Anda di halaman 1dari 8

SKENARIO

Pada suatu siang di poliklinik kesehatan jiwa RS Soehato Herdjaan, datang seorang pasien, pasien mengaku bernama Ny. Yossie, 30 tahun seorang keturunan Sumatera. Pasien mengaku merupakan lulusan S2 dari universitas Trisakti. Pasien mengeluhkan tidak bisa tidur sejak 1 bulan terakhir. Pasien mengatakan tidak bisa tidur karena merasa jendela-jendela rumah belum terkunci dan pasien terus - menerus berkeliling rumah setiap malam untuk memastikan jendela rumahnya terkunci. Pasien juga mudah terbangun karena cemas jendelanya belum terkunci semua. Keluhan ini mengganggu pekerjaan pasien sebagai manajer. Pasien merasa lelah karena tidak bisa istirahat. Pasien mengaku sudah berkonsultasi dengan dokter umum dan dirujuk ke poliklinik kesehatan jiwa. Menurut pasien keluhan ini mulai timbul sejak 1 bulan yang lalu, awalnya pasien masih bisa tidur tetapi semakin lama semakin berat. Sebelumnya, 1 bulan yang lalu rumah tetangga pasien dibobol maling, menurut pasien maling masuk melalui jendela. Berikut ini cuplikan wawancara antara dokter dengan pasien. Y: D: Y: D: Tok..tok.. Silakan masuk Permisi dok, selamat siang.. Siang bu. (Dokter berdiri dan menyalam i pasien). Silahkan duduk. Dengan ibu? Y: D: Y: D: Nama saya Yossie dok.. Ibu Yossie tinggal dimana? Di daerah Halim dok.. Waaaahlumayan jauh juga yakesini dengan siapa bu? 1

Y: D: Y: D: Y: D: Y: D: Y: D: Y:

Sendirian dok Apakah ibu sudah berkeluarga? Sudah dok,,,sekarang saya punya 2 anak Ibu Yossie sudah bekerja? Ya, saya bekerja di PT. Sumber Jaya sebagai Manager Ooowww,,,,berarti ibu Yossie cukup sibuk juga ya? Hmmm,,lumayan dok(sambil tersenyum) Baiklah,,,,kalau begitu, ada yang bisa saya bantu? Sebenarnya saya malu dok. Tidak apa- apa bu,, tidak usah sungkan. Jadi saya kemarin sudah ke dokter umum, tetapi saya disuruh kesini, dokternya bilang saya berobat kesini aja, dokternya menyarankan begitu.

D: Y: D: Y: D: Y: D: Y:

Oh dirujuk. Keluhan ibu apa ya? Saya beberapa hari ini kurang tidur, ngantuk terus rasanya... Ini mulai kapan ya bu? Sejak kapan ya?? (sambil berpikir) Sejak sebulan kali ya dok.. Bagaimana awal mulanya sampai ibu tidak bisa tidur? Saya tidak tenang dok. Tiap malam tidak tenang rasanya. Tidak tenangnya bagaimana bu? Iya saya merasa jendela-jendela rumah saya belum terkunci dengan benar. Jadi harus dicek lagi dok. Bisa saja kan kalo ternyata jendela-jendela tersebut belum terkunci dengan benar dok???

D:

Memangnya yang mengunci jendela siapa bu?

Y:

Saya sendiri dok, tetapi tetap saja kan harus diperiksa lagi ... Bisa saja ada yang belum benar nguncinya. Saya hanya merasa cemas dan saya merasa ,,saya harus memeriksanya lagi dok sampai berulang-ulang kali..

D: Y:

Kira-kira sebenarnya apa yang ibu takutkan? Saya takut ada yang masuk dok, makanya saya harus memastikan jendelanya tertutup dengan benar.

