Anda di halaman 1dari 24

RingkasanRingkasanRingkasanRingkasan MateriMateriMateriMateri UNUNUNUN FisikaFisikaFisikaFisika SMASMASMASMA PerPerPerPer IndikatorIndikatorIndikatorIndikator KisiKisi-KisiKisi--Kisi-KisiKisiKisi UNUNUNUN 2012201220122012

SKLSKLSKLSKL 1.1.1.1. MemahamiMemahamiMemahamiMemahami prinsipprinsip-prinsipprinsip--prinsip-prinsipprinsipprinsip pengukuranpengukuranpengukuranpengukuran besaranbesaranbesaranbesaran fisikafisikafisikafisika secarasecarasecarasecara langsunglangsunglangsunglangsung ddddanananan tidaktidaktidaktidak langsunglangsunglangsunglangsung dengandengandengandengan cermat,cermat,cermat,cermat, telititelititelititeliti dandandandan objektif.objektif.objektif.objektif.

1.1.1.1.1.1.1.1. MembacaMembacaMembacaMembaca hasilhasilhasilhasil pengukuranpengukuranpengukuranpengukuran suatusuatusuatusuatu alatalatalatalat ukurukurukurukur dandandandan menentukanmenentukanmenentukanmenentukan hasilhasilhasilhasil pengukuranpengukuranpengukuranpengukuran dengandengandengandengan memperhatikanmemperhatikanmemperhatikanmemperhatikan aturanaturanaturanaturan angkaangkaangkaangka penting.penting.penting.penting.

AlatAlatAlatAlat UkurUkurUkurUkur PanjangPanjangPanjangPanjang

Nama Alat

Skala terkecil

Cara pembacaan

Jangka sorong

0,1 mm

Skala tetap + Skala nonius

Mikrometer sekrup

0,01 mm

Skala tetap + Skala nonius

Gambar

6

7

6 7 0 10

0

10

0 15 10
0
15
10

Pembacaan

Pengukuran

6,7+0,04=6,74 cm (6,74 0,005) cm

7,5+0,14=7,64 mm (7,64 0,005) mm

Jumlah Angka

Penting

3

3

Angka

Pasti

6, 7

7, 5

Angka

Taksiran

4

1, 4

AngkaAngkaAngkaAngka PPentingPPentingentingenting (AP)(AP)(AP)(AP)

Angka penting adalah angka yang didapat dari hasil pengukuran. Angka penting terdiri dari angka pasti dan angka ragu-ragu (taksiran)

Aturan penulisan angka penting:

1. Angka bukan nol.

2. Angka nol yang terletak di antara angka bukan nol.

3. Angka nol yang terletak pada deretan akhir dari suatu bilangan decimal.

4. Angka nol disebelah kanan bilangan bulat (garis bawah merupakan angka diragukan)

Hasil perhitungan operasi menurut angka penting:

1. Penjumlahan dan pengurangan:

hanya boleh memiliki satu angka yang ditaksir.

2. Perkalian dan pembagian:

jumlah angka penting sesuai dengan bilangan dengan angka penting paling sedikit.

3. Pemangkatan dan penarikan akar: jumlah angka penting sama dengan bilangan yang dipangkatkan atau ditarik akarnya.

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

1 2 0 10
1
2
0
10

Seorang siswa melakukan pengukuran pada sebuah pelat tipis menggunakan jangka sorong. Hasil pengukuran panjang pelat terlihat pada gambar. Jika lebar pelat adalah 17 cm, maka luas dari pelat tipis tersebut adalah ….

A. 21

B. 21,08

C. 21,1

D. 21,4

E. 21,42

tersebut adalah …. A. 21 B. 21,08 C. 21,1 D. 21,4 E. 21,42 Bimbel UN FISIKA
tersebut adalah …. A. 21 B. 21,08 C. 21,1 D. 21,4 E. 21,42 Bimbel UN FISIKA

1.2.1.2.1.2.1.2. MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besarbesarbesarbesar dandandandan araharaharaharah vektorvektorvektorvektor sertasertasertaserta menjumlahmenjumlahmenjumlahmenjumlah //// mengurangkanmengurangkanmengurangkanmengurangkan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran vektorvektorvektorvektor dengandengandengandengan berbagaiberbagaiberbagaiberbagai cara.cara.cara.cara.

