Anda di halaman 1dari 27

Geriatric Psychiatry

Dr. ANDY SOEMARA Sp.KJ SENSUS USA LANSIA USIA 65 THN / > THN. 2000 : HAMPIR 35 JUTA, THN. 2030 : MENINGKAT 2X MENJADI 70 JUTA THN. 2050 : DIPERKIRAKAN MENJADI 82 JUTA . PADA POPULASI INI TERNYATA USIA 85 THN / > MERUPAKAN KELOMPOK USIA YANG PALING CEPAT PERTUMBUHANNYA MENUNGKAT 40 X THN 1900 DIDAPATKAN 100.000 , THN 2000 MENJADI 40 JUTA LANSIA DNG GANGGUAN MENTAL MENCAPAI 9 JUTA DI THN. 2000 DAN DI THN. 2030 DIPERKIRAKAN MENJADI 18 JUTA

GANGGUAN PSIKIATRIK PADA LANJUT USIA


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. PSYCHIATRIC PROBLEMS IN THE MEDICALLY ILL SLEEPS DISORDERS ANXIETY DISORDERS MOOD DISORDERS ALZHEIMERS DISEASE & OTHER DEMENTIAS DELIRIUM SCHIZOFRENIA & DELUSIONAL DISORDERS PERSONALITY DISORDERS DRUG & ALCOHOL ABUSE

1. PSYCHIATRIC PROBLEMS IN THE MEDICALLY ILL

YANG MEMBEDAKAN PASIEN2 TUA DENGAN PASIEN2 MUDA * OSTEOARTHRITIS TERJADI PADA 50% PASIEN2 TUA * HYPERTENSION TERJADI PADA 40% P2 TUA * HEART DISEASE TERJADI PADA 31% P2 TUA * HEARING LOSS TERJADI PADA 28% P2 TUA * URINARY INCONTINENCE TERJADI PADA 30% P2 TUA * ORTHOPEDIC IMPAIRMENT TERJADI PADA 18% P2 TUA * DIABETES MELLITUS TERJADI PADA 15% P2 TUA * SIGNIFICANT VISSION LOSS TERJADI PADA 13% P2 TUA PENYAKIT2 KRONIK DAN DISABILITAS DIATAS SANGAT BERPENGARUH PADA PELAYANAN KESEHATAN LANSIA DIMANA SEBAGIAN BESAR LANSIA MENDERITA SATU / > PENYAKIT MEDIK KRONIK, SEMUA INI TENTUNYA AKAN MENINGKATKAN KEBUTUHAN PELAYANAN PSIKIATRIK DARI PASIEN-PASIEN COMORBID MEDICAL AND MENTAL DISORDERS SERTA PASIEN-PASIEN DNG COMPLEX MENTAL, EMOTIONAL, AND BEHAVIORAL COMPLICATIONS OF MEDICAL ILLNESS

PSYCHIATRIC PROBLEMS IN THE MEDICALLY ILL LANJUTAN

ESTIMATES OF THE PREVALENCE OF PSYCHIATRIC PROBLEMS AMONG THE MEDICALLY ILL AND DISABLED ELDERLY IN PRIMARY CARE DITEMUKAN : - 30 % LANSIA MENDERITA PALING SEDIKIT SATU D/ Gg. PSIKIATRIK -10 % - 15 % LANSIA DENGAN SIDROME DEPRESI SPT DEPRESI BERAT, DYSTHYMIA, DEPRESI RINGAN - 5 % LANSIA DENGAN DEMENTIA - 2 % - 5% DENGAN ALKOHOL ABUSE, KETERGANTUNGAN ALKOHOL, ATAU DENGAN Gg.PSIKOTIK DEPRESSION IN MEDICALLY ILL PADA LANSIA SANGAT BERPENGARUH THD PENURUNAN KEMAMPUAN LANSIA DALAM MENGURUS DIRI SENDIRI SERTA KEPATUHAN MEREKA DALAM RANGKA TERAPI THD KONDISI PENYAKIT MEDIK KRONIKNYA SEHINGGA HASIL PENGOBATAN BURUK , YG TENTUNYA MENINGKATKAN BIAYA PELAYANAN KESEHATAN SERTA KEMATIAN