D: Y: D:

Apa ibu punya pembantu??? Ada dok .. Kenapa tidak minta pembantunya saja untuk memastikannya? Agar ibu bisa tidur dengan tenang

Y:

Ah mana bisa dia ngurusin hal-hal penting seperti itu. Mencuci aja sering gak benar dok. Apalagi ini urusan penting seperti ini, menyangkut keamanan. Lagian sudah kewajiban saya untuk menjaga rumah saya sendiri. Ini kan rumah saya dok, kalo saya sendiri ga peduli, siapa lagi yang bisa diharapkan dok. Ini juga kalau saya tidak sesibuk dulu saya ga bakal pakai pembantu dok.

D: Y:

Dulu semua dikerjakan sendiri? Iya dok, yah memang terlihatnya sulit dok, tapi kalo kita sudah terbiasa dari kecil untuk mengerjakannya sendiri saya rasa ga masalah dok. Toh buktinya pekerjaan saya beres semua. Yang penting semua itu sudah diatur. Jadi tinggal kita laksanakan aja. Ini kalo si Inem, susah banget ngajarinnya dok. Sudah saya katakan baju itu harus di pisah-pisahkan tapi tetap saja digabung sama dia dok.. Belum lagi banyak pekerjaan rumah yang ga beres kalo dia yang ngerjain!! Kan rumah saya jadi berantakan dok!!!!

D: Y:

Pembantu baru? Iya dok, yang lama saya pecat. Rumah saya hampir kemalingan gara-gara dia. Saya terlalu percaya sama dia. Ternyata jendela nggak benar nguncinya dok. Nah itu dok,.. hal-hal penting itu harus kita kerjakan sendiri. Benar kata bapak saya, jangan mengharapkan orang lain. Kalo bisa sendiri ya sendiri aja ngerjainnya dok 3

D: Y:

Hampir kemalingan???? Iya dok, sebulan lalu tetangga saya kemalingan, malingnya masuk dari jendela. Untung bukan rumah saya dok yang kena!!! Karena pas saya lihat jendela saya belum dikunci! Langsung hari itu juga saya pecat pembantu saya!!! Amit-amit deh dok

D: Y:

Apakah ibu terganggu dengan sulit tidur begini? Sangat dok, saya kan manajer, saya butuh konsentrasi penuh. Tetapi kalo saya sulit tidur begini, saya ga bisa konsen dok. Saya lelah rasanya.

D: Y:

Ibu pernah mencoba berhenti berbuat berulang-ulang seperti itu? Pernah si dok tetapi adanya saya semakin cemas dok. Saya semakin takut saya ga bisa mikir, yang saya pikirkan cuma apakah sudah benar nguncinya apa belum dan pada akhirnya saya akan memeriksa jendela lagi dok. Cape si dok, tapi mau bagaimana lagi.

D: Y: D:

ibu pernah mengnsumsi obat-obatan untuk menghilangkan rasa cemas? Gak pernah dok Sebelumnya pernah mengalami keluhan seperti ini? Ada trauma, kecelakaan atau hal lain?

Y: D:

Tidak pernah dok. Baik Ibu. Saya sudah mengerti permasalahan anda. Ibu datang pada orang yang tepat. Begini ibu Yossie, banyak orang yang memiliki keluhan yang sama dengan ibu.Kebiasaan ibu untuk melakukan hal yang berulang kali tersebut merupakan gangguan kepribadian obsesif kompulsif.

Y: D:

Haaah...??? Gangguan?? Gangguan apa dok? Gangguan kepribadian obsesif kompulsif itu merupakan adalah suatu bentuk kecemasan yang muncul berupa pikiran mengenai suatu hal yang sama 4

