Anda di halaman 1dari 14

Sejarah Mie

Nadia Fadila (27) X-3

SMAN 68 Jakarta

Sejarah Mie
Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok. Sesuai catatan sejarah, mie pertama kali dibuat di daratan China sekitar 2000 tahun yang lalu pada masa pemerintahan Dinasti Han. Dari China, mie berkembang dan menyebar ke Jepang, Korea, Taiwan dan negaranegara di Asia Tenggara bahkan meluas sampai kebenua Eropa. Di benua Eropa, mie mulai dikenal setelah Marco Polo berkunjung ke China dan membawa oleh-oleh mie. Namun, pada perkembangannya di Eropa mie berubah menjadi pasta seperti yang kita kenal saat ini. Sesungguhnya seni menggiling gandum telah lebih dahulu berkembang di Timur Tengah, seperti di Mesir dan Persia. Logikanya, mie juga mula-mula berkembang di sana dan diajarkan sebagai sebagai lembaran-lembaran tipis menyerupai mie. Pada awalnya mie diproduksi secara manual, baru pada tahuan 700-an sejarah mencatat terciptanya mesin pembuat mie berukuran kecil dengan menggunakan alat mekanik. Evolusi pembuatan mie berkembang secara besar-besaran setelah T Masaki pada tahun 1854 berhasil membuat mesin pembuat mie mekanik yang dapat memproduksi mie secara massal. Sejak saat itu, mie mengalami banyak perkembangan, seperti di China mulai diproduksi mie instant yang dikenal dengan nama Chicken Ramen dan di Jepang muncul Saparo Ramen (1962). Sejarah Mie Instan Barangkali, kita pantas berterima kasih kepada Mamofuku Ando, pria kewarganegaraan Jepang kelahiran Taiwan tahun 1911. Berkat kerja keras dan jerih payahnyalah maka kita sekarang ini bisa menikmati kelezatan mie instan. Makanan cepat saji dengan banyak sekali penggemar, yang masuk ke wilayah Indonesia pertama kali pada pertengahan tahun 1960-an. Dahulu, semenjak ditinggal oleh orangtuanya, Ando kecil yang berumur (3) tiga tahun terpaksa harus membantu neneknya untuk mengurus rumah. Balita ingusan itu pun terpaksa harus mengurus dan menjaga toko milik neneknya. Belum lagi ditambah dengan tanggung jawab mengurus cucian pakaian dan memasak untuk seluruh keluarga. Hasilnya sangat positif. Ando kecil, menjadi terampil dan pandai memasak , akan tetapi ada konsekwensi yang harus diambil yaitu sekolahnya menjadi terlantar. Nilai pelajaran Ando banyak yang merah. Bahkan Ando pernah terancam tidak naik kelas. Menjadi pedagang yang sukses adalah angan-angannya sejak masa sekolah

