Anda di halaman 1dari 2

Kelompok 3: Dani Rahman M.

Dian Nofianti Dindin Fitra Nurita Riyan Juliana

Keperawatan Anak 1 Skenario bermain pada masa toddler Pada suatu hari di sebuah RS di suatu kota kecil di jawa barat, ada satu keluarga kecil yang sedang menjaga anak mereka yang diduga terkena demam berdarah. Pada pagi hari menjelang siang sekitar pukul 10.00 WIB dua orang perawat datang ke ruangan inap pasien anak tersebut dengan maksud untuk mengambil spesiemen(pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium). Perawat baru memasuki pintu ruangan tetapi si anak langsung menangis, perlahan dua perawat itu mendekati sang anak yang sedang menangis, sontak sang anak menangis lebih kerasa seakan menjerit. Perawat1 mencoba untuk menenangkan anak itu tetapi ketika perawat1 baru memegang tangannya saja tangisan anak tersebut semakin menjadi, kemudian perawat2 mempuanyai cara agar si anak menghentikan tangisannya(tidak takut akan tujuan dari dua perawat tersebut). (Ketika perawat2 sedang mengambil alat, perawat1 kembali mencoba untuk menenangkan si anak.) Perawat1 : Ade, kenapa menangis? Suster kan tidak ngapa-ngapain ade,

emangnya wajah suster serem ya? Ibu Ayah : Iah de, susternya tidak serem koq, malah cantik. Iah kan yah? : Iah bu susternya cantik, ade jangan nangis lagi dong.

(perawat2 kembali dengan membawa alat untuk pengambilan spesiemen dan sebuah kertas gambar) Perawat2 : Ade, lihat apa yang kaka bawa?

ade suka menggambar tidak? Ayo kita menggambar? Perwat1 : Tuh kak ryan bawa kertas gambar, ayo kita menggambar?

ade suka menggambar apa? Binatang?

Kelompok 3: Dani Rahman M. Dian Nofianti Dindin Fitra Nurita Riyan Juliana Si anak mulai diam dengan datangnya perawat2 dengan membawa kertas gambar, lalu perawat2 dan sang anak memulai menggambar. Disamping itu perawat1 menjelaskan kepada orang tua si anak maksud dan tujuan mereka. Kemudian ketika kedua perawat itu akam melakukan tindakan pengambilan spesiemen, si anak awalnya menolak dan kembali menangis. Tetapi ketika perawat menjelaskan tujuan dari tindakan, menggambarkan rasa sakit serta meyakinkan bahwa tindakan yang akan dilakukan itu tidak akan membahayakan, akhirnya si anak mau. Prosedur pun dilakukan, saat jarum suntik mulai menusuk lengan, si anak sempat menangis karena kesakitan, tetapi orang tuanya mencoba menenangkan si anak dengan mengelus tubuh anak mereka. Dan akhirnya tindakan pengambilan spesimen pun berhasil dilakukan, meskipun akhirnya si anak tetap menangis. Ibu : tuuh de,, udah ko sayaang, jangan nangis lagi yaa..!! Ayah : iia de, ade kan jagoan, masa nangis terus sih,, malu atuh sama susternya tuh.. (anak hanya diam dan tangisan nya mulai mereda) Perawat 2 : ade, nanti kita menggambar lagi yaa.. Sekarang ade istirahat dulu ya.. Perawat kemudian berpamitan kepada kedua orang tua sang anak. Dan menganjurkan agar sang anak beristirahat.