Anda di halaman 1dari 4

REVIEW EKONOMIKA PEMBANGUNAN SOSIAL

Andreas Meiki Sulistiyanto 1106058805

Suatu perekonomian tidak akan dapat memberikan informasi pertumbuhan ekonomi, tingkat pertumbuhan ekonomi, prospek ekonomi ke depannya, dan sector mana yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara jika tidak terdapat data mengenai Produk Nasional Bruto, Produk Domestik Bruto dan komponen-komponen lain dari konsep produksi nasional atau pendapatan nasional tersebut. PRODUK DOMESTIK BRUTO Dalam Negara Dunia Ketiga konsep Produk Domestik Bruto adalah konsep yang paling penting kalau dibandingkan dengan konsep pendapatan nasional lainnya. Produk Domestik Bruto (PDB) dapatlah diartikan sebagai nilai-nilai, barang-barang, jasa-jasa, yang diproduksikan di dalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu. Produk Domestik Bruto (PDB) atau dalam istilah Inggrisnya lebih dikenal dengan Gross Domestic Product (GDP), adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yan diproduksi ole factor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan negara asing. PRODUK NASIONAL BRUTO Produk Nasional Bruto atau dalam istilah Inggrisnya lebih dikenal dengan Gross National Product (GNP) adalah konsep yang mempunyai arti yang bersamaan dengan GDP, tetapi memperkirakan jenis-jenis pendapatan yang sedikit berbeda. Dalam menghitung PNB/GDP, nilai barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh factor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara danri negara yang pendapatan nasionalnya dihitung.

Oleh karena factor-faktor produksi yang dimiliki warga negara sesuatu negara terdapat di negara itu sendiri maupun di luar negeri, maka nilai produksi yang diwujudkan oleh factor-faktor produksi yan digunakan di luar negeri juga dihitung di dalam PNB/GNP. Tetapi sebaliknya dalam PNB tidak dihitung produksi yang diwujudkan oleh factor-faktor produksi milik penduduk atau perusahaan negara lain yang digunakan di negara tersebut. Dengan memperhatikan perbedaan di antara arti PDB dan PNB di atas dapatlah dirumuskan sifat hubungan antara PDB dengan PNB, yaitu seperti dinyatakan oleh persamaan berikut : PDB = PNB PFN dari LN di mana PFN dari LN adalah pendapatan factor netto dari luar negeri. PFN dari LN adalah pendapatan factor-faktor produksi yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan pendapatan factor-faktor produksi yang dibayarkan ke luar negeri. PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima factor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Pendapatan Nasional pada harga berlaku adalah nilai barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuatu negara dalam suatu tahun dan dinilai menurut harga-harga yang berlaku pada tahun tersebut. Pendapatan Nasional harga tetap atau Pendapatan Nasional Riil, yaitu harga yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun yang lain. RUMUS MENGHITUNG PRODUK DOMESTIK BRUTO dan PRODUK NASIONAL BRUTO Konsep pendapatan nasional, seperti telah diterangkan, perlu dibedakan di antara pengertian neto dengan bruto. PNB (Pendapatan Nasional Bruto) perlu dikurangi oleh depresiasi untuk memperoleh Pendapatan Nasional Neto atau Net Natinal Product (NNP). Selanjutnya NNP dapat dibedakan menurut harga pasar dan menurut dengan factor. NNP menurut harga factor adalah pendapatan negara. Di banyak negara, hubungan di antara Produk Nasional Bruto dan Pendapatan Negara dapat dinyatakan dengan persamaan :

PN = PNB - Pajak tak langsung + Subsidi Depresiasi Akan tetapi, dalam perhitungan di Indonesia Subsidi tidak dihitung. Oleh sebab itu di antara PNB dan PN terdapat hubungan yang berlaku berikut : PN = PNB Pajak tak langsung Depresiasi

PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah masalah makroekonomi dalam jangka panjang. Setiap negara mempunyai kesempatan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi oleh karena factor-faktor produksi bertambah dari satu period eke periode lainnya dan oleh karenanya pandapatan nasional dapat ditingkatkan. Akan tetapi belum tentu perkembangan yang berlaku dapat mencapai potensi pertumbuhan yang dapat diwujudkan. Apabila hal ini berlaku, masalah pengangguran dapat menjadi semakin serius. Keadaan seperti ini dapat dilihat dalam perekonomian yang selalu mengalami pertumbuhan yang lambat. Pertumbuhan ekonomi mempunya arti yang sedikit berbedan dengan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan PDB atau PNB riil. Sedangkan pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam aspek lain dalam perekonomian seperti perkembangan pendidikan, perkembangan kemahiran ketenaga kerja, perbaikan teknologi dan kenaikan taraf kemakmuran masyarakat. Pembangunan ekonomi hanya berlaku apabila pendapatan per kapita mengalami kenaikan secara berkepanjangan. Tingkat pembangunan ekonomi dan taraf kemakmuran masyarakat yang dicapai biasanya diukur dengan data pendapatan per kapita nominal. Pada saat ini, untuk mengukur taraf kemakmuran masyarakat ditentukan juga per kapita PPP. Pendapatan per kapita nominal dihitung dengan formula : PDB dibagi dengan jumlah penduduk dan dinilai dalam dolat US. Sedangkan pendapatan per kapita PPP disesuaikan dengan menggunakan tingkat harga yang berlaku di Amerika Serikat dalam membandingkan pendaatan per kapita berbagai negara.

Sejak lama ahli-ahli ekonomi telah menganalisis factor-faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan kepada pertumbuhan ekonomi yang berlaku ke di berbagai negara dapat disimpulkan bahwa factor utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan suatu negara adalah : kekayaan sumber alam dan tanahnya, jumlah dan mutu tenaga kerja, barang-barang modal yang tersedia, tingkat teknologi yang digunakan dan system sosial dan sikap masyarakat.