dulu. Harta peninggalan orangtuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka-Jepang. Usahanya dapat terbilang maju, meskipun pada masa itu pakaian rajutan hanya digunakan pada musim-musim tertentu seperti di musim dingin. Dari usahanya ini, Ando bisa kembali menyelesaikan pendidikan ke bangku sekolah menengah yang sempat terbengkalai. Suksesnya dalam berdagang, membuatnya melebarkan sayap bisnis. Mulai dari pakaian, bahan tekstil, senjata, onderdil, hingga mesin-mesin berat. Suatu kali, nasib buruk menimpa Ando. Ia dituduh melakukan korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil bahan baku pesawat terbang. Ia lantas dijebloskan ke sel tahanan. Setelah dua tahun masa tahanannya, ia pun dibebaskan. Pada tahun 1956, di usianya yang ke-45, harta satu-satunya yang ia miliki adalah rumah. Kala itu, Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke seluruh wilayah Jepang yang sedang mengalami kesulitan pangan. Harga terigu menjadi sangat murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan seluruh rakyatnya untuk mengkonsumsi roti gandum dan terigu sebagai pengganti nasi. Melihat banyak sekali orang yang melahap mie di dekat Pasar Harikyu di Osaka-Jepang, maka pikiran Ando mulai tergugah. Kenapa tidak membuat mie berbahan dasar terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie? Apalagi mie adalah makanan pokok yang dirasa sangat enak, murah, tahan lama, dan tidak terlalu sulit untuk mengolahnya. Ide cemerlang itu kemudian bergulir di benaknya. Cuma ia tidak mau membuat mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie dengan bentuk lain yang lebih enak, lebih cepat diolah, lebih efisien, serta gampang didapat di mana-mana. Ando mulai mewujudkan impiannya dengan membeli mesin pembuat mie dan bereksperimen membuat mie instan di emper (teras /beranda) rumahnya. Mula-mula adonan mie yang sudah berbentuk mie digoreng agar lebih awet, gurih dan cepat diolah. Lalu ia pun menimbang-nimbang rasa untuk kuahnya itu. Dipilihnya kuah ayam, karena rasanya yang netral dan tidak amis. Sorenya, Ando mulai membawa sekeranjang contoh mienya ke pasar. Ternyata seluruh mie-nya ludes terjual di hari itu juga! Pertengahan tahun 1958. Mamofuku Ando sudah mulai kewalahan menangani pesanan. Rumahnya yang kecil, sudah tidak kuasa menampung pesanan. Ia lalu memindahkan usahanya itu ke sebuah gudang murah yang kosong di Osaka. Di sanalah Ando yang dibantu oleh keluarganya membuat mie instan. Sejak itulah, banyak perusahaan dan toko-toko besar berebut ingin menjadi penyalur mie instan-nya. Pada bulan Desember 1958, Ando menamakan perusahaannya Nissin Food Industries. Dengan seiring dinamakannya produk mie instannya, maka orang mulai mengingat merk tersebut sebagai merk mie instan pertama yang amat digemari di Jepang. Tahun 1960, ia membuka pabrik kedua, dan pada tahun 1961, lahirlah

pabrik ketiga dan keempat yang tersebar di beberapa wilayah di Jepang. Meski mie instan sangat laris, ia tidak bosan-bosan bereksperimen untuk memperbaiki mutu dan cita rasa. Ia selalu melibatkan keluarga, teman, dan masyarakat sekitarnya untuk mencicipi mie-mie instan baru yang ia ciptakan. Cara ini ia tempuh, untuk benar-benar mengetahui selera pasar dalam menilai hasil racikan mie-nya. Bicara tentang perbaikan mutu dan kualitas mie instan-nya, Ando bahkan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk memperkenalkan dan menjajaki selera Eropa terhadap mie instan. Untuk mempelajari kemungkinan tersebut, ia berkeliling Eropa dan Amerika Serikat tahun 1966. Di Eropa, ia melihat orang makan mie menggunakan garpu, tanpa kuah dan memakai piring sebagai alas makan. Menyeruput kuah mie dianggap tidak sopan. Padahal, orang Jepang biasa menyeruput kuah mie yang panas berasap, ini bertujuan menambah nafsu makan, semangat, dan menghormati tuan rumah. Ia juga mengamati ada bahan kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas tanpa harus memasak. Ando juga akhirnya tahu, bahwa ada "wadah" kertas sekali pakai dan kertas alumunium sebagai wadah kedap udara. Ando pun mulai mendapatkan ilham untuk membuat mie instan dalam wadah berbahan styrofoam, yang untuk kemudian ditutup rapat-rapat dengan lapisan alumunium. Mie instan itu kemudian tidak perlu dimasak, tapi cukup diseduh saja. Supaya tidak hancur terkocok-kocok saat distribusi, kontur mie dibuat agak lebih tebal. Dan dalam kemasannya disediakan garpu untuk menyantap. Ide ini berbuah manis. Di tahun 1970, Ando memetik sukses dengan memasarkan mie instan dengan kemasan yang efisien, dan praktis. Ando tidak hanya memasarkan mie instannya ke seluruh Asia, akan tetapi juga memasarkan mie instannya ke wilayah Amerika Serikat dan beberapa di negara Eropa. Mereka menyambut baik impor makanan dari Ando yang inovatif tersebut. Bahkan ada beberapa pengusaha Eropa yang menjulukinya "The Inovator of The Year". Di puncak keberhasilannya, Mamofuku Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membangun dan meresmikan Foodeum Tower di Shinjuku-Tokyo. Gedung itu sangat legendaris hingga kini, dan disebut juga sebagai "Istana Mie", karena di dalamnya mempunyai banyak sekali restoran mie, tempat disko, tempat kursus/pelatihan membuat mie, dan museum mie dan alat-alat membuat mie. Aneka Jenis Mie Secara umum mie dapat digolongkan menjadi dua, mie kering dan mie basah. Baik yang dalam kemasan Polietilen maupun dalam kemasan Polysteren yang dikenal juga sebagai sterofoam. Pada umumnya mie basah adalah mie yang belum dimasak (nama-men) kandungan airnya cukup tinggi dan cepat basi, jenis mie ini biasanya hanya tahan 1 hari. Kategori kedua adalah mie kering (kan-men), seperti ramen, soba dan beragam mie instant yang banyak kita jumpai di pasaran. Dilihat dari bahan dasarnya, mie dapat dibuat dari berbagai macam tepung seperti tepung terigu, tepung tang mien, tepung beras, tepung kanji, tepung kacang hijau

