Anda di halaman 1dari 2

Proses Reproduksi Pada Ternak Sapi

PENDAHULUAN Reproduksi adalah suatu proses

perkembangbiakan pada ternak yang diawali dengan bersatunya sel telur (ovum
) dengan sel mani (sperma) sehingga terbentuk zigot kemudian embrio hingga fetus dan diakhiri dengan apa yang disebut dengan kelahiran. Pada proses reproduksi ini menyangkut hewan betina dan jantan. Secara umum, proses reproduksi ini melibatkan dua hal yakni, sel telur atau yang biasa disebut dengan ovum dan sel mani atau yang biasanya disebut dengan sperma. Ovum sendiri dihasilkan olah ternak betina melalui proses ovulasi setelah melalui beberapa tahap perkembangan folikel (secara umum disebut dengan proses oogenesis yakni proses pembentukan sel telur atau ovum), sedangkan sperma diproduksi oleh ternak jantan melalui proses spermatogenesis (proses pembentukan sel gamet jantan atau sperma yang terjadi di dalam testis tepatnya pada tubulus seminiferus). Selain kedua hal tersebut diatas, terdapat beberapa hal yang juga mempunyai peranan penting dalam terbentuknya sebuah proses reproduksi yang baik. Hal tersebut adalah organ reproduksi pada ternak jantan dan betina itu sendiri, karena hal inilah yang nantinya dapat mempengaruhi produksi ovum dan sperma. Selain itu, proses estrus (masa keinginan kawin), ovulasi, dan fertilisasi (proses bertemunya sel gamet jantan dan sel gamet betina) juga sangat berperan dalam proses reproduksi. Anatomi Organ Reproduksi Jantan Susunan anatomi pada organ kelamin hewan jantan, pada umumnya terbagi atas empat komponen, yakni organ kelamin primer, organ kelamin sekunder, kelenjar pelengkap, serta organ kelamin luar (Anonim, 2009). Organ kelamin primer yaitu gonad jantan yang dinamakan Testis. Organ kelamin sekunder terdiri dari Epididimis dan Vas Deferens. Kelenjar pelengkap terdiri dari Vesikula Seminalis, Kelenjar Prostat, dan Kelenjar Cowper. Sedangkan organ kelamin luar terdiri dari Penis, Preputium, dan Scrotum (Luqman, 1999). Berikut adalah beberapa pemaparan mengenai anatomi organ reproduksi hewan jantan, yakni organ kelamin primer, organ kelamin sekunder, kelenjar pelengkap, serta organ kelamin luar : -. Anatomi Testes Testes terletak pada daerah prepubis, terbungkus dalam kantong scrotum, dimana di dalam scrotum berisi dua lobi testes yang masing-masing lobi mengandung satu testes dan digantung oleh funiculus spermaticus. Pada sapi jantan, testes berbentuk oval memanjang dan terletak dengan sumbu panjangnya vertical di dalam scrotum. Testes terbungkus oleh kapsul berwarna putih mengkilat yang disebut dengan tunika albugenia (Toelihere, 1985). Pada sudut posterior, organ ini terbungkus oleh selaput atau kapsula yang disebut sebagai mediastinum testes. Septula testes merupakan selaput tipis yang meluas mengelilingi mediastinum hingga tunika albugenia dan membagi testes menjadi 250-270 bagian berbentuk pyramid yang disebut lobuli testes. Isi dari lobulus adalah tubulus seminiferus yang merupakan tabung kecil panjang dan berkelok-kelok memenuhi seluruh kerucut lobules. Muara tubulus seminiferus terdapat pada ujung medial dari kerucut. Pada ujung apical dari tiap-tiap lobules akan terjadi penyempitan lumen dan akan membentuk segmen pendek pertama dari sistem saluran kelamin yang selanjutnya akan masuk ke rete testes. Dinding tubulus seminiferus terdiri dari tiga lapisan luar ke dalam yaitu tunika propia, lamina basalis, dan lapisan epithelium (Luqman, 1999). Testes pada pejantan dewasa yang normal mempunyai dua fungsi yang penting, yakni untuk memproduksi spermatozoa hidup dan subur serta memproduksi androgen atau hormon kelamin jantan yakni testosterone .

Anatomi Epididimis Epidimis merupakan saluran reproduksi jantan yang terdiri dari tiga bagian yakni, caput epididimis, corpus epididimis, dan cauda epididimis. Caput epididimis merupakan muara dari sejumlah duktus eferents dan terletak pada bagian ujung atas dari testes. Corpus epididimis merupakan

saluran kelanjutan dari caput yang berada di luar sedangkan cauda epididimis merupakan kelanjutan dari corpus yang terletak pada bagian ujung bawah testes (Luqman, 1999). -. Anatomi Vas Deferens Duktus (vas) deferens merupakan saluran yang menghubungkan cauda epididimis dengan urethra. Dindingnya mengandung otot polos yang berperan dalam pengangkutan spermatozoa. Diameter vas deferens 2 mm dengan konsistensi seperti tali, berjalan sejajar dengan corpus epididimis. Dekat dengan kepala epididimis, vas deferens menjadi lurus dan bersama-sama dnegan pembuluh darah, limfe dan saraf pembentuk funikulus spermatikus yang berjalan melalui kanalis inguinalis ke dalam cavum abdominal. Kedua vas deferens (kiri dan kanan) terletak sebelah menyebelah di atas vesika urinaria lambat laun menebal dan membesar membentuk ampula duktus deferens (Toelihere, 1985). -. Anatomi Vesikula Seminalis Pada sapi, kelenjar ini terdapat sepasang dan terdapat dalam lipatan urogenital lateral dari ampula. Fungsi dari kelenjar ini adalah menambah volume semen dengan membentuk 50% dari volume normal (Toelihere, 1985). -. Anatomi Kelenjar Prostat Kelenjar ini pada sapi mengelilingi urethra dan terdiri atas dua bagian yaitu badan prostata (corpus prostata) dan prostata diseminata atau prostata yang kriptik (pars disseminata prostate). Fungsi dari kelenjar ini adalah menberi bau khas pada semen yang dihasilkan (Anonim, 2009). -. Anatomi Kelenjar Cowper Terdapat sepasang, berbentuk bulat dan kompak, berselubung tebal danpada sapi lebih kecil daripada kuda. Terletak di atas urethra dekat jalan keluar dari cavum pelvis. Fungsi dari kelenjar ini adalah untuk membersihkan dan menetralisir urethra dari bekas urine dan kotoran (Anonim, 2009). -. Anatomi Penis Merupakan organ kopulatoris. Penis terdiri dari tiga bagian, yakni bagian akar (crush penis), bagian badan (corpus penis), dan bagian ujung yang berakhir pada glans penis