PSYCHIATRIC PROBLEMS IN THE MEDICALLY ILL LANJUTAN

PSYCHIATRIC DISORDERS DUE TO A GENERAL MEDICAL CONDITION (DSM-IV-TR) COGNITIVE DISORDERS : DELIRIUM, DEMENTIA, AMNESTIC DISORDER PSYCHOTIC DISORDERS : WITH HALLUCINATIONS, DELUSIONS MOOD DISORDERS : WITH MANIC, MAYOR DEPRESSIVE, OR MIXED EPISODE ANXIETY DISORDERS : WITH G.A.D, O.C.D, PANIC ATTACKS, SOCIAL PHOBIA / AGORAPHOBIC SYMPTOMS DISSOCIATIVE DISORDER CATATONIC DISORDER PERSONALITY CHANGE : LABILE, DISINHIBITED, AGGRESSIVE, APATHETIC, PARANOID, COMBINED / OTHER SEXUAL DYSFUNCTION SLEEP DISORDER

PSYCHIATRIC PROBLEMS IN THE MEDICALLY ILL LANJUTAN

DRUG-DRUG AND DRUG-DISEASE INTERACTION IN THE ELDERLY


DRUG
1. CIMETIDINE

INDICATION
GASTROESOPH.REFLUX

ADVERSE EFFECT
DELIRIUM, ELEVATED DRUGS LEVELS ( eg. TCAs, BENZODIAZEPIN, PARKINSONISM COGNITIF IMPAIRMENT, MENINGKATKAN TENSI DEPRESSION, MANIA, COGNITIVE IMPAIRMENT, PSYCHOSIS

NEURO LEPTICS,THEOPHYLLINE 2. METOCLOGASTROPARESIS PRAMIDE 3. NSAIDs ARTHRITIS 4. GLUCOCORTICOIDs 5. TCAs INFLAMMATION, COPD

DEPRESSION, ANXIETY, INSOMNIA & CHRONIC PAIN DEPRESSION, ANXIETY, O.C.D SYMPTOMS

6. SSRIs

POTENTIAL FOR DIVERS INTERACTIONS 7. NEUROLEPTICS DEMENTIA WITH PSYCHOSIS 8. MELATONIN (HIGH DOSE) 9. GINKGO BILOBA INSOMNIA MEMORY, ARTERIAL INSUFFICIENCY

CONFUSION, CONSTIPATION, TACHYCARDIA, CARDIAC CONDUCTION DEFECT, HYPOTENSION, ALTERED EFFECT OF ANTIHYPE RTENSIVE AGENTS APATHY, INSOMNIA, RESTLESSNESS, AGITATION, CETRAL BRADYCARDIA, GASTRO INTESTINAL DISTRESS AND DIARRHE DESTABILIZATION OF WARFARIN THERAPY MENINGKATKAN EXTRAPYRAMIDAL SYMPTOM, FALLS, ASPIRATION PNEUMONIA MENINGKATKAN COGNITIVE IMPAIRMENT DELIRIUM MENURUNKAN CLOTTING TIME, RESTLESSNESS

2. SLEEPS DISORDERS

SLEEP CHANGES IN NORMAL AGING LANSIA DIBANDING DENGAN MUDA USIA : - > BUTUH BANYAK WAKTU DITEMPAT TIDUR - > SEDIKIT WAKTU TIDURNYA - > MUDAH TERBANGUN DARI TIDURNYA O.K STIMULI AUDITORIK PERUBAHAN YG MENCOLOK PADA LANSIA : * ADANYA PENURUNAN PADA SLOW WAVE SLEEP ( TIDUR STAD.IV) * ADANYA PENINGKATAN NIGHTTIME WAKEFULLNESS * ADANYA PENINGKATAN FRAGMENTATION OF SLEEP AKIBAT PERIODE-PERIODE TERBANGUN DIMALAM HARI PERUBAHAN YG KURANG MENCOLOK PADA LANSIA DAPAT BERUPA : - ADANYA PENURUNAN DARI TIDUR REM - ADANYA PENGURANGAN TOTAL TIDUR MALAM HARI

