dalam menjual barang yang terdapat pada tabel Sales, dan memiliki lebih dari satu alamat pegawai dan pelanggan yang terdapat pada tabel Alamat. Sedangkan relasi antara class Barang, Waktu, Pelanggan, Sales, dan Alamat dengan class Penjualan adalah Many to One. Pada relasi class Kategori dan class Barang adalah One to Many yang berarti satu kategori untuk barang dapat memiliki lebih dari satu jenis barang di dalamnya. Sedangkan relasi antara class Pegawai dan class Users adalah One to One yang artinya bahwa satu orang pegawai dalam sistem ini
13

hanya dapat memiliki satu user saja. Relasi antara class Users dan class Forum adalah One to Many yang berarti satu buah user dapat menulis lebih dari satu forum dalam sistem. Sequence diagram menggambarkan interaksi antar obyek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertical (waktu) dan dimensi horisontal (obyek-obyek yang terkait). Ini biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah yang dilakukan sebagai tanggapan dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Sequence diagram (Gambar 7) menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu.

: Admin 1: Login( )

: Login

: Form manage data pegawai

: tblPegawai

: database

: Logout

2: Check login

3: Menampilkan

4: input,edit,hapus,lihat,cari( ) 5: simpan data( ) 6: merekam( )

7: Logout( )

8: tutup( )

Gambar 7 Sequence Diagram Admin Manajemen Data Pegawai

Dalam melakukan pembuatan dan perancangan data warehouse, penelitian ini menggunakan skema star, yaitu membangun satu buah tabel utama yang memiliki tabel dimensi yang berhubungan pada sistem pusat tetapi terintegrasi dan mempunyai fungsi yang berbeda sehingga akan diperoleh informasi yang detail dan jelas sesuai dengan kebutuhan. Relasi antar tabel diperoleh dari desain tabel database yang telah dibuat sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8.

14

Gambar 8 Design Star Schema

Perancangan sistem dibutuhkan untuk membantu proses pengembangan dan untuk dokumentasi perangkat lunak sistem. Pada perancangan sistem ini, diuraikan mengenai elemen-elemen pengembangan sistem yang digunakan. Berkaitan dengan metode pembuatan sistem, maka sistem model perancangan yang digunakan yaitu Unified Modelling Language (UML) untuk perancangan bentuk aplikasi dan perancangan antarmuka sistem dengan pengguna sedangkan untuk desain OLAP sistem untuk PT. SNS Point Ambarawa dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 9 Desain Sistem OLAP PT. SNS Point Ambarawa

15

Dalam Gambar 9 dijelaskan bahwa aplikasi bertumpu pada pihak SNS Admin yang bertugas memasukkan data baik bersifat .xls, image .jpg atau .jpeg, data .text, maupun data-data lainnya ke dalam data warehouse. Saat tersimpan ke dalam data warehouse maka saat users mengakses, sistem OLAP akan mengambil data-data tersebut dari dalam data warehouse untuk diolah sehingga menampilkan hasil-hasil analisa kepada users yang bersifat multidimensi dan mudah untuk dimengerti untuk mempermudah proses kerja dari perusahaan. Users disini yang dimaksud adalah semua pemakai aplikasi baik dalam kategori SuperAdmin, SNS Admin, serta SNS Point Head.

4. Implementasi dan Analisa Hasil


Implementasi OLAP untuk perusahaan tingkat distributor adalah sebagai berikut yang digambarkan pada Gambar 10 dan Gambar 11.

Gambar 10 Tampilan Awal Login

Selanjutnya di dalam sistem ini terdapat tiga jenis bagian account yang dibedakan dari pembagian hak aksesnya meliputi Superadmin, SNS Admin, dan SNS Point Head. Apabila akun login telah diisi, maka aplikasi akan memanggil control class validasi login yang memeriksa kebenaran akun dengan data di database, apabila sesuai maka akan berlanjut pada tahap selanjutnya, apabila terjadi kesalahan, akan memberikan pesan terjadi kesalahan, sehingga proses login perlu diulang kembali. Dari Gambar 8 jika Admin ingin melakukan akses maka harus melakukan input username dan password dengan benar. Pada login Admin, ketika username dan password dilakukan maka akses form login tersebut akan menuju ke proses pengecekan terlebih dahulu. Jika memasukkan username dan password dengan benar, maka akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu kemudian akan masuk ke halaman home.aspx.

