Anda di halaman 1dari 13

Laporan Sementara Laboratorium Operasi Teknik Kimia

EKSTRAKSI
DISUSUN OLEH : KELOMPOK A-2 FAJRIAH (0441310036) ULFAH ZAITUN N (0441310065) RIEKY SAGARA (0441310076)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM-BANDA ACEH 2007

BAB I DATA HASIL PENGAMATAN Tabel 1.1 Banyaknya NaOH yang terekstraksi dari campuran Ca(OH)2 dan Na2CO3 dengan waktu pengadukan 10 menit.
V (rpm) Tahap 1 2 Reaktor 1 1 2 1 2 3 1 2 3 4 2 3 4 3 4 1 1 2 1 2 3 1 2 3 4 2 3 4 3 4 Berat Endapan (gr) 42 45 30 36 27 29 40 28 26 29 30 29 23 20 21 43 39 27 35 24 22 36 26 21 20 25 23 25 22 18 Volume Ekstrak (ml) 490 485 475 480 470 460 475 465 460 450 440 440 400 400 410 490 480 470 480 465 460 490 485 450 440 460 450 430 450 445 Volume Titrasi (ml) 3,560 2,513 1,127 2,432 1,534 1,090 1.132 0,978 0,812 0,650 0,421 0,333 0,300 0,200 0,200 3,767 2,654 1,532 1,987 1,333 1,200 1,432 1,333 1,300 1,000 0,500 0,300 0,200 0,200 0,200 Densitas (gr/cm) 1,060 0,986 0,982 0,980 0,970 0,966 0,966 0,966 0,965 0,966 0,971 0,973 0,971 0,972 0,972 1,060 0,990 0,982 0,975 0,896 0,899 0,966 0,966 0,965 0,966 0,971 0,973 0,971 0,964 0,965

80

6 1 2

100

Tabel 1.2 Banyaknya NaOH yang terekstraksi dari campuran Ca(OH)2 dan Na2CO3 dengan waktu pengadukan 5 menit.

V (rpm)

Tahap 1 2

Reaktor 1 1 2 1 2 3 1 2 3 1 1 2 1 2 3 1 2 3

Berat Endapan (gr) 40 35 32 34 30 28 20 16 14 40 35 32 34 30 28 21 15 13

Volume Ekstrak (ml) 460 450 450 460 450 450 440 440 430 470 460 440 450 430 430 440 440 430

Volume Titrasi (ml) 2,314 1,300 1,121 2,435 1,112 0,872 0,721 0.576 0,200 2,512 2,130 1,000 0,500 0,300 0,200 0,200 0,200 0,200

Densitas (gr/cm) 1,060 0,980 0,982 0,975 0,899 0,899 0,966 0,966 0,965 1,060 0,980 0,982 0,975 0,896 0,899 0,966 0,973 0,970

80

4 1 2 100 3

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Hasil Pengolahan Data Tabel 2.1 Hasil pengolahan data ekstraksi NaOH dari campuran Ca(OH)2 dan Na2CO3 dengan pelarut air dengan pengadukan 10 menit. V Me Ws Wm Effisiensi Effisiensi Effisiensi Tahap Reaktor (rpm) (N) (gr) (gr) (%) tahap (%) total (%) 1 1 0,36 6,98 7,55 92,44 92,44 1 0,25 4,88 7,55 64,59 2 46,48 2 0,11 2,14 7,55 28,37 1 0,24 4,66 7,55 61,86 3 2 0,15 2,88 7,55 38,21 40,67 3 0,09 1,66 7,55 21,94 1 0,11 2,15 7,55 28,49 80 2 0,09 1,82 7,55 24,10 35,64 4 21,97 3 0,08 1,49 7,55 19,79 4 0,07 1,17 7,55 15,50 2 0,04 0,32 7,55 9,82 5 3 0,03 0,59 7,55 7,76 7,98 4 0,03 0,48 7,55 6,36 3 0,02 0,32 7,55 4,24 6 4,29 4 0,02 0,33 7,55 4,35 1 1 0,38 7,38 7,55 97,82 97,82 1 0,27 5,09 7,55 67,51 2 52,84 2 0,15 2,88 7,55 38,16 1 0,20 3,82 7,55 50,62 3 2 0,13 2,47 7,55 32,77 37,55 3 0,12 2,21 7,55 29,25 1 0,14 2,80 7,55 37,17 100 2 0,13 2,58 7,55 34,18 38,72 4 31,41 3 0,13 2,34 7,55 31,00 4 0,10 1,76 7,55 23,32 2 0,05 0,92 7,55 12,19 5 3 0,03 0,54 7,55 7,15 7,96 4 0,02 0,34 7,55 4,56 3 0,02 0,36 7,55 4,77 6 4,75 4 0,02 0,35 7,55 4,72 Tabel 2.2 Hasil pengolahan data ekstraksi NaOH dari campuran Ca(OH)2 dan Na2CO3 dengan pelarut air dengan pengadukan 5 menit.