dll. Dari jenis tepung di atas, mie dari tepung terigu paling banyak digunakan khususnya untuk membuat mie instan. Adapun komposisi bahannya adalah tepung terigu, air, telur, garam dapur dan air abu atau air ki untuk pengenyal. Proses pembuatan mie melalui beberapa tahap. Pertama adalah tahap pencampuran. Dalam proses ini semua bahan di campur menjadi satu sampai terbentuk adonan. Berikutnya adalah tahap pengulian adonan diuleni sampai terbentuk adonan yang kalis, licin dan transparan. Setelah itu adonan dibentuk atau dipotong sesuai dengan jenis mie yang akan dibuat.

Mari kita kenal jenisnya lebih dekat: 1. Cellophane noodles. Kita lebih mengenal Cellophane noodles dengan sebutan suun. Suun dibuat dari campuran tepung kentang dan tepung kacang hijau. Mie jenis ini sangat lunak teksturnya, cocok untuk olahan sop, suun goreng atau untuk isi pastel. Suun di jual dalam bentuk kering, rendam di dalam air panas sampai lembut dan suun siap di olah menjadi berbagai macam masakan.

2. Mie Telur. Mie ini di buat dari tepung terigu jenis hard wheat dan diperkaya dengan telur. Biasanya dijual dalam kondisi kering dengan bentuk bulat maupun pipih.

3.

Hokkien Noodles

Sering disebut dengan mie Hong Kong. Bentuknya menyerupai mie telur bulat dan halus. Biasanya dijual dalam kondisi basah dalam kemasan kedap udara. Mie ini sangat cocok untuk dibuat mie goreng atau mie rebus.

4.

Ramen.

Orang menyebutnya mie keriting Cina. Dijual dalam kondisi kering dalam kemasan mie instan. Sangat cocok diolah sebagai mie goreng atau mie kuah.

5.

Rice stick noodles.

Di Indonesia lebih populer dengan sebutan kwetiau. Mie ini dibuat dari terpung beras dan air. Di pasaran dapat kita jumpai dalam bentuk kering dan basah. Kwetiau sangat cocok untuk dibuat kwietiau goreng maupun kuah.

6.

