Anda di halaman 1dari 9

ECOLOGY COMMUNITIES AND BIOMES

(Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Biologi Umum)

Oleh : Rohmatul Husna Fitriya S. Herik Suhariyono (080210102007) (080210102036) (080210192043)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2010

ECOLOGY COMMUNITIS AND BIOMES

Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan makluk hidup dan lingkungannya. KOMUNITAS Sebuah komunitas adalah kumpulan populasi tumbuhan dan tanaman yang hidup secara bersama di dalam suatu lingkungan. Serigala, rusa, berang-berang, pohon cemara dan pohon birch adalah beberapa populasi yang membentuk komunitas hutan di Isle Royale. Ahli ekologi mempelajari peranan masing-masing spesies yang berbeda di dalam komunitas mereka. Mereka juga mempelajari tipe komunitas lain dan bagaimana mereka berubah. Beberapa komunitas seperti hutan yang terisolasi atau padang rumput dapat diidentifikasi secara mudah, sementara yang lainnya sangat sulit untuk dipastikan. Kemampuan lingkungan mempunyai batas, sehingga apabila keadaan lingkungan berubah maka daya dukung lingkungan juga berubah. Hal ini karena daya dukung lingkungan dipengaruhi oleh faktor pembatas, seperti: cuaca, iklim, pembakaran, banjir, gempa, dan kegiatan manusia. Manusia mampu memodifikasi komunitas alami dan mengubah daya dukungnya. Akibatnya nilai daya dukung naik dengan menambah komponen lingkungan yang menjadi faktor pembatas. Contoh: pemupukan lahan pertanian. Makhluk hidup dari berbagai jenis yang hidup secara alami di suatu tempat membentuk kumpulan yang di dalamnya setiap individu menemukan lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kelompok yang hidup secara bersama telah menyesuaikan diri dan menghuni suatu tempat alami disebut komunitas. Karakteristik komunitas pada suatu lingkungan adalah keanekaragaman. Makin beranekaragam komponen biotik (biodiversitas), maka makin tinggi keanekaragaman. Sebaliknya makin kurang beranekaragaman maka dikatakan keanekaragaman rendah.

Contoh: y Keaneragaman rendah; terdapat pada komunitas dengan lingkungan ekstrim, misalnya: gurun, tanah kering, tanah tandus, pegunungan tinggi. y Keaneragaman tinggi sering disebut diversity is stability. Daerah yang mempunyai keanekaragaman tinggi adalah hutan tropika (di kawasan tropika jarang sekali terjadi komunitas alami dirajai oleh hanya satu jenis). Perubahan-perubahan yang terjadi dalam komunitas dapat diamati dan seringkali perubahan itu berupa pergantian komunitas lain. Contoh: sebuah kebun jagung yang ditinggalkan setelah panen dan tidak ditanami lagi. Di situ akan bermunculan berbagai jenis gulma yang membentuk komunitas. Apabila lahan itu dibiarkan cukup lama, maka dalam komunitas tersebut akan terjadi pergantian komposisi jenis yang mengisi lahan tersebut. Proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah secara teratur disebut suksesi. Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem yang disebut klimaks. Apabila suatu komunitas telah mencapai klimaks, maka berarti tercapai homeostatis (keseimbangan). Proses suksesi dapat dibedakan menjadi suksesi primer dan suksesi sekunder. Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara menyeluruh (to- tal), sehingga di tempat komunitas asal itu terbentuk habitat baru atau subtrat baru. Pada habitat baru ini tidak ada lagi organisme yang membentuk komunitas asal yang tertinggal. Contoh: letusan G. Krakatau pada tahun 1883, tanah longsor, endapan lumpur, dan lainlain. Pada subtrat yang baru ini akan berkembang suatu komunitas yang baru pula. Proses pergantian komunitas lama secara total dengan komunitas baru disebut suksesi primer. Suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas atau ekosistem alami terganggu, baik secara alami maupun buatan (misalnya akibat kegiatan manusia). Gangguan yang terjadi tidak merusak komunitas secara total, sehingga subtrat lama dan kehidupan masih

ada. Subtrat inilah yang menjadi tumbuhan pelopor untuk membentuk komunitas yang terganggu tersebut. Proses pembentukan komunitas yang berasal dari subtrat asal disebut suksesi sekunder.

BIOMA Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu atau daerah habitat darat yang memiliki vegetasi khas terhadap iklim utama sehingga tidak ditemukan di daerah lain. Bioma dibagi menjadi dua yaitu bioma daratan dan bioma perairan.