V (rpm)

Tahap

Reaktor

Me (N)

Ws (gr)

Wm (gr)

Effisiensi (%)

Effisiensi tahap (%)

Effisiensi total (%)

1 2 80 3

4 1 2 100 3

1 1 2 1 2 3 1 2 3 1 1 2 1 2 3 1 2 3

0,23 0,13 0,10 0,05 0,03 0,02 0,02 0,02 0,02 0,25 0,21 0,11 0,24 0,11 0,09 0,07 0,13 0,10

4,44 2,34 1,76 0,90 0,52 0,34 0,35 0,35 0,34 4,70 3,92 2,12 4,49 1,99 1,57 1,27 1,02 0,34

7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55 7,55

59,32 31,00 23,32 11,92 6,84 4,56 4,66 4,66 4,56 62,27 51,92 26,71 59,48 26,48 20,75 16,79 13,52 4,56

59,32 27,16 7,77 31,22

4,63 62,27 39,32 35,57 37,19

11,62

2.2 Pembahasan

Ekstraksi padat-cair (leaching) merupakan suatu proses pemisahan suatu konstituen yang dapat melarut (solute) dari campurannya dengan padatan lain yang tidak dapat larut (inert) dengan menggunakan pelarut cair. Peristiwa pemisahan ini dapat terjadi karena adanya perpindahan massa dari padatan yang tidak larut ke larutan yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi antara pelarut dengan zat terlarut. Metode yang digunakan untuk leaching biasanya ditentukan oleh jumlah konstituen yang akan dilarutkan, distribusi konstituen di dalam solid, sifat solid dan ukuran partikel. Metode ekstraksi padat cair yang digunakan dalam percobaan ini ada dua yaitu metode searah dan metode berlawanan arah. Untuk metode searah menggunakan larutan dan padatan baru, dan pelarut lama dengan padatan lama. Untuk metode berlawanan arah digunakan larutan lama dan padatan lama. Dalam percobaan ini, NaOH akan diekstrak dari campurannya dengan CaCO3 dengan menggunakan pelarut air. NaOH memiliki kelarutan yang besar dalam air, sedangkan CaCO3 akan membentuk suspensi di dalam air. Penambahan pelarut ke dalam campuran reaksi dapat meningkatkan pengambilan NaOH dari padatan. Dalam percobaan ini NaOH dapat dihasilkan dari reaksi sebagai berikut: CaO + H2O Ca(OH)2 + Na2CO3 Atau dapat ditulis : CaO + Na 2CO 3 + H2O 2 NaOH + CaCO3 Ca(OH)2 2 NaOH + CaCO3

Campuran Na2CO3 dan Ca(OH)2 diaduk dengan magnetic stirer selama 5 dan 10 menit dengan variasi pengadukan 80 dan 100 rpm. Hal ini bertujuan untuk mempercepat terjadinya kontak antara padatan sehingga menyebabkan perpindahan massa zat yang terlarut (NaOH) dari permukaan padatan ke larutan merata. Selanjutnya larutan tersebut diendapkan selama 10 menit dengan tujuan untuk memudahkan pemisahan antara ekstrak dengan rafinatnya. Ekstrak tersebut diukur dan dititrasi sebanyak 10 ml dengan menggunakan HCl dan indikator Phenolptalein untuk mengetahui konsentrasi ekstraksi dari NaOH.

