Anda di halaman 1dari 10

Terapi Radiasi sebagai Pengobatan Kanker dengan Pemanfaatan Sinar Gamma

Penulis : Ahmad Ridwan Fauzi Aryo Putra Purwanto Sendi Nugraha Pratama

S A Negeri 1 ian ur Jl. Pangeran Hidayatullah No. 62, ian ur

KATA PENGANTAR

Pu i dan syukur kehadirat Allah Yang makalah yang ber udul Sinar gamma dalam

aha Kuasa. Atas limpahan nikmat dan karunia-Nya ualah kami dapat menyusun akalah ini kami susun dengan maksud mengikuti lomba

engatasi Aktivitas Sel Kanker.

yang diselenggarakan oleh HI AFI ITB bernama PHOTONS (Physics National ompetition for Senior High School). Kami sadar bahwa makalah ini masih auh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mohon pembaca berkenan untuk memberikan saran dan kritik untuk memperbaiki makalah ini sehingga makalah ini dapat bermanfaat untuk masyarakat dan untuk menambah ilmu pengetahuan kami. Kami berharap, dengan adanya saran dan kritik dapat men adikan makalah ini lebih baik. Semoga makalah ini berguna bagi pembaca, khususnya bagi kami.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berkenan untuk memberikan saran dan kritik, khususnya kepada pembimbing yang telah membantu kami dalam penulisan makalah ini. Kami sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

ian ur , 10 Desember 2010

Tim Penyusun

Daftar Isi KATA PENGANTAR . 2 DAFTAR ISI 3 ABSTRAK . 4 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 5 1.2 Rumusan asalah ............................................................... 5

1.3 Tu uan ...................................................................... 5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Sinar gamma . 5 2.2 Pengertian Kanker 6 2.3 Penyebab Kanker .. 6 2.4 Proses Sinar gamma Sebagai Penghambat Sel Kanker ............................................. 7 2.5 Proses Terapi Radiasi 7 2.6 Tu uan Terapi Radiasi 8 2.7 Jenis- enis Radiasi pada Pengobatan Kanker 8 2.8 2.9 ekanisme Ker a Kemoterapi .. 9 ara encegah Efek Samping Terapi radiasi . 9

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ...... 10 REFERENSI ................................................................................... 10

ABSTRAK Penyakit kanker termasuk penyakit mematikan dan makin marak seiring dengan perkembangan zaman, seperti halnya penggunaan makanan dengan zat yang bersifat karsinogen. Banyak zat kimia yang ditambahkan dalam makanan dan minuman modern yang dapat menjadi pemicu kanker, misalnya zat pengawet, pewarna buatan, pemanis buatan dan perasa buatan. Sampai detik ini penyakit kanker masih menjadi ancaman bagi semua lapisan masyarakat di dunia, sementara obat spesifik untuk menghentikan perkembangan sel kanker belum juga ditemukan. Salah satu yang dapat membantu, yaitu terdapat tanggapan dalam ilmu fisika medis, diharapkan upaya pencegahan atas penyakit kanker yang terus diusahakan dengan terapi radiasi dan sitostatika semakin berkembang. Dengan terapi radiasi menggunakan sinar gamma, diharapkan mampu membantu menekan jumlah penderita penyakit kanker, karena sinar gamma merupakan spektrum gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi tinggi, dan dapat menembus tubuh seorang pengidap kanker sehingga aktivitas sel kanker dapat dihentikan, namun sinar gamma pada saat ini masih minim penggunaannya, sehingga penggunaan alternatif terapi radiasi sebagai salah satu cara pengobatan kanker masih belum dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 3. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, penyakit kanker adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya, telah tercatat bahwa sebagian penyakit kanker termasuk penyakit yang mematikan di dunia dan belum ditemukan obat yang efektif untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. 1.2 Rumusan Masalah 1. Belum ditemukan obat yang efektif dalam menghambat aktivitas sel kanker dalam tubuh pengidap kanker. BAB II PEMBAHASAN Sinar gamma adalah salah satu sinar tidak tampak yang membentuk sebuah energi dari radiasi elektromagnetik yang diproduksi oleh radioaktivitas atau proses nuklir atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron. Dan tercatat sebagai salah satu yang dapat ledakan terbesar. Sinar gamma membentuk spektrum elektromagnetik dengan energi tertinggi. ereka seringkali didefinisikan bermulai dari energi 10 keV/ 2,42 EHz/ 124 pm, meskipun radiasi elektromagnetik dari sekitar 10 keV sampai beberapa ratus keV uga dapat menun uk kepada sinar X keras. Penting untuk diingat bahwa tidak ada perbedaan fisikal antara sinar gamma dan sinar X dari energi yang sama. Keduanya termasuk radiasi elektromagnetik, seperti sinar matahari dan sinar bulan termasuk cahaya tampak. Namun sinar gamma dibedakan dengan sinar X berdasarkan asal mereka. untuk Sinar gamma adalah istilah radiasi elektromagnetik 2.1 Pengertian Sinar gamma 2. 1. enggunakan sinar gamma sebagai media alternatif untuk atasi kanker. Agar dapat terhindar dari efek samping penggunaan radioaktif. 3. Pemanfaatan radioaktifitas secara fungsional dalam penggunaan fisika medis. 1.3 Tujuan 2. araknya makanan yang telah terkontaminasi dengan zat yang bersifat karsinogen, sehingga dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Kurangnya pemanfaatan radioaktif dalam bidang medis.

