Anda di halaman 1dari 12

PENERANGAN DI TEMPAT KERJA

A. LATAR BELAKANG Pencahayaan adalah berhubungan dengan sifat-sifat indera penglihatan manusia serta usaha-usaha yang dilakukan untuk melihat benda-benda yang ada disekitarnya dengan mudah.

Secara umum manusia menerima sebagian besar informasi melalui mata, meskipun mata manusia dapat dengan mudah menysuaikan diri, tetapi dengan penerangan yang kurang jelas dapat menghasilkan pekerjaan yang yang kurang baik. Seperti diketahui bahwa sebagian besar pekerjaan yang dilakukan membutuhkan penerangan atau cahaya, baik yang datang dari benda itu sendiri maupun dari sumber cahaya yang menerangi benda-benda ditempat kerja, dengan maksud agar objek yang dilihat dapat terlihat dengan jelas. Disamping hal tersebut diatas, penerangan yang buruk akan mengakibatkan kerusakan pada mata pekerja sehingga sesuai dengan perundangan yang berlaku disetiap tempat kerja harus mendapatkan penerangan yang untuk mendapatkan penerangan yang cukup untuk melakukan pekerjaan dan untuk pekerjaan yang dilakukan malam hari, perusahaan diwajibkan menyediakan menyediakan penerangan buatan yang cukup.

Kegunaan pencahayaan di lingkungan industry adalah untuk melihat dengan mudah pekerjaan-pekerjaan yang bersifat visual, memberikan lingkungan kerja yang aman dan menjaga/mempertahankan efisien kerja, mengurangi resiko kecelakaan, memperbesar produksi dan memperbaiki housekeeping.

B. TERMINOLOGI, SYARAT-SYARAT PENERANGAN, JENIS PENCAHAYAAN DAN PENGARUH PENCAHAYAAN TERHADAP MATA

1. TERMINOLOGI PENCAHAYAAN
1

Istilah-istilah yang paling sering digunakan didalam design dan evaluasi pada tempat-tempat atau ruangan-ruangan yang diberi bercahaya meliputi: intensitas illuminasi, lumen, level illuminasi, luminance dan reflectance. Satuan-satuan yang paling sering adalah : candela, lumen, footcandle atau lux dan footlambert. a. Intensitas (kadar) Illuminasi Adalah menunjukan berapa banyak cahaya (kepadatan cahaya) yang dikeluarkan oleh suatu sumber cahaya dengan arah tertentu. Satuan dari intensitas cahaya adalah candela (Cd) yang berasal dari kata candle (lilin)

b. Lumen Adalah satuan ukuran dari aliran sinar yang keluar dari sumber sinar. 1 candela = 4 lumen = 10 lm

c. Level Illuminasi Adalah banyaknya cahaya yang jatuh pada permukaan sebuah bidang, diukur dalam satuan footcandle atau lux. 1 foot candle = 1m/ft2 1 lux = 1 lm/m2 1 foot candle = 10,765 lux

d. Luminance (kecerahan) Adalah ukuran dari banyaknya cahaya yang dipancarkan dari permukaan sebuah sumber sinar atau cahaya yang terpaantul dari suatu permukaan yang dikenai cahaya. Satuan yang dipakai adalah footlambert apabila area permukaan itu dihitung dalam squarefeet (ft2). Permukaan yang memancarkan 1 lm/ft2 mempunyai luminance sebesar 1 footlambert. Jika permukaan diukur dalam satuan m2 maka luminance diukur dalam satuan Candela/m2.

e. Reflectance (daya pantul)

Adalah ukuran berapa besar cahaya dipantulkan dari suatu permukaan

Reflectance = luminance / level Illuminasi x 100%

Permukaan yang hitam seluruhnya mempunyai reflectance 0% dan permukaan yang benar-benar putih mempunyai reflectance 100%.

