Anda di halaman 1dari 12

BAB I. PENDAHULUAN 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apa pengertian dari kleptomania? 1.2.2 Apa etiologi dari kleptomania?

1.2.3 Apa epidemiologi dari kleptomania? 1.2.4 Apa saja karakteristik kleptomania? 1.2.5 Bagaimana penanganan pada penderita kleptomania? 1.3 Tujuan 1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari kleptomania. 1.3.2 Untuk mengetahui etiologi dari kleptomania. 1.3.3 Untuk mengetahui epidemiologi dari kleptomania. 1.3.4 Untuk mengetahui karakteristik dari kleptomania 1.3.5 Untuk mengetahui penanganan pada penderita kleptomania 1. 4 Manfaat 1.4.1 Mengetahui pengertian dari kleptomania. 1.4.2 Mengetahui etiologi dari kleptomania. 1.4.3 Mengetahui epidemiologi dari kleptomania. 1.4.4 Mengetahui karakteristik dari kleptomania 1.4.5 Mengetahui penanganan pada penderita kleptomania

BAB II. ISI 2.1 PENGERTIAN 2.2 ETIOLOGI

Sampai saat ini belum ada penelitian yang berhasil mengungkap secara pasti klausal penyebab terjadinya kleptomania. Namun diduga ada dua faktor pemicu yang mendasari kleptomania yaitu: FAKTOR PSIKOLOGIS ,terganggunya jiwa akibat stress berat berkepanjangan,perpisahan/kehilangan orang yang dicintai dan gangguan mood(suasaana alam perasaan) yang membawa tekanan jiwa berat bagi penderita dan FAKTOR BIOLOGIS, Terganggunya susunan kimiawi otak dan faktor keturunan(Dea,2009). Penyebab terbanyak kleptomania disebabkan ketika di masa

muda yang kurang mendapatkan perhatian dan banyak menghadapi masalah misalnya ADHD (Attention Deficit Hyperactief Disorder) atau sebaliknya ADD (Attention Deficit Disorder). Dengan menjadi seorang kleptoman mereka akan mendapat perhatian, sehingga terjadilah reaksi yang kadang membuat mereka ketagihan dan akan terus mengulanginya, dan mereka akan merasa bahagia dalam hatinya ketika mereka tertangkap basah karena merasa diperhatikan. Ini dapat dilihat dari gaya dan cara menjawab pertanyaan seolah-olah itu kejadian biasa, sehingga saat itu tumbuh rasa ingin mengulanginya kembali untuk mendapat perhatian(Nungky, 2009).

Dari pandangan psikodinamika penyebab terjadinya kleptomania karena adanya pertahanan melawan impuls, keinginan, konflik atau kebutuhan yang menakutkan di alam bawah sadar. Impuls atau keinginan ini merupakan refleksi motif seksual atau masochistic (kesenangan karena menderita). Penyebab lainnya adalah 1. Kejadian traumatis,atau kehilangan yang membuatnya terpukul 2. Kerusakan otak dan keracunan CO(karbon monoksida)
3. Jumlah cairan otak serotonin tidak normal yang berkaitan dengan pengaturan

emosi, impuls, kontrol diri, agresivitas, dan perasaan(Anonim,2010)