Misal diberikan tiga vektor sebagai berikut

Misal diberikan tiga vektor sebagai berikut PenjumlahanPenjumlahanPenjumlahanPenjumlahan dandandandan

PenjumlahanPenjumlahanPenjumlahanPenjumlahan dandandandan PPenguranganPPenguranganenguranganengurangan VVektorVVektorektorektor

1. Metode Gambar

a. Metode segitiga

+ b. Metode jajaran genjang +
+
b. Metode jajaran genjang
+
+
+
a. Metode segitiga + b. Metode jajaran genjang + + + | = + + 2
+ | = + + 2 cos
+
|
=
+ + 2 cos

|

| | = + 2 cos

c. Metode poligon

2 cos | | | = + 2 cos c. Metode poligon + + 2. Menguraikan

+ +

2. Menguraikan vektor = cos = sin
2. Menguraikan vektor
= cos
= sin
+ BesarBesarBesarBesar vektor:vektor:vektor:vektor: | | = + ArahArahArahArah vektor:vektor:vektor:vektor: tan
+
BesarBesarBesarBesar vektor:vektor:vektor:vektor:
| | = +
ArahArahArahArah vektor:vektor:vektor:vektor:
tan =
= tan

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

= 30 N = 30 N = 10 N 30° 30°
= 30 N
= 30 N
= 10 N
30°
30°

Besar dan arah resultan dari tiga buah vektor seperti gambar di bawah ini adalah ….

A. 40 N searah

B. 40 N searah

C. 40 N searah

D. 30 N searah

E. 30 N searah

B. 40 N searah C. 40 N searah D. 30 N searah E. 30 N searah
B. 40 N searah C. 40 N searah D. 30 N searah E. 30 N searah

SKLSKLSKLSKL 2.2.2.2. MemahamiMemahamiMemahamiMemahami gejalagejalagejalagejala alamalamalamalam dandandandan kekekeketttteraturannyaeraturannyaeraturannyaeraturannya dalamdalamdalamdalam cakupancakupancakupancakupan mekanikamekanikamekanikamekanika bendabendabendabenda titik,titik,titik,titik, bendabendabendabenda tegar,tegar,tegar,tegar, usaha,usaha,usaha,usaha, kekekalankekekalankekekalankekekalan energi,energi,energi,energi, elastisitas,elastisitas,elastisitas,elastisitas, impuls,impuls,impuls,impuls, momentummomentummomentummomentum dandandandan masalahmasalahmasalahmasalah

FluidaFluidaFluidaFluida

2.1.2.1.2.1.2.1. MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis gerakgerakgerakgerak lurus,lurus,lurus,lurus, gerakgerakgerakgerak melingkarmelingkarmelingkarmelingkar beraturan,beraturan,beraturan,beraturan, atauatauatauatau gerakgerakgerakgerak parabolaparabola.parabolaparabola

GerakGerakGerakGerak LurusLurusLurusLurus

1. Gerak Lurus Beraturan

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= kecepatan (m/s) = jarak (m) = waktu (s)

2. Gerak Lurus Berubah Beraturan

=

=

= 2

1

2

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

v = kecepatan awal (m/s)

= kecepatan akhir (m/s)

v

s = jarak tempuh (m)

GerakGerakGerakGerak MelingkarMelingkarMelingkarMelingkar BeraturanBeraturanBeraturanBeraturan

=

=

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= kecepatan linear (m/s)

ω

= kecepatan sudut (rad/s)

R

= jari-jari (m)

a

= percepatan sentripetal (m/s 2 )

F = gaya sentripetal (N)

m

= massa benda (kg)