f. Luminance Perlengkapan rumah lampu untuk memasang, menjaga dan mengarahi g. Lampu Sumber cahaya yang dibuat oleh orang 2. SYARAT-SYARAT PENERANGAN DI TEMPAT KERJA Kebutuhan penerangan ditempat kerja tergantung dari jenis pekerjaan yang dilakukan ditempat tersebut. Pekerjaan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi memerlukan penerangan dengan intensitas yang besar, semakin tinggi ketelitian yang diperlukan maka semakin besar pencahayaan yang diperlukan.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku di Indonesia (Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 7 Tahun 1964) diatur sebagai berikut:

a. Pekerjaan yang hanya membedakan barang-barang kasar seperti menyisihkan

barang-barang yang besar, mengerjakan bahan tanah atau baku, mengangkut dan meletakkan barang digudang berdasarkan penerangan paling sedikit 50 lux.
b. Pekerjaan yang harus membedakan barang-barang yang kecil, tetapi dilakukan

ketentuan membutuhkan

secara sepintas seperti mengerjakan barang-barang besi dan baja yang setengah
3

selesai, penggilingan padi, penyisihan bahan kapas, ruang penerima dan pengiriman barang memerlukan penerangan sedikitnya 100 lux. c. Penerangan untuk pekerjaan yang akan membedakan barang-barang

kecilndengan teliti seperti pemasangan alat-alat, pekerjaan bubut yang kasar, menjahit bahan yang bewarna-warni, mengerjakan kayu dan melapisinya mmerlukan kekuatan penerangan sebesar 200 lux. d. Pekerjaan yang membedakan secara teliti terhadap barang-barang yang kecil dan halus seperti percobaan-percobaan yang teliti, pekerjaan dengan mesin yang rumit dan membutuhkan ketelitian, pembuatan tepung, penenunan, pekerjaan kantor dalam arti menulis, membaca, mengarsip dan menyeleksi surat-surat, membutuhkan kekuatan penerangan sebesar 300 lux.
e. Penerangan yang diperlukan untuk pekerjaan yang akan membedakan barang-

barang yang sangat halus dan kontras dala waktu yang lama, seperti pekerjaan dengan mesin-mesin yang halus dan pemotongan kaca, mengukir kayu, mengetik, pekerjaan akuntansi, memerlukan kekuatan antara 500-1000 lux
f. Penerangan untuk pekerjaan membedakan barang yang sangat halus dan kurang

kontras, seperti pekerjaan service dan pembuatan jam tangan, tukang mas, pnilaian dan penyisiha tembakau, memerlukan kekuatan penerangan sebesar 1000lux. 3. JENIS PENCAHAYAAN Jenis sumber cahaya pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a. Cahaya (Penerangan) Alami, yang berasal dari matahari Untuk mendapatkan penerangan (cahaya) alami banyak hal yang harus diperhatikan antara lain: Jarak antara bangunan dengan bangunan harus sedemikian rupa Ukuran luas permukaan jendela, lubang-lubang angin, dinding gelas dll Tinggi Jendela

Warna cat dinding, lengit-langit dan lantai b. Cahaya (Penerangan) Buatan, berupa lampu dll Jika penerangan dari sinar matahari kurang mencukupi, perlu diupayakan penerangan tambahan yang didapat dari penerangan buatan yang biasanya berupa bola lampu harus memenuho beberapa ketentuan, antara lain : penerangan buatan harus aman, intensitasnya cukup, tidak boleh menimbulkan panas dan tidak merusak susunan udara.

Jika penerangan buatan menimbulkan kenaikan suhu ditempat kerja, kenaikan ini tidak boleh mencapai lebih dari 320 C. Sumber cahaya yang digunakan tidak boleh menyebabkan kesilauan pada mata, berkedip-kedip atau menimbulkan bayangan yang dapat mengganggu.

Dalam ruang lingkup dengan pekerjaan, factor yang menentukan adalah ukuran objek, derajat kontras diantara objek dan sekelilingnya, luminansi (brightness) dari penglihatan, yang tergantung dari penerangan dan pemantauan pada arah sipengamat serta lamanya melihat.

4. PENGARUH PENCAHAYAAN (PENERANGAN) TERHADAP MATA Kelelahan mata dengan akibat berkurangnya daya dan efisiensi kerja Kelelahan mental Keluhan pegal didaerah mata dan sakit kepala disekitar mata Meningkat terjadinya kecelakaan

C. KEGUNAAN PENCAHAYAAN DI TEMPAT KERJA, CARA MENGATUR PENCAHAYAAN, PENCAHAYAAN PENGUKURAN PENERANGAN DAN EVALUASI

1.

