Anda di halaman 1dari 4

TEORI HUKUM Prof.

Achmad Ali Bagaimana Hubungan antara Teori Hukum dan Filsafat Hukum, menurut Richard Posner? Jawab : Hubungan Teori Hukum dan Filsafat dapat dirangkum sebagai sebuah hubungan meta-disiplin (Filsafat Hukum) terhadap disiplin obyek (Teori Hukum), dan terkait pada Filsafat Hukum secara esensial mewujudkan suatu pemikiran spekulatif sedangkan Teori Hukum mengupayakan suatu pendekatan ilmiah positif terhadap gejala hukum. Dengan demikian maka Filsafat Hukum dapat bersifat rasional hanya atas dasar kriterianya sendiri, yang keberadaannya sendiri didiskusikan atau dapat didiskusikan. Sebaliknya Teori Hukum itu rasional (atau tidaknya harus berupaya untuk demikian) atas dasar kriteria umum, yang diterima oleh setiap orang. Jelaskan Teori Stufenbau dari Hans Kelsen? Jawab : Teori Stufenbau dari Hans Kelsen juga dikenal sebagai pencetus teori berjenjang, (stuffen theory) teori ini melihat hukum sebagai suatu sistem yang terdiri dari susunan norma berbentuk piramida. Norma yang lebih rendah memperoleh kekuatan dari suatu norma yang lebih tinggi. Semakin tinggi suatu norma akan semakin abstrak sifatnya dan sebaliknya semakin rendah kedudukannya akan semakin kongkrit. Norma yang paling tinggi menduduki puncak piramida yang disebut norma dasar (grund norm). Jelaskan 3 Unsur hukum menurut kaum positivis? Jawab : Adanya penguasa tertinggi yang berwenang menetapkan peraturan Harus ada sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut Adanya daya memaksa apabila sanksi tidak ditaati. Jelaskan 3 terori tujuan hukum : Jawab : Barat Teori Barat dibagi menjadi teori klasik dan teori modern dimana teori klasik meliputi teori etis, teori utilitis dan teori legalistik sedangkan teori modern meliputi teori prioritas baku dan teori prioritas kasuistik. Teori klasik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Teori etis dimana tujuan hukum semata-mata untuk mewujudkan keadilan (justice). Teori utilitis dimana tujuan hukum semata-mata untuk mewujudkan kemanfaatan (utility). Teori legalistik dimana tujuan hukum semata-mata untuk mewujudkan kepastian hukum (legal certainty). Sedangkan teori modern dapat dijelaskan sebagai berikut: Teori prioritas baku dimana tujuan hukum mencakupi keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum. Teori prioritas kasuistik dimana tujuan hukum mencakupi keadilan, kemanfaatan, kepastian

hukum dengan urutan prioritas, secara proporsional sesuai dengan kasus yang dihadapi dan ingin dipecahkan. Timur Teori Tujuan Hukum Timur, teori ini tidak menampakkan kepastian tetapi hanya menekankan pada tujuan bahwa keadilan adalah keharmonisan, dan keharmonisan adalah kedamaian. Jadi berbeda dengan tujuan hukum Barat, maka tujuan hukum bangsa-bangsa Timur yang masih menggunakan kultur hukum asli mereka. Islam Teori hukum Islam, pada prinsipnya bagaimana mewujudkan kemanfaatan kepada seluruh umat manusia yang mecakupi kemanfaatan dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Jelaskan 3 unsur sistem hukum menurut Lawrence M. Friedman, dan unsur keempat yang lahir dari ketuga unsur itu. Jawab : Menurut Lawrence M. Friedman stem hukum (legal system) adalah satu kesatuan hukum yang tersusun dari tiga unsur, yaitu : Struktur adalah keseluruhan institusi penegakan hukum, beserta aparatnya. Jadi mencakupi: kepolisian dengan para polisinya; kejaksaan dengan para jaksanya; kantor-kantor pengacara dengan para pengacaranya, dan pengadilan dengan para hakimnya. Substansi adalah keseluruhan asas-hukum, norma hukum dan aturan hukum, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, termasuk putusan pengadilan. Kultur hukum adalah kebiasaan-kebiasaan, opini-opini, cara berpikir dan cara bertindak, baik dari para penegak hukum maupun dari warga masyarakat. Unsur yang ke empat yang lahir dari ketiga unsur tersebut, Menurut Achmad Ali, yaitu: Profesionalisme, yang merupakan unsur kemampuan dan keterampilan secara person dari sosoksosok penegak hukum. Kepemimpinan, juga merupakan unsur kemampuan dan keterampilan secara person dari sosok-sosok penegak hukum utamanya kalangan petinggi hukum. Jelaskan 8 cara untuk mengefektifkan hukum menurut Lon L. Fuller. Jawab : Cara mengefektifkan hukum menurut Lon. L. Fuller, yaitu : Sistem hukum harus mengandung peraturan-peraturan artinya ia tidak boleh mengandung sekadar keputusan-keputusan yang bersifat ad hoc; Peraturan-peraturan yang telah dibuat itu harus diumumkan; Peraturan tidak boleh berlaku surut; Peraturan-peraturan disusun dalam rumusan yang bisa dimengerti;