Somen noodles

Mie ini berasal dari Jepang, terbuat dari tepung gandum dan minyak. Teksturnya sangat lembut dan rasanya gurih. Somen dijual dalam bentuk kering, rupanya menyerupai lidi dan sangat rapuh. Cocok untuk masakan Jepang yang berkuah.

7. Soba noodles Terkenal dengan sebutan mi Jepang. Bentuknya hampir sama seperti mie somen namun warnannya keabuabuan atau hijau tua(mengandung sari teh hijau). Biasanya dijual dalam bentuk kering, sangat cocok untuk hidangan mie kuah. 8. Rice Vermicelli . Mie ini sangat populer di Indonesia, kebanyakan orang menyebutnya dengan bihun. Bihun terbuat dari tepung baeras, warnanya putih bersih dan teksturnya sangat lembut. Mie ini sangat mudah matang jadi tidak perlu di rebus, direndam air panas sudah cuku. Biasanya dijual dalam bentuk kering dalam kemasan plastik. Cocok untuk isi soup dan bihun goreng. 9. Mie shoa. Sejenis mie asal China. Terbuat dari tepung beras, mie ini berwarna putih terang dan sangat mudah matang. dapat digunakan langsung di

dalam masakan seperti soup atau sebagai snack seperti misoa goreng. Kandungan Gizi Mie Mie merupakan bahan pangan yang cukup potensial, selain harganya relatif murah dan praktis mengolahnya, mie juga mempunyai gandungan gizi yang cukup baik. Di dalam 100 gr mie kering terkandung 338 Kal, protein 7.6g, lemak 11.8g, karbohidrat 50.0g, mineral 1.7mg dan kalsium 49 mg. Ditilik dari kandungan gizinya, mie rendah akan kandungan kalorinya sehingga cocok untuk orang yang sedang menjalani diet rendah kalori. Tip Mengolah Mie. Jika membeli mie dalam kemasan, perhatikan tanggal kedaluarsanya, keutuhan kemasan dan nomor register dari POM. Rebus mie kering di dalam banyak dan mendidih. Waktu yang digunakan sekitar 4-5 menit, angkat, tiriskan dan mie siap digunakan sesuaid engan kebutuhan resep. Mie basah tinggi akan kandungan air sehingga sangat mudah rusak. Jenis ini hanya tahan dalam waktu satu hari, selebihnya kualitas rasa, tekstur, dan hygiene akan menurun. Jangan merebus atau memasak mie terlalu lama, tekstur akan lunak dan kehilangan kekenyalan.

Nilai / Kandungan Gizi Pada Mi Instan


Tahukah anda jikalau mi instant yang sudah mendarah daging dan menjadi salah satu makanan pokok di Indonesia ternyata memiliki kandungan kadar gizi yang cukup banyak dan berguna bagi tubuh. Hal ini berbeda dengan omongan orang-orang yang mengatakan bahwa makan mie instant membuat orang kekurangan gizi. Hal itu memang ada benarnya karena pada mie instant memiliki nilai gizi nutrisi (nutrition fact) yang belum lengkap sehingga alangkah baik jika dalam mengkonsumsi mi instant dipadukan dengan bahan-bahan lain yang dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita sehari-hari. Berdasarkan hasil pantauan ternyata nilai gizi dari tiap rasa dalam satu merek yang sama punya kandungan gizi yang berbeda-beda. Contohnya pada produk Indomie di mana kadar gizi pada Indomie rasa soto mie berbeda jauh dengan kandungan gizi pada Indomie rasa baso sapi. Dari sisi energi yang bisa kita dapat dari tiap sebungkus mi instan pun dapat kita ketahui. Namun yang perlu diketahui adalah bahwa kebutuhan gizi untuk tiaptiap orang adalah berbeda-beda dan dalam tiap bungkus mie instant belum tentu memiliki kandungan yang sama persis seperti pada informasi nilai gizi pada kemasan pembungkus. Dari info gizi tersebut seharusnya kita dapat melengkapi kekurangan gizi dari tiap bungkus mi instan dan menghindari kelebihan kadar gizi pada tubuh kita. Untuk menambah protein kita dapat menambahkan telur atau kornet pada mie instant yang dimasak. Jika ingin menambah serat kita bisa tambah sayuran seperti daun sawi, daun bawang, bawang goreng, dsb. Semua dapat disesuaikan dengan mudah untuk mendapatkan gizi yang tidak didapat dari satu bungkus mi instant. Berikut ini adalah beberapa informasi gizi atau kandungan gizi untuk produk mie instant Indomie :