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

SLEEP CHANGES IN NORMAL AGING PERUBAHAN POLA TIDUR AKIBAT PROSES AGING DAPAT MENGGANGGU RITME CIRCADIAN TIDUR-BANGUN PENINGKATAN NIGHTTIME WAKEFULLNESS PADA LANSIA MENGAKIBATKAN - BANYAK RASA LELAH DISIANGHARI, - BANYAK NAPPING DISIANG HARI, - > BESAR KETIDURAN DISIANG HARI PADA LANSIA JUGA ADA KECENDRUNGAN UTK TIDUR DAN BANGUN LEBIH AWAL DARI SEBELUMNYA, TOLERANSI KURANG THD PERUBAHAN JADWAL TIDUR MISALNYA PADA SHIFT KERJA DAN TRANSMERIDIAN FLIGHT ( JET LAG )

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

SLEEP HYGIENE GANGGUAN POLA TIDUR DAPAT DIAKIBATKAN OLEH TREATABLE FACTORS SEPERTI - POOR SLEEP HYGIENE - SPECIFIC SLEEP DISORDERS SEBAGAI DOKTER SEHARUSNYA MENGEVALUASI SELURUH KELUHANKELUHAN TIDUR PADA LANSIA DAN JANGAN BEGITU MUDAH MENGATAKAN BAHWA KELUHAN-KELUHAN NYA ITU DIAKIBATKAN OLEH PROSES PENUANNYA. POOR SLEEP HYGIENE MEREFLEKSIKAN HARAPAN-HARAPAN YANG INAPPROPRIATE TENTANG TIDUR / JADWAL TIDUR, LINGKUNGAN TEMPAT TIDUR, DIETARY HABITS, KURANG GERAK BADAN TERATUR, INAPPROPRIATE USE CAFEIN; ALKOHOL; MEDIKASI OBAT-OBAT YANG MENGURANGI TIDUR DAN LAIN-LAIN

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

MACAM-MACAM SLEEP DISORDERS PADA LANSIA : 1. SLEEP-RELATED BREATHING DISORDERS ( SLEEP APNEA ) 2. RESTLESS LEGS SYNDROME AND PERIODIC LEG MOVEMENT 3. PERSISTENT PSYCHOPHYSIOLOGICAL INSOMNIA 4. CIRCADIAN RHYTHM SLEEP DISORDER 5. SLEEP DISORDER RELATED TO ANOTHER MENTAL DISORDER - DEPRESSION AND ANXIETY DISORDERS - DEMENTING CONDITION AND DELIRIUM 6. SUNDOWNING 7. SUBSTANCE-INDUCED SLEEP DISORDERS 8. SEDATIVE-HYPNOTIC DRUGS AND OTHER SLEEP AIDS 9. SLEEP DISORDER DUE TO GENERAL MEDICAL CONDITION

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

1. SLEEP-RELATED BREATHING DISORDERS ( SLEEP APNEA ) KHAS SEKALI ADANYA EPISODE BERULANG DARI BERHENTINYA PERNAFASAN YANG DISERTAI HYPOXEMIA, MULTIPLE BRIEF AWAKENING FROM SLEEP, BANYAK MENGELUH TIDUR BERLEBIHAN DISIANG HARI, DAN FUNGSI SEHARI-HARI YANG TERGANGGU. EPISODE APNEA DAPAT EKSASERBASI OLEH PENGGUNAAN OBAT-OBAT DEPRESAN DAN ALKOHOL. STUDI EPIDEMIOLOGIK MENUNJUKAN BAHWA ADA KAITAN SLEEP APNEA DENGAN SNORING, HYPERTENSI DAN PENYAKIT CARDIOVASKULER. SINDROME SLEEP APNEA BERAT YANG TIDAK DIOBATI AKAN MEMPENGARUHI FUNGSI JANTUNG DAN MENINGKATKAN MORTALITAS

