Anda di halaman 1dari 4

1.

Diam
Dalam proses konseling keadaandiam(tidak bersuara) mempunyai banyak makna ,antara lain :
a.Penolakan atau kebingungan klien . b. Klien dan konselor telah mencapai akhir suatu ide dan semata-mata ragu mengatakn apa selanjutnya. c. Kebingungan karna kecemasan atau kebencian . d. Klien mengalamisakt dan tidak siap untuk bicara . e. Klien mengharapkan sesuatu dari konselor. F. Klien sedanh memikirkan apa yang sedang dikatakan . g. Klien baru menyadari ucapanya dan merupakan ekspresi emosional sebelumnya.

Menurut Saraswati I dan Tarigan L.H dalam bukunya Komunikasi Efektif untuk memeahami penyebab diamdari klien sebaiknya konselor memahami hal-hal berikut : a.Apabila klien tidak mau bebicara selama beberapa waktu.Hal ini biasanya terjadi pada klienklien yang merasa cemas atau marah. b. Apabila terjadi pada awal pertemuan ,setelah beberapa saat ,sebaiknya konselor memerhatikan hal ini dengan mengatakan misalnya:Saya mengerti hal ini sulit untuk dibicarakan . Biasanya pada pertemuan pertama klien-klien sa juga merasa begitu .Apakh ibu merasa cemas..? c. Apabila klien diam atau marah ,sebagai konselor anda dapat berkata :Bagaimana perasaan ibu setalah berada di sini sekarang?Pertanyaan ini harus diikuti dengan suasana hening beberapa saat ,pada saat ini konselor memandang klien dan memperlihatkan sikap tubuh yang menunjukkan perhatian. d. Apabila terjadi pada pertengahan pertemuan:Konselor harus memperhatikan konteks pembicaraan dan menilai mengapa hal ini terjadi .Pada umumnya,lebih baik menunngu beberapa saat ,memberi kesempatan kepada klien untuk mengekspresikan perasaan atau pikiranya,meskipun konselor merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut. e. Apabila klien diam karna sedang berpikir konselor ini tidak perlu berusaha memecahkan kesunyian ,juga tidak perlu menunjukkan sikap tidak menerima.

2. Klien menangis
a. Reaksi konselor adalah berusaha menenangkan klien dengan menyentuh badan(menepuknepuk bahu atau memegang tangan klien )secara hati-hati.

3. Konselor meyakini bahwa tidak ada pemecahan bagi masalah klien


a. Kondisi ini terjadi biasanya karna konselor tidak dapat memecahkan atau membantu menyelesaikan masalah seperti yang diharapkan klien. b. Misalnya seorang remaja putri ingin melakukan aborsi sementara konselor tidak mungkin memenuhi permintaan tersebut. Salah satu langkah yang dapat dilakukan terhadap klien yang mendesak ingin dibantu konselor dalam memecahkan masalahnya adalah:dengan mengatakan kepada klien bahwa meskipun konselor tidak dapat mengubah keadaan tetapi konselor akan selalu menyediakan waktu untuk klien menghadapi saat-saat sulit .

4. Konselor melakukan kesalahan


a. Hal utama yang terpenting untuk menciptakan hubungan baik dengan klien adalah bersikap jujur. Menghargai klien adalh salah satu syarat terpenting dalam konseling. Mengahargai dan mempercayai klien da[pat ditunjukkan dengan cara mengakui

