Anda di halaman 1dari 15

Teknik Konversi Energi

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat, baik berupa kemudahan, petunjuk dan rezeki-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Kerja Praktek di PT. PERTAMINA AREA

GHEOTHERMAL (PLTP) KAMOJANG Sesuai dengan kurikulum Politeknik Negeri Bandung, bagi setiap mahasiswa semester 4 diwajibkan untuk melaksanakan Kerja Praktik pada suatu perusahaan yang sesuai dengan program studinya. Untuk memenuhi kewajiban tersebut, maka kami menyusun proposal ini agar dapat melakukan kerja praktek di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Dalam penulisan proposal ini kami menyadari masih adanya kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diperlukan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata kami ucapkan terimakasih, besar harapan kami agar dapat melakukan kerja praktek di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Bandung, 17 Februari 2011

Penulis

Proposal Kerja Praktek

Teknik Konversi Energi

Error!

Bookmark

not

defined.

Proposal Kerja Praktek

ii

Teknik Konversi Energi

BAB I PENDAHULUAN
1. BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kerja praktik (KP) adalah salah satu program yang bertujuan untuk membuka

wawasan dunia kerja secara langsung, membangun pengalaman nyata berkarya di industri, dan membentuk kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat industri. KP ini wajib bagi mahasiswa Jurusan Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung, dan dilaksanakan pada rentang waktu antara semester IV dan V. Kemajuan teknologi bagi proses produksi telah berkembang melalui proses kontrol secara komputasi maupun digital, tetapi manusia tetap berperan sebagai pengontrol atau pengawas lapangan bagi kelancaran proses produksi tersebut. Oleh sebab itulah kebutuhan tenaga kerja bagi industri merupakan hal yang vital dalam proses produksi. Maka dari itu industri membutuhkan seorang tenaga kerja yang harus banyak ditunjang oleh berbagai hal, diantaranya : pengetahuan dasar, pengetahuan keahlian, kemampuan dasar nalar (analisis dan sintesis), manajemen industri, maupun kepemimpinan dilapangan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka lembaga pendidikan profesional yang berfungsi untuk melahirkan tenaga ahli dibidangnya harus benar-benar memberikan kurikulum yang menunjang kebutuhan industri yaitu menciptakan tenaga kerja yang mempunyai keahlian yang berkualitas dan profesional dibidangnya. Politeknik Negeri Bandung (semula Politeknik ITB), merupakan perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Pendidikan yang dimaksud bersifat profesional yang berorientasi pada kebutuhan industri. Politeknik Negeri Bandung didirikan untuk mendukung pengembangan industri baru dan memperbaiki mutu industri yang sudah ada. Jurusan Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung bertujuan menghasilkan tenaga ahli madya profesional dalam bidang keenergian. Sejauh ini pelaksanaan kerja praktik

Proposal Kerja Praktek

Teknik Konversi Energi

yang sudah dilakukan

memberikan andil yang besar bagi calon engineers muda untuk

menangani proses produksi dilapangan. Harapan kami, semoga kerja praktik ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak terkait yaitu bagi pihak industri maupun bagi pihak mahasiswa itu sendiri dalam mencetak tenaga profesional dibidangnya, khususnya Energy Engineering.

Proposal Kerja Praktek

Teknik Konversi Energi

BAB II DASAR PEMIKIRAN , LANDASAN HUKUM DAN LANDASAN ILMU PENGETAHUAN AKADEMIK
2. BAB II DASAR PEMIKIRAN , LANDASAN HUKUM DAN LANDASAN ILMU PENGETAHUAN AKADEMIK