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

2. RESTLESS LEGS SYNDROME AND PERIODIC LEG MOVEMENTS LANSIA BISA MENGALAMI : * RESTLESS LEGS SYNDROME YAITU ADANYA A STRONG PRESLEEP URGE TO MOVE ONES LEGS REPEATEDLY YANG MENIMBULKAN SLEEP-ONSET INSOMNIA * PERIODIC LEG MOVEMENTS / NOCTURNAL MYOCLONUS YAITU ADANYA STEREOTYPICAL AND PERIODIC RAPID FLEXION OF THE LEG AND FOOT YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERBANGUN BERULANGKALI SEPANJANG MALAM GANGGUAN INI MENINGKAT DENGAN MENINGKATNYA USIA DAN BERHUBUNGAN CAUSA METABOLIK, VASKULAR DAN NEUROLOGIK DAN SERING DIDAPATI BERSAMAAN DENGAN SLEEP APNEA

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

3. PERSISTENT PSYCHOPHYSIOLOGICAL INSOMNIA DISEBUT JUGA LEARNED OR BEHAVIORAL INSOMNIA SEBAGAI AKIBAT ADANYA AROUSAL AND ANXIETY STATES THAT INTERFERE WITH SLEEP GANGGUAN INI DIDIAGNOSE BILA INSOMNIA MENETAP OLEH MALADAPTIVE LEARNING OR SLEEP-INCOMPATIBLE BEHAVIOURS DI TEMPAT TIDUR SEPERTI PROBLEM SOLVING BERLEBIHAN, KUATIR BERLEBIH, DAN HARAPAN NEGATIF TENTANG KURANG TIDUR DAN KELELAHAN KEESOKAN HARI. PADA LANSIA YANG TINGGAL SENDIRI, KETAKUTAN DAN FEELING OF VULNERABILITY YANG TIMBUL MALAM HARI AKAN MENYEBABKAN KESULITAN TIDUR

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

4. CIRCADIAN RHYTHM SLEEP DISORDER RITME-RITME REST-ACTIVITY DAN RITME-RITME CIRCADIAN LAIN CENDERUNG BERKURANG AMPLITUDONYA DENGAN MENINGKATNYA USIA SESEORANG. DATA-DATA MENUNJUKKAN BAHWA DANGKALNYA RITME-RITME CIRCADIAN BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN TIDUR MENINGKATNYA TEMPERATUR MALAM HARI DAN BERKURANGNYA AKTIVITAS PADA LANSIA AKAN MENIMBULKAN GANGGUAN TIDUR PADA LANSIA ADA KECENDRUNGAN LEBIH AWAL TERTIDUR DAN TERBANGUN LEBIH CEPAT DARI BIASANYA ( LARKS RATHER THAN OWLS )

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

5. SLEEP DISORDER RELATED TO ANOTHER MENTAL DISORDER - ----- ------ - DEPRESSION AND ANXIETY DISORDERS KELUHAN INSOMNIA PADA LANSIA MERUPAKAN TANDA DIAGNOSTIK DAN TERAPI YANG SESUAI BAGI KEADAAN DEPRESI DAN GANGGUAN CEMAS KELUHAN-KELUHAN SUBJECTIF TENTANG GANGGUAN TIDUR MERUPAKAN PREDIKTOR TIMBULNYA DEPRESI PADA SEBAGIAN BESAR KASUS LANSIA YANG NONDEPRESSED - DEMENTING CONDITION AND DELIRIUM TIDUR JUGA TERGANGGU PADA GANGGUAN DEMENSIA ADANYA EPISODES OF NOCTURNAL WANDERING AND DELIRIUM DAPAT TIMBUL PADA FUNGSI SEHARI-HARI YANG NORMAL TIDUR PADA PENDERITA ALZHEIMER DITANDAI OLEH ADANYA PENURUNAN SLOW WAVE DAN TIDUR REM DAN DAYTIME NAPPING