Bioma Daratan Secara global berdasarkan klimatiknya bioma daratan dibagi menjadi tiga, yaitu : Biome Tropik dan Sub-tropik Biome tropik dan sub-tropik terdiri dari beberapa jenis hutan, yaitu sebagai berikut: 1. Hutan Tropik Basah, terdiri dari : Terna dan Liana, Epifita, Saprofita, Parasit pencekik pohon 2. Hutan Tropik dengan Irama Musiman, terdiri dari : Hutan Musim, Hutan Sabana dan Semak Berduri, Sabana dan Padang Rumput Tropik & Sub-tropik, Gurun Tropik & Sub-tropik. Biome Daerah Iklim Sedang Biome Daerah Iklim Sedang terdiri dari beberapa jenis hutan, yaitu Hutan Peluruh (meranggas), Hutan Pohon jarum bagian utara, Hutan Hujan Iklim Sedang yang Hangat, Hutan Berdaun Kaku, Semak belukar dan Padang Rumput Daerah Iklim Sedang, Vegetasi Gurun daerah Iklim Sedang Biome Kutub Bioma kutub dan Pegunungan Tinggi, berupa Tundra, yaitu : dataran tanpa pohon, berupa padang lumut dengan temperatur sangat dingin.

Bioma Perairan Ekosistem air sering disebut sebagai aquatik bioma atau bioma air, faktor abiotik yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan yang terdapat pada ekosistem air adalah kadar oksigen, kadar karbondioksida, temperatur, kandungan zat makanan, dan intensitas cahaya matahari. Variasi temperatur pada bioma air tidak sebesar pada bioma darat, hal ini menyebabkan ekosistem air lebih stabil. Bioma air dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : (1) bioma air tawar; (2) bioma air laut. 1. Bioma Air Tawar Bioma air tawar, mengandung kadar garam yang rendah, di bedakan menjadi dua macam, yaitu : (1) eksistem air tenang (lentik), misalnya : danau, kolam, akuarium, rawa ; (2) ekosistem air mengalir (lotik), misalnya : sungai, parit, dan air terjun. Lingkungan abiotik air tawar, memiliki kadar garam (salinitas) yang rendah bahkan lebih rendah dari kadar garam protoplasma. Variasi suhu sangat rendah, penetrasi cahaya matahari kurang, dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Flora yang terdapat pada ekosistem air tawar, misalnya teratai (Nymphea gigantea), kangkung (Ipomea aquatica), eceng gondok, ganggang biru, ganggang hijau, dan berbagai fitoplankton. Adaptasi tumbuhan bersel satu terhadap ekosistem air tawar, umumnya memiliki dinding sel yang kuat sehingga bila air masuk ke dalam sel telah maksimum, secara otomatis akan berhenti. Untuk tumbuhan tingkat tinggi, beradaptasi dengan sel-selnya memiliki dinding sel yang kuat dan memiliki batang atau bagian tubuh yang berongga, sehingga tubuhnya bisa terapung atau menempel. Fauna pada ekosistem air tawar, hampir semua filum pada dunia hewan terdapat di sana, contohnya : spon, siput, katak, reptilia, burung, dan hewan menyusui. Mereka ada yang tetap tinggal di air dan ada pula yang hanya mencari makanan di dalam air.

Hewan

yang

ada

dan

hidup

di

dalam

air

tawar,

mampu

beradaptasi dengan lingkungan air tawar yang berkadar garam rendah, caranya sebagai berikut : (1) bagi hewan bersel satu memiliki protoplasma yang seimbang dengan kadar garam di dalam air; (2) Bagi ikan yang mempunyai kadar garam protoplasmanya t inggi dari pada air tawar maka adaptasinya

sebagai berikut : sedikit minum, sebab air masuk ke dalam tubuh secara osmosis, garam dari air diabsorpsi melalui insang secara

aktif, dan air dieksresikan melalui ginjal secara berlebihan juga dieksresikan melalui insang dan saluran pencernaan. Organisma yang dapat hidup di ekosistem air tawar, terdapat dua

kelompok : (1) organisme autotrop,adalah organisme yang dapat mensintesa zat makanan sendiri. Kelompok ini ialah semua tumbuhan hijau, yang