Suatu sistem tidak boleh mengandung peraturan-peraturan yang bertentangan satu sama lain; Peraturan-peraturan tidak boleh mengandung tuntutan yang melebihi apa yang dapat dilakukan; Peraturan tidak boleh sering dirubah-rubah; Harus ada kecocokan antara peraturan yang diundangkan dengan pelaksanaannya sehari-hari. Jelaskan tiga macam ketaatan hukum menurut H. C. Kelman. Jawab : Menurut H.C. Kelman, ketaantan Hukum itu sendiri dapat dibedakan kualitasnya dalam tiga jenis yaitu : Compliance ( ketaatan yang bermutu rendah ) yaitu seseorang menaati suatu aturan hanya karena takut terkena sanksi. Dan kelemahan ketaatan jenis ini, ia membutuhkan pengawasan yang terusmenerus agar timbul rasa selalu mentaati aturan. Identification yaitu seseorang mentaati suatu aturan hanya karena takut hubungan baiknya dengan pihak lain menjadi rusak. Internalization ( ketaatan yang bermutu tinggi ) yaitu seseorang mentaati suatu aturan, benar-benar karena ia merasa bahwa aturan itu sesuai dengan nilai-nilia instristik yang dianutnya Apa yang dimaksud ia bouche de la loi menurut Montesquieu. Jawab : Yang dimaksud adalah Hakim adalah mulut UU (la bouche de la loi). Jika ada kekosongan dalam UU, maka hakim harus melakukan konstruksi hukum. Jelaskan Teori Triangular Concept of Legal Pluralism oleh Werner Menski dan kaitkan dengan perkembangan dan kebutuhan hukum manusia dewasa ini. Jawab : Menurut Werner Menski dalam ajarannya Triangular concept, mengatakan bahwa keseluruhan unsur yang berkaitan dengan hukum, apakah ia unsur yang berasal dari negara, atau berasal dari masyarakat dan moralitas, semuanya sangat plural. Kapan dan dimanapun di dunia ini, tidak ada keseragaman absolut dalam hukum dan keadilan.. Jelaskan 3 pola pemikiran dalam Hukum Islam sebagai potensi oembentukan teori Hukum Islam dan berikan contoh aplikasinya. Jawab : Pola Bayani adalah pola yang menekankan pada Aspek Normatif atau dalam penerapannya lebih banyak mengedepankan dalil sebagai uji validitas. Contoh Aplikasinya adalah: Memahami atau menganalisis teks guna menemukan atau mendapatkan makna yang dikandung atau dikehendaki dalam lafaz, dengan kata lain pendekatan ini dipergunakan untuk mengeluarkan makna zahir dari lafaz yang zahir pula. Pengkajian hukum-hukum dari al-Qur'an dan Hadis Pola Burhani adalah pola yang lebih mengedepankan pada realitas yang di telusuri melalui Aspek Logika dalam rangka untuk memperoleh kedalaman suatu maksud.

Contoh Aplikasinya adalah : Biasanya digunakan untuk Akal untuk menemukan berbagai pengetahuan, bahkan dalam bidang agama sekalipun akal mampu untuk mengetahuinya, seperti masalah baik dan buruk. Pola burhani ini dalam bidang keagamaan banyak dipakai oleh aliran berpaham rasionalis seperti Mutazilah dan ulama-ulama moderat. Pola Irfani adalah pola yang lebih menekankan pada pendekatan rasa atau aspek humanis atau setidaknya mengurangi kesenjangan dalam merespon setiap kasus yang dihadapi. Contoh Aplikasinya adalah : Menghampiri agama-agama pada tataran substantif dan esensi spiritualitasnya, dan mengembangkannya dengan penuh kesadaran akan adanya pengalaman keagamaan orang lain (the otherness) yang berbeda aksidensi dan ekspresinya, namun memiliki substansi dan esensi yang kurang lebih sama Jelaskan Karakteristik tujuan Hukum Islam dan bandingkan dengan tujuan Hukum Umum. Jawab : Tujuan diturunkanya hukum islam adalah untuk kepentingan,kebahagiaan,kesejahteraan, dan keselamatan umat manusia di dunia dan di akhirat kelak, sedangkan tujuan Hukum Umum adalah Keadilan, Ketertiban, dan Kepastian Hukum.