1. Indomie Rasa Soto Mie - Energi = 340 kkal - Energi dari lemak = 110 kkal - Lemak total = 12 gr / 22% - Lemak jenuh = 4 gr / 19% - Kolesterol = 0 mg / 0% - Karbohidrat = 50 gr / 15% - Serat makanan = 2 gr / 9% - Gula = 2 gr / 9% - Protein = 7 gr / 15% - Natrium = 600 mg / 25% - Vitamin A = 60% AKG - Vitamin B12 = 20% AKG - Vitamin B1 = 40% AKG - Vitamin C = 6% AKG - Vitamin B6 = 26% AKG - Pantotenat = 10% AKG - Kalsium = 2% AKG - Niasin = 25% AKG - Asam folat = 25% AKG - Zat besi = 30% AKG

2. Indomie Rasa Baso Sapi - Energi = 320 kkal - Energi dari lemak = 120 kkal - Lemak total = 13 gr / 25% - Lemak jenuh = 8 gr / 39% - Kolesterol = 0 mg / 0% - Karbohidrat = 43 gr / 13% - Serat makanan = 2 gr / 9% - Gula = 3 gr / 14% - Protein = 7 gr / 14% - Vitamin A = 60% AKG - Vitamin B12 = 20% AKG - Vitamin B1 = 40% AKG - Vitamin C = 0% AKG - Vitamin B6 = 25% AKG - Pantotenat = 0.53 mg - Kalsium = 2% AKG - Niasin = 15% AKG - Asam folat = 25% AKG - Zat besi = 30% AKG

3. Indomie Rasa Kaldu Ayam - Energi = 320 kkal - Energi dari lemak = 100 kkal - Lemak total = 11 gr / 20% - Lemak jenuh = 2 gr / 9% - Kolesterol = 5 mg / 4% - Karbohidrat = 48 gr / 15% - Serat makanan = 2 gr / 8% - Gula = 2 gr - Protein = 7 gr / 14% - Natrium = 740mg / 31% - Vitamin A = 60% AKG - Vitamin B12 = 20% AKG - Vitamin B1 = 25% AKG - Vitamin C = 6% AKG - Vitamin B6 = 25% AKG - Pantotenat = 10% - Kalsium = 2% AKG - Niasin = 20% AKG - Asam folat = 25% AKG - Zat besi = 30% AKG 4. Indomie Rasa Ayam Spesial - Energi = 330 kkal

- Energi dari lemak = 120 kkal -

Lemak total = 14 gr / 25% - Lemak jenuh = 3 gr / 14% - Kolesterol = 5 mg / 1% - Karbohidrat = 46 gr / 14% - Serat makanan = 2 gr / 8% - Gula = 2 gr - Protein = 7 gr / 14% - Natrium = 720mg / 30% - Vitamin A = 60% AKG - Vitamin B12 = 20% AKG - Vitamin B1 = 40% AKG - Vitamin C = 6% AKG - Vitamin B6 = 25% AKG - Pantotenat = 10% - Kalsium = 2% AKG - Niasin = 20% AKG - Asam folat = 20% AKG - Zat besi = 15% AKG

