Anda di halaman 1dari 31

PRESENTASI KASUS

RINITIS ALERGIKA
YUSUF ADY BIMANTARA

IDENTITAS PASIEN
Nama : An. Akmal Usia : 9 th TTL : Bekasi, 6 april 2002 Jenis kelamin : Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Siswa Alamat : Bekasi Tanggal periksa: 29 desember 2011

ANAMNESIS

autoanamnesis dan alloanamesis diambil tanggal 29 desember 2011

Pilek terus menerus sejak 4 bulan SMRS

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang ke Poli THT RSUD kabupaten Bekasi dengan keluhan pilek yang tidak sembuh sejak 4 bulan SMRS. Pasien mengeluh selalu ada cairan (ingus) di hidungnya, cairan tersebut berwarna hijau, dan hilang timbul. Selain itu, pasien mengeluh hidungnya tersumbat terutama pada malam dan pagi hari. Keluhan bersin-bersin dan gatal pada hidung diakui pasien. Pasien juga mengeluh kadang demam. Keluhan seperti di atas dirasakan pasien sepanjang tahun, bersifat hilang timbul, dan sedikit mengganggu aktifitas pasien sehari-hari. Keluhan tersebut tidak disertai dengan adanya gangguan pendengaran, nyeri telan, maupun gangguan tidur.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Pasien mempunyai riwayat penyakit sidrom nefrotik Pasien juga sudah sering memeriksakan penyakit yang diderita sekarang ke puskesmas, namun pasien hanya diberi obat panas. Karena keluhan tersebut tidak kunjung membaik maka pasien memutuskan untuk berobat ke RSUD. Kab. Bekasi. Riwayat sakit maag disangkal pasien Riwayat alergi belum diketahui.

PEMERIKSAAN UMUM
Keadaan umum : Tampak sakit ringan Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : Tidak dilakukan Nadi : 80x/menit Respirasi : 20x/menit Suhu : 370C

PEMERIKSAAN FISIK

HIDUNG LUAR kanan normal kiri normal -

Inspeksi: Bentuk Edema Massa Perdarahan Palpasi: Nyeri tekan Krepitasi

HIDUNG

RHINOSKOPI ANTERIOR kanan kiri

Mukosa hiperemis Mukosa hidung livide Septum nasi Konka inferior hipertropi Sekret Edema

+ +

+ + terdapat deviasi

hipertropi + + + +

HIDUNG
Rhinoskopi posterior Inspeksi: kiri
torus tubarius
tdk ada udem

kanan

tdk ada udem tdk ada sumbatan tdk ada massa tdk ada

Orifisium tuba
tdk ada sumbatan

Fossa rosenmuller
massa

SINUS PARANASAL

Sinus maksilaris sinus maksilaris Sinus ethmoid sinus ethmoid Sinus frontal frontalis

: Tidak nyeri tekan, foto R : Tidak nyeri tekan, foto R : Tidak nyari tekan, foto R sinus

MULUT
RONGGA MULUT dan FARING Mukosa : Normal

GIGI Karang gigi Karies gigi

Gusi Palatum palatum

: Tidak ada : Tampak karies pada gigi pre molar atas kanan dan kiri : Dalam batas normal : Normal, tidak ada destruksi

MULUT
OROFARING Dinding faring posterior : tdk ada udem, tdk hiperemis Granula : Tidak ditemukan jaringan granula Post nasal drip : Tidak tampak post nasal drip Arcus faring : Tidak hiperemis Uvula : Berada di tengah Reflek muntah: +

TONSIL
Tonsil Ukuran Hiperemis Kripta Detritus kanan T1 kiri T1 -

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Foto rontgen sinus paranasal

RESUME

Pasien datang dengan keluhan pilek yang tidak sembuh sejak 4 bulan SMRS Banyak sekret di hidung pasien, rasa hidung tersumbat, bersin-bersin, dan gatal. Keluhan ini di rasakan sepanjang tahun dan hilang timbul. Keluhan tidak disertai dengan adanya gangguan pendengaran, nyeri telan, maupun gangguan tidur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Kedua konka edema dan terlihat livid Ada deviasi septum Ada sekret di kedua cavum nasi,berwarna hijau Tidak ada nyeri tekan sinus paranasal Terdapat karies pada gigi pre molar atas kanan dan kiri

