Anda di halaman 1dari 3

Rangkuman halaman SPE hal 82-84. E.

Teori dari eugen von philipovich Melihat adanya perkembangan kearah dunia , seperti bucher membedaka perekonomian tertutup dan perekonomian lalulintas . yang terakhir ini dibaginya menjadi tiga taraf : perekonomian yang terikat pada tempat ( rumah tangga yang terikat secara local ) , teori yang terikat pada kebangsaan ( rumah tangga yang terikat nasional) dan peronomian lalulintas yang bebas (rumah tangga dengan hubungan tukar menukar bebas) yang meliputi perekonomian seluruh dunia. Dalam pendapatnya tentang evolusi politik dan ekonomi terdapat lukisan tentang pada akhir abad ke-19 di Jerman merupakan Negara yang dilapangan perdagangan internasional. F. Werner sombart (1863-1941) Salah satu hasil penelitian sombart yang cukup sering dikutip orang adalah penelitiannya tentang tahaptahap perkembangan kapitalisme. Dari hasil penelitiannya ombart mengatakan bahwa pertumbuahn masyarakat kapitalis sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan masyarakat. Dalam karyanya Der

Moderne Kapitalismus (1902). Werner Sombart lebh lanjut mengatakan bahwa pertumbuhan masyarakat kapitalis dapat dibedakan beberapa tingkatan : 1. Tahap pra kapitalisme (vorkapitalismus) 2. Tahap kapitalisme menengah (Friihkapitalismus) 3. Tahap kapitalisme tinggi (Hochkapitalismus) 4. Tahap kapitalisme akhir (Spatkapitalismus)

Pada tahap vorkapitalismus, masyarakat menunjukan sifat komunalistik, struktur sosial masih berat ke pertanian, kebutuhn manusia masih rendah, uang belum dikenal, motif laba maksimum belum Nampak, produksi hamper seluruhnya dikonsumsi sendiri. Pada tahap kedua (Friih kapitalismus 0 kehidupan ekonomi walau masih bersifat kumunal, tetapi telah memeperlihatkan cirri-ciri individulaistik , struktur pertanian industry mulai imbng, masyarakat sudh mengenal uang , motif mencari laba maksimum muali namapak dan produksi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi sebagian juga ditunjukkan oleh pasar.

Dalam tahap ke tiga (hockapitalismus) atau kapitalisme tinggi, cirri masyarakat komunala mulai hilang, paham individulisme mulai menonjol , struktur ekonomi makin berat ke industry dan perkotaan, peran uang semakin menonjol, laba maksimum mulai kelihatan, dan sebagian besar produksi dihasilkan untuk memenuhi kebutuha pasar. Tahap terkhir adalah kapitalisme akhir ( spatkapitalismus) , ditunjukan dengan ciri-ciri dimana sikap individualisme sangat tinggi , tetapi kepentinagn masyarakat tidak diabaikan, industry meluas kepadat modal (capital intensif) , disamping uang kartal juaga dikenal uang giral, motif laba maksimum sangat tinggi tetap juga dipertimbanagkan penggunaan laba untuk kepentingan masyarakat , produksi

bukanlah ditunjukan untuk mengejar laba maksimum melainkan untuk peningkatan kemakmuara bagi seluruh lapisan masyarakat , dan produksi untuk pasar , tukar menukar dikendalikan oleh Negara .dapat terka bahwa yanag dimaksud dengan tahap ini ialah tahap sosialisme.

G. Max Weber( 1864-1920 ) Max weber adalah ahli sosiolaogai dalam arti luas , dimana ilmu ekonomi dan sejarah ekonomi oleh weber juga dimasukkan sebagai dari ilmu sosiologi , tekanan utama dalam pembahasannya adalah ekonomi. Ia juga cukup intens dalam melihat pengaruh ajaran-ajaran agama tertentu yaitu protestan, terhadap kemajuan ekonomi. Dalam bukunya yang sangat terkenal : The Protestan Ethnic and spirit of Capitalism (1958) ia juga menjelaskan bahwa ada pengaruh nyata ajaran agama protestan terhadap perilaku dan kemajuan ekonomi. Weber bertolak dari asumsi dasr bahwa rasionalitas adalah unsure pokok peradapan barat yang mempunyai nilai dan pengaruh yang universal. Dalam kegiatan ekonomi , dapat dilihat bahwa banyak peradapan dalam sejarah mengenal arti apa rtinya laba. Tetapi dibaratlah aktivitas mencari laba tersebut diselenggarakan secara terorganisir secara rasional dan inilah akar utama system ekonomi kapitalisme, yang mewujudkan diri dalam ekonomi tertentu. Perilaku ekonomi kapitalis , kata weber bertolak dari hrapam akan keuntungan yang diperoleh dengan memeperguakan kesempatan bertukarmenukar yang didasrkan pada kesempatan pada mendapat keuntungan secara damai. H. Henry Charles carey (1793-1879) Carey adalah seorang pimpinan gerakan proteksionis dari amerika serikat yang tertarik dengan aliran sejarah sebab ayahnya adalah teman dekat dari Friedrich List sewaktu List bertempat tinggal di Amerika

serikat. Dalam salah satu karyanya :

Prinsiple of Social Science , carey menekankan perlunya

diversifikasi industry untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Uatu Negara yang hanaya mengandalkan pembangunan pada sector produk-produk pertanian sebagai tindakan yang bodoh dan merugikan. Bagi Carey , hanya bangsa yang bodoh saja yang secar berkelanjutan mengekspor barang-barang mentah dan menerima imbal tukar produk-produk lain dalam jumlah sedikit. Tindakan seperti ini hanya akan menyebabkan kesuburan tanah semakin berkurang dan semakin melemahnya posisi Negara disbanding Negara-negara lain yang maju dengan pesat dengan mengembangkan produk-produk industry yang lebih tinggi nilai tambahnya. Sehubunagn dengan peringatan dari carey tersebut adalah tindakan yang bijaksana bagi pemerintahan Indonesia untuk melarang ekspor kayu-kayu gelondongan dan rotan beberapa tahun silam, karena nilainya sangat kecil. Nilai tambah yang lebih near dapat diperolah kalu bahan bahan mentah seperti kayu gelondingan dan rotan dibuat produk setengah jadi, apalagi menjadi produk jad baru kemudian diekspor. Begitu pula merupakan langkah yang arif bagi pemerintah untuk lebih mengembangkan aribisnis dan agro industry.