16

Setelah berhasil melakukan login, maka akan tampil halaman home yang menampilkan pilihan-pilihan menu dan beberapa pilihan menu tambahan lain yang memiliki fungsinya sendiri-sendiri yang dapat dipakai user untuk melakukan pekerjaannya. Apabila pengguna salah memasukkan username dan password atau salah satu dari form login tidak diisi, maka akan kembali lagi ke halaman index.aspx. Setelah dieksekusi maka pada sistem akan tampil peringatan bahwa username dan password salah. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 11.

Gambar 11 Tampilan Home

Form login benar maka user akan dapat mengakses berbagai macam menu pada program OLAP ini. Fokus utama aplikasi ini adalah terdapat pada penjualan produk karena inti dari OLAP yaitu analisis data terdapat pada halaman tersebut yang terdapat pada Gambar 12.

17

Gambar 12 Form Upload File

Pada Gambar 12 sebelum data ditampilkan maka proses pengambilan data adalah melalui proses upload file terlebih dahulu. File dalam sistem ini menggunakan file berekstensi .xlsx (Micrososft Office 2007-Excell).

Gambar 13 Pivot Grid Penjualan

Pada Gambar 13 secara otomatis data tersebut akan diolah oleh OLAP cube untuk menjadi data olahan yang user friendly, mudah dipahami dan memiliki hasil analisis untuk membantu proses pengambilan keputusan. Pada program OLAP ini hasil olahan juga direpresentasikan ke dalam grafik sehingga memudahkan pemakai untuk membaca hasil.
18

Gambar 14 Grafik Hasil Analisa

Selain itu aplikasi OLAP didukung oleh analisa yang berbentuk grafik yang tertera pada Gambar 14. Grafik ini adalah representasi dari datadata yang telah diolah oleh OLAP data cube dan divisualisasi dalam bentuk grafik agar SNS Point Head dipermudah dalam hal menganalisa hasil penjualan perusahaan untuk membantu proses pengambilan keputusan. Grafik yang terdapat pada program OLAP menampilkan periode waktu pada sumbu X, dan nominal pada sumbu Y dengan kelipatan 2.000.000 untuk nominal uang yang dihasilkan. Dari grafik OLAP dapat dilihat dan ditentukan jumlah maksimal dan minimal produk yang telah terjual. Patokan lain untuk membaca grafik ini adalah terdapat dua titik warna yaitu oranye untuk menyatakan kuantitas produk yang terjual dan hijau untuk menyatakan saldo nominal uang yang dihasilkan berdasarkan pivot table yang telah ditentukan user. Dari hasil analisa sistem yang dapat menghitung jumlah maksimal dan minimal produk yang telah terjual, maka dapat digunakan oleh pemimpin perusahaan untuk menentukan jumlah dari jenisjenis produk Garuda Food yang akan dipesan kepada kantor pusat. Apabila jumlah produk terjual dalam sistem menunjukkan tingkatan tertinggi maka jenis produk tersebut akan dipesan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan begitu pula sebaliknya apabila produk yang terjual menunjukkan angka minimal maka pemimpin perusahaan akan memesan jenis produk tersebut lebih sedikit atau bahkan tidak memesan jenis produk tersebut.

