Anda di halaman 1dari 6

Mekanika Kekuatan Bahan I

oleh : Yudy Surya Irawan

Mata Kuliah : Mekanika Kekuatan Bahan I


oleh
Beban Studi : 3 sks Prasyarat Tujuan : Ilmu dan Teknik Material I (TKM 4204) : Agar mahasiswa dapat menjelaskan berbagai macam beban dan tegangan akibat pembebanan pada sistem/konstruksi dan dapat menganalisis tegangan yang terjadi pada sistem benda kaku statis tertentu dan tak tentu. Rencana Pokok Bahasan : 1. Konsep dasar tentang tegangan dan regangan; gaya luar, gaya dalam, tegangan, regangan, hukum hook, tegangan tarik, tekan, geser, termal, rakitan, kerja/ijin 2. Deformasi elastis, plastis, modulus elastisitas, modulus geser, modulus bulk, angka poisson 3. Tegangan pada batang; tegangan lentur, momen inersia 4. Analisa tegangan akibat torsi pada poros, pegas, tabung dinding tipis dan profil 5. Tegangan biaksial / kombinasi, tegangan geser murni, tegangan bidang, regangan bidang, tegangan dalam (bejana tekan dinding tipis, sambungan keling, sambungan las), tegangan utama 6. Transformasi tegangan dan regangan; Lingkaran Mohr 7. Energi regangan; energi regangan elastis, tegangan kejut, prinsip Maxwell dan Castigliano 8. Tekukan kolom dan materi lain disesuaikan dengan Buku Pedoman Pendidikan Jurusan Teknik Mesin. Syarat Mengikuti Ujian Akhir : Kehadiran 80% dari total pertemuan Toleransi keterlambatan masuk kelas: 10 menit Penilaian : Quis I, Quis II, Tugas, Ujian Akhir Nilai Akhir = (40% nilai Quis) + (20% Nilai Tugas) + (40% Ujian Akhir) Daftar Pustaka: Buku apa saja tentang mekanika material (Mechanics of Materials) Internet dll.

Yudy Surya Irawan

Baut-baut digunakan untuk menyambung kerangka baja yang dikenai tegangan. Ini juga akan dipelajari dalam mekanika bahan

Bagian bulldozer ini memiliki sambungan pin yang mampu berputar bebas. Sambungan ini menggunakan gaya bukan momen. Ini juga dipelajari dalam mekanika bahan

YudySuryaIrawan

1- 1

Mekanika Kekuatan Bahan I


oleh : Yudy Surya Irawan

1. Tegangan (Stress) Pengenalan


Mekanika material (mechanics of materials) atau mekanika kekuatan material adalah suatu cabang dari mekanika yang mempelajari tentang hubungan antara beban-beban luar (external loads) yang diberikan pada suatu benda (body) yang dapat berubah bentuk dan intensitas gaya-gaya dalam (internal forces) yang bekerja dalam benda. Ilmu ini meliputi perhitungan perubahan bentuk (deformasi) benda dan mempelajari kestabilan benda saat dikenai gaya-gaya luar (external forces). Dalam mendesain suatu struktur atau mesin hal pertama yang diperlukan adalah penggunaan prinsip statika untuk menentukan gaya yang bekerja pada dan di dalam berbagai bagian/komponen. Besarnya ukuran komponen, defleksi, dan kestabilan komponen tidak hanya tergantung pada gaya dari luar namun juga material yang digunakan pada komponen itu. Oleh sebab itu, penentuan yang akurat dan pemahaman dasar tentang perilaku material (material behavior) akan menjadi hal yang penting sekali untuk mengembangkan persamaan yang digunakan dalam mekanika material. Perlu disadari bahwa banyak rumus dan aturan dalam perencanaan mesin berdasarkan dasar-dasar mekanika material. Oleh material sangat penting. Pengenalan Sejarah Asal dari mekanika material adalah diawal abad ke-17 yang mana Galileo telah melakukan eksperimen untuk mempelajari pengaruh beban pada batang-batang (rods) dan balok-balok (beam) yang terbuat dari berbagai macam material. sebab itu pemahaman tentang prinsip dari mekanika