2.1

Dasar Pemikiran Adapun dasar pemikiran yang menjadi pola dasar penyelenggaraan kegiatan ini

antara lain : 1. Sesuai dengan tujuan pendidikan di politeknik yaitu menyelenggarakan pendidikan terapan pada bidang khusus dan menciptakan lulusan profesional yang berorientasi kepada kebutuhan industri 2. Mahasiswa Jurusan Teknik Konversi Energi sebagai bagian dari keluarga besar Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), harus dapat mengembangkan wawasan industrinya untuk mencapai lulusan yang profesional dan siap pakai. Oleh karena itu diperlukan adanya kegiatan kerja praktik 3. Merupakan salah satu mata kuliah lokal (MKL) yaitu mata kuliah yang berorientasi kepada industri dan institusi setempat, dapat berbentuk teori terapan dan praktik di laboratorium atau di lapangan / kerja praktik 2.2 Dasar Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik Dasar Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik mengacu kepada : y Pasal 13 ayat 1-3 dan pasal 27 butir e Peraturan Pemerintah Indonesia No.60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. y SK Direktur Politeknik Negeri Bandung No.048.1/No.9.R/SK/KR/2001 tanggal 6 Pebruari 2001

2.3

Landasan Ilmu Pengetahuan Akademik

2.3.1 Sejarah Geothermal Energi panas bumi, adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung didalamnya. Energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di Italy sejak tahun 1913 dan di New Zealand sejak Proposal Kerja Praktek 3

Teknik Konversi Energi

tahun 1958. Pemanfaatan energi panas bumi untuk sektor non listrik (direct use) telah berlangsung di Iceland sekitar 70 tahun. Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak, khususnya pada tahun 1973 dan 1979, telah memacu negara negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk mengurangi ketergantungan mereka pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Saat ini energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di 24 Negara, termasuk Indonesia. Disamping itu fluida panas bumi juga dimanfaatkan untuk sektor non listrik di 72 negara, antara lain untuk pemanasan ruangan, pemanasan air, pemanasan rumah kaca, pengeringan hasil produk pertanian, pemanasan tanah, pengeringan kayu, kertas dll. 2.3.2 Sistem Hidrotermal Sistem panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistem hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225oC), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperatur sedang (150 225oC). Pada dasarnya sistem panas bumi jenis hidrothermal terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan secara konveksi. Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan, sedangkan perpindahan panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas. Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya apung (bouyancy). Air karena gaya gravitasi selalu mempunyai kecenderungan untuk bergerak kebawah, akan tetapi apabila air tersebut kontak dengan suatu sumber panas maka akan terjadi perpindahan panas sehingga temperatur air menjadi lebih tinggi dan air menjadi lebih ringan. Keadaan ini menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas dan air yang lebih dingin bergerak turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air atau arus konveksi. Adanya suatu sistem hidrothermal di bawah permukaan sering kali ditunjukkan oleh adanya manifestasi panas bumi di permukaan (geothermal surface manifestation), seperti mata air panas, kubangan lumpur panas (mud pools), geyser dan manifestasi panas bumi lainnya, dimana beberapa diantaranya, yaitu mata air panas, kolam air panas sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mandi, berendam, mencuci, masak dll. Manifestasi panas bumi di permukaan diperkirakan terjadi karena adanya perambatan panas dari bawah permukaan atau karena adanya rekahan-rekahan yang memungkinkan fluida panas bumi (uap dan air panas) mengalir ke permukaan.