HubunganHubunganHubunganHubungan rodaroda-rodaroda--roda-rodarodaroda

1. Tidak satu sumbu
1. Tidak satu sumbu
rodaroda-rodaroda--roda-rodarodaroda 1. Tidak satu sumbu = ⇒ = 2. Satu sumbu = ⇒

= =

2. Satu sumbu

1. Tidak satu sumbu = ⇒ = 2. Satu sumbu = ⇒ Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan: =

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= kecepatan sudut (rad/s)

= kecepatan linear (m/s)

=

GerakGerakGerakGerak ParabolaParabolaParabolaParabola

GLB GLBB
GLB
GLBB

Kecepatan di sembarang titik

Kondisi awal

Saat sekon

Kcepatan ( , )

sb

sb

cos

sin

cos

sin

Dimana,

=

Kedudukan peluru saat sekon

 

Kedudukan ( , )

 

Waktu yg

sb

sb

 

diperlukan

Kondisi

     

awal

0

 

0

0

Saat

   

1 2

 

sekon

cos   

sin

Pada

sin 2

sin

= sin

titik

tertinggi

2

2

Pada

jarak

2 sin 2

 

0

= 2 sin

terjauh

2

 

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= kecepatan awal (m/s 2 ) = kecepatan arah sumbu (m/s 2 ) = kecepatan arah sumbu (m/s 2 )

= posisi di sumbu (m)

= posisi di sumbu (m)

= sudut elevasi

= percepatan gravitasi = 10 m/s 2

PREPREDIKSIPREPREDIKSIDIKSIDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Seorang pengendara mobil melaju dengan kecepatan 20 m/s. Ketika melihat ada "polisi tidur" di depannya dia menginjak rem dan mobil berhenti setelah 5 sekon kemudian. Maka jarak yang ditempuh mobil tersebut sampai berhenti adalah ….

A. 50 m

B. 100 m

C. 150 m

D. 200 m

E. 250 m

Sebuah benda melakukan gerak melingkar berjari-jari , kecepatan sudutnya , dan percepatan

sentripetalnya 4 m/s 2 , jika kecepatan sudutnya lingkarannya menjadi ….

percepatan sentripetalnya menjadi 2 m/s 2 , maka jari-jari

A. 2

B.

C.

D.

E.

menjadi 2 m/s 2 , maka jari-jari A. 2 B. C. D. E. Bimbel UN FISIKA
menjadi 2 m/s 2 , maka jari-jari A. 2 B. C. D. E. Bimbel UN FISIKA

2.2.2.2.2.2.2.2.

MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan berbagaiberbagaiberbagaiberbagai besaranbesaranbesaranbesaran dalamdalamdalamdalam hukumhukumhukumhukum NewtonNewtonNewtonNewton dandandandan penerapannyapenerapannyapenerapannyapenerapannya dalamdalamdalamdalam kehidupankehidupankehidupankehidupan seharisehari-seharisehari--hari.-hari.hari.hari.

HukumHukumHukumHukum IIII NewtonNewtonNewtonNewton

HukumHukumHukumHukum IIIIIIII NewtonNewtonNewtonNewton

HukumHukumHukumHukum IIIIIIIIIIII NewtonNewtonNewtonNewton

“Setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja padanya.”
“Setiap benda akan tetap
diam atau bergerak lurus
beraturan, kecuali ada gaya
yang bekerja padanya.”
“Gaya aksi dan reaksi sama
besar tetapi berlawanan arah
dan bekerja pada dua benda
yang berbeda.”
Σ = 0
= 0
= tetap
“Percepatan yang dihasilkan
oleh resultan gaya pada
sebuah benda sebanding dan
searah dengan resultan gaya
tersebut dan berbanding
terbalik dengan massa
benda.”
=
Σ
=
Σ
PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012
Dua buah benda A dan benda B masing-masing bermassa 2 kg dan 3 kg diikat dengan
tali melalui sebuah katrol yang licin seperti gambar. Jika besar percepatan gravitasi
adalah 10 m/s 2 maka besarnya tegangan tali adalah ….
A. 20 N
B. 21 N
B
C. 22 N
A
D. 23 N

2.3.2.3.2.3.2.3.

