Anda di halaman 1dari 3

<table> <tr> <td> <h1 style="text-align:center">CARA PENGASUTAN MOTOR</h1> <p style="text-align:center"> By SODIKIN MANDALA PUTRA<br />email: <a href='mailto:cendikiamuslim@ymail.

com'>c endikiamuslim@ymail.com</a><br /><br />UNIVERSITAS SRIWIJAYA</p> <br /> <p> <p align= style="margin-bottom: 6pt; text-align: center; line-height: 150%;" cla ss="MsoNormal">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" class="Ms oListParagraph">A.&nbsp;&nbsp; Metode Direct on Line(d.o.l)</p> <p style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 17.3pt; line-hei ght: 150%;" class="MsoNormal">Starting motor induksi dapat dihubungkan secara la ngsung (DOL). Ketika motor dengan kapasitas yang sangat besar di-start dengan di rect-on-line, tegangan sistem akan terganggu (terjadi voltage dip pada jaringan suplai) karena adanya arus starting yang besar. Gangguan tegangan ini dapat meny ebabkan kerusakan pada peralatan elektronis yang lain yang terhubung dengan sumb er. </p> <p style="text-align: justify; text-indent: 17.3pt; line-height: 150%;" class="M soNormal">Rangkaian untuk pengasut langsung (DOL Direct On Line) akan memutus at au menghubungkan suplai utama ke motor secara langsung. Karena arus pengasutan m otor dapat mencapai tujuh / delapan kali lebih besar dari arus kondisi normal, m aka pengasut langsung ini hanya digunakan untuk motor-motor kecil dengan daya ku rang dari 5 Kw.</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal"> <img height="222" width="400" src=" http://blog.unsri.ac.id/userfiles/Picture1(1).jpg" alt="" />&nbsp;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">Gamba r 1</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">Direc t On Line Starter</p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp;&nbsp ;&nbsp;&nbsp; Rangkaian pengasut langsung ini ditunjukkan oleh gambar1. Jika tom bol mulai (Start) ditekan maka arus akan mengalir dari fasa merah (R) melalui ra ngkaian kendali dan kumparan kontaktor ke fasa biru. Arus ini akanmengkatifkan k umparan kontaktor sehingga<br /> kontaktor akan menutup untuk menghubungkan suplai 3 fasa ke motor. Jika tombol m ulai dilepaskan rangkaian kendali akan tetap dipertahankan seperti semula melalu i sebuah kontak penahan. Jika selanjutnya tombol berhenti (stop) ditekan atau ji ka kumparan-kumparan beban lebih bekerja maka rangkaian kendali akan terputus da n kontaktor akan membuka untuk memutuskan suplai listrik 3 fasa ke motor. Penghu bungan kembali suplai ke motor hanya dapat dilakukan dengan menekan kembali tomb ol mulai, jadi rangkaian ini juga dapat memberi proteksi terhadap kehilangan teg angan suplai.</p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp;&nbsp ; Untuk aplikasi-aplikasi industri dimana digunakan motor-motor dengan kapasitas daya yang besar, rangkaian pengasutan harus dirancang agar dapat mengurangi kel ebihn arus asut. Salah satu metode yang digunakan ialah pengasutan bintang delta . </p> <p style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 17.3pt; line-hei ght: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" class="Ms oListParagraph">B.&nbsp;&nbsp; Metode Autotransformer</p> <p style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 28.1pt; line-hei