Proposal Kerja Praktek

Teknik Konversi Energi

2.3.3 Jenis-jenis Fasa Panas Bumi A. Sistem Dominasi Uap (Vapour Dominated System) Berdasarkan pada jenis fluida produksi dan jenis kandungan fluida utamanya, sistem hidrotermal dibedakan menjadi dua, yaitu sistem satu fasa atau sistem dua fasa. Sistem dua fasa dapat merupakan sistem dominasi air atau sistem dominasi uap. Sistem dominasi uap merupakan sistem yang sangat jarang dijumpai dimana reservoir panas buminya mempunyai kandungan fasa uap yang lebih dominan dibandingkan dengan fasa airnya. Reservoir air panasnya umumnya terletak jauh di kedalaman di bawah reservoir dominasi uapnya. Dalam sistem dominasi uap diperkirakan uap mengisi rongga- rongga, saluran terbuka atau rekahan-rekahan, sedangkan air mengisi pori- pori batuan. Karena jumlah air yang terkandung di dalam pori-pori relatif sedikit, maka saturasi air mungkin sama atau hanya sedikit lebih. B. Sistem Dominasi Air (Water Dominated System) Merupakan sistem panas bumi dimana sumur-sumurnya menghasilkan fluida dua fasa berupa campuran uap air. Dalam sistem dominasi air diperkirakan air mengisi ronggarongga, saluran terbuka atau rekahan-rekahan. Pada sistem dominasi air, baik tekanan maupun temperatur tidak konstant terhadap kedalaman. Sistem dominasi air merupakan sistem panas bumi yang umum terdapat di dunia dimana reservoirnya mempunyai kandungan air yang sangat dominan walaupun boiling sering terjadi pada bagian atas reservoir membentuk lapisan penudung uap yang mempunyai temperatur dan tekanan tinggi. Dibandingkan dengan temperatur reservoir minyak, temperatur reservoir panas bumi relatif sangat tinggi, bisa mencapai 3500C. Berdasarkan pada besarnya temperatur, Hochstein (1990) membedakan sistem panas bumi menjadi tiga, yaitu: 1. Sistem panas bumi bertemperatur rendah, yaitu suatu sistem yang reservoirnya mengandung fluida dengan temperatur lebih kecil dari 1250C. 2. Sistem/reservoir bertemperatur sedang, yaitu suatu sistem yang reservoirnya mengandung fluida bertemperatur antara 1250C dan 2250C. 3. Sistem/reservoir bertemperatur tinggi, yaitu suatu sistem yang reservoirnya mengandung fluida bertemperatur diatas 2250C.

Proposal Kerja Praktek

Teknik Konversi Energi

Untuk sistem pengolahannya dikenal beberapa cara yaitu : 1. Dry Steam (uap kering) 2. Flash steam system 3. Binary cycle system (sistem Siklus Biner) Sistem panas bumi seringkali juga diklasifikasikan berdasarkan entalpi fluida yaitu sistem entalpi rendah, sedang dan tinggi. Kriteria yang digunakan sebagai dasar klasifikasi pada kenyataannya tidak berdasarkan pada harga entalphi, akan tetapi berdasarkan pada temperatur mengingat entalphi adalah fungsi dari temperatur. Pada Tabel dibawah ini ditunjukkan klasifikasi sistem panas bumi yang biasa digunakan. Tabel 2.1 Klasifikasi Sistem Panas Bumi

2.3.4 Potensi Panas Bumi Indonesia mempunyai banyak sekali potensi panas bumi dengan karakteristik enthalpy rendah-menengah yang bisa dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Skala Kecil. Keunggulan dari PLTP adalah merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan karena emisi gas buangnya (CO2, dll), sangat kecil. Dengan karakteristiknya sebagai energi non-transportable, sangat sesuai dan ekonomis untuk menggantikan fosil dalam rangka penghematan BBM dan pemanfaatan sebesarbesarnya sumber energi lokal. Pemanfaatan energi panas bumi untuk PLTP Skala Besar, dry steam (PLTP Kamojang, PLTP Darajat), dan flashed steam (PLTP Gunung Salak, Wayang Windu, Dieng, dan lain-lain). Sedangkan pemanfaatan energi panas bumi untuk skala kecil Binary Cycle di Indoensia belum ada, walaupun di negara lain seperti Amerika, Philipina, Selandia Baru, dan lain-lain telah banyak dilakukan. Oleh karena itu, BPPT telah mendisain dan membuat sendiri prototipe PLTP Binary Cycle skala 2 KW (dengan working fluid hydrocarbon) yang didalamnya termasuk komponen heat exchanger dan turbin hydrocarbon. Target kapasitas yang akan dikembangkan adalah 1 MW dengan Proposal Kerja Praktek 6