Resep-resep Mie
1. Resep mie ayam jamur spesial GM Bahan: - Dada ayam fillet 1 bh, potong kecil2 - kecap manis 2 sdm - saus tiram 2 sdm - mushroom kalengan 1/2 kaleng - gula pasir 1 sdm - kecap asin 1 sdm - garam 1/2 sdt - 2 bh bawang putih, haluskan - minyak goreng 2 sdm - air 100 ml Cara membuat mie ayam jamur spesial GM: - siapkan panci anti lengket, masukkan ayam didalamnya, panaskan sampai keluar air dari daging ayam, dan ayam setengah matang, lalu angkat - panaskan minyak, tumis bawang putih, aduk2 sampai masak - masukkan ayam, jamur, aduk2 - masukkan kecap manis, saus tiram, kecap asin, gula dan garam, aduk2 dan ayam akan menjadi coklat - terakhir masukkan air, masak, hingga air berkurang dan ayam lunak - angkat dan siap disajikan

2. CARA MEMBUAT MIE TELUR

BAHAN: - Tepung terigu BOGASARI KERETA KENCANA ATAU CAKRA KEMBAR 225 gram - Tepung kanji 25 gram - Garam 1/2 sendok teh - Telur ayam 3 butir, kocok lepas - Air khi 1/4 sendok teh - Tepung maizena 1 sendok makan CARA MEMBUAT: 1. Aduk tepung terigu, tepung kanji, telur, air khi dan garam sambil diuleni hingga tercampur (jangan sampai elastis). 2. Giling mi dengan ukuran 1 hingga halus, pindah ke ukuran 2 hingga halus dan seterusnya hingga ukuran 5. 3. Masukkan ke dalam pemotong, pilih yang ukuran kecil lalu taburi dengan tepung maizena agar mi tidak melekat dan tidak kering. 4. Rebus mi hingga terapung, angkat lalu perciki dengan minyak goreng, aduk lalu dinginkan. 5. Mi siap diolah Standar Untuk 500 Gram
3. CARA MEMBUAT MIE KERITING

BAHAN: - Tepung terigu BOGASARI KERETA KENCANA ATAU CAKRA KEMBAR 450 gram - Tepung kanji 50 gram - Garam 1 sendok teh - Telur ayam 5 butir, kocok lepas - Air khi 1/2 sendok teh - Tepung maizena 1 sendok makan CARA MEMBUAT: 1. Aduk tepung terigu, tepung kanji, telur, air khi dan garam sambil diuleni hingga tercampur (jangan sampai elastis). 2. Giling mi dengan ukuran 1 hingga halus, pindah ke ukuran 2 hingga halus dan seterusnya hingga ukuran 9. 3. Masukkan ke dalam pemotong, pilih yang ukuran kecil. Sambil digiling, tekan mi yang keluar hingga berlipat-lipat. Taburi dengan tepung maizena sambil diremas-remas agar keriting. Diamkan sebentar. 4. Rebus mi hingga terapung, angkat lalu perciki dengan minyak goreng, aduk lalu dinginkan. 5. Mi siap diolah Standar Untuk 500 Gram
4. CARA MEMBUAT MIE AYAM JAMUR Tumis ayam jamur 300 gram filet ayam potong kecil 1 kaleng jamur kancing . 4 siung bawang putih cincang 3 sdm kecap manis

1 sdm saus tiram garam merica secukupnya. Cara membuat : Tumis bawang putih hingga harum, masukan ayam aduk rata hingga berubah warna tambahkan jamur kancing, kecap manis, saus tiram, garam dan merica. beri sedikit air aduk masak hingga matang sisihkan.