dengan energi tinggi yang diproduksi oleh transisi energi karena Karena

percepatan

beberapa transisi Gambar 1. Frekuensi Sinar elektron memungkinkan untuk memiliki energi yang lebih tinggi Alfa, Beta dan Gamma dari beberapa transisi nuklir, ada penindihan antara apa yang kita sebut dengan sinar gamma berenergi rendah dan sinar-X berenergi tinggi. Sinar gamma merupakan sebuah bentuk radiasi ionisasi. Sinar gamma lebih tembus dibanding sinar alfa atau beta, tapi sinar gamma kurang mengionisasi.

elektron.

Nama Gelombang Sinar gamma Sinar-X Sinar UV Sinar Tampak Infra erah ikro

Pan ang Gelombang 10


-12 -10 -8

Frekuensi 10 Hz 10 Hz 10 Hz 10 Hz 10 Hz 10 Hz 10 Hz
6 11 14 15 16 18 20

m m

10

10 m 5x10 m 10 m 10 m
3 -2 -5 -7

Gelombang

Gelombang Radio 10 m Tabel 1. Spektrum Gelombang Elektromagnetik

intensitasnya sebesar 50% uga akan mengurangi setengah intensitasnya dengan konkrit 6 cm (2,4 inchi) atau debut paketan 9 cm (3,6 inchi). Bahan yang digunakan untuk pelindung sinar gamma harus diperhitungkan, karena energi sinar gamma dapat diserap lebih baik dengan menggunakan bahan dengan nomor atom tinggi dan kepadatan tinggi. Juga, semakin tinggi energi sinar gamma, makin tebal pelindung yang dibutuhkan. Bahan untuk menahan sinar gamma biasanya diilustrasikan dengan ketebalan yang dibutuhkan untuk mengurangi intensitas dari sinar gamma setengahnya, misalnya sinar gamma yang membutuhkan 1 cm (0,4 inchi) lead untuk mengurangi 2.2 Pengertian Kanker Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang aringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di aringan yang bersebelahan Kategori Kanker : 1. Karsinoma, yaitu kanker aringan epitel, termasuk selsel kulit, testis, ovarium, kelen ar penghasil mukus, sel penghasil melanin, payudara, serviks, colon, rektum, lambung, pankreas, dan esofagus. 2. Limfoma, yaitu kanker aringan limfa yang mencakup kapiler limfa, lakteal, limfa, berbagai kelen ar limfa dan pembuluh limfa, timus, dan sumsum tulang. Limfoma 2.3 Penyebab Kanker Sebagian besar bukti menginsyaratkan bahwa berbagai promoter, dan peran hereditas serta lingkungan pada pembentukan kanker. Dalam keadaan normal, replikasi DNA ter adi dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Hal ini ter adi karena adanya enzim-enzim pengoreksi (Profreading) yang meneliti untai DNA untuk mencari adanya kesalahan transkripsi. Namun kadangkadang ter adi kesalahan transkripsi dan tidak terdeteksi oleh enzim-enzim tersebut. Pada keadaan tersebut, sebenarnya akan ada protein regulator yang dapat memperbaiki kesalahan tersebut, namun apabila kembali lolos, kesalahan tersebut men adi mutasi permanen dan akan bertahan di semua sel keturunannya. 5. 4. (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang auh Sinar gamma memang kurang mengionisasi dibanding sinar alfa atau beta. Namun untuk mengurangi bahaya terhadap manusia, maka membutuhkan perlindungan yang lebih tebal. Sinar gamma menghasilkan kerusakan yang mirip dengan yang disebabkan oleh sinar-X, seperti terbakar, kanker, dan mutasi genetika.

(metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal men adi sel kanker. yang spesifik adalah penyakit Hodgkin dan Limfoma alignum. 3. Sarkoma, yaitu kanker aringan ikat, termasuk sel-sel yang ditemukan di otot dan tulang. Glioma, yaitu kanker sel-sel glial atau penun ang di susunan saraf pusat. Karsinoma in situ, yaitu sel epitel abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif.

pembentukan kanker adalah suatu proses bertingkat yang memerlukan waktu beberapa tahun untuk selesai. Salah satu teori yang memperhitungkan lamanya waktu laten adalah teori Inisiasi-Promosi pada angiogenesis. Teori Inisiasi-Promosi

menyatakan bahwa langkah pertama pada karsinogenesis adalah mutasi ireversibel DNA suatu sel selama transkripsi DNA (replikasi). Agar kanker dapat terbentuk dari ke adian awal ini, maka harus ter adi interaksi bertahun-tahun dengan sel-sel melalui berbagai zat promoter. Zat-zat promoter adalah zat yang merangsang reproduksi dan proliferasi sel. Teori Inisiasi-Promosi uga memperhitungkan banyaknya penyebab inisiasi, adanya

Walaupun sebagian kesalahan pada transkripsi DNA ter adi secara acak, bahan-bahan fisik, kimia dan mikroorganisme tertentu, diketahui dapat menyebabkan mutasi. Bahan-bahan tersebut antara lain adalah radiasi pengion, radiasi ultraviolet, rokok, hidrokarbon aromatik, zat-zat warna tertentu, nitrosamin, aflatoksin (terdapat pada kacang yang ber amur), dan asbestos. Virus-virus tertentu telah diketahui dapat menyebabkan mutasi DNA. Setiap bahan fisik, kimiawi, atau virus dapat menyebabkan kesalahan replikasi DNA atau merusak enzim-enzim pengoreksi. Sel yang telah terinisiasi adalah sel yang telah mengalami mutasi. Sel yang terinisiasi bukanlah sel kanker.

merangsang proliferasi sel yang telah terinisiasi dengan mengubah fungsi gen regulator, mengubah bagaimana suatu sel berespon terhadap berbagai stimulator kimiawi atau inhibitor pertumbuhan, atau mengubah bagaimana suatu sel berespons terhadap komunitasnya antar sel yang berkaitan dengan kepadatan. Efek suatu promotor pada sel yang telah bermutasi dapat reversibel apabila pa anan ke promotor dihentikan. ontoh bahan promotor antara lain hormon endogen misalnya estrogen, zat-zat tambahan tertentu untuk makanan (sakarin dan nitrat), obat, rokok, dan alkohol. Pada keadaan tertentu, sebagian bahan seperti tembakau dapat berfungsi sebagai inisiator dan promoter.