Teknik Konversi Energi

sistem modular. BPPT bersama-sama dengan beberapa industri dalam negeri seperti PT. Rakayasa Industri, PT. NTP, PT. Pindad, dan lain-lain, saat ini sedang mendisain PLTP 2 MW dengan teknologi back pressure turbine. Seluruh sistem dan komponen utama pembangkit akan dikembangkan oleh industri dalam negeri tersebut,. Indonesia terbukti memiliki potensi geothermal (panas bumi) yang cukup banyak. Kepala Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), R Sukhyar mengatakan, potensi panas bumi di Indonesia tiap tahun meningkat. Bahkan dalam sepuluh tahun terakhir ini, potensi panas bumi di Indonesia meningkat sebesar 100 megawatt (MW). Sepuluh tahun lalu, potensi panas bumi di Indonesia mencapai 27.000 MW. Sedangkan saat ini, potensi panas bumi di Indonesia menjadi 28.000 MW. Jadi potensinya besar sekali, potensi panas bumi di Indonesia lebih banyak ketimbang cadangan minyak bumi. Cadangan minyak bumi di Indonesia hanya sebesar 6 miliar barel. Padahal dengan jumlah panas bumi sebesar 28.000 MW tersebut setara dengan 12 barel minyak bumi. Sayangnya, dari jumlah 28.000 MW panas bumi yang tersedia, Indonesia hanya memanfaatkan sebesar 1.198 MW. Sementara itu untuk program percepatan pembangkit 10.000 mw tahap II, sebanyak 3.977 MW berasal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Sehingga total panas bumi yang akan dikembangkan hingga 2014 sebesar 5.175 MW. Program pemerintah ingin mengembangkan panas bumi menjadi sebesar 9.500 MW pada 2025. Beberapa wilayah panas bumi yang ditemukan cadangan panas bumi baru adalah Kebar, Manokwari, Papua Barat (25 MW),Tehoru, Maluku Tengah (75 MW), Banda Baru, Maluku Tengah (75 MW), Pohon Batu, Maluku Tengah (50 MW), Kelapa Dua, Maluku Barat (25 MW), Lili, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (75 MW), Mapili, Poweli Mandar, Sulawesi Barat (50 MW), dan Alu, Polewali Mandari, Sulawesi Barat (25 MW).

Proposal Kerja Praktek

Teknik Konversi Energi

BAB III TUJUAN


3. BAB III TUJUAN

Sesuai dengan tujuan pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Konversi Energi, Program Studi Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung yaitu untuk menghasilkan lulusan yang diharapkan mempunyai pemahaman tentang sistem di bidang keenergian, adapun tujuan dari kerja praktek, antara lain: 3.1 Tujuan Kerja Praktek Dengan mengikuti kegiatan kerja praktek di PT.Pertamina Area Geothermal Kamojang , penulis diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan berikut : 3.1.1 Tujuan Umum y Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan professional yang dibutuhkan dalam dunia kerja. y Sebagai sarana adaptasi bagi mahasiswa dengan dunia kerja sebelum terjun langsung ke dunia kerja sesungguhnya. 3.1.2 Tujuan Khusus y Menjadi lulusan yang memiliki keahlian professional yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha/dunia kerja. y y Mendekatkan kepentingan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pendidikan profesionalisasi. y Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses belajar. y Mengembangkan hubungan baik antara institusi pendidikan dengan PT. Pertamina Area Geothermal Kamojang (PLTP). y Mendapatkan umpan balik perkembangan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan penulis. Proposal Kerja Praktek 8 yang menuju

Teknik Konversi Energi

3.2

Manfaat Kerja Praktek

3.2.1 Bagi Perusahaan/Instansi y y Memberi kontribusi dalam pelaksaanaan kegiatan teknis dunia usaha atau instansi. Memberi peluang pada perusahaan/instansi dalam merekrut pegawai yang sesuai dengan tuntutan, secara efektif dan efisien. 3.2.2 Bagi Peserta Kerja Praktek y y y Dapat mengenal dunia kerja secara langsung. Membangun pengalaman nyata berkarya di Industri. Berlatih berkomunikasi dengan masyarakat Industri.

