Anda di halaman 1dari 16

Ajeng Alamanda Dadang Luh Putu Lina Yudarini Rocky Oliviano

*
* Suatu proses yang didahului oleh penginderaan,stimulus yang
melalui alat reseptor yaitu indera lalu kemudian diinterpretasikan oleh individu.

* Proses kognitif yang dipergunakan oleh individu untuk

menafsirkan dan memahami dunia sekitarnya (terhadap obyek). (Gibson, dkk (1989) dalam buku Organisasi Dan Manajemen Perilaku, )

*
* Robbins (2003), faktor yang mempengaruhi persepsi 1) Pelaku persepsi (perceiver) 2) Objek atau yang dipersepsikan 3) Konteks dari situasi dimana persepsi itu dilakukan (waktu,
keadaan/tempat kerja, dan keadaan sosial.)

* David Krench dan Richard S. Crutchfield (1977) membagikan faktorfaktor yang menentukan persepsi menjadi dua, yaitu:

1.

Faktor Fungsional, adalah faktor yang berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu. Misalnya kebutuhan individu, usia, pengalaman masa lalu, kepribadian,jenis kelamin, dan hal-hal lain yang bersifat subjektif. Faktor Struktural, adalah stimulus fisik efek-efek saraf yang ditimbulkan pada system saraf individu. Misalnya lingkungan, budaya, dan norma sosial sangat berpengaruh terhadap seseorang dalam mempresepsikan sesuatu

2.

*
* Menurut Walgito (dalam Hamka, 2002) :
1) Tahap pertama, merupakan proses fisik, merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat indera manusia. 2) Tahap kedua, merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis, merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor (alat indera) melalui saraf-saraf sensoris. 3) Tahap ketiga, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologik, merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor. 4) Tahap ke empat, merupakan hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan dan perilaku.

*
*Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah
proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatankegiatan tertentu.
perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi- reaksi pencapaian tujuan.

*Soemanto (1987) mendefinisikan motivasi sebagai suatu


Motivasi merupakan proses psikologis yang timbul, dan diarahkan, baik yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

*
Menurut Sardiman (2001), dalam motivasi terdapat tiga unsur penting, yaitu :

1.

Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia, perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system neurophysiological yang ada pada organisme manusia.

2.
3.

Motivasi ditandai dengan munculnya rasa (feeling) atau afeksi seseorang. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan.

*
Menurut Makmun (2005) : 1. Motif primer atau motif dasar :

* Dorongan fisiologis yaitu bersumber pada kebutuhan organis * Dorongan psikologis, atau dorongan kejiwaan dalam diri
natural dan instinctif.

antara lain rasa lapar, haus, istirahat, an lainnya. Kebutuhan ini lebih bersifat untuk melangsungkan hidup seseorang. seseorang seperti rasa takut, kasih sayang, dan lainnya.

* Motif-motif dalam kategori primer pada umumnya terjadi secara


2. Motif sekunder, merupakan motif yang berkembang akibat adanya pengalaman, atu dipelajari. Contoh : motif berprestasi, motif-motif social sepeti ingin diterima, status, afiliasi, dan sebagainya. (source : skripsi-tesis-karyailmiah.blogspot.com).

* Menurut Chaplin motivasi dapat dibagi dua yaitu:


a) Physiological drive Physiological drive ialah dorongan-dorongan yang bersifat fisik, seperti lapar, haus, seks, dan sebagainya. b) Social motives Social motives ialah dorongan-dorongan yang berhubungan dengan orang lain, seperti estetis, dorongan ingin selalu berbuat baik, dan etis.

*
* Reaksi atau penilaian seseorang yang masih tertutup
terhadap suatu stimulus atau objek baik itu benda, artikel, berita.

* Sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang

yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek (Soekidjo Notoatmojo,1997).

*
1.
Classical conditioning adalah Bentuk dasar dari pembelajaran di mana satu stimulus, yang awalnya netral menjadi memiliki kapasitas untuk membangkitkan reaksi melalui rangsangan yang berulang kali dengan stimulus lain, Misalnya anak meniru sikap ibu yang berulang. Instrumental conditioning adalah pembelajaran di mana respon yang menimbulkan hasil positif atau mengurangi hasil negarif yang diperkuat.

2.

3.
4.

Pembelajaran melalui observasi, individu mempelajari tingkah laku atau pemikiran baru melalui observasi terhadap orang lain
Perbandingan Sosial adalah Proses di mana kita membandingkan diri kita dengan orang lain untuk menentukan apakah pandangan kita terhadap kenyataan sosial benar atau salah (Robert A Baron, 2003)

*
1. 2. 3. 4.
Sikap tidak dibawa sejak lahir, tetapi dipelajari berdasarkan pengalaman dan latihan sepanjang perkembangan individu dalam hubungan dengan objek Sikap dapat berubah-ubah dalam situasi yang memenuhi syarat untuk itusehingga dapat dipelajari. Sikap dapat berlangsung lama atau sementara. Sikap mengandung faktor perasaan dan motivasi sehingga membedakandengan pengetahuan.

*
* Baron dan Byrne, juga Myers (dalam Gerungan, 1996) 1. Komponen kognitif (komponen perseptual), yaitu komponen
yang berkaitan dengan pengetahuan

2. 3.

Komponen afektif (komponen emosional), yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. Komponen konatif (komponen perilaku, atau action component), yaitu komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak terhadap objek sikap.

1. Pengalaman Pribadi : melibatkan emosional. 2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting 3. Pengaruh Kebudayaan 4. Media Massa 5. Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama

6. Faktor Emosional

*
1.
2. 3.
Skala Thurstone (Method of Equel-Appearing Intervals) : melalui titik skala rating yang memiliki rentang 1-11. Sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sangat setuju. Likert (1932) membagi Skala Thurstone yang menjadi dua kelompok, yaitu yang favorable dan yang unfavorabe, skala yang terdiri dari 5 point ( Sangat seuju, Setuju, Ragu-ragu, Tidak setuju, Sangat Tidak Setuju). Osgoot, menggunakan skala ini atas tujuh titik dengan angka 0 sebagai titik tengahnya ke atas sampai + 3 dan ke bawah 3 untuk menilai sikap.