2.3 EPIDEMIOLOGI Prevalensi kleptomania adalah 0,6 sampai 2,5 %. Gangguan adalah lebih sering pada wanita dibandingkan laki-laki, dan gangguan tampaknya tidak memiliki pola familial. Kleptomania dapat muncul pada usia puber sampai dewasa. Rata-rata awal kemunculan gangguan tersebut pada usia 5 tahun. Dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan, pada perempuan frekuensinya lebih banyak. Kleptomania di derita paling banyak ditemukan pada perempuan secara umum, rata-rata usia berkisar 20-35 tahun dengan durasi gangguan selama 16 tahun. Pada beberapa kasus yang terjadi, Kleptomania diderita seumur hidup. Penderita mungkin menderita kelainan Jiwa lainnya, seperti: Kelainan emosi, Bulimia nervosa (rasa lapar berlebihan), Paranoid, Schizoid atau Borderline Personality Disorder. Kleptomania dapat muncul setelah terjadi Trauma (benturan) pada otak dan keracunan Karbon Monoksida (gas CO). (W.F. Maramis, PPDGJ-III, 2005.) 2.4 KARAKTERISTIK KLEPTOMANIA Gambaran yang esensial dari kleptomania, yaitu : (dr. Rusdi Maslim, Buku Saku PPDGJ-III, 2001) Adanya peningkatan rasa tegang sebelum, dan rasa puas selama dan segera sesudahnya, melakukan tindakan pencurian. Meskipun upaya untuk menyembunyikan biasanya dilakukan, tetapi tidak setiap kesempatan yang ada digunakan. Pencurian biasanya dilakukan sendiri (solitary act) tidak bersama-sama dengan pembantunya. Individu mungkin tampak cemas, murung, dan rasa bersalah pada waktu di antara episode pencurian, tetapi hal ini tidak mencegahnya mengulangi perbuatan tersebut. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders - DSM IV-TR (text revision) terbitan American Psychiatric Association (Edisi ke IV, 2000) menyebutkan 5 gejala utama dari kleptomania, yaitu : 1. Pengulangan mencuri benda-benda yang tidak dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan atau kadang benda-benda itu diberikan untuk orang lain. Benda-benda yang diambil adalah benda-benda yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga. 2. Peningkatan dorongan secara terus-menerus sebelum mencuri. 3. Timbul rasa senang ketika mencuri berhasil dilakukan.

4. Proses mencuri tersebut tidak dimotivasi oleh rasa marah atau keinginan untuk balas dendam dan tidak disebabkan oleh delusi dan halusinasi. 5. Perilaku tersebut tidak disebabkan oleh conduct disorder, manic episode pada gangguan bipolar, atau gangguan kepribadian antisosial. Tanda-tanda yang biasanya di alami pengidap kleptomania, yaitu : a. Mengambil barang tanpa berpikir panjang dan tanpa langkah yang berbelit-belit yang timbul akibat dorongan secara tiba-tiba. b. Biasanya barang yang diambil tidak bervariasi (barang sama) berulang-ulang dengan tanpa alasan dan tanpa adanya keperluan memiliki barang tersebut. c. Mengalami ketegangan yang meningkat sebelum melakukan pencurian. d. Tidak ada perasaan menyesal, baik sebelum, selama atau setelah. e. Timbul perasaan senang setelah berhasil melakukan pencurian. f. Melakukan pencurian sebagai tanda kebanggaan atas dirinya sendiri dan untuk memenuhi rasa puas yang menguasai pikirannya, sehingga kadang-kadang setelah mencuri akan membuang begitu saja hasil curiannya atau diberikan kepada orang lain sebagai hadiah seolah-olah itu miliknya sendiri. Ada beberapa hal yang bisa kita ketahui mengenai pengidap kleptomania seperti : Mereka punya perasaan yang sangat ingin memiliki barang tanpa diketahui harga barang itu, karena tidak peduli dengan harga maka kadang mereka melakukannya bukan karena tidak bisa membeli tetapi karena tertarik (exicited) saja. Bila melihat sesuatu barang yang ingin dimilikinya atau sedang diincarnya kelihatan akan berkeringat dan tidak bisa konsentrasi bila diajak bicara, matanya jelalatan mengawasi barang yang diincarnya. Mereka akan merasa lega dan bahagia bila operasinya berhasil, dan timbul perasaan untuk mengulangnya kembali (ketagihan) Bagi mereka mencuri adalah bukan karena dendam atau cemburu atau marah terhadap yang punya barang dan juga bukan khayalan atau halusinasi tetapi karena refleksi otak yang tidak terkendali

Mencuri untuk pengidap kleptomania adalah tidak lain hanya karena gangguan perilaku, manische episode atau gangguan kejiwaan antisocial Mencuri untuk mereka adalah seperti halnya mereka sedang jatuh cinta, keinginan untuk memiliki dan mendekatinya semakin menggebu bila melihatnya sehingga segala cara terus dipikirkan.