Harus melalui proses-proses promosi selama bertahun-tahun sebelum sel tersebut men adi sel kanker. Promotor mungkin 2.4 Proses Sinar Gamma sebagai Penghambat Sel Kanker Terapi radiasi, uga disebut Terapi radiasi, adalah cara pengobatan yang sangat efektif dan sangat menu u sasaran untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tertinggal setelah operasi. Radiasi ini dapat mengurangi resiko radiasi beker a untuk pengobatan, perama-tama kita harus mengetahui siklus hidup sel normal dalam tubuh. Siklus sel terdiri dari 5 phase, yang pertama adalah pemisahan sebuah sel didalam tubuh. Ketika sel berpisah atau membelah men adi 2 sel disebut mitosis.

kekambuhan. Radiasi adalah energi yang dibawa gelombang atau aliran partikel. Ini dapat merubah gen (DNA) dan beberapa molekul dari sel. Gen-gen ini mengontrol bagaimana sel dalam tubuh tumbuh dan membelah. Untuk mengetahui bagaimana 2.5 Proses Terapi Radiasi etode pengobatan dengan sinar dilakukan

sehingga akan mengalami kematian. Sedangkan kerugiannya, selain aringan kanker aringan normal yang sehat yang berada di lapangan radiasi uga akan memperoleh sinar. Sekalipun aringan normal mengalami cedera yang lebih ringan daripada aringan kankernya, seperti telah diuraikan sebelumnya, namun apabila aringan normal terlalu banyak yang terlibat maka dikhawatirkan akan ter adi efek samping radiasi yang terlalu berat. Karena itulah pemberian sinar luar ini harus dibatasi sampai dosis tertentu. Akan timbul kemungkinan bahwa aringan kanker mungkin memperoleh dosis yang tidak mematikan. Untuk mengatasinya diperlukan dosis kompensasi sedemikian rupa sehingga akan tercapai dosis yang mematikan sel kanker. Dosis tambahan ini hanya dapat diperoleh dari cara pemberian sinar dalam. Sesuai dengan istilahnya maka sinar dalam diberikan dengan cara langsung pada aringan kankernya,

dengan cara Gambar 2. Proses pengobatan terapi radiasi pemberian sinar luar (radiasi eksterna) dan sinar dalam (brakhiterapi) yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk memperoleh hasil yang optimal seringkali kedua metode diberikan secara kombinasi. Radiasi eksternal dapat diberikan pada hampir semua enis kanker tidak

tergantung pada stadium, baik awal maupun lan ut, seperti pada anak sebar sel kanker di tulang. ara pemberian sinar luar,

radiasi terletak pada suatu arak tertentu (80 cm sampai 100 cm) dari tubuh pasien sinar diarahkan pada lokasi aringan kanker, biasanya diikutsertakan pula kelen ar getah bening setempat yang mungkin sudah mengandung sel-sel kanker. Kelebihan cara ini adalah diharapkan semua sel kanker beserta penyebaran ke sekelilingnya akan memperoleh radiasi

bisa dengan menancapkan sumber radiasi (berupa

arum)

langsung ke aringan kanker seperti pada kanker lidah atau

prostat, atau dengan menempatkannya pada struktur anatomis seperti pada kanker rahim. Dengan cara demikian hanya aringan kanker sa a yang memperoleh dosis sinar, sedangkan aringan normal sekitarnya praktis tidak memperolehnya. Brakhiterapi atau sinar dalam ini hanya dapat diberikan pada enis kanker tertentu sa a, dan yang paling klasik adalah kanker leher rahim yang telah dimulai se ak ditemukan unsur Radium oleh adam

atau per alanan dari rumah ke tempat pengobatan yang melelahkan. Pengobatan sinar ini biasanya memakan waktu 5-6 minggu bahkan kadang lebih. Pemberian informasi mengenai penyakit serta metode pengobatan yang akan diterima disamping pemberian pengobatan yang bertu uan

menghilangkan keluhan, akan sangat membantu pasien. Disamping efek samping umum seperti di atas, ter adi uga efek samping lokal sesuai dengan tempat radiasi. Namun, meskipun berbagai metode pengobatan terkini

urie. Pada saat ini radium tidak digunakan lagi dan digantikan dengan Iridium. Efek samping yang dirasakan pada umumnya ter adi pada minggu-minggu pertama pengobatan berupa rasa lemah, menurunnya nafsu makan yang biasanya ter adi karena pasien tidak dapat menerima kenyataan bahwa dirinya menderita kanker, harus men alani terapi sinar yang dinilai menakutkan,

ditopang oleh peralatan modern, kegagalan masih selalu dapat ter adi. Faktor kegagalan yang sering ter adi adalah lambatnya pasien meminta pertolongan dokter sehingga penyakit telah mencapai stadium lan ut, disamping kepatuhan pasien terhadap program pengobatan.