KEGUNAAN PENCAHAYAAN DI TEMPAT KERJA Kegunaan pencahayaan ditempat kerja adalah untuk melihat dengan mudah pekerjaan-pekerjaan yang bersifat visual, dapat memberikan lingkungan kerja yang aman dan menjaga/mempertahankan efisiensi kerja. Keuntungan yang diperoleh dari pencahayaan yang baik antara lain: mengurangi kekeliruan/resiko kecelakaan, memperbesar produksi dan memperbaiki house keeping. Pencahayaan ditempat kerja akan berpengaruh secara langsung terhadap kapasitas visual pekerja.

Kapasitas Visual Kerja Tingkat kesulitan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat visual di industry bervariasi tergantung kepada: a. Tajam visual Adalah kemampuan untuk membedakan secara cermat antara objek dengan pelatarannya. Contohnya huruf-huruf pada circuit board printer lebih sukar dilihat dibandingkan apabila huruf-huruf itu telah dicetak pada kertas meskipun ukuran huruf itu sama kecilnya. Tajam visual meningkat bersamaan dengan dengan meningkatnya level illuminasi pada bidang visual. Tajam visual meningkatkan bersamaan dengan perbedaan luminance antara objek dengan perantaranya Tajam visual akan lebih baik pada objek yang gelap diatas pelataran terang dibanding objek terang diatas pelataran yang gelap.

b.

Peka Kontras Adalah kemampuan untuk mengenali perbedaan meskipun sangat sedikit. Misalnya melihat noda abu-abu pada pakaian bewarna kan lebih sukar daripada noda itu pada pakaian putih. Peka kontras akan meningkat bersamaan dengan meningkatnya level illuminasi.

c.

Kecepatan persepsi Adalah waktu yang diperlukan pada saat melihat suatu objek dengan persepsi visualnya. Kecepatan persepsi meningkat bersamaan dengan meningkatnya kecerahan dan kekontrasan antara objek dengan pelatarannya.

Dalam praktek ternyata apabila ada peningkatan pada tajam visual, maka secara serentak akan dibarengi oleh peningkatan peka kontras dan kecepatan persepsi. Menurut Lukiesh, meningkatnya level illuminasi dari 10 lux ke 1000lux menimbulkan kenaikan tajam visual 100-170 % dan peka kontras menjadi 450%. Pada saat yang sama akan berkurang ketegangan otot serta angka kedipan mata. Keadaan ini disebabkan berkurangnya ketegangan syaraf karena meningkatnya level illuminasi tersebut.

2.

CARA MENGATUR PENCAHAYAAN Kualitas pencahayaan selain ditentukan oleh level illuminasi dari sumber cahaya dipengaruhi juga oleh daya pantul (reflectance) dari permukaan bidang-bidang yang dikenai oleh cahaya, serta efek silau yang disebabkan oleh pencahayaan sendiri. Daya pantul permukaan didalam ruangan kerja sangat penting untuk diperhatikan sama pentingnya dengan kekuatan sumber cahaya itu sendiri, karena akan menentukan kecerahan (luminance) di dalam ruangan kerja. Kemampuan visual sangat tergantung pada kecerahan bidang visualnya. Oleh karena itu pemilhan

warna dan bahan untuk dinding ruangan dan segala perabotan didalamnya perlu diperhitungkan.

Tabel 1. Daya pantul dari material umum Jenis Material Tembok putih dan bersih Ubin Putih Porselen Putih, kertas putih polos, aluminium bersih,kuningan bersih Tembaga bersih Beton Kayu basah, mebel putih kekuningan polos Aluminium dan kuningan kotor Tembaga kotor, baja bersi, besi cor Daya Pantul 95 85 75 65 55 45 35 25

Di dalam ruang kerja, jumlah cahaya yang dipantulkan dari berbagai permukaan sebaiknya: Langit-langit Dinding Mebel Mesin, alat-alat Lantai = 80 90 % = 40 60 % = 25 45 % = 30 50 % = 20 40 %

3.