DIAGNOSIS
DIAGNOSIS KERJA

RINITIS ALERGI DEVIASI SEPTUM

DIAGNOSIS BANDING

RINITIS VASOMOTOR

PEMERIKSAAN ANJURAN

SKIN ALLERGY TEST

PENATALAKSANAAN
FARMAKOLOGI

Syr pseudo efedrin fl. I 1 dd 1 cth Syr Cetirizine fl. I 1 dd 2 cth Syr cefadroxil fl. I 1 dd 2 cth

NON FARMAKOLOGI Mencari dan menghindari faktor pencetus Membersihkan debu yang ada di kamar Memakai masker saat beraktifitas di luar ruangan

PRONOSIS

Bersangkutan dengan kehidupan pasien : BAIK Bersangkutan dengan kesembuhan pasien : BAIK Bersangkutan dengan fungsi organ pasien : BAIK

PEMBAHASAN MATERI

Definisi rinitis alergi

Kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen yang diperantarai oleh IgE.

ETIOLOGI

Alergen Alergen Alergen Alergen

inhalan ingestan injektan kontaktan

KLASIFIKASI

Seasonal allergic rhinitis (SAR) Perrenial allergic rhinitis (PAR)

GEJALA KLINIS
Anamnesis : Rinore Bersin-bersin Hidung tersumbat Hidung gatal Mata gatal dan berair
Pemeriksaan fisik : Edema mukosa Konka pucat (livid) disertai sekret encer Geographic tongeu Pada anak : Allergic shiner Allergic salute allergic crease Facies adenoid Cobblestone appearance

PENATALAKSANAAN
TUJUAN TERAPI Mencegah kejadian rhinitis Menghilangkan gejala rhinitis Menghilangkan penyebab rhinitis alergi

KOMPLIKASI

Polip nasi Otitis media efusi (terutama pada anak) Sinusitis paranasal

ASTO
Streptokokus grup A (Stretokokus beta hemolitik) dapat menghasilkan berbagai produk ekstraseluler yang mampu merangsang pembentukan antibodi. Antibodi itu tidak merusak kuman dan tidak mempunyai dampak perlindungan, tetapi adanya antibodi itu dalam serum menunjukkan bahwa di dalam tubuh baru saja terdapat streptokokus yang aktif

ASTO
Tes ASTO paling banyak digunakan, hasil tes ini positif pada 80% faringitis streptokokus, presentasi ini lebih rendah pada infeksi kulit. ASTO muncul kira-kira 1-2 minggu setelah infeksi streptokokus akut, memuncak 3-4 minggu setelah awitan, dan tetap tinggi selama berbulan-bulan. Kadar ASTO menurun sampai kadar sebelum sakit dalam waktu 6-12 bulan.

ASTO
Glomerulonefritis paska streptokokus dapat didahului oleh infeksi streptokokus hemolitikus grup A. Glomerulonefritis paska streptokokus dapat terjadi setelah radang tenggorokan dan jarang dilaporkan bersamaan dengan demam rematik akut. Hal ini disebabkan terjadinya pembentukan komplek imun yang bersirkulasi dan terjadi pembentukan komplek imun in situ ini telah ditetapkan sebagai mekanisme patogenesis terjadinya penyakit glomerulonefritis paska streptokokus.

ASTO
Glomerulonefritis akut paska streptokokus ( GNAPS ) lebih sering dijumpai di daerah tropis dan negara berkembang, biasanya menyerang anak anak dengan ekonomi rendah. Di Indonesia sebanyak 68,9 % berasal dari keluarga ekonomi rendah dan 82 % dari keluarga berpendidikan rendah. Keadaan lingkungan yang padat, higiene sanitasi yang jelek, malnutrisi dan anemia merupakan faktor resiko untuk terjadinya GNAPS.

ASTO
Nilai normal ASTO pada anak 6 bulan 2 tahun 50 Todd unit /ml, 2 4 tahun 160 Todd unit /ml, 5 12 tahun adalah 170 Todd unit/ ml dan dewasa 160 Todd unit / ml. Titer ASTO akan meningkat pada 75 80 % kasus GNAPS. Anti streptolisin titer O ( ASTO ) merupakan tes darah yang dilakukan untuk mengukur antibodi terhadap streptolisin O yang dihasilkan oleh bakteri streptokokus. Kadar ASTO lebih dari 160 200 todd/ unit dianggap sangat tinggi dan menunjukan adanya infeksi streptokokus yang baru terjadi atau sedang terjadi atau adanya kadar antibodi yang tinggi akibat respon imun yang berlebihan terhadap pajanan sebelumnya.

TERIMA KASIH
WASSALAUALAIKUM WR. WB.