2.5 PENANGANAN KLEPTOMANIA Penanganan kleptomania memerlukan penangan khusus. Penyembuhan dengan pendekatan psikoteraphy dengan orientasi pemahaman memerlukan waktu panjang bisa 2 hingga 3 tahun. Tujuan dari terapi adalah modifikasi perilaku melalu melibatkan konseling dang medika mentosa (Allan, 2010). Efek jera dengan mempermalukan penderita kleptomania di depan umum bila ia tertangkap basah melakukan pengutilan (pencurian) tidak akan mengubah kebiasaan tersebut. Tidak ada treatment yang paling efektif dalam penyembuhan gangguan ini, walaupun demikian beberapa treatment dapat diberikan disesuaikan dengan kondisi pada pasien.(Paul Gunadi,2008).

a. Medikamentosa Kleptomania dapat diobati oleh obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit obsesif-kompulsif, anti depresi seperti prozac, paxil atau zoloft. Biasanya gangguan ini disebabkan masa kecil yang tidak terpuaskan sehingga mampu menimbulkan kegelisahan atau depresi, banyak psikiater mencoba memberikan obat anti-sedih.

Berikut adalah obat yang dapat yang diberikan untuk terapi adalah :
Antidepressant

Jenis obat yang digunakan termasuk selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Termasuk didalamnya; fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil, Paxil CR), fluvoxamine, dan sebagainya.

Pada awal terapi diperlukan monitoring yang ketak karena SSRIs dapat memperberat depresi pada dosis awal. Peningkatan maupun penurunan dosis SSRIs dapat memberi efek depresi dan keadaan darurat pada remaja dan anak. (US Food and Drug Administration Association, 2009)
Benzodiazepines.

Jenis obat yang bekerja langsung pada sistem susunan syaraf pusat (CNS; central nervous system), sering juga disebut sebagai tranquilizers. Termasuk di dalamnya; clonazepam (Klonopin) dan alprazolam (Xanax). Pemberian obat ini haruslah melalui kontrol ketat dari dokter, penggunaan obat ini terlalu panjang dan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan ketergantungan secara fisik maupun mental.

Mood stabilizers. Obat ini memberikan ketenangan bila terjadi perubahan mood berupa dorongan-dorongan kuat untuk mengutil/mencuri timbul secara mendadak. Jenis obat ini adalah; lithium (Eskalith, Lithobid)

Anti-seizure medications. Adalah jenis obat untuk mengatasi gangguan mental yang muncul kembali, jenis obat topiramate (Topamax) dan asam valproic (Depakene) dilaporkan memberi pengaruh yang positif bagi penderita gangguan kleptomania.

Jenis obat lainnya. Naltrexone (Revia), adalah jenis opioid yang tidak berbahaya yang dapat berfungsi memblok bagian-bagian otak untuk merasakan kesenangan berupa perilaku-perilaku yang teradiktif

b.Nonmedikamentosa Psiko terapi dapat membantu pasien memahami dirinya sehingga dapat melakukan pemusatan pikiran dan tidur nyenyak, maka keseimbangan yang diperoleh ini akan meningkatkan fungsi sistem yang ada dalam tubuhnya. Sistem saraf otonom, sistem daya tahan tubuh dan sistem hormonal akan bekerja bersama-sama dalam keadaan seimbang yang mempengaruhi sistem neurotransmiter. Keseimbangan neurotransmiter ini akan meningkatkan kesadarannya yang menyebabkan adanya pemahaman diri. Jika dengan dirinya sendiri dia belum mampu untuk memahami dirinya dan mengontrol dirinya maka dia butuh penanganan khusus oleh psikiater untuk mendapatkan psikoterapi meditasi sehingga proses pemahaman bisa diperoleh lebih cepat. Jika permasalahannya lebih banyak disebabkan oleh masa kecil yang tidak terpuaskan, maka memperbaiki trauma masa lampau sangat membantu memahami dirinya. Dengan membawanya untuk merasakan apa yang terjadi waktu kanak-kanak dan menyelesaikan permasalahannya itu maka permasalahannya semasa kecil bisa dipahami olehnya.

Cognitive Behavioral Therapy (CBT).

Pada CBT individu diharapkan dapat mengindentifikasi perilaku yang salah, pikiran negatif dan mengubah pikiran dan perilaku tersebut secara lebih sehat. Dengan kata lain memperbaiki perilaku atau mengubah cara pemahaman penderita mengenai dirinya.