Ilustrasi Galileo tentang uji tarik Ilustrasi Galileo tentang uji lentur (bending test) Untuk pemahaman yang akurat, perlu dilakukan eksperimen untuk menjelaskan perilaku material. Awal abad ke-18, metode eksperimen menjadi lebih baik dan studi secara analisa dan eksperimen berkembang pada umumnya di Perancis yang mana para ahlinya seperti, Saint-Venant, Poisson, Lame dan Navier. Oleh karena usaha mereka berdasarkan pada mekanika dari penerapan benda material maka muncul istilah ilmu kekuatan bahan (strength of materials). Dan saat ini banyak
YudySuryaIrawan

1- 2

Mekanika Kekuatan Bahan I


oleh : Yudy Surya Irawan

dikenal sebagai mekanika benda yang dapat berubah bentuk atau mekanika material. Setelah bertahun-tahun pemecahan masalah dasar mekanika bahan banyak dilakukan, sehingga perlu pemecahan masalah yang kompleks dengan bantuan komputer maupun teknik matematika lanjutan. Sebagai hasilnya muncul ilmu mekanika lanjutan seperti teori elastisitas (theory of elasticity) dan teori plastisitas (theory of plasticity) yang hingga saat ini masih dalam pengembangan dan ini didasari oleh prinsip dasar dalam mekanika bahan.

1.2 Kesetimbangan Benda yang Berdeformasi (pengulasan prinsip statika)


a. Suatu benda dapat dikenai beban luar (external loads): Surface load (gaya permukaan) - disebabkan oleh kontak langsung dengan benda lain. Concentrated force (gaya terpusat) - gaya yang bekerja diidealisasikan bekerja pada suatu titik pada benda. Linear distributed load (beban terdistribusi linier) - gaya diukur memiliki intensitas gaya/panjang w(s) contoh. 10 N/cm Resultant force FR(gaya resultan) dari w(s) - gaya ini ekuivalen terhadap luas dimana kurva beban terdistribusi bekerja dan resultan ini bekerja pada titik pusat luasan

Body Force (gaya benda) - gaya ini terjadi saat suatu benda menggunakan sebuah gaya pada benda lain tanpa ada kontak fisik antara benda-benda tersebut. Contohnya adalah efek yang ditimbulkan percepatan gravitasi pada benda-benda maupun medan magnit. Dan berat benda (weight) merupakan salah satu contoh gaya benda (body force).

b. Reaksi tumpuan (Support Reactions) Reaksi adalah gaya permukaan yang terjadi pada tumpuan atau titik kontak di antara benda. Jika penumpu mencegah perpindahan pada suatu arah, maka suatu gaya harus terbentuk pada bagian pada arah itu Misalnya jika perputaran dicegah, maka sepasang momen akan terjadi pada bagian itu.

YudySuryaIrawan

1- 3 Dari: RC. Hibbeler, 2000

Mekanika Kekuatan Bahan I


oleh : Yudy Surya Irawan

c. Persamaan Kesetimbangan (Equations of Equilibrium) Kesetimbangan suatu benda membutuhkan : 1. Kesetimbagan Gaya untuk mencegah benda bergerak atau mengalami percepatan gerak sepanjang jalur lurus atau belok. 2. Kesetimbangan Momen untuk mencegah benda dari perputaran.