Kuah Bakso: Buat kaldu dari daging sapi atau ayam (lebih enak daging yang ada tulangnya).. rebus daging sapi atau ayam dengan 1,2 liter air, setelah daging empuk tambahan tumisan bawang putih, daun bawang garam dan merica plus sedikit gula. masukan bakso.... penyajian: rebus mie sebentar dalam kuah bakso taruh dalam cawan, tambahkan 2 sdm ayam jamur dan rebusan sawi, kemuadian taburi dengan irisan daun bawang dan bawang goreng.... sajikan dengan sambal sehingga bisa makan yang pedes.
5. CARA MEMBUAT MIE AYAM KARI

BAHAN Bahan Mie: Tepung terigu Cakra Kembar atau Kereta Kencana 500 gr Telur 1 butir Garam 1/2 sdt Soda kue/garam alkali 1/4 sdt Air 150 ml Bahan A (Bumbu Ayam): Ketumbar, lengkuas, daun sereh, daun salam, penyedap rasa, garam, air, ayam. Bahan B (Minyak - diambil ampasnya): Bawang putih, bawang merah, lada, kunyit, kemiri. CARA PEMBUATAN Cara membuat mie: Semua bahan dicampur, kemudian digiling tipis dan dipotong-potong bentuk mie. Cara membuat mie ayam kari: Tumis bahan A. Setelah matang, pisahkan ayam dari bumbunya Tumis pula bahan B, kemudian diambil ampasnya Campur sisa bahan A yang sudah ditumis sebelumnya dan bahan B (ampasnya), kemudian tumis. 6. Resep Bihun Kuah

Bahan: 250 gr bihun kering, seduh air panas, tiriskan 150 gr taoge, bersihkan, seduh air panas, tiriskan 500 gr daging sandung lamur 3 ltr air 2 sdm minyak goreng 4 siung bawang putih, cincang halus 4 cm jahe, memarkan 1 bh bawang bombai, belah 2 iris setengah lingkaran 1 cm kayumanis 1/2 ptg pekak 1 sdt garam 1/2 sdt lada bubuk 2 sdm kecap asin 1 sdt gula pasir Pelengkap: 7 bh cabai rawit, iris halus 2 btg daun bawang, iris halus 2 tangkai daun ketumbar, iris halus 2 bh jeruk nipis Cara membuat: 1. Rebus daging sandung lamur dengan api sedang sampai daging empuk. Angkat daging, iris tipis, masukkan lagi ke dalam kaldu. 2. Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih, jahe, dan bawang bombai sampai harum, masukkan kayumanis dan pekak, aduk rata. 3. Tuang tumisan bumbu ke dalam rebusan daging, masak sampai bumbu meresap. 4. Susun dalam mangkuk, bihun dan taoge, tuang kuah dan dagingnya. Taburi cabai rawit, daun bawang, daun ketumbar, dan perasan jeruk nipis. Untuk 4 orang
7. RAMEN MASAK ALA PHO HOA Bahan: 200 gr ramen, seduh 2 liter air 1 kg tulang kaki sapi 150 gr tetelan, potong-potong 125 gr daging sukiyaki 5 butir bawang merah 2 cm jahe 1 bh pekak cm kayumanis 1 sdm garam 2 sdm nouc cham(kecap ikan) sdt merica 1 tangkai daun ketumbar, iris halus sdt akar ketumbar, cincang 1 btg daun bawang, iris tipis sdt air jeruk nipis 1 bh cabai merah, cincang saus cabai sesuai selera

Cara Membuat: 1. Cuci tulang dan tetelan hingga bersih, lap hingga kering. Bakar jahe dan bawang merah hingga layu, tambahkan pekak, kayumanis lalu masukkan ke dalam kain bersih. Ikat dengan benang. 2. Didihkan air, masukkan tulang, tetelan, campuran kayumanis, kecilkan api. Buang lemaknya, masak selama 1 jam. 3. Tambahkan nouc cham, garam dan daging sukiyaki, rebus sampai matang, angkat, saring. Buang tulang , bumbu dalam kain dan tetelannya. Masukkan merica bubuk, daun ketumbar dan akar ketumbar, didihkan hingga harum. 4. Tata ramen di mangkuk, taburkan daun bawang, daging sukiyaki, siram dengan kaldu panas. Tambahkan sedikit air jeruk nipis, saus cabai dan cabai iris. Untuk 4 orang.