2.6 Tujuan Terapi Radiasi

Terapi Radiasi dianggap sebagai pengobatan lokal karena hanya sel didalam dan disekitar kanker yang ditu u. Ini tidak begitu bermanfaat melawan kanker yang sudah menyebar. Karena Terapi Radiasi umumnya tidak dibuat untuk men angkau seluruh bagian tubuh. Radiasi berguna untuk beberapa tu uan, yaitu: a. enyembuhkan atau mengecilkan kanker pada stadium dini Beberapa kanker sangat sensitive pada radiasi. Radiasi digunakan untuk membuat kanker mengecil atau hilang sama sekali. Untuk kasus kanker lain, bisa digunakan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi (pre-operative terapi), atau setelah operasi yang tu uannya untuk men aga agar kanker tidak kambuh (ad uvant terapi). Bisa bersamaan dengan kemoterapi. b. encegah agar kanker tidak muncul di area lain uga, terapi ini digunakan

Apabila suatu enis kanker diketahui menyebar ke area tertentu, dokter sering beranggapan bahwa kemungkinan beberapa sel kanker telah menyebar kesana, meskipun imaging scan ( T atau RI) tidak menun ukkan adanya tumor. Pada area

itu kemungkinan akan dilakukan treatment untuk mencegah agar sel tersebut tidak berubah men adi tumor. Sebagai contoh, pasien dengan beberapa tipe kanker paru-paru, mungkin akan menerima prophylactic (preventive) radiasi di kepala sebab tipe kanker ini sering menyebar ke otak. c. engobati ge ala-ge ala pada kanker stadium lan ut Beberapa kanker mungkin telah menyebar auh dari perkiraan pengobatan. Tetapi ini bukan berarti kanker itu tidak bisa diobati agar pasien merasa lebih enakkan. Radiasi bisa untuk membebaskan dari rasa sakit, masalah pada pemasukkan makanan, bernafas atau pada usus besar, yang semua itu disebabkan oleh kanker yang sudah pada stadium lan ut. ara ini biasa dinamakan palliative radiation.

2.7 Jenis-jenis Radiasi pada Pengobatan Kanker

Radiasi yang digunakan untuk pengobatan kanker disebut Ionizing Radiation. Sebab ketika elektron-elektron keluar dari atom, dan menembus aringan, akan membentuk ion-ion didalam sel dari aringan (ion adalah atom yang telah

kehilangan elektron). Ini dapat membunuh sel atau merubah gen. Bentuk lain dari radiasi, diantaranya adalah gelombang radio, gelombang mikro atau gelombang cahaya yang disebut Non-Ionizing. Jenis ini tidak mempunyai energi yang besar dan tidak bisa mengionisasi sel.

memperoleh aliran listrik melalui tambahan atau ketika 2.8 Mekanime Kerja Kemoterapi Dr. Andhika Rachman Sp.PD, Staf Sub Bagian

yang diberikan dalam beberapa enis, dikenal dengan metode kemoterapi kombinasi. ungkin sa a setelah diberikan satu enis

Hematologi Onkologi FKUI/RS

edis Departemen Ilmu Penyakit Dalam

men elaskan bahwa pada dasarnya kemoterapi

obat, pada pemberian berikutnya, enis obat yang diberikan diganti. Hal itu disebabkan beberapa alasan. Salah satunya karena setelah dilakukan evaluasi ternyata obat pertama tidak memberikan hasil yang diharapkan. Sel kanker tidak mati dengan obat tersebut. Alasan lain

merupakan obat yang beker a dengan cara membunuh sel kanker, atau dikenal uga dengan obat sitotoksik. Obat ini spesifik hanya membunuh sel yang tumbuh dengan cepat seperti halnya sel kanker atau sel tubuh lain, misalnya rambut. Jadi memang salah satu efeknya bisa ter adi kebotakan. Saat ini sudah tersedia lebih dari 50 enis kemoterapi dan masing-masing memiliki peran berbeda tergantung enis kanker yang ada. Pemberian kemoterapi dapat bersifat tunggal dan ada

adalah kondisi pasien yang mengalami perburukan setelah diberikan kemoterapi sehingga perlu dicari obat yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh.