F = 0 dan Mo = 0
dengan:

Ingat: variable ditulis miring

F adalah jumlah gaya di seluruh arah = 0 dan Mo adalah jumlah momen di titik o = 0 bila dinyatakan dalam koordinat tiga dimensi x, y , z akan menjadi :

Fx= 0 Fy= 0 Fz= 0 Mx = 0 My = 0 Mz = 0


Sering dalam praktek rekayasa, pembebanan dinyatakan dalah suatu sistem coplanar forces yang mana gaya bekerja hanya pada bidang x-y saja. Dalam hal ini persamaan kesetimbangan menjadi:

Fx= 0 Fy= 0 Mo = 0
Cara terbaik untuk menentukan gaya-gaya tak tentu pada suatu benda adalah dengan menggambar diagram bebasnya dengan metode pemotongan seperti pada gambar berikut:

Benda dibebani empat gaya

Benda dipotong dan gaya dalam terdistribusi

Gaya dalam yang terdistribusi dinyatakan dalam gaya resultan FRdan momen resultan MRO

Penguraian gaya resultan dan momen resultan menjadi : a. Normal force, N (gaya normal), gaya ini bekerja tegak lurus terhadap luasan (bisa berupa tekanan/tarikan). b. Shear force, V (gaya geser), gaya yang bekerja sepanjang dan sejajar dengan luasannya. c. Torsional moment or torque, T (momen torsi), efek ini terjadi saat gaya luar berusaha untuk memutar suatu bagian dari benda terhadap yang lain. d. Bending Moment, M (momen lentur) ini disebabkan oleh gaya luar yang cenderung untuk menekuk benda sekitar sumbu yang berada dalam bidang area. Tanda panah berputar menunjukkan momen bending dan torsi yang mengikuti kaidah tangan kanan. Ibu jari menunjukkan arah vektornya dan jari menunjukkan 1- 4 arah perputaran atau lenturan dari momen.

YudySuryaIrawan

Gaya resultan FRdan momen resultan MRO diuraikan menjadi komponen yang saling tegak lurus

Mekanika Kekuatan Bahan I


oleh : Yudy Surya Irawan

Untuk sistem pembebanan coplanar maka penunjukan dan gaya normal, gaya geser dan momen lentur dinyatakan seperti pada gambar berikut :

Suatu benda dibebani empat gaya coplanar dan pada bagian tengah dipotong untuk mengetahui gaya dalam

Komponen gaya dan momen coplanar ( dalam koordinat x-y) dalam benda setelah dipotong

Contoh Soal 1 : Tentukan resultan beban dalam yang bekerja pada penampang C dari balok berikut :

Penyelesaian: Reaksi tumpuan. Karena yang dicari pada penampang C, maka reaksi tumpuan di A tidak perlu dicari dan cukup menggunakan balok bagian CB untuk menentukan resultan beban. Diagram benda bebas : Menghitung distribusi gaya di C, w=180 N/m Menghitung resultan gaya distribusi antara C-B F= 1/2(180N/m)(6m)=540 N dengan posisi 1/3(6m)= 2 m dari titik C. Persamaan kesetimbangan : + Fx=0 -Nc = 0 Nc = 0 + Fy=0 Vc 540 N= 0 Vc = 540 N + Mc=0 -Mc - 540 N (2 m)= 0 Mc = -1080 N m (tanda negatif berarti arah Mc berlawanan dengan pengandaian gambar atau ke arah lawan jarum jam (CCW, Counter Clock Wise) NC

w =?

w/6m = (270N/m)/9m w = 180 N/m

YudySuryaIrawan

1- 5

Mekanika Kekuatan Bahan I


oleh : Yudy Surya Irawan

PR. 1. Gambarkan diagram bebas dan hitunglah resultan pembebanan dalam yang bekerja pada penampang C dari poros mesin pada gambar berikut. Poros ditumpu oleh bantalan di A dan B yang mana hanya menggunakan gaya vertikal dari poros.

2. Suatu hoist (kerekan) pada gambar berikut terdiri atas balok AB dan terhubung pada puli, kabel dan motor. Hitunglah beban internal resultan yang bekerja pada penampang melintang C jika motor mengangkat beban W, 500 lb dengan kecepatan konstan. Abaikan berat puli dan balok. Gambarkan diagram bebasnya pula.

YudySuryaIrawan

1- 6