E. 24 N

MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis dinamikadinamikadinamikadinamika rotasirotasirotasirotasi (torsi,(torsi,(torsi,(torsi, momentummomentummomentummomentum sudut,sudut,sudut,sudut, momenmomenmomenmomen inersia,inersia,inersia,inersia, atauatauatauatau titiktitiktitiktitik berat)berat)berat)berat) dandandandan penerapannyapenerapannyapenerapannyapenerapannya berdasarkanberdasarkanberdasarkanberdasarkan hukumhukumhukumhukum IIIIIIII NewtonNewtonNewtonNewton dalamdalamdalamdalam masalahmasalahmasalahmasalah bendabendabendabenda tegar.tegar.tegar.tegar.

TitikTitikTitikTitik beratberatberatberat

TTorsiTTorsiorsiorsi

Titik berat benda persegi/persegi panjang/benda teratur terletak di perpotongan kedua diagonal

Titik berat benda segitiga adalah sepertiga tinggi dari alas.

Terletak pada perpotongan kedua garis vertikal untuk benda sembarang.

pada perpotongan kedua garis vertikal untuk benda sembarang. ℓ sin Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:
pada perpotongan kedua garis vertikal untuk benda sembarang. ℓ sin Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

sin

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

torsi/momen gaya (mN)

gaya yang bekerja (rad/s)

lengan momen (m)

jarak poros ke gaya (m)

sudut antara dan

MomentumMomentumMomentumMomentum sudutsudutsudutsudut

ω

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

momentum sudut (kgm 2 /s)

momen inersia (kg m 2 )

kecepatan sudut (rad/s)

TitikTitikTitikTitik beratberatberatberat bendabendabendabenda gabungangabungangabungangabungan

Σ Σ Σ Σ

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

panjang (m) luas (m 2 ) volume (m 3 ) massa benda (kg) sudut antara dan

Σ Σ Σ Σ

Σ Σ Σ Σ

Σ Σ Σ Σ

MomenMomenMomenMomen inersiainersiainersiainersia

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

momen inersia (kg m 2 )

massa benda (kg)

r jarak partikel terhadap titik poros (m)

DinamikaDinamikaDinamikaDinamika rotasirotasirotasirotasi (Hukum(Hukum(Hukum(Hukum IIIIIIII NewtonNewtonNewtonNewton rotasi)rotasi)rotasi)rotasi)

Σ

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

torsi/momen gaya (mN)

momen inersia (kg m 2 )

percepatan sudut(rad/s 2 )

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

4 2 0 3 6
4
2
0
3
6

Letak koordinat titik berat benda 2 dimensi

seperti tampak pada gambar disamping adalah

A. ( 3,0 ; 4,0 )

B. ( 1,0 ; 3,0 )

C. ( 3,7 ; 2.0 )

D. ( 4,2 ; 2,0 )

E. ( 5,2 ; 3,0 )

; 3,0 ) C. ( 3,7 ; 2.0 ) D. ( 4,2 ; 2,0 ) E.
; 3,0 ) C. ( 3,7 ; 2.0 ) D. ( 4,2 ; 2,0 ) E.
4 kg B A
4 kg
B
A

Katrol (silinder pejal)

4 kg

2 kg

Besarnya tegangan tali da pada gambar di atas adalah …

A.

30 N dan 35 N

B.

25 N dan 30 N

C.

20 N dan 25 N

D.

35 N dan 30 N

E.

30 N dan 25 N

2.4.2.4.2.4.2.4.

MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan hubunganhubunganhubunganhubungan usahausahausahausaha dengandengandengandengan perubahanperubahanperubahanperubahan energienergienergienergi dalamdalamdalamdalam kehidupankehidupankehidupankehidupan seharisehari-seharisehari--hari-hariharihari atauatauatauatau menentukanmenentukanmenentukanmenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran yangyangyangyang terkaiterkait.terkaiterkait.t.t.

UsahaUsahaUsahaUsaha

sin

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

usaha (joule)

gaya (N)

perpindahan (m)

sudut antara dan

EnergiEnergiEnergiEnergi KKinetikKKinetikinetikinetik

1

2

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

energi kinetik (joule)

massa (kg)

kecepatan benda (m/s)

EnergiEnergiEnergiEnergi PPotensialPPotensialotensialotensial

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

energi potensial (joule)

massa (kg)

percepatan gravitasi 10 m/s 2

ketinggian (m)

HubunganHubunganHubunganHubungan antaraantaraantaraantara UUsahaUUsahasahasaha dandandandan EEnergEEnergnerginergiii

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

selisih energi (joule)

usaha (joule)

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Sebuah benda bermassa 4 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan percepatan 3 m/s. Usaha yang di ubah menjadi energi kinetik setelah 2 detik adalah …

2.5.2.5.2.5.2.5.

A. 6 joule

B. 12 joule

C. 24 joule

D. 48 joule

E. 72 joule

MenjelaskanMenjelaskanMenjelaskanMenjelaskan pengaruhpengaruhpengaruhpengaruh gayagayagayagaya padapadapadapada sifatsifatsifatsifat eelastisitaseelastisitaslastisitaslastisitas bahanbahanbahanbahan atauatauatauatau menentukanmenentukanmenentukanmenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--- besaranbesaranbesaranbesaran terkaitterkaitterkaitterkait padapadapadapada konsepkonsepkonsepkonsep elastisitaelastisitas.elastisitaelastisitas.s.s.

ModulusModulusModulusModulus ElastisitasElastisitasElastisitasElastisitas (Modulus(Modulus(Modulus(Modulus Young)Young)Young)Young)

 
 

Tegangan

Regangan

Modulus

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

modulus elastisitas (N/m 2 )

tegangan (N/m 2 )

regangan gaya (N)

luas penampang (m 2 )

panjang mula-mula (m)

perubahan panjang (m)

HukumHukumHukumHukum HookeHookeHookeHooke //// ElastisitasElastisitasElastisitasElastisitas PegasPegasPegasPegas

“Jika gaya tarik tidak melampui batas elastisitas pegas,

pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”

∙ ∆

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

gaya yang dikerjakan pada pegas (N)

konstanta pegas (kg/m 2 )

pertambahan panjang pegas (m)

SusunanSusunanSusunanSusunan PegasPegasPegasPegas

Susunan seri pegas

Susunan paralel pegas

1

1

1

1

 

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Grafik disamping menunjukkan pertambahan panjang pegas ( ) , akibat pengaruh gaya ( ) yang berbeda-beda berbeda-beda. Besarnya kontanta pegas tersebut adalah

A. 50 N/m

B. 40 N/m

C. 30 N/m

D. 20 N/m

E. 10 N/m

F (N)

4

 

3

 
3  

2

 
2  

1

 
1  

0

0

0

2

4

6

8

x (cm)

1   0 0 2 4 6 8 x (cm) Bimbel UN FISIKA SMA by Pak
1   0 0 2 4 6 8 x (cm) Bimbel UN FISIKA SMA by Pak

2.6.2.6.2.6.2.6.

MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis yyangyyangangang terkaitterkaitterkaitterkait dengandengandengandengan hukumhukumhukumhukum kekekalankekekalankekekalankekekalan energienergienergienergi mekanimekanik.mekanimekanik.k.k.