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

6. SUNDOWNING DIKENAL SEBAGAI KEADAAN WORSENING OF AGITATION AND COGNITIVE IMPAIRMENT PADA PASIEN-PASIEN DEMENSIA YG TIMBUL WAKTU SORE HARI DAN MALAM HARI. PREVALENSI NYA DIDAPATKAN PADA PASIEN-PASIEN DEMENSIA YANG DIRAWAT INAP SUNDOWNING BEHAVIOUR BERHUBUNGAN JUGA DENGAN NOCTURNAL SLEEP DISRUPTION 7. SUBSTANCE-INDUCED SLEEP DISORDERS LANSIA BIASANYA SUDAH BANYAK MENGGUNAKAN OBAT-OBAT YG DIRESEPKAN UNTUK PENYAKIT-PENYAKIT YG DIALAMINYA PENGGUNAAN JANGKA LAMA DARI OBAT-OBAT YG BEKERJA KEOTAK SPT ANTIANXIETAS, ANTIDEPRESAN, OBAT-OBAT TIDUR,DAN ALKOHOL DAPAT MENCETUSKAN DRUG-RELATED INSOMNIA

SLEEPS DISORDERS
LANJUTAN

8. SEDATIVE-HYPNOTIC DRUGS AND OTHER SLEEP AIDS MERUPAKAN INDIKASI UNTUK PENGGUNAAN JANGKA PENDEK PADA TRANSIENT INSOMNIA , PENGGUNAAN JANGKA PANJANG TIDAK DIANJURKAN O.K. SAAT DIHENTIKAN AKAN : - AKIBATKAN HABITUASI - KEHILANGAN EFEKTIFITASNYA - AKIBATKAN DRUG-DEPENDENCY INSOMNIA - AKIBATKAN REBOUND INSOMNIA AND NIGHTMARES PADA SLEEP APNEA , PEMBERIAN OBAT HYPNOTIC AKAN MENINGKATKAN FREKWENSI, LAMA DAN BERATNYA EPISODE APNEA NYA. EFEK SAMPING OBAT-OBAT HYPNOTIC PADA SIANG HARI TERMASUK GANGGUAN KOGNISI, FUNGSI PSIKOMOTOR MELAMBAT DAN INJURIES DUE TO FALLS PENGGUNAAN MELATONIN (HORMON ENDOGEN) PADA LANSIA TIDAK DIANJURKAN , PENGGUNAAN JANGKA LAMA DAPAT MENIMBULKAN DELIRIUM

SLEEPS DISORDERS LANJUTAN

9. SLEEP DISORDER DUE TO GENERAL MEDICAL CONDITION TIDUR SERING TERGANGGU PADA PASIEN-PASIEN DENGAN PENYAKIT MEDIS SEPERTI ARTHRITIS DAN SINDROM NYERI LAINNYA, PENYAKIT RESPIRASI DAN JANTUNG, SERTA PEYAKITPENYAKIT NEUROLOGIS. LANSIA LEBIH MUDAH TERKENA GANGGUAN JANTUNG PROGRESIF, RESPIRASI DAN GANGGUAN NEUROLOGIS YANG AKAN BERPENGARUH PADA PERNAFASAN SAAT TIDUR. GAGAL JANTUNG KONGESTIF YANG TIDAK KONTROL DNG BAIK AKAN BERAKIBAT ORTHOPNEA DAN SERING TERBANGUN DAN TIDUR TERGANGGU OLEH ADANYA NOCTURNAL DIURESIS PASIEN LANSIA DGN PENYAKIT PARU YG KRONIK OBSTRUKTIF MEMPUNYAI RESIKO TINGGI UTK TIMBULNYA SLEEP APNEA DAN MENGALAMI REM-RELATED ABNORMAL BREATHING

