Anda di halaman 1dari 8

Terima kasih majelis hakim Majelis Hakim yang terhormat Dengan Hormat, Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Kewarganegaraan Pekerjaan Alamat : HERU SETIYOWALDHI : Indonesia : Pegawai Swasta : Perumahan Bulak Macan Permai RT. 0017/013 No. B 83 Kel. Harapan Jaya, Kec. Bekasi Utara, Kota Bekasi Yang dalam perkara ini diwakili oleh kami selaku kuasa hukum. Untuk selanjutnya disebut sebagai Penggugat.

MELAWAN SEKRETARIS 10110; Untuk selanjutnya disebut sebagai Tergugat. BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DEPARTEMEN

PERHUBUNGAN R.I., berkedudukan di Jalan Medan Merdeka Timur No. 5 Jakarta Pusat

Adapun yang menjadi dasar gugatan Penggugat adalah sebagai berikut:


1.

Bahwa istri Penggugat adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang akan melakukan perceraian, wajib memperoleh izin atau surat keterangan lebih dahulu dari pejabat, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990.

2.

Bahwa Tergugat mengeluarkan Keputusan Nomor: SK. 1260/KP.013/IX/Diklat.09 tentang Pemberian Izin Perceraian kepada istri penggugat. Bahwa Keputusan Nomor: SK. 1260/KP.013/IX/Diklat.09 tentang Keputusan Pemberian Izin Peceraian tersebut, telah dibuat secara tertulis sehingga Keputusan Tergugat a quo dapat dikategorikan ke dalam suatu penetapan tertulis dari Badan atau

3.

Pejabat Tata Usaha Negara (beschiking) sebagaimana ketentuan Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.
4.

Bahwa Surat Keputusan Tergugat a quo dikategorikan telah bersifat konkrit, individual, dan final. Bahwa berdasarkan uraian-uraian diatas, Surat Keputusan Tergugat yang menjadi obyek sengketa telah memenuhi syarat sebagai Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

5.

6. Bahwa Penggugat selaku suami dari Realiza Diahadinda merasa dirugikan dengan

diterbitkannya Surat Keputusan

a quo karena dilakukan tanpa mengindahkan

kewajiban untuk memanggil dan merukunkan kembali kedua belah pihak terlebih dahulu, sehingga berdasarkan Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara berhak untuk mengajukan gugatan pembatalan terhadap Surat Keputusan Tergugat tersebut. Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha ___________________________________________________________________________ I. ALASAN-ALASAN GUGATAN PENGGUGAT
1. Bahwa Penggugat adalah suami dari Realiza Diahadinda, yang dalam hal ini selaku

pemohon Surat Keputusan Izin Perceraian Tergugat, yang dikarenakan telah diterbitkannya Surat Keputusan a quo tersebut merasakan suatu kerugian karena Penggugat tidak ingin bercerai dan ingin mengusahakan untuk rujuk mengingat usia perkawinan yang sudah lebih dari 5 (lima) tahun;
2. Bahwa Tergugat sebagai Pejabat sebelum memberikan izin perceraian, wajib

memperhatikan dengan seksama alasan-alasan yang dikemukakan, meminta keterangan-keterangan dari suami/istri dan wajib merukunkan kembali kedua belah pihak terlebih dahulu sebelum menerbitkan surat keputusan pemberian izin perceraian, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 6 ayat (1), (2), dan (3) Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 .Dan dalam angka II butir 8 Petunjuk Pelaksana Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990.
3. Bahwa pada kenyataannya Tergugat telah menerbitkan Surat Keputusan Pemberian

Izin Perceraian Nomor: SK. 1260/KP.013/IX/Diklat.09 tanpa memberitahu dan memanggil Penggugat terlebih dahulu untuk didengarkan keterangannya .

4. Bahwa perbuatan Tergugat tersebut jelas telah mengabaikan Pasal 6 ayat (1), (2), dan

(3) Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 dan Angka II butir 8 Petunjuk Pelaksana Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 maka Tergugat telah melanggar Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik sebagaimana dimaksud Pasal 53 ayat (2) Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara
5. Bahwa oleh karena keputusan Tergugat tersebut tidak sah dan cacat hukum Penggugat

merasa sangat keberatan, untuk itu Penggugat telah memberikan surat keberatan sebanyak 2 (dua) kali kepada Tergugat yaitu surat Penggugat Nomor: 14.BP.XII.2009 tertanggal 14 Desember 2009 dan surat Nomor: 08.BP.II.2010 tanggal 08 Februari 2010 yang isinya agar surat keputusan Tergugat tersebut dicabut dan agar diproses ulang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Akan tetapi surat keberatan Penggugat tidak ditanggapi secara positif oleh Tergugat;
6. Bahwa keputusan Tergugat Nomor: SK. 1260/KP.013/IX/Diklat.09 tertanggal 02