TIPS DALAM MEMBUAT MIE


A. Sebelum digiling, diamkan adonan selama 15 menit agar adonan tidak mudah putus (kenyal) Masukkan hasil mie yang telah digiling ke dalam plastik, agar warna tidak cepat berubah. Dalam perebusan sebaiknya menggunakan air bersih, dengan pH (tingkat keasaman) 6-7 . B. Jenis tepung yang cocok untuk membuat mie dan ciri-ciri mie yang baik : 1. Tepung terigu yang bisa digunakan adalah dari jenis tepung terigu medium sampai dengan jenis tepung yang hard. Tepung terigu medium adalah tepung terigu yang kandungan proteinnya 10- 11 %, dan tepung terigu yang hard kandungan proteinnya 12 13 %. Membuat mie dengan tepung terigu jenis protein sedang, proses pengadukan dan rolling-nya tidak selama dan sebanyak yang diperlukan jika menggunakan tepung terigu protein tinggi. 2. Ciri mie yang baik adalah kenyal, warna mie rata, tidak mudah lembek bila di rebus dan rasa mie yang lembut. C. Cara-cara terbaik untuk mengawetkan mie dikukus dikukus saja lalu digoreng dijemur dikukus lalu dijemur D. Perebusan Mie Membuat mie dengan tepung terigu protein rendah memerlukan waktu perebusan yang lebih singkat dibandingkan dengan mie yang dibuat dengan menggunakan tepung terigu protein tinggi. Mie yang dibuat dengan tepung terigu berprotein rendah akan cepat lembek bila direbus agak lama. E. Proses Pengadukan Mie yang Benar Campurkan semua bahan yang ada sampai rata. Diamkan adonan selama 15 menit Lalu adonan di-roll beberapa kali pada ukuran yang sama sampai adonan membentuk lembaran yang terlihat halus dan berwarna rata. Istirahatkan kembali adonan selama 15 menit. Setelah itu baru adonan ditipiskan sesuai dengan ketebalan yang diinginkan dan dipotong. F. Pemberian Air Abu Apakah berbeda pemberian air abu dalam pembuatan

mie bila menggunakan tepung terigu protein rendah dengan yang berprotein tinggi? Jelas berbeda, pemberian air abu akan lebih banyak pada tepung terigu berprotein rendah bila dibandingkan dengan tepung terigu berprotein tinggi. G. Berikut ini ada beberapa tips untuk membuat mie supaya kenyal dan lezat: 1. Mie harus dibuat dengan menggunakan tepung terigu bergluten tinggi dengan tingkat protein lebih dari 12 % sehingga mie yang dihasilkan elastis dan tidak gampang putus. 2. Selain tepung terigu bergluten tinggi, juga diperlukan tambahan air, garam serta air khi. Air khi terbuat dari air abu tetapi beraroma khas dan membuat mie tidak gampang putus. 3. Uleni mie hingga kalis, artinya adonan tersebut tidak putus saat ditarik dan terasa elastis. 4. Telur juga dapat ditambahkan ke dalam adonan mie sehingga citarasa mie menjadi lebih gurih dan warnanya menjadi lebih kuning. 5. Tutup selalu adonan mie dengan plastik atau lap lembab supaya mie tidak kering dan putus saat digiling. 6. Cetak mie menggunakan alat penggiling mie, taburi terlebih dahulu seluruh permukaan mie dengan tepung kanji/tepung terigu/tepung maizena sehingga mie tidak lengket. 7. Mie dapat diolah menjadi beragam sajian dengan cara direbus atau digoreng. Untuk mie basah, cuci dahulu dengan air panas supaya mienyak menghilang. Sedangkan untuk mie kering, rendam atau rebus dalam air panas hingga lunak.