3. ANXIETY DISORDERS

SIMPTOM DAN SINDROME ANSIETAS SERING DITEMUKAN PADA LANSIA, SERING KOMORBID DENGAN KONDISI PSIKIATRIK LAIN MAUPUN KONDISI-KONDISI MEDIS LAIN , DAN SERINGNYA UNDERDIAGNOSED ATAU MISDIAGNOSED TIDAK ADANYA PERHATIAN YANG SERIUS PADA GANGGUAN ANSIETAS INI SEBAGAI AKIBAT DARI ERRONEOUS BELIEF BAHWA ANSIETAS ADALAH ALAMI / NATURAL MENYERTAI PROSES PENUAAN. PERLU DISADARI BAHWA ANSIETAS PADA LANSIA MEMPUNYAI KOMORDITAS YG JELAS DENGAN GANGGUAN PSIKIATRIK, PENYAKIT MEDIK DAN GANGGUAN KOGNISI DAN TENTUNYA PERLU PENATALAKSANAAN YG BAIK. GANGGUAN PHOBIA ADALAH YG PALING SERING DIJUMPAI PADA LANSIA DIIKUTI G.A.D (GENERALIZED ANXIETY DISORDER) , MESKI PREVALENSI LEBIH RENDAH DIBANDINGKAN USIA MUDA. ANXIETY AND DEPRESSION SERINGNYA TIMBUL BERSAMAAN, COMORBID ANXIETY SYMPTOMS LEBIH MENONJOL PADA LANSIA DGN GANGGUAN DEPRESI, DILAPORKAN BAHWA SEPERTIGA SP SETENGAHNYA LANSIA DGN DEPRESI BERAT JUGA MENUNJUKAN GEJALA-GEJALA ANSIETAS / GANGGUAN ANSIETAS

4. GERIATRIC MOOD DISORDERS

* GERIATRIC MOOD DISORDERS MEMPUNYAI KONSEKUESI PENTING BAIK MEDIK, SOSIAL MAUPUN FINANSIAL O.K PADA LANSIA AKAN MENYEBABKAN : - PENDERITAAN BAGI PASIEN DAN KELUARGANYA - EKSASERBASI PENYAKIT-PENYAKIT MEDIK-FISIKNYA - DISABILITAS BAGI PASIEN - MEMERLUKAN SISTIM SUPPORT BIAYA TINGGI * GERIATRIC DEPRESSION BIASANYA TAK DIKENALI, DOKTER-DOKTER DAN PASIEN-PASIEN SERING MENGANGGAP GEJALA-GEJALA DEPRESIF SEBAGAI PROSES PENUAAN SAJA. DAN LANSIA HANYA MENGELUHKAN GEJALA-GEJALA SOMATIK YANG DIRASAKAN DAN TIDAK MENGELUHKAN MOODNYA YANG MENURUN. DAN SERINGNYA GERIATRIC DEPRESSION INI TERJADI BERHUBUNGAN DGN PENYAKITPENYAKIT MEDIK ATAU NEUROLOGIK YANG GEJALA-GEJALANYA MIRIP DGN GEJALA-GEJALA DEPRESI. * DIAGNOSE DEPRESI JUGA SULIT DITEGAKKAN PADA PASIEN-PASIEN DENGAN DEMENTING DISORDERS

GERIATRIC MOOD DISORDERS


LANJUTAN

DEPRESSION IN MEDICALLY ILL PATIENTS GERIATRIC DEPRESSION SECARA TIPIKAL TERJADI DALAM KONTEK DGN MEDICAL DISORDERS. KADANG-KADANG KONDISIKONDISI MEDIK MERUPAKAN PREDISPOSISI UNTUK TIMBULNYA DEPRESI MISALNYA YANG TIMBUL SETELAH SUATU ONSET HIPOTIROID, SETELAH SUATU MYOCARDIAL INFARCTION. BAGAIMANAPUN, SECARA UMUM MAKIN BERAT PEYAKIT MEDIKNYA DAN MAKIN BERAT DISABILITASNYA MERUPAKAN FAKTOR RESIKO UNTUK TIMBULNYA DEPRESI. DEPRESI PADA PRIMARY CARE SETTINGS BIASANYA UNDERDIAGNOSED, DEPRESI PADA LANSIA LEBIH SERING UNDERDIAGNOSED DIKENALI DIBANDING DENGAN YOUNGER ADULTS, MESKI DEMIKIAN PADA PRIMARY CARE SERVICES TERNYATA : - 11 % MENDAPAT TERAPI ANTIDEPRESAN YG ADEKUAT - 34 % TIDAK MENDAPAT TERAPI ADEKUAT - 55 % TIDAK MENDAPAT TERAPI SAMASEKALI

