Anda di halaman 1dari 3

ATELEKTASIS Atelektasis adalah berkurangnya volume paru akibat tidak memadainya ekspansi rongga udara sehingga pengembangan paru

tidak sempurna/ paru tidak mengandung udara (kolaps). Penyebab yang paling sering adalah obsruksi saluran nafas, berkurangnya surfaktan pada cairan yang melapisi alveoli. Faktor resiko yang menggangu mekanisme pertahanan obstruksi kolaps :
-

Mucus yang berlebih Rokok Trauma Obat obatan Nyeri kekuatan ekspirasi menurun Edema paru Inhalasi udara kering / dehidrasi kekentalan mucus

Atelektasis berdasarkan penyebab :


a. Atelektasis bawaan

Karena jaringan paru atau diafragma / otot pernafasan yang belum matur. Biasa ditemukan pada otopsi bayi yang lahir mati.

b. Atelektasis didapat -

Penyebab Eksternal : Gangguan bentukdan gerakan dinding thorax (deformitas tlg rusuk, kelainan neuromuscular), gangguan gerakan diafragma (paralisis saraf frenikus/ tekanan dari rongga abdomen), gangguan langsung yang mempengaruhi pengembangan paru (pneumothorax, efusi pleura,dll).

Penyebab Internal : Sumbatan pada bronkus dan bronkiolus.

Atelektasis dibagi menjadi 4 kategori berdasarkan mekanisme yang mendasari atau distribusi kolaps alveolus :

a. Atelektasis resorpsi

Penyebab :
-

Obstruksi bronkus oleh sumbatan mukopurulen atau mucus (sering), pasca operasi Aspirasi benda asing, terutama pada anak Bekuan darah sewaktu pembedahan mulut atau anesthesia Tumor, KGB membesar dan aneurisma (jarang). Obstruksi saluran nafas distal udara yg sdh ada di alveolus diabsorbsi sedikit demi sdkt kedalam aliran darah alveolus kolaps.

b. Atelektasis kompresi (atelektasis pasif/ relaksasi)

Penyebab :
-

Pada efusi pleura, akibat gagal jantung kongestif. Kebocoran udara ke rongga pleura (pneumothorax) Penimbunan cairan/ darah/ udara dirongga pleura tekanan pada bagian paru mendorong udara keluar paru kolaps.

c. Mikroatelekstasis

Penyebab :
-

Pada distress pernafasan akut (ARDS) Hilangnya surfaktan kegagalan paru untuk mengembangkan secara menyeluruh kolaps.

d. Atelektasis kontraksi

Terjadi fibrosis local atau generalisata diparu atau pleura menghambat ekspansi dan meninggalkan recoil elastic sewaktu ekspirasi Kolaps. Mekanisme pertahanan paru untuk mencegah atelektasis :
a. Mucus, kerja silia dan Batuk

Mucus menangkap partikel asing, silia dibantu oleh batuk untuk memindahkan partikel partikel dan bakteri yang berbahaya kedalam faring posterior, tempat partikel tersebut dtelan dan dikeluarkan.
b. Ventilasi kolateral

Udara dapat lewat dari asinus paru satu keasinus paru lainnya tanpa melalui saluran nafas, melainkan melalui pori pori kecil yang disebut pori Kohn yang terletak diantara alveolus. Pori inilah yang akan memberikan jalan untuk ventilasi kolateral. Inspirasi dalam pori kohn terbuka udara masuk mendekati alveolus yang obstruksi tidak terjadi kolaps. Ekspirasi pori kohn menutup tekanan positif meningkat dalam alveolus yang mengami obstruksi membantu mengeluarkan sumbatan mucus.

c. Pembersihan faring

Gejala klinis
-

Daerah atelektasis luas : dispneu, takikardia, sianosis, perkusi redup, batas jantung dan mediastinum bergeser, letak diafragma meninggi.

Tatalaksana
-

Pemeriksaan bronkoskopi : penghisapan lendir, penggeluaran benda asing yang menyumbat Oksigen pada pasien sesak dan sianosis. Fisiolterapi (perubahan posisi, latihan pernafasan, pemberian mukolitik)

Prognosis Dapat hilang jika penyebab obstruksi dihilangkan, tergantung luas daerah atelektasis. Komplikasi Jika terjadi infeksi dapat menyebabkan abses paru/ bronkiektasis.