Anda di halaman 1dari 20

Pembuatan Bioetanol dari Kulit Singkong

Oleh Devina Kartika Sari Hermawan Dwi Afandi

Latar Belakang
Masalah keterbatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dunia terjadi karena bahan baku yang berasal dari fosil sudah mulai habis. Semakin berkurangnya sumber bahan bakar minyak di Indonesia sedangkan laju penggunaannya semakin meningkat mengakibatkan pemerintah harus memangkas subsidi BBM. Selain pemangkasan subsidi BBM, pemerintah juga melakukan langkah-langkah penghematan energi dan mencari sumber-sumber energi baru untuk menggantikan minyak bumi. Karena itu pemerintah mengeluarkan Perpres No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, dimana pemanfaatan BBN (biofuel) ditargetkan 2% pada tahun 2010 dan 5% pada 2025. Untuk mengurangi konsumsi BBM jenis bensin, dapat dilakukan dengan menambahkan 10% bioetanol atau sering disebut E-10. Bioetanol dapat dengan mudah diproduksi dari bahan bergula, berpati dan berserat. Salah satu bahan berpati yang berpotensi untuk pembuatan etanol yaitu singkong, mengingat singkong dapat tumbuh di lahan kritis, mudah ditanam dan masyarakat telah mengenal dengan baik tanaman singkong ini.

Rumusan Masalah
Persediaan minyak bumi di dunia makin lama makin menipis dan harganya makin melonjak. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan sumber energi makin meningkat, terutama dari minyak bumi. Untuk itu, sumber energi selain minyak bumi sangat diperlukan. Di antara sederetan nama sumber energi alternatif, nama bioetanol kian mencuat di kalangan masyarakat.

Tujuan
 Memanfaatkan limbah sebagai bahan energi alternatif  Mengurangi pencemaran dan efek negatif yang disebabkan oleh limbah,khususnya limbah organik  Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil  Menciptakan energi alternatif yang ramah lingkungan

Manfaat
 Penggunaan kulit singkong sebagai subtitusi bahan bakar fosil  Mengurangi penggunaan minyak bumi yang ketersediaanya menipis dari waktu ke waktu

Kajian Pustaka Tanaman Singkong


Kerajaan Divisi Kelas Ordo Famili Upafamili Bangsa Genus Spesies Nama binomial : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Malpighiales : Euphorbiaceae : Crotonoideae : Manihoteae : Manihot : M. esculenta : Manihot esculenta Crantz

Uraian Singkat Tanaman Singkong


Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia. Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Kandungan Gizi
Kalori 146 kal Air 62,50 gram Fosfor 40,00 gram Karbohidrat 34,00 gram Kalsium 33,00 miligram Vitamin C 0,00 miligram Protein 1,20 gram Besi 0,70 miligram Lemak 0,30 gram Vitamin B1 0,01 miligram

Jamur Ragi Saccharomyces cerevisiae


Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Fungi : Ascomycota : Hemiascomycetes : Saccharomycetales : Saccharomycetaceae : Saccharomyces : Saccharomyces cerevisiae Hansen

Uraian Singkat tentang Jamur Ragi


Jamur Saccharomyces cerevisiae, atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama jamur ragi, telah memiliki sejarah yang luar biasa di industri fermentasi. Karena kemampuannya dalam menghasilkan alkohol inilah, S. cerevisiae disebut sebagai mikroorganisme aman (Generally Regarded as Safe) yang paling komersial saat ini. Dengan menghasilkan berbagai minuman beralkohol, mikroorganisme tertua yang dikembangbiakkan oleh manusia ini memungkinkan terjadinya proses bioteknologi yang pertama di dunia. Seiring dengan berkembangnya genetika molekuler, S. cerevisiae juga digunakan untuk menciptakan revolusi terbaru manusia di bidang rekayasa genetika. S. cerevisiae yang sering mendapat julukan sebagai super jamur telah menjadi mikroorganisme frontier di berbagai bioteknologi modern.

Kajian Pustaka tentang Bioetanol


Bioetanol adalah etanol yang dibuat dari biomass yang mengandung komponen pati atau selulosa, seperti singkong dan tetes tebu. Dalam dunia industri, etanol umumnya dipergunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol, campuran untuk minuman keras (seperti sake atau gin), serta bahan baku farmasi dan kosmetika. Berdasarkan kadar alkoholnya, etanol terbagi menjadi tiga grade sebagai berikut: Grade industri dengan kadar alkohol 90-94% Netral dengan kadar alkohol 96-99,5%, umumnya digunakan untuk minuman keras atau bahan baku obat dalam industri farmasi Grade bahan bakar dengan kadar alkohol diatas 99,5%

SifatSifat-sifat Etanol
Sejenis cairan yang mudah menguap Mudah terbakar Tak berwarna

Fermentasi
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Reaksi dalam Fermentasi


 Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)

 Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)

Metode Penelitian
Variabel Penelitian
Variable terikat: Kulit singkong Ragi tape (Saccharomyses Ceresivisiae) Variable bebas: Gula pasir Air jeruk nipis Air Penggilingan menjadi tepung

Alat dan Bahan


yang diperlukan Alat pembuatan bioetanol yaitu:  Labu destilasi  Penangas air  Bunsen  Kaki tiga  Kasa asbes  Adaptor  Erlenmeyer  Selang  Keran untuk Bahan yang diperlukan pembuatan bioetanol yaitu:  Kulit singkong  Ragi tape  Air perasan jeruk nipis  Gula  Air untuk

Prosedur
1. 2. 3. 4. 5. 6. Rendam kulit singkong selama 2 jam. Sikat hingga didapat kulit singkong yang bersih dan berwarna putih. Rendam dengan air perasan jeruk nipis selama 1 menit. Jemur selama 3 hari dibawah terik matahari. Kukus kulit singkong selama 45 menit. Kulit singkong singkong yang telah dikukus sebanyak 100 gr dimasukkan ke dalam botol bekas 500ml. 7. Tambahkan 3 gram ragi tape. 8. Tambahkan gula pasir sebanyak 10 gram. 9. Tambahkan air sebanyak 400 ml. 10. Fermentasikan selama 4 hari di tempat yang lembab. 11. Hasil fermentasi didestilasi pada suhu 78 derajat celsius.

Hasil Penelitian dan Pembahasan


 Kadar etanol yang dihasilkan dari kulit singkong,dimana kulit singkong yang digunakan diolah menjadi tepung terlebih dahulu: Densitas yang dihasilkan: 0,98124 Suhu:30 Kadar Etanol: 8% Kadar Etanol yang dihasilkan dari kulit Singkong tanpa proses penggilingan: Densitas: 0,990798 Suhu: 30 Kadar: 3%

Etanol yang dihaisilkan dapat digunakan untuk bahan campuran pada produksi bahan-bahan berikut ini:  Sabun Anticeptik  Shampoo dan Detergen  Obat Kumur  Minyak Wangi dan Deodoran  Obat Pembersih Lantai

Keimpulan dan Saran


Kesimpulan

Bioetanol yang dihasilkan dapat digunakan sebagai campuran berbagai macam produk, khususnya biopremium atau bahan bakar nabati. Karena tujuan utama dari pembuatan bioetanol yaitu mengurangi dampak limbah organik dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Saran

Pada pembuatan bioetanol, disarankan menggunakan limbah organic yang memiliki kandungan yang sama dengan kulit singkong. Misalnya: tongkol jagung dan kulit pisang. Dan penambahan nutrient lain yang mengandung unsure-unsur makro yang dapat menstimulasi pertumbuhan khamir Saccharomyses Ceresculsiae.