Rational emotive therapy. Pada cognitive-behavioral therapy dan rational emotive therapy diberikan beberapa perlakuan seperti covert sensitization, dimana individu direkam secara diam-diam ketika melakukan pengutilan, hasil rekaman tersebut akan diperlihatkan kepada individu dengan pengarahan konsekuensi sosial terhadap perilakunya itu.

Aversion therapy.

Sesi dimana individu berusaha mengatur pernafasan secara tepat, menahan nafas untuk beberapa saat ketika rasa tidaknyaman muncul yang diakibatkan oleh dorongan-dorongan tersebut kembali muncul.

Terapi keluarga. Terapi ini bertujuan agar keluarga bisa diajak bekerjasama untuk menciptakan suasana kondusif bagi pasien untuk sembuh.Ini memerlukan waktu panjang karena kleptomania merupakan ketidaksadaran refleksi otak dan akan kembali kambuh (regresi) bila therapy terabaikan, atau orang yang mensupportnya/kalangan keluarga/orang yang sangat dipercayainya kurang perhatian. Pengidap kleptomania ini harus mendapat perhatian yang cukup karena mereka yang ingin sembuh atau sadar akan kebiasaan jeleknya kadang akan malu sehingga selalu menghindari khalayak ramai atau suka hidup menyendiri.

BAB III. PENUTUP 3.1 ARGUMENT Kleptomania, kata ini mungkin masih asing dan belum diketahui secara umum, dan dalam bahas sehari-haripun masih belum begitu dipahami di kalangan masyarakat. Kleptomania disini dapat diartikan sebagai suatu gangguan psychis (gangguan kejiwaan) yang disebabkan oleh pengalaman dan perilaku masa kecil yang mendalam dan banyak faktor yang membuat kebiasaan itu semakin tumbuh berkembang. Gangguan kejiwaan semacam ini bukan karena khayalan atau halusinasi, sehingga pengidap kleptomania juga bisa didiagnosa dan diobservasi dari kebiasaan dan kelakuan yang mereka lakukan ketika melihat barang atau sesuatu yang dimiliki orang. Namun ada beberapa kalangan yang mengartikan kleptomania identik dengan kegiatan mencuri atau mengutil. Orang dengan gangguan kleptomania disamakan dengan pencuri karena senang mengambil barang orang lain tanpa izin pemiliknya. Pengidap kleptomania dan pengutil atau pencuri tentu saja sangat berbeda.

Para kleptomania melakukan pencurian bukan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi sebagai tanda kebanggaan atas dirinya sendiri dan untuk memenuhi rasa puas yang menguasai pikirannya, sehingga kadang-kadang para kleptomania setelah mencuri, akan membuang begitu saja hasil curiannya atau diberikan kepada orang lain sebagai hadiah seolah-olah itu miliknya sendiri. Mereka yang mengidap kleptomania tidak mencuri barang-barang yang mahal saja tetapi barangbarang kecil juga di mana barang itu tidak berguna untuk dirinya sendiri. Maka dari itu, kita bisa membedakan antara pencuri biasa (kejahatan yang di sengaja atau kriminal murni) dan pengidap kleptomania. Kleptomania bisa terjadi kepada semua kalangan. Biasanya pengidap kleptomania mempunyai perasaan sangat ingin memiliki barang tanpa diketahui harga barang itu, karena tidak peduli dengan harga maka kadang mereka melakukannya bukan karena tidak bisa membeli tetapi karena tertarik. Bila melihat sesuatu barang yang ingin dimilikinya atau sedang diincarnya pengidap kleptomania akan terlihat berkeringat dan tidak bisa konsentrasi bila diajak bicara, matanya jelalatan mengawasi barang yang diincarnya. Mereka akan merasa lega dan bahagia bila operasinya berhasil, dan timbul perasaan untuk mengulangnya kembali (ketagihan). Maka dari itu, pengidap kleptomania tidak boleh dibiarkan begitu saja, kita harus dapat memberikan intervensi yang baik guna mengoptimalkan penyembuhannya. Segala aspek yang ada harus dimanfaatkan baik dari individu maupun keluarga individu tersebut. 3.2 SARAN 1. Sebagaimana dengan masalah penguasaan diri lainnya, penderita kleptomania mesti mengakui perbuatannya secara terbuka. Segala sesuatu yang dirahasiakan akan memperkuat dorongan untuk melakukannya. 2. Ia membutuhkan dorongan teman dan perlu membentuk tim pendukung; kepada merekalah ia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Misalkan, sebelum ia pergi mengunjungi toko,