2.9 Cara Mencegah Efek Samping Terapi radiasi Berikut hal-hal sederhana yang perlu dilakukan untuk mencegah efek samping terapi radiasi: 1. Pastikan tubuh cukup istirahat Kalau mendapat radiasi eksternal, daerah yang diradiasi men adi lebih sensitif dan kadang-kadang terlihat kemerahan. Jangan menggunakan sabun, air, lotion, Setelah terapi radiasi, pasien akan merasa lebih lelah dibanding keadaan normal. Rasa lelah itu mungkin berlangsung sampai beberapa minggu setelah radiasi selesai. obalah untuk tidur dengan nyenyak pada 4. Hindari memakai pakaian yang ketat deodoran, obat-obatan, minyak wangi dan kosmetik pada daerah yang diradiasi, kecuali bedak bayi. 3. Rawatlah kulit di daerah radiasi

malam hari untuk mengurangi efek samping tersebut.

2.

akanlah makanan seimbang dan bergizi

Termasuk memakai korset atau ba u leher tegak yang ketat. Pakailah ba u longgar dari bahan katun yang lembut.

Tergantung dari bagian mana dari tubuh Anda yang diradiasi (misalnya bila diradiasi daerah perut atau pelvis), maka dokter akan mengan urkan diet tertentu. 5. Jangan menggosok, menggaruk atau menggunakan plester yang sangat lengket pada daerah radiasi

7. Kalau kulit daerah radiasi harus ditutup dengan kain kasa dan plester, pakailah mikropore atau plester untuk kulit sensitif. obalah untuk meletakkan plester diluar daerah radiasi dan angan melekatkan pada daerah yang sama.

Lindungi daerah radiasi dari sinar matahari

Kulit akan men adi ekstra sensitif terhadap sinar matahari setelah diradiasi. Kalau memungkinkan, pakailah pakaian yang tertutup. Pakailah payung bila berada di bawah terik matahari.

6.

Jangan meletakkan kompres panas atau dingin pada daerah radiasi 8. Katakan pada dokter obat-obatan yang diminum sebelum radiasi

Bila bagian yang diradiasi perlu dicuci, katakan terlebih dulu pada dokter. Gunakan air Na l steril atau air hangat-hangat kuku pada daerah yang diradiasi. Agar dokter Anda mengetahui Anda minum obat-obatan lain seperti vitamin, aspirin, obat-obatan, herbal dan lain-lain.

PENUTUP 3.1 Kesimpulan Sinar gamma merupakan salah satu media pengobatan kanker yang digunakan dalam terapi radiasi. Namun, terapi radiasi dengan menggunakan sinar gamma uga memiliki efek samping seperti halnya sinar-X yang telah disebutkan di atas. Tapi, pengaturan penggunaan sinar gamma dalam pengobatan kanker bisa diatur dengan menggunakan material tertentu.

REFERENSI Tim ancer Helps. Pengertian Tanggal Kanker. akses 5 egha. Mengenal Kemoterapi.

http://www.cancerhelps.com/kanker.htm. Januari 2011. Tim ancer Helps.

http://www.indonesiaindonesia.com/f/81999-mengenalkemoterapi. Tanggal akses 5 Januari 2011.

Jenis-jenis

kanker. Tanggal

Kanginan, Erlangga.

arthein. 2007. Fisika SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit

http://www.cancerhelps.com/ enis- enis-kanker.htm. akses 5 Januari 2011. Wahyuningsih, Radioterapi erry. 8 ara engatasi Efek

Samping Kanker.

66/8-cara-mencegah-efek-samping-radioterapikanker?881104755. Tanggal akses 5 Januari 2011.

http://us.health.detik.com/read/2010/09/21/163047/1444943/7