Anda di halaman 1dari 5

Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru Oleh KUnandar

S.Pd, M.Si. Penerbit Rajawali Pers PT Raja Grafindo Persada 2007 Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah guru. Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis. Hal ini disebabkan gurulah yang berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendidik dengan nilainilai positif melalui bimbingan dan keteladanan. Oleh karena itu guru mempunyai misi dan tugas yang berat, namun mulia dalam mengantarkan tunas-tunas bangsa ke puncak cita-cita. Sehingga sudah selayaknya guru mempunyai berbagai kompetensi yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan kompetensi tersebut, maka akan menjadi guru yang professional,baik secara akademis maupun nonakademis. Tugas dan peran guru dari hari ke hari semakin berat, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru sebagai komponen utama dalam dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengimbangi bahkan melampaui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dalam masyarakat. Melalui sentuhan guru di sekolah diharapkan mampu dan siap

menghadapi tantangan hidup dengan penuh keyakinan dan percaya diri yang tinggi. Salah satu factor utama yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Gurulah yang berada di garda terdepan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan para peserta didik di kelas melalui proses belajar mengajar. De tangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara akademis, skill (keahlian_, kematangan emosional, dan moral serta spiritual. Dengan demikian, akan dihasilkan generasi masa depan yang siap hidup dengan tantangan zamannya. Oleh karena itu, diperlukan sosok guru yang mempunyai kulaifikasi, kompetensi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya. Guru adalah kurikulum berjalan. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hasan, sebaik apa pun kurikulum dan system pendidikan yang ada, tanpa didukung oleh mutu guru yang memenuhi syarat, maka seumanya akan sia-sia (Kompas, 15 April 2004). Profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinya suatu bhidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni oleh seseorang. Profesi juga diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan

dan keterampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif (Webstar,1989). Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Kompetensi di sini meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan professional, baik yang bersifat pribadi, sosial, maupun akademis. Dengan kata lain, pengertian guru professional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Guru yang professional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya. Menjadi Guru Profesional oleh Dr.E.Mulyasa,M.Pd. Penerbit: Rosda 2006. Sifat dan karakteristik guru yakni,kreatif, professional dan menyenangkan. Guru harus kreatif dalam memilah dan memilih,serta mengembangkan materi standar untuk membentuk kompetensi peserta didik. Guru harus professional dalam

membentuk kompetensi sesuai dengan karakteristik peserta didik. Guru juga harus menyenangkan, tidak saja bagi peserta didik, tetapi bagi dirinya. Artinya, belajar dan pembelajaran harus menjadi makanan pokok guru sehari-hari, harus dicintai, agar dapat membentuk dan membangkitkan rasa cinta dan nafsu belajar peserta didik. Sifat kreatif professional, dan menyenangkan, sangat dituntut dan diperlukan bagi seorang guru sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, dan seni, kebutuhan masyarakat serta perkembangan pandangan dunia terhadap pendidikan. Sertifikasi Guru Menuju Profesionalisme Pendidik oleh Masnur Muslich, Penerbit Bumi Aksara 2007 UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disahkan pada Desember 2005. Mulai saat itu, sertifikasi menjadi istilah yang sangat popular dan menjadi topic pembicaraan yang hangat di masyarakat, terutama di dunia pendidikan. Dengan diberlakukannya UU tersebut minimal memiliki tiga fungsi. Pertama, sebagai landasan yuridis bagi guru dari perbuatan semena-mena dari siswa, orangtua, dan masyarakat. Kedua, untuk meningkatkan profesionalisme guru. Ketia, untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Dengan demikian, sertigikasi guru merupakan program yang menjanjikan bagi guru. Selain pemerintah bermaksud ingin meningkatkan profesionalisme

guru, juga ingin meningkatkan taraf gidup guru. Tak ayal, isu ini mendapatkan sambutan hangat di kalangan pendidikan, terutama para pendidik. Harapan itu segera terwujud setelah pemerintah (Mendiknas) menerbitkan Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007, dan Keputusan Mendiknas Nomor 057/O/2007 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, 13 Juli 2007.