perkembangan Psikologi pada Masa Pubertas Perubahan fisik pada masa pubertas juga disertai dengan perubahan psikologi yang disebabkanadanya pengaruh hormone. Pertambahan hormon dari kelenjar adrenalin akan membuat remajacenderung membangkang dan memiliki sifat memberontak. Sementara itu, perubahan psikologiyang dialami remaja pada masa pubertas meliputi perkembangan kepribadian dan social. Yangdimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungandengan dunia dan menyatakan emosi secara unik; sedangkan perkembangan sosial berartiperubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia & Olds, 2001). Perkembangankepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. Yang dimaksuddengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yangpenting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds, 2001).Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibandingorang tua (Conger, 1991; Papalia & Olds, 2001). Dibanding pada masa kanak-kanak, remajalebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah, ekstra kurikuler danbermain dengan teman (Conger, 1991; Papalia & Olds, 2001). Dengan demikian, pada masaremaja peran kelompok teman sebaya adalah besar.Pada diri remaja, pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Walaupunremaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukantindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi olehtekanan dari kelompok teman sebaya (Conger, 1991).Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorangremaja tentang perilakunya (Beyth-Marom, et al., 1993; Conger, 1991; Deaux, et al, 1993;Papalia & Olds, 2001). Conger (1991) dan Papalia & Olds (2001) mengemukakan bahwakelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dansikap yang berkaitan dengan gaya hidup. Bagi remaja, teman-teman menjadi sumber informasimisalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik, musik atau film apa yang bagus,dan sebagainya (Conger, 1991).Selain itu ada perubahan psikologis lain yang dialami pada masa pubertas, antar lain :1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenaldengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dariperubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial,peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yangberbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukanpada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anakanak,mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab iniakan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yangduduk di awal-awal masa kuliah.2. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selamamasa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya

tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapatmengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadidalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individudari jenis kelamin yang sama, tetapi

juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.3. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.4. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Disatu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggungjawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiriuntuk memikul tanggung jawab tersebut.5. Perkembangan intelegensi, sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senangmengkritik; ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin coba-coba. Ciri Ciri Masa Puber Presentation Transcript

1. Masa puber periode tumpang tindih Adalah periode yang singkat Merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat 2. Tahap Pubertas Prapuber : Tahap ini tumpang tindih dengan satu atau dua tashun terakhir masa kanak-kanak pada saat anak dianggap sebagai prapuber, yaitu bukan lagi seorang anak tetapi belum juga seorang remaja. Puber : Tahap ini terjadi pada garis pembagi antara masa kanak-kanak dan masa remaja; saat dimana criteria kematangan seksual muncul haid pada anak perempuan dan pengalaman akan basah pertama kali dimalam hari pada anak laki-laki. Pascapuber : Tahap ini bertumpang tindih dengan tahun pertama atau kedua masa remaja. Selama tahap ini, cirri-ciri seks sekunder telah berkembang baik dan organ-organ seks mulai berfungsi secara matang. 3. Kondisi-kondisi yang menyebabkan perubahan pubertas Peran Kelenjar Pituitary Kelenjar pituitary mengeluarkan dua hormon: hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan besarnya individu, dan hormon gonadotrofik yang merangsang gonad untuk meningkatkan kegiatan. Peranan Gonad Dengan pertumbuhan dan perkembangan gonad, organ-organ seks yaitu cirri-ciri seks primer bertambah besar dan fungsinya menjadi matang, dan cirri-ciri seks sekunder, seperti rambut kemaluan mulai berkembang. Interaksi Kelenjar Pituitary dan Gonad Hormon yang dikeluarkan oleh gonad yang telah dirangsang oleh hormon gonadotrofik yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary, selanjutnya bereaksi terhadap kelenjar ini dan menyebabkan secara berangsur-angsur penurunan jumlah hormone pertumbuhan yang dikeluarkan sehingga menghentikan proses pertumbuhan. Interaksi antara 4. Pertumbuhan Pesat Pubertas Perempuan : 8,5 tahun dan 11,5 tahun, dengan puncak rata-rata 12,5 tahun. Sejak itu tingkat pertumbuhan menurun dan berangsur-angsur berhanti antara 17 dan 18 tahun Laki-laki : mulai antara 10,5 tahun dan 14,5 tahun, mencapai puncaknya antara 14,5 tahun dan 15,5 tahun dan kemudian diikuti oleh penurunan secara berangsur-angsur sampai 20 tahun atau 21 tahun.