Anda di halaman 1dari 14

Kehamilan Tidak Diinginkan

Present by Kelompok I

Pengertian
KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) adalah suatu kondisi pasangan yang tidak menghendaki adanya kehamilan yang merupakan akibat dari suatu perilaku seksual baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

PRAMS (Pregnancy Risk Assesment Monitoring System) mendefinisikan KTD dalam dua kategori besar :
kehamilan yang diinginkan munculnya di waktu yang akan datang (Unwanted Pregnancy), jadi kehamilan yang tidak diinginkan adalah kehamilan yang tidak tepat waktunya atau tidak diinginkan kehadirannya oleh pasangan. Mistimed pregnancy, adalah kehamilan pada saat yang tidak tepat, dapat terjadi sepanjang waktu reproduksi tetapi paling sering pada remaja dan dewasa muda

Sebab Kehamilan Tidak Diinginkan


Penundaan dan peningkatan jarak usia nikah dan semakin dininya usia menstruasi pertama (menarche). Kondisi kesehatan ibu yang tidak mengizinkannya untuk hamil. Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan kehamilan. Adanya keadaan sosial yang tidak memungkinkan (missal: incest) Tidak menggunakan alat kontrasepsi selama melakukan hubungan seksual. Kegagalan alat kontrasepsi (kerusakan fisis, atau kesalahan teknis). Akibat pemerkosaan Dalam lingkungan yang tidak mengijinkan untuk terjadinya kehamilan (misal: sekolah, training)

Dampak Kehamilan Tidak Diinginkan Karena remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya.

ibu muda pada waktu hamil sering mengalami ketidakteraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan yang berakibat pada kematian. Penelitian juga memperlihatkan bahwa kehamilan usia muda (dibawah 20 tahun) seringkali berkaitan dengan munculnya kanker rahim karena belum sempurnanya perkembangan dinding rahim.

Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu yang mengalami KTD terhadap bayi yang akan dilahirkannya. Tekanan lingkungan bisa terjadi pada remaja Putus sekolah. Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut sebagai aborsi.

Peran Bidan dalam mencegah Kehamilan Tidak Diinginkan


Sebagai tenaga kesehatan yang berada di ujung tombak pelayanan, bidan memiliki peran penting dalam pencegahan KTD. Ruang lingkup pelayanan kebidanan yang lebih terfokus pada kesehatan reproduksi memungkinkan seorang bidan untuk memberikan informasi dan pendidikan kesehatan bagi remaja maupun pasangan usia subur tentang cara pencegahan KTD

Informasi yang dapat disampaikan kepada remaja dan pasangan usia subur antara sebagai berikut:
Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga seni dan keagamaan. Hindari perbuatan yang akan menimbulkan dorongan seksual, seperti meraba tubuh pasangan atau menonton video porno. Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat alat kontrasepsi. Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat kontrasepsi dan cara penanggulangannya. Untuk pasangan yang sudah menikah seyogyanya memakai cara KB untuk kegagalan yang rendah seperti sterilisasi, susuk KB, IUD dan suntikan.

Penanggulangan Kasus Kehamilan Pada Remaja


Sebagian remaja ingin mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan dengan cara-cara yang berbahaya bagi kesehatannya, misalnya : Meminum ramuan atau jamu Memijat peranakannya atau mencoba mengeluarkan janin Meminum obat-obatan medis yang diberikan oleh dokter atau bidan atau sepengetahuan mereka dari informasi yang didapatkan dari sumber yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain:


Bersikap bersahabat dengan remaja dan memberikan konseling pada remaja. Memberikan alternatif penyelesaian yaitu: diselesaikan dengan kekeluargaan, segera menikah, konseling kehamilan dan persalinan, pemeriksaan kehamilan sesuai standar, bila ada gangguan kejiwaan rujuk ke psikiater, bila ada resiko tinggi kehamilan rujuk ke SpOG.

Aborsi
Alasan dilakukannya aborsi antara lain: Keluarga tidak siap menerima kehamilan Masyarakat cenderung menyisihkan wanita yang hamil di luar nikah, baik secara sengaja ataupun kasus perkosaan. Aturan perusahaan yang tidak memperbolehkan karyawatinya hamil selama kontrak. Pergaulan bebas remaja yang masih sekolah dan membuahkan kehamilan.

Abortus buatan, jika ditinjau dari aspek hukum dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni :
Abortus buatan legal, yaitu pengguguran kandungan yang dilakukan menurut syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang karena alasan melakukannya adalah untuk menyelamatkan nyawa/menyembuhkan si ibu (abortus provocatus therapeuticus) Abortus buatan illegal, yaitu pengguguran kandungan yang tujuannya selain untuk menyelamatkan/menyembuhkan si ibu, dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten, tidak memenuhi syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang (abortus provocatus criminalis).