PENGUKURAN PENERANGAN a. Alat Ukur Alat ukur mengukur penerangan adalah lux meter. Alat ini bkerja berdasarkan pengubahan energy cahaya menjadi tenaga listrik oleh photoelectric cell. b. Langkah-langkah Pengukuran Pengukuran Intensitas Penerangan Lokal
8

Caranya: Tempatkan lux meter di mana tenaga kerja melakukan pekerjaan dan ukur intensitas penerangannya. Pengukuran Intensitas Penerangan Umum Caranya: Bagi ruangan kerja menjadi beberapa bagian yang masing-masing berukuran 100x100 cm. Pengukuran dilakukan setinggi 1m dari lantai. Orang melakukan pengukuran dilarang membelakangi sumber penerangan. Hasil dari pengukuran tersebut dirata-ratakan sebagai intensitas penerangan umum.

Gambar. Lux meter

Beberapa hal yang dapat menurunkan intensitas penerangan antara lain: Adanya debu atau kotoran yang menempel pada bola lampu kap/penutupnya Cahaya yang keluar dari bola lampu sepanjang hidupnya akan semakin menurun karena pemakaian. Sumber cahaya yang alami perlu mendapatkan perhatian juga seperti kebrsihan jendela, lobang-lobang dll harus dijaga kebersihannya.

Perencanaan penambahan, perubahan letak ataupun penggantian barangbarang yang ada di ruang kerja, sebaiknya tetap memperhatikan arah cahaya dan tidak mengganggu penyebaran penerangan.

4.

EVALUASI PERENCANAAN Evaluasi penerangan di tempat kerja sebenarnya berkaitan dengan pemeliharaan penerangan, walaupun masih ada factor lainnya. Karena jika hasil evaluasi kurang baik, dapat diartikan bahwa pemeliharaan turut bertanggung jawab dengan kondisi ini. Evaluasi berkala harus dilakukan oleh pelaksana yang terlatih dalam bidang pencahayaan di tempat kerja.

Untuk mengetahui apakah intensitas penerangan di ruang kerja masih memenuhi persyaratan yang berlaku atau tidak perlu dilakukan pengukuran dan pengontrolan /survey penerangan secara berkala, yang penting dari : Gambaran pencahayaan di sekitarnya Gambaran sistem pencahayaan secara umum Ganbaran adanya tanbahan penerangan yang digunakan Gambaran peralatan yang digunakan Pengukuran pencahayaan dan kecerahan Hasil dari pengukuran ini akan dievaluasi. Dari hasil evaluasi ini dapat dilakukan pergantian bola lampu atau harus dilakukan perubahan lainnya.

D. RANGKUMAN Terminologi/istilah-istilah yang biasa dipakai dalam pencahayaan adalah intensitas (pencahayaan), lumen, luminance, luminaire, lampu, level illuminasi, reflectance.
10

Jenis pencahayaan pada dasarnya dibagi dalam dua jenis yaitu pencahayaan alami dan pencahayaan buatan.

Syarat-syarat penerangan di tempat kerja mengacu pada peraturan Menteri Perburuan No. 7 tahun 1964

Pengaruh pencahayaan terhadap mata adalah terjadinya kelelahan mata dengan akibat berkurangnya daya dan efisiensi kerja, kelelalan mental, keluhan pegal di daerah mata an sakit kepala di sekitar mata, kerusakan indera mata dan meningkatkan terjadinya kecelakaan. RANGKUMAN Kegunaan pencahayaan adalah untuk melihat dengan mudah pekerjaan-pekerjaan yang bersifat visual, memberikan lingkungan kerja yang aman dan menjaga/ mempertahankan efisiensi kerja. Keuntungan pencahayaan yang baik adalah: Mengurangi kekeliruan/resiko kecelakaan Memperbesar produksi Memperbaiki housekeeping

Kualitas Pencahayaan ditentukan oleh level illuminasi, daya pantul (reflectance) dan efek silau.
Alat ukur penerangan adalah Lux meter, 1 Lux = 1 lumen/m2

Pengukuran dan pengontrolan/survey penerangan secara berkala terdiri dari :

Gambaran pencahayaan secara umum Gambaran adanya tambahan penerangan yang digunakan Gambaran peralatan yang digunakan Pengukuran pencahayaan dan kecerahan Fungsional Litkayasa
11

J u n a i d i, S.Sos Penata Tk.I NIP. 195910081980031005

12