berulang-ulang diikuti dengan tindakan berulang pula sebagai pemenuhan atas apa yang dipikirkan untuk menghilangkan pikiran tersebut. Y: D: Y: D: Apakah itu berbahaya dok? Apa bisa disembuhkan? Tenang bu, itu tidak berbahaya dan bisa disembuhkan Lalu bagaimana cara menyembuhkan gangguan ini dok? Baik. Saya akan memberikan ibu obat yang bisa menenangkan ibu dan ditambah dengan terapi perilaku. Y: D: Terapi perilaku seperti apa dok? Jadi saya akan melakukan terapi dimana pasien dipaparkan dengan apa yang membuat ia cemas, sedikit demi sedikit hingga pasien tidak lagi cemas terhadap hal tersebut. Contohnya ibu sering berulang kali mengunci pintu, seumpama setiap ibu pergi bersama suami pastikan suami melihat ibu mengunci pintu, sehingga misalnya dalam perjalanan ibu ingin pulang hanya untuk memeriksa pintu sudah terkunci atau belumn disitulah peran bapak untuk mengingatkan dan berusaha untuk menenangkan dan meyakinkan ibu. Y: D: Baik dok, Apakah terapi ini akan berhasil mengatasi kecemasan saya? Saya sudah memberikan ibu obat anti cemas, bersamaan dengan terapi perilaku, disamping itu ibu juga harus bisa mengendalikan diri dari pikiran pikiran yang membuat ibu melakukan tindakan berulang ulang. Lalu saya akan menambahkan terapi relaksasi untuk membantu menenangkan ibu. Y: D: Terapi relaksasi itu seperti apa ya dok? Ibu tarik napas selama 3 detik, tahan napas selama 3 detik, buang napas selama 3 detik. Ini dapat dilakukan secara berulang selama 5 10 menit. ( Dokter memperagakan cara melakukan terapi relaksasi). Coba ibu sekarang cari posisi yang nyaman dan pejamkan mata ibu, sekarang ikuti instruksi saya. Tarik napas (hitung 1..2..3), tahan napas (1..2..3), dan buang napas (1..2..3). Coba diulang bu!. 5

Y: D Y: D:

(Mengikuti instruksi). : Bagaimana ibu? Apakah ibu merasa lebih tenang? Oooo....iya dok..saya merasa lebih tenang sekarang. Ibu...sekarang coba ibu melakukan terapi relaksasi ini, setiap kali ibu merasa cemas. Ibu kontrol kembali dalam waktu 2 minggu. Saya akan melihat bagaimana perkembangan ibu.

I:

Baik dok..saya akan berusaha melakukan apa yang sudah dokter sarankan. Terima kasih dok atas bantuannya..(sembari salaman)

D:

Terima kasih kembali.

ANALISA KASUS

Keluhan Utama RPS

: Tidak bisa tidur, sering terbangun akibat peraasaan cemas : Sering terbangun malam hari untuk memastikan terkunci karena takut dirinya akan kemalingan jendela

Faktor Pencetus Diagnosa Dasar Diagnosa

: Tetangga yang kemalingan, perilaku yang perfeksionis. : Gangguan Obsesif-Kompulsif : Gejala obsesional dan tindakan kompulsif kedua-duanya ada setiap hari selama 1 bulan yang mengganngu aktivitas. Terdapat gejala obsesional berupa : Disadari sebagai pikiran dari diri sendiri Tindakan tersebut tidak dapat dilawan

- Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut bukan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan Pedoman Diagnostik Pikiran tersebut merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan : Berdasarkan PPDGJ III 1. Gejala obsesional atau tindakan kompulsif atau keduaduanya harus ada hampir setiap hari selama sedikitnya 2 minggu berturut-turut, dan merupakan sumber distress atau gangguan aktivitas 2. Gejala obsesional harus memiliki ciri-ciri berikut : - Harus dikenal atau disadari sebagai pikiran atau impuls dari diri individu sendiri - Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang masih tidak berhasil dilawan tindakan tersebut tidak dapat dilawan, meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut di atas bukan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan ( sekedar perasaan lega dari ketegangan atau anxietas tidak dianggap sebagai kesenangan seperti dimaksud di atas ) 7

- Pikiran, bayangan, atau impuls tersebut merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan Terapi : - Anxiolitik Diazepam 2x5 mg Terapi perilaku Terapi relaksasi