GERIATRIC MOOD DISORDERS


LANJUTAN

DEPRESSION IN PATIENTS WITH DEMENTING DISORDERS PASIEN-PASIEN DEMENTED MENDERITA DEPRESI DENGAN RATE LEBIH TINGGI DIBANDING POPULASI UMUM. MANIFESTASI DEPRESI DGN BERBAGAI INTENSITAS TERJADI PADA 50 % PASIEN-PASIEN DEMENTED. LAPORAN TTG DEPRESI BERAT PD PENDERITA ALZHEIMER BERKISAR 0 Sp 87 %, LAPORAN LAIN ANTARA 17-31%. DEMENTED PATIENTS YG BEROBAT KE PUSAT TERAPI PSIKIATRIK DGN SINDROM DEMENSIA RINGAN DAN SEDANG, SERING MENGELUHKAN / MELAPORKAN DEPRESINYA. DEPRESI TERJADI PADA 25 % PASIEN-PASIEN C.V.D (CEREBRO VASCULAR DISEASE) DAN TERJADI PADA 50% PASIEN DGN PARKINSONS DISEASE

GERIATRIC MOOD DISORDERS


LANJUTAN

HAL-HAL YG MENYULITKAN DIANOSA DEPRESI PADA LANSIA - PD PASIEN-PASIEN ALZHEIMER STAD.DINI MEMPERLIHATKAN GEJALA : * KEHILANGAN MINAT * MENURUNNYA ENERGI * KESULITAN KONSENTRASI * AGITASI / RETARDASI - Pd FRONTAL LOBE SYNDROME TAMPAK APATHI HAL HAL DIATAS MEYERUPAI RETARDED DEPRESSON SHG SULIT MEMBEDAKANNYA IDENTIFIKASI DEPRESI PADA PASIEN-PASIEN DEMENTED, PASIENPASIEN PARKINSONS DISEASE DAN PASIEN-PASIEN DGN C.V.D MERUPAKAN HAL PENTING OLEH KARENA RESPON YG BAIK TERHADAP TERAPI ANTIDEPRESAN MAUPUN E.C.T

GERIATRIC MOOD DISORDERS


LANJUTAN

DEPRESSION WITH REVERSIBLE DEMENTIA BEBERAPA PASIEN LANSIA DENGAN DEPRESI MEMPERLIHATKAN SUATU SINDROM DEMENSIA YANG AKAN MENGHILANG SAAT DEPRESINYA SEMBUH. SINDROM DEMENSIA INI DISEBUT JUGA : - PSEUDODEMENTIA - DEMENTIA OF DEPRESSION - DEPRESSION WITH REVERSIBLE DEMENTIA PSYCHOTIC DEPRESSION TIMBUL PADA * 20% - 45% LANSIA DGN DEPRESI YG DIRAWAT INAP * 3,6% PADA LANSIA DGN DEPRESI DIMASYARAKAT GEJALA YG MENONJOL ADALAH WAHAM-WAHAM TTG GUILT, HYPOCHONDRIASIS, NIHILISM, PERSECUTION, JELOUSY. WAHAM-WAHAM DEPRESIF DAPAT DIBEDAKAN DENGAN WAHAMWAHAM PASIEN DEMENTED YG BIASANYA KURANG SISTIMATIS DAN KURANG CONGRUENT DGN GEJALA AFEKTIFNYA