Pemisahan dengan cara pengendapan tidak efisien karena terdapat ketidakjelasan yang terdapat pada batas antara padatan dan cairan, sehingga pada saat pemisahan terdapat sebagian padatan yang terbawa oleh ekstrak dan juga sebaliknya, sebagian ekstrak juga ada yang tertinggal bersama endapan. 2.2.1 Hubungan Jumlah Tahap Pencucian Terhadap Konsentrasi NaOH Tahap pencucian mempengaruhi konsentrasi ekstrak yang terbentuk. Endapan yang diperoleh pada tahap awal dilakukan pencucian untuk memperoleh ekstrak (NaOH) yang murni. Semakin banyak tahap pencucian, kandungan NaOH yang terdapat pada endapan akan semakin kecil karena semakin banyak NaOH yang telah terekstrak sehingga konsentrasi NaOH yang dihasilkan juga semakin kecil. Untuk pengadukan pada 80 rpm dengan waktu 5 menit pada tahap 1 reaktor 1, konsentrasi yang terbentuk 0,23 M, sedangkan pada tahap 2 reaktor 1 sebesar 0,13 M dan pada reaktor 2 sebesar 0,10 M. Sedangkan pada waktu pengadukan 10 menit dengan rpm yang sama pada tahap 1 reaktor 1, konsentrasi NaOH yang terbentuk 0,36 Dan, sedangkan pada tahap 2 reaktor 1 konsentrasi yang terbentuk sebesar 0,25 M dan pada reaktor 2 sebesar 0,11 M. 2.2.2 Hubungan Kecepatan Putaran Pengaduk Terhadap Konsentrasi NaOH Semakin cepat putaran pengaduk maka konsentrasi NaOH yang terbentuk akan semakin besar. Dengan adanya pengadukan, maka aliran dalam reaktor akan menjadi turbulen, sehingga laju difusi akan bertambah dan perpindahan material (dalam hal ini NaOH) dari permukaan ke dalam larutan akan bertambah cepat pula, sehingga dapat mencegah terjadinya pengendapan zat yang akan diekstrak (NaOH). Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1 dan 2.2, pada pengadukan 80 rpm konsentrasi NaOH yang terbentuk 0,36 M sedangkan pada 100 rpm sebesar 0,38 M.

2.2.3 Hubungan Lamanya Waktu Pengadukan Terhadap Konsentrasi NaOH

Variasi waktu pengadukan sangat berpengaruh pada konsentrasi NaOH yang terbentuk. Pada waktu 5 menit konsentrasi NaOH pada tahap 1 reaktor 1 yaitu 0,23 M sedangkan pada 10 menit dengan tahap 1 reaktor 1 yaitu 0,36 M. Semakin lama waktu pengadukan, semakin banyak NaOH yang terekstrak ke dalam pelarut dan proses ekstraksi semakin sempurna. 2.2.4 Efisiensi Reaktor Konsentrasi NaOH akan mempengaruhi efisiensi reaktor, dimana semakin besarnya konsentrasi ekstrak (NaOH) maka efisiensi yang dihasilkan semakin besar. Untuk nilai efisiensi yang terjadi pada masing-masing tahap dapat dilihat pada Tabel 2.1 dan 2.2. Dari tabel tersebut dapat dilihat semakin besar konsentrasi NaOH yang terbentuk semakin besar efisiensi yang dihasilkan. Pada pengadukan 80 rpm dengan waktu 5 menit, efisiensi terkecil terdapat pada tahap 6 sebesar 4,63 % sedangkan efisiensi terbesar terdapat pada tahap 1 sebesar 59,32%. Hal ini disebabkan karena pada tahap 1 belum mengalami pencucian sehingga konsentrasi ekstrak masih stabil. Namun setelah beberapa tahap pencucian, konsentrasi ekstrak menjadi menurun. 2.2.5 Yield Yield adalah banyaknya kandungan NaOH yang terbentuk per kg reaktan yang dimasukkan ke reaksi tersebut. Dari hasil perhitungan berdasarkan hasil percobaan diperoleh persen yield sebesar 75,48 % NaOH dari 10 gram Na2CO3 (reaktan).

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa hal antara lain: 1. Ekstraksi padat-cair merupakan proses pemisahan dimana terjadi perpindahan massa (difusi) dari padatan ke larutan karena adanya perbedaan konsentrasi. 2. Semakin banyak proses pencucian, konsentrasi NaOH yang terbentuk semakin kecil. Pada tahap 1 reaktor 1, konsentrasi NaOH yang terbentuk adalah 0,38 N, sedangkan pada tahap 4 reaktor 1, konsentrasi NaOH yang terbentuk adalah 0,11 N. 3. Semakin cepat putaran pengaduk maka konsentrasi NaOH yang dihasilkan semakin besar. Pada pengadukan 80 rpm, konsentrasi NaOH yang diperoleh sebesar 0,21 N, sedangkan pada pengadukan 100 rpm diperoleh NaOH sebesar 0,13 N. 4. Semakin lama waktu pengadukan maka konsentrasi NaOH yang dihasilkan semakin besar. 5. Semakin besar konsentrasi NaOH yang terekstrak maka efisiensi reaktor semakin besar. Pada konsentrasi NaOH 0,38 efisiensi reaktor yang diperoleh sebesar 97,82 %, sedangkan pada konsentrasi NaOH 0,25 N, efisiensi reaktor sebesar 62,27 %.