19

5. Simpulan
Setelah melakukan pengamatan terhadap hasil uji coba penelitian dengan menggunakan data riil dan beberapa rangkaian hasil evaluasi yang menghasilkan rancangan aplikasi data warehouse dengan menggunakan skema prototype, penulis dapat menarik kesimpulan adalah dalam data warehouse ini, data dapat disajikan dalam bentuk grafik dan numerik yang menjelaskan mengenai total hasil penjualan, nilai maksimal, nilai minimal, nilai total, dan nilai rata-rata dari produk Garuda Food yang telah terjual oleh PT. SNS Point Ambarawa. Selain itu program aplikasi ini dilengkapi dengan pivoting yang dapat melihat hasil penjualan baik per tahun, semester, kuartal, bulan, maupun hari sehingga akan mempermudah pengguna untuk keperluan analisis data. Hasil analisa dari program OLAP PT. SNS Point Ambarawa dapat membantu perusahaan dalam menentukan profitabilitas produk dari produk yang telah terjual. Dari analisa hasil penjualan dapat dilihat titik tertinggi dan terendah dari produk terjual yang dihasilkan oleh sistem aplikasi baik dalam bentuk numerik maupun grafik dapat menjadi acuan pemimpin perusahaan dalam menentukan stock barang yang disediakan sehingga profitabilitas produk dari PT. SNS Point Ambarawa dapat maksimal. Penelitian yang telah dilakukan masih belum dapat dikatakan sempurna, sehingga masih diperlukan beberapa pengembangan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selain itu, dapat ditambahkan pula fitur-fitur lain yang dapat membantu dalam memberikan informasi yang lebih banyak dan informatif tentunya agar menjadi suatu sistem web service data warehouse yang lebih baik dari sekarang ini. Beberapa saran pengembangan yang dapat dilakukan antara lain adalah stabilisasi server sehingga kinerja server tetap dalam kondisi yang optimal, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk operasi aplikasi semakin cepat dan stabil tanpa adanya penundaan, selain itu aplikasi yang sudah ada selain dapat mengolah data penjualan dan data karyawan dapat pula mengakses data keuangan perusahaan melalui penambahan tabel-tabel dalam database sehingga membuat pekerjaan dari karyawan yang bekerja di bidang keuangan lebih mudah dan lebih ringkas, forum diskusi, aplikasi OLAP ini ke depan dapat ditambah dengan aplikasi chat online seperti pada Facebook sehingga selain mempermudah kerja karyawan dapat pula dibuat sebagai sarana refreshing bagi karyawan yang sedang bekerja, dan sistem OLAP ini tidak hanya dipakai oleh PT. SNS Point Ambarawa saja melainkan dapat dipakai oleh seluruh anak perusahaan dari PT. SNS Point sehingga kestabilan dan keamanan data dapat terjamin dengan adanya data warehouse.

6. Daftar Pustaka
20

[1]

Handoyo, & Sri Julianto Joko Prasetyo. 2008. Perancangan dan Pembangunan Data Warehouse Pada PLN Salatiga Menggunakan Skema Snowflake. http://ejournal.uksw.edu/index.php/aiti/article/view/12 (diakses tanggal 29 Oktober 2010). Lin, Song, & Donald E. Brown. 2002. Outlier-based Data Association: Combining OLAP and Data Mining. Virginia : Department of Systems Engineering, University of Virginia Charlottesville. Jogianto. 2003. Konsep Dasar Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset. Ivanova, A, & Boris Rachev. 2004. TU-Varna : Multidimensional models Constructing DATA CUBE. International Conference on Computer Systems and TechnologiesCompSysTech, Department of Computer Sciences and Technologies. Suprianto. 2008. Data Warehousing. http://student.eepisits.edu/ DataWarehouse.html (diakses tanggal 23 April 2010). Inmon, W.H., & D.H. Richard. 1999. Building the Data Warehouse. Wiley Computer Publishing. Kurniawan, Erick. 2009. Cepat Mahir ASP.NET 3.5. Yogyakarta: Andi Offset. Siregar, Edison. 2007. Membangun Aplikasi Berbasis Web dengan ASP.NET 2.0. Yogyakarta: Andi Offset. Solamo, Weng. 2003. JEDI- Software Engineering.

[2]

[3] [4]

[5]

[6] [7] [8] [9]

21