3.2.3 Bagi Institusi Pendidikan y y Sebagai salah satu alat evaluasi terhadap kurikulum yang berlaku. Sebagai masukan, guna pengembangan kurikulum yang sesuai atau sepadan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Proposal Kerja Praktek

Teknik Konversi Energi

BAB IV PELAKSANAAN
4. BAB IV PELAKSANAAN

4.1

Objek Kerja Praktek Objek kerja praktek yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa kali ini adalah PT.

PERTAMINA AREA GHEOTHERMAL (PLTP) KAMOJANG 4.2 Waktu Pelaksanaan Kerja praktek akan dilaksanakan dalam waktu 4 (empat) sampai 6 (enam) minggu, pada liburan antara semester IV dan V terhitung mulai tanggal 11 Juli 2011 sampai dengan 9 September 2011. 4.3 Anggota Kelompok Kelompok kami yang berencana Kerja Praktek di PT.Pertamina Area Gheothermal (PLTP) kamojang terdiri dari 4 orang mahasiswa, yaitu: 1. Aris Subarkah 2. Fina Agustina 3. Gian Fakhri Gumilar 4. Jajang Nurzaman Annazwa NIM. 091711006 NIM. 091711015 NIM. 091711016 NIM. 091711019

4.4

Aspek Kerja yang Diinginkan Sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Konversi Energi, aspek kerja yang

dinginkan meliputi : 1. Memahami proses produksi yang terjadi di industri beserta segala perangkat yang terlibat, baik perangkat keras maupun perangkat lunak (peralatan proses) pada power plant yang ada.

Proposal Kerja Praktek

10

Teknik Konversi Energi

2. Memahami sistem pengorganisasian, pengelolaan pabrik, segi ekonomi, dan peraturan kerja dalam pengoperasian sarana produksi.

Proposal Kerja Praktek

11

Teknik Konversi Energi

BAB V PENUTUP
5. BAB V PENUTUP

Demikian proposal kerja praktek ini kami buat sebagai pelengkap permohonan kerja praktek dengan harapan semoga proposal ini dapat diterima dan dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah kami buat, karena kami akan berusaha sebaik-baiknya sesuai dengan sumber daya yang ada. Kami mengharapkan diberikannya kesempatan kepada kami untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan dengan kerja praktek di perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin Kami mengharapkan bantuan dan dorongan serta peran serta dari berbagai pihak untuk terlaksananya kegiatan ini sesuai dengan yang diharapkan, karena kami juga menyadari tanpa peran serta dari semua pihak, kegiatan ini tidak akan berjalan lancar. Demikian proposal pengajuan kerja praktek ini, besar harapan kami untuk diijinkan melaksanakan kerja praktek di perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Dan selama kerja praktek mahasiswa akan tunduk / patuh terhadap peraturan-peraturan yang telah diterapkan di perusahaan. Atas segala perhatian dan kesempatan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, rahmat serta ridho-Nya kepada kita semua

Proposal Kerja Praktek

12

Teknik Konversi Energi

LEMBAR PENGESAHAN
Pemohon Kerja Praktek,

Aris Subarkah NIM. 091711006

Fina Agustina NIM. 091711015

Gian Fakhri Gumilar NIM. 091711016

Jajang Nurzaman Annazwa NIM. 091711019

Bandung, 17 Februari 2011 Mengetahui, Ketua Jurusan Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung Koordinator Kerja Praktek Politeknik Negeri Bandung

Aceng Daud, ST, MEng. NIP.195 80205198403 1003

Purwinda Iriani, MSi NIP.197 90907200912 2002

Proposal Kerja Praktek