DAFTAR PUSTAKA

Annonymous, 2007, Penuntun Praktikum Operasi Teknik Kimia II, Fakultas Teknik, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh. Annonymous, 2007, Pengaruh Temperatur Dan Jenis Pelarut Pada Ekstraksi Euge- nol Dari Minyak Daun Cengkeh, http://www.teknikkimiaums.com/, tanggal akses 14 April 2007. Geankoplis, CJ, (1983), Transport Processes and Unit Operation, 3nd Edition, Prentice-Hall, Inc, U.S.A. McCabe, W.L, and J.C. Smith, 1995, Unit Operation of Chemical Engineering, Singapore: McGraw Hill.

LAMPIRAN I CONTOH PERHITUNGAN Untuk perhitungan ini diambil sebagai contoh dari data pengamatan tahap 3 reaktor 1 pada pengadukan 80 rpm selama 10 menit. 1. Menentukan densitas ekstraksi ( ekstrak ) Berat pikno kosong Volume piknometer Berat pikno + ekstrak = 28 gram = 50 ml = 77 gram (Berat pikno + ekstrak) (Berat pikno kosong) Volume piknometer 77 gram 28 gram 50 ml

ekstrak

= =

= 0,980 gram/cm3 2. Menentukan konsentrasi NaOH dalam larutan ekstrak (Me) Volume titrasi (V1) Konsentrasi HCl (M1) Volume sampel (V2) Maka : Me = = M 1 V1 V2 1 N 2,432 ml 10 = 2,432 ml =1N = 10 ml

= 0,2432 N 3. Menentukan berat NaOH dalam larutan ekstrak (Ws) Mr NaOH = 40 gr/mol Volume ekstrak = 480 ml

Maka : Ws = Ws =

Me BM(NaOH) V ekstrak 1000 0,2432 N 40 gram/mol 480 ml 1000

= 4,6694 gram 4. Menentukan Efisiensi produk Reaksinya : (1) (2) Perbandingan mol : CaO + H2O Ca(OH)2 + Na2CO3 1 1 = 10 gram Ca(OH)2 2 NaOH + CaCO3 2 1

Berat Na2CO3 mula-mula BM Na2CO3 Mol Na2CO3

= 106 gram/mol = Berat Na 2 CO 3 10 gram = = 0,0943 mol BM Na 2 CO 3 106 gram/mol

Berat CaO mula-mula = 8 gram BM CaO Mol CaO = 56 gram/mol = Berat CaO 8 gram = = 0.1429 mol BM CaO 56 gram/mol

Karena mol Na2CO3 < mol CaO, maka yang menjadi reaktan pembatas adalah Na2CO3, sehingga: Mol NaOH = 2 x mol Na2CO3 = 2 x 0,0943 mol 1

= 0,1887 mol Jadi, berat NaOH yang terbentuk dalam reaktor: Wm = mol NaOH x Mr NaOH = 0,1887 mol x 40 gram/mol = 7,548 gram

Efisiensi NaOH dalam reaktor satu:

R1 = Ws x 100% Wm
= 4,6694 gram 100 % 7,548 gram

= 61,86 % Dengan cara yang sama diperoleh: R2 = 38,21 % R3 = 21,94 % Sehingga, efisiensi tahap 3 yaitu:

Rtahap 3 = 61,86 % + 38,21 % + 21,94 % 3


= 40,67 % Dengan cara yang sama diperoleh Rtahap 1 = 92,44 % Rtahap 2 = 46,48 %

Rtahap 4 = 21,97 % Rtahap 5 = 7,98 % Rtahap 6 = 4,29 %


Sehingga efisiensi total:

Rtotal = 92,44 % + 46,48 % + 40,67 % + 21,97 % + 7,98 % + 4,29 % 6


= 35,64 % 5. Menghitung % yield Yield dinyatakan sebagai kg NaOH yang terbentuk (Wm) per kg Na 2CO3 yang dimasukkan ke reaksi tersebut. % yield = (7,548 gram / 1000 ) x 100 % (10 gram / 1000 )

= 75,48 % NaOH dari Na2CO3