ght: 150%;" class="MsoNormal">Salah satu cara untuk mengurangi tegangan terminal ke motor adalah dengan menurunkannya dengan menggunakan trafo. Kemudian, ketika motor telah mencapai percepatan yang mendekati kecepatan maksimum, tegangan yan g telah diturunkan akan dikembalikan lagi ke normal. Kondisi starting motor berg antung pada posisi tapping pada belitan trafo. Biasanya terdapat tiga atau lebih pilihan tapping yang disediakan sebagai alternatif kondisi starting, seperti : 40 %, 60 %, atau 75 % tegangan saluran.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 28.1pt; line-height: 150%;" class="M soNormal">Sebuah pengasutan motor dengan Autotransformator merupakan salah satu metode lain yang dapat digunakan untuk mengurangi besarnya arus pengasutan motor dengan jalan mengurangi besarnya tegangan selama proses-proses awal pengasutan karena pengurangan tegangan akan berakibat pada berkurangnya torsi asut maka teg angan akan direduksi secukupnya saja untuk mengurangi arus pengasut, dengan cara memilih tingkat tegangan tertentu di kenal sebagai tapping tegangan. Rangkaian pengasutan dengan autotrafo ditunjukkan pada gambar dengan memposisikan saklar p ada posisi mulai (Start) maka akan diperoleh hubungan seri antara belitan-belita n auto trafo, dengan belitan pengasut motor yang terhubung delta. Ketika kecepat an puataran motor telah cukup tinggi, maka saklar dipindahkan ke posisi jalan (R un) yang akan menghubungkan belitan-belitan motor secara langsung ke suplai tega ngan 3 fasa. Keuntungan dari metode pengasutan ini ialah hanya memerlukan 3 buah kawat penghantar penghubung antara rangkaian pengasut motor dan rangkaian motor walaupun tidak terlihat di dalam gambar. Pengasut motor ini juga dilengkapi jug a dengan peralatan proteksi beban lebih serta proteksi terhadap terjadinya kehil angan tegangan.</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal"><img height="189" width="400" src="http://blog.unsri.ac.id/userfiles/Picture4.jpg" al t="" />&nbsp;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal"> </ p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">Gamba r 3</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">Penga sutan dengan Autotrafo </p> <p style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 28.1pt; line-hei ght: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" class="Ms oListParagraph">C.&nbsp;&nbsp; Metode Star-Delta</p> <p style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 28.1pt; line-hei ght: 150%;" class="MsoNormal">Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut : pada pos isi start, belitan terhubung&nbsp; bintang/star, sedangkan pada posisi running b elitan terhubung delta. Tegangan yang melewati masing-masing fase belitan pada p osisi start bintang adalah 58 % atau &nbsp;dari tegangan hubungan delta, deng an konsekuensi arus yang mengalir berkurang saat starting. </p> <p style="text-align: justify; text-indent: 28.1pt; line-height: 150%;" class="M soNormal">Untuk melakukan pengasutan motor dalam kondisi berbeban umumnya diguna kan motor induksi dengan jenis rotor belitan karena memberi kemungkinan untuk me lakukan penyambungan rangkaian rotor dengan tahanan luar melalui cincin slip dan sikat untuk meningkatkan torsi asut motor. Pada saat awal pengasutan motor, res istansi rotor luar adalah bernilai maksimum, kemudian seiring dengan meningkatny a putaran motor, resistansi rotor luar ini dikurangi secara bertahap hingga pada saat kecepatan penuh motor tercapai nilai resistansinya adalah nol dan motor be kerja normal seperti halnya rotor motor sangkar. Rangkaian pengasut motor ini di

lengkapi juga dengan peralatan proteksi beban lebih, proteksi terhadap terjadiny a kehilangan tegangan serta system interlocking untuk mencegah terjadinya pengas utan motor dalam kondisi pengasutan motor dalam kondisi resistansi rotor tak ter hubungkan. Rangkaian seperti pada gambar, tetapi rangkaian proteksinya tidak dit unjukkan.</p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;<img src="http://blog.unsri.ac.id/userfiles/Picture5.jpg" alt="" /></p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal"> &n bsp;</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">Gamba r 4</p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">Penga sutan dengan Tahanan Rotor </p> <p align= style="text-align: center; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp ;</p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" class="Ms oListParagraph">D.&nbsp;&nbsp; Metode Reaktor/resistor Seri</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;" class=" MsoNormal">Dapat dikatakan bahwa untuk membatasi arus yang dibangkitkan, resisto r menambah impedans pada rangkaian AC yang sebanding dengan nilai induktans dan frekuensi yang digunakan. Jatuh tegangan pada saluran mungkin bisa lebih kecil k arena pengasutan dengan resistor mempunyai faktor daya yang lebih baik.</p></p> </td> </tr> </table>