berperan sebagai produsen pada ekosistem air tawar; (2) organisme fagotrop dan saprotrop, adalah organisme yang berperan sebagai konsumen dalam ekosistem air tawar. Fagotrop adalah pemakan organisme lain, dan saprotrop adalah pemakan sampah atau sisa organisma lain. Berdasarkan kebiasaan hidup dalam air tawar, organismanya dibedakan atas 5 macam : 1. Plankton, terdiri dari fitoplankton dan zooplankton, kelompok ini merupakan organisme yang bergerak pasif dan berpindah tempat karena pengaruh arus air. 2. Nekton, adalah organisme bergerak aktif berenang secara bebas, misanya ikan, katak, dan serangga air. 3. Neston, merupakan hewan-hewan yang beristirahat dan terapung di atas air. 4. Bentos, hewan atau tumbuhan yang melekat atau beristirahat di dasar air atau di dalam endapan. 5. Perifiton, hewan atau tumbuhan yang melekat pada batang, akar permukaan benda lain.

Berdasarkan intensitaas cahaya matahari, ekositem air tawar dibedakan menjadi tiga daerah, yaitu : (1) daerah litoral, merupakan daerah dangkal, matahari

dapat menembus sampai dasar, kehidupan di tempat ini adalah tumbuhan berakar, udang, cacing dan fitoplankton ; (2) daerah limnetik, merupakan daerah terbuka yang masih dapat ditembus oleh cahaya matahari. Biota yang ditemukan disini adalah plankton, neston dan nekton ; (3) daerah fropundal, merupakan daerah dasar perairan tawar yang dalam, sehingga sinar matahari tidak dapat menjangkaunya. Pada daerah ini tidak di dapatkan produsen, mengapa ?. Biota yang hidup di daerah ini adalah bakteri, hewan pemangsa.

2. Bioma Air Laut Bioma air laut, merupakan bagian terluas dari permukaan bumi, yaitu sekitar 70%. Oleh karena itu, keberadaannya sangat berpengaruh terhadap ekosistem lain. Saat ini bioma air laut menjadi perhatian orang banyak sehubungan dengan revolusi biru. Ekosistem air laut, mempunyai kadar garam yang cukup tinggi, khususnya di daerah tropis sedangkan di daerah dingin kadar garamnya rendah, mengapa demikian ? Karena air laut salinitasnya tinggi, maka kemampuan air laut untuk melarutkan zat makanan menjadi rendah. Dan kondisi ini merupakan oelen pembatas bagi pertumbuhan populasi hewan lainnya. Adanya perbedaan serta oelenterat di berbagai permukan bumi

adanya perputaran bumi menyebabkan arus air laut selalu berputar.

Peristiwa inilah yang menyebabkan selalu terjadinya penyebaran mineral di dalam air laut. Air laut di daerah tropis, khusunya pada siang hari, perputaran air laut tidak berjalan dengan baik. Suhu air permukaan pada siang hari naik sehingga lebih tinggi. oelentera dengan suhu di lapisan bawah. Akibatnya air di dekat permukaan menjadi kekurangan mineral atau tandus, sehingga

populasi fitoplankton menurun. Keadaan ini menyebabkan pada siang hari ikan-ikan di permukaan air laur sedikit. Batas antara lapisan air bawah dengan lapisan air atas di laut pada siang hari disebut termoklin. Secara fisik, bioma air laut dapat dibedakan menjadi beberapa

daerah :

(1) daerah litoral, atau daerah pasang surut, berbatasan dengan

daratan, biota daerah ini adalah ganggang yang hidup sebagai bentos, teripang, bintang laut, udang-udang kecil, kepiting , serta cacing laut ; (2) daerah neritik, merupakan derah laut dangkal, derah ini dapat ditembus cahaya matahari sampai ke dasar. Kedalamannya sampai 200 m . Biota yang hidup di sini adalah bentos, nekton, plankton, dan neston ; (3) daerah batial, merupakan daerah remang-remang, kedalamannya antara 200 2000 m, produsen tidak ada, biotanya nekton ; (4) daerah abisal, merupakan daerah laut yang kedalamnnya di atas 2000 meter, daerah ini gelap sepanjang masa, tidak ditemukan produsen. Berdasarkan intensitas cahaya matahari, ekosistem air laut dibedakan menjadi tiga bagian : (1) daerah fotik, merupakn daerah perairan laut yang masih dapat dijangkau oleh sinar matahari, kedalamannya sampai 200 meter ; (2) daerah twilight, adalah daerah remang-remang, namun tidak efektif lagi untuk melakukan fotosintesa, kedalamannya antara 200- 2000 meter ; (3) daerah afotik, merupakan daerah yang tidak tertembus cahaya matahari, derahnya gelap.