September 2009 jelas sangat merugikan kepentingan Penggugat karena bertentangan dengan hukum yang berlaku dan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik. Oleh karena itu, Penggugat adalah sebagai pihak yang sangat berkepentingan mengajukan gugatan tentang Sengketa Tata Usaha Negara ini sebagaimana diatur dalam Ketentuan Pasal 53 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009; Dengan demikian, Berdasarkan uraian diatas: Maka Penggugat mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang memeriksa dan menangani perkara berkenan untuk memutuskan sebagai berikut: DALAM POKOK PERKARA: 1. 2. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya; Menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan Tergugat Nomor: SK. 1260/KP.013/IX/Diklat.09 tanggal 02 September 2009 tentang Pemberian Izin Perceraian anatara Realiza Diahadianda dengan Heru Setiyowaldhi; 3. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Tergugat Nomor: SK. 1260/KP.013/IX/Diklat.09 tanggal 02 September 2009 tentang Pemberian Izin Perceraian antara Realiza Diahadinda dengan Heru Setiyowaldhi; 4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara;

Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono)

pertanyaan untuk saksi MAESAROH PERTANYAAN PENASEHAT HUKUM PENGGUGAT: Baik saudara saksi, apa hubungan saudara JAWABAN SAKSI: dengan Heru

Setiyowaldhi dan istrinya??----------------------------------Bapak Heru Setiyowaldhi dan istrinya adalah majikan saya. Saya bekerja di rumah mereka sebagai pembantu rumah tangga. Sudah berapa lama saudara saksi bekerja di rumah tersebut? Saya sudah bekerja di rumah tersebut selama kurang lebih 5 tahun. apakah saudara tahu rutinitas dan segala hal yang terjadi di rumah? Iya. Sehari-hari saya bekerja di rumah tersebut. Menyapu, mengepel, mencuci, memasak, menyetrika baju, dll. apakah saudara tau surat2 yang masuk ke rumah? Iya. Saya selalu menerima surat-surat sebelum saya berikan kepada bapak atau ibu. Mohon yang mulia untuk mengajukan alat bukti surat P-1 Rata-rata surat yang datang berasal dari tagihan-tagihan rumah tangga, seperti pernah tagihan listrik, telepon, air, kartu melihat adanya surat dari instansi kredit, dll. Saya tidak pemerintah atau sejenisnya.

BAPAK HERU

-Bagaimanakah proses persidangan dalam Pengadilan Agama Bekasi tersebut?-----------------------------------------------------Dalam putusan Pengadilan Agama Bekasi dinyatakan bahwa saya dan istri saya bercerai, namun saya melakukan banding. Alasan saya saya melakukan ada yang banding aneh, adalah saya masih SK ingin tentang mempertahankan rumah tangga saya dengan istri saya, dan juga merasa yaitu terdapatnya Keputusan pemberian ijin perceraian saya dan istri saya dari pimpinan istri saya. Di mana SK tersebut diajukan sebagai alat bukti persidangan oleh istri saya. Dalam proses persidangan saya mengetahui bahwa seharusnya saya dilibatkan dalam pembentukan SK tersebut.-----------------Kapan tepatnya bapak mengetahui SK. 1260/KP/ 013/IX/Diklat-09 tanggal 02 September 2009 tentang Keputusan pemberian ijin yang bapak sebutkan perceraian

tadi?---------------------------Saya mengetahui mengenai SK tentang Keputusan pemberian ijin perceraian antara saya dengan istri saya itu ya pada saat istri saya mengajukan SK tersebut sebagai alat bukti dalam sidang saya.----------------------------------------Apakah bapak mengetahui bahwa SK tersebut merupakan salah satu prosedur dalam proses perceraian seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)?--------------------------------------------------------Sebelum saya mengetahui keberadaan SK tersebut saat sidang pembuktian saya tidak mengetahui apa-apa mengenai prosedur atau keberadaan dari SK tersebut. Saya sama sekali tidak tahu perceraian

menahu

mengenai

SK

tersebut

sebelum

dilakukannya

sidang

pembuktian.----

TIM PEMERIKSA PERTANYAAN PENASIHAT HUKUM PENGGUGAT: JAWABAN SAKSI : Saudara saksi, tadi saudara katakan bahwa saudara mengirimkan surat panggilan kepada Realiza dan suaminya, apakah saudara mengirimkan surat panggilan tersebut dalam satu surat, atau masing-masing satu surat?----------------------------------Ya masing-masing satu surat panggilan pak.-------------

Pada saat itu, apakah saudara bisa memastikan bahwa surat yang saudara kirimkan sudah diterima oleh suami dari Realiza?---Ya saya tidak tau ya pak, pokoknya saya sudah mengirimkan ke alamat rumahnya dengan benar, mengenai siapa yang menerima saya tidak tahu pak.----------------------------------------