ia harus menghubungi seorang teman dan memintanya mengecek setelah ia keluar dari toko. 3. Ia harus mengakui ketidakmampuannya di hadapan Tuhan dan melihat masalah ini sebagai problem. Dengan kata lain, ia harus melawan keinginannya untuk menyangkali masalah. Ia mesti meminta pertolongan Tuhan setiap hari. Dengan kata lain, ia harus berjalan dengan Tuhan 3.3 KESIMPULAN Ada beberapa hal yang bisa kita ketahui mengenai pengidap kleptomania seperti : Mereka punya perasaan yang sangat ingin memiliki barang tanpa diketahui harga barang itu, karena tidak peduli dengan harga maka kadang mereka melakukannya bukan karena tidak bisa membeli tetapi karena tertarik (exicited) saja. Bila melihat sesuatu barang yang ingin dimilikinya atau sedang diincarnya kelihatan akan berkeringat dan tidak bisa konsentrasi bila diajak bicara. Mereka akan merasa lega dan bahagia bila operasinya berhasil, dan timbul perasaan untuk mengulangnya kembali (ketagihan). Bagi mereka mencuri adalah bukan karena dendam atau cemburu atau marah terhadap yang punya barang dan juga bukan khayalan atau halusinasi tetapi karena refleksi otak yang tidak terkendali. Mencuri untuk pengidap kleptomania adalah tidak lain hanya karena gangguan perilaku, manische episode atau gangguan kejiwaan antisosial. Mencuri untuk mereka adalah seperti halnya mereka sedang jatuh cinta, keinginan

untuk memiliki dan mendekatinya semakin menggebu bila melihatnya sehingga segala cara terus dipikirkan. Maka waspadalah dan mengertilah kalau seandainya kita akan dikunjungi oleh orang

yang kira-kira kita sudah tahu bahwa dia mengidap kleptomania, lebih baik jangan pajang dulu pajangan kesayangan kita atau barang-barang yang kita anggap berharga baik materialnya atau harga emosionalnya . Jangan beri kesempatan untuk sendirian di ruang tamu atau memberi keleluasan di rumah kita, karena mereka biasanya tahu tempat dan letak tempat menyimpan barangbarang penting. Selain itu juga mereka bisa cepat berorientasi di rumah orang yang dikunjunginya dan pasti mereka akan segera mengamati letak kamar tidur karena di situ banyak hal yang kita anggap sangat penting dan pribadi dan justru hal itu memberikan tantangan yang sangat besar bagi mereka. Oleh karena itu, sebelumnya kita harus mempersiapkannya dengan tertib, semua ini hanyalah karena semata-mata untuk menjaga permusuhan dan prasangka yang tidak diharapkan yang dapat berakibat fatal atau menyebabkan pertikaian. DAFTAR PUSTAKA

Maramis, W.F. 2005. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Jakarta : Penerbit Airlangga University Press. Maslim, Rusdi. 2001. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III. Jakarta : Penerbit Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-Unika Atmajaya. Anonim. 2008. Kenali Penyebab Kleptomania. Available at : http://cafepojok.com/forum/archive/index.php/t-26098.html. (Akses : 30 September 2009).

Gunadi, Paul. 2008. Memahami Kleptomania. Available at : http://www.pikirdong.org/psikologi/psi26klep.php. (Akses : 30 September 2009).

Gabriel, Nungky. 2008. Pengobatan Kleptomania. Available at : http://www.garutkab.go.id/download_files/article/kleptomania_by_nungky.pdf. (Akses : 30 September 2009). Anonym.2010.Pengertian,Ciri-ciri,Penyebab dan Cara Mengatasi Kleptomania. http://www.kaskus.us/showthread.php?p=255051631 (Akses 29 Oktober 2010) Dea.2009.Kleptomania. http://www.semarang4you.net/2009/12/kleptomania.html (Akses 29 Oktober 2010) Gabriel, Nungky.2009. Kleptomania. www.garutkab.go.id/download_files/.../kleptomania_by_nungky.pdf (Akses 29 Oktober 2010)