GERIATRIC MOOD DISORDERS


LANJUTAN

LATE LIFE BIPOLAR DISORDER FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PERJALANAN Gg.BIPOLAR PADA LANSIA : - COGNITIVE IMPAIRMENT KERUSAKAN KOGNISI YG SIKNIFIKAN TERJADI PADA 40 % SAMPAI 60% PASIEN LANSIA DGN Gg.BIPOLAR. COGNITIVE IMPAIRMENT KEMUNGKINAN MERUPAKAN PERMULAAN DARI DEMENSIA DAN MERUPAKAN POOR OUTCOME PADA LANSIA DGN MANIA - CEREBROVASCULAR AND MEDICAL COMORDITY GERIATRIC MANIC DAN PASIEN-PASIEN BIPOLAR BERESIKO TINGGI UNTUK TERKENA STROKE, LANSIA DGN MANIK YANG DISERTAI C.V.D MORTALITASNYA TINGGI. - DISABILITY IN LATE-LIFE BIPOLAR DISORDER DISABILITAS INI AKAN MEMBAWA MEREKA UNTUK DIRAWAT / INSTITUTIONALIZATION YG BERHUBUNGAN MORTALITAS DAN KOMOBIDITAS - LIMITED SUPPORT PASIEN-PASIEN GERIATRIC BIPOLAR BIASANYA KURANG / TAK ADA DUKUNGAN SOSIAL DAN PENGARUHNYA PADA HASIL PENGOBATAN MASIH MEMERLUKAN PENELITIAN

GERIATRIC MOOD DISORDERS


LANJUTAN

DEPRESSION AND DISABILITY DEPRESI MERUPAKAN 10 PENYAKIT UTAMA YANG MENINGKATKAN DISABILITY-ADJUSTED LIFE YEARS ( DALYs). DALY ADALAH SUATU UKURAN TTG HILANGNYA KEHIDUPAN DLM TAHUN KARENA PREMATURE DEATH DAN TAHUN-TAHUN HIDUP DGN DISABILITAS. ONE DALY IS 1 LOST YEAR OF HEALTHY LIFE BEREAVEMENT / BERKABUNG MERUPAKAN GEJALA-GEJALA DEPRESIF / SINDROME DEPRESIF YG TIMBUL PADA SESEORANG YG KEHILANGAN PASANGANNYA. DALAM BULAN-BULAN PRETAMA KEHILANGAN , PADA LANSIA RESIKO TERJADINYA SINDROM INI LEBIH KECIL DIBANDING DGN USIA MUDA. TAPI PADA AKHIR THN KE 2 SETELAH KEHILANGAN TERNYATA LANSIA MAUPUN YOUNG ADULT RESIKONYA SAMA UNTUK TIMBULNYA DEPRESI BERAT. LANSIA YG BERKABUNG YG TIDAK MEMENUHI KRITERIA DEPRESI BERAT SERING MENUNJUKKAN GEJALA DEPRESIF YG SIKNIFIKAN YG MEMPENGARUHI FUNGSI, DISABILITAS DAN KWALITAS HIDUP YG BURUK

GERIATRIC MOOD DISORDERS


LANJUTAN

SUICIDE RISK BUNUH DIRI TERJADI 2 KALI LEBIH SERING PADA LANSIA DIBANDING DGN POPULASI UMUM. ANGKA BUNUH DIRI LANSIA KULIT PUTIH > 65 THN BESARNYA 5 X LEBIH TINNGI DIBANDING POPULASI UMUM. PROSES AGING MENGURANGI SUICIDE ATTEMPTS TAPI MENINGKATKAN LETHALITY KIRA-KIRA 60 % YG COMMIT SUICIDE ADALAH LAKI-LAKI 75 % YG ATTEMPT SUICIDE ADALAH WANITA KORBAN-KORBAN SUICIDE DGN GUNS ATAU HANGING 70 % SUICIDE ATTEMPTERS MELAKUKAN DRUGS OVERDOSE 20 % DGN CUT OR SLASH PADA LANSIA SUICIDE ATTEMPTS LEBIH MENENTUKAN DAN TERENCANA DENGAN BAIK DAN DIDAHULUI OLEH BEBERAPA PERINGATAN AKAN ADANYA MAKSUD BUNUH DIRI. DEPRESI MERUPAKAN DIAGNOSE PSIKIATRIK YG PALING SERING PADA KORBAN-KORBAN LANSIA DGN BUNUH DIRI