EnergiEnergiEnergiEnergi mekanikmekanikmekanikmekanik

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= energi mekanik (joule)

= energi kinetik (joule)

= energi potensial (joule)

HukumHukumHukumHukum kekekalankekekalankekekalankekekalan energienergienergienergi mekanikmekanikmekanikmekanik

=

=

1

1

2 2

mekanikmekanikmekanikmekanik = = 1 1 2 2 Di titik A 0 Di titik B 1 2

Di titik A 0

Di titik B

1

2

Di titik C

1

0

2

( )

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Sebuah benda bermassa 100 gram jatuh bebas dari ketinggian 20 m. kecepatan benda pada saat mencapai ketinggian 5 m dari permukaan tanah adalah

2.7.2.7.2.7.2.7.

A. 20 m/s

B. 15 m/s

C. 10√3 m/s

D. 10√2 m/s

E. 10 m/s

MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis yangyangyangyang terkaitterkaitterkaitterkait dengandengandengandengan tumbukan,tumbukan,tumbukan,tumbukan, impulsimpulsimpulsimpuls atauatauatauatau hukumhukumhukumhukum kekekalankekekalankekekalankekekalan momentum.momentum.momentum.momentum.

ImpulsImpulsImpulsImpuls

HukumHukumHukumHukum KekekalanKekekalanKekekalanKekekalan MomentumMomentumMomentumMomentum

= ∙ ∆

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= impuls (Ns) = gaya (N) = selang waktu (s)

MomentumMomentumMomentumMomentum

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= momentum (kg m/s)

= massa (kg)

= kecepatan (m/s)

HubunganHubunganHubunganHubungan ImpulsImpulsImpulsImpuls dandandandan MomentumMomentumMomentumMomentum

= ∆ ∙ ∆

= ∙ ∆ = ∙ ( )

∙ ∆

= =

=

TumbukanTumbukanTumbukanTumbukan

Pada tumbukan berlaku:

=

dan

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= koefisien restitusi

JenisJenis-JenisJenis--jenis-jenisjenisjenis TumbukanTumbukanTumbukanTumbukan

1. Lenting sempurna ( = 1)

2. Lenting sebagian (0 1)

3. Tidak lenting sama sekali ( = 0)

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Sebuah bola yang massanya 100 gram dipukul dengan gaya 25 N dalam waktu 0,1 sekon. Jika mula-mula bola diam, maka kecepatan bola setelah dipukul adalah

A. 10 m/s

B. 15 m/s

C. 20 m/s

D. 25 m/s

E. 30 m/s

Dua buah benda massanya masing-masing 10 kg dan 6 kg bergerak dalam bidang datar licin dengan

kecepatan 4 m/s dan 8 m/s dalam arah yang berlawanan. Jika terjadi tumbukan lenting sempurna, maka kecepatan masing-masing benda setelah tumbukan adalah

A. 5 m/s dan 7 m/s searah gerak semula

B. 5 m/s dan 7 m/s berlawanan arah gerak semula

C. 6 m/s dan 10 m/s searah gerak semula

D. 6 m/s dan 10 m/s berlawanan arah gerak semula

E. 10 m/s dan 4 m/s berlawanan arah gerak semula

semula E. 10 m/s dan 4 m/s berlawanan arah gerak semula Bimbel UN FISIKA SMA by
semula E. 10 m/s dan 4 m/s berlawanan arah gerak semula Bimbel UN FISIKA SMA by

2.8.2.8.2.8.2.8. MenjelaskanMenjelaskanMenjelaskanMenjelaskan hukumhukum-hukumhukum--hukum-hukumhukumhukum yangyangyangyang berhubunganberhubunganberhubunganberhubungan dengandengandengandengan fluidafluidafluidafluida statikstatikstatikstatik dandandandan dindindidinnamikamikamikamik dandandandan penerapannyapenerapannyapenerapannyapenerapannya dalamdalamdalamdalam kehidupankehidupankehidupankehidupan seharisehari-seharisehari--hari.-hari.hari.hari.

FluidaFluidaFluidaFluida statikstatikstatikstatik TekananTekananTekananTekanan HidrostatisHidrostatisHidrostatisHidrostatis

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

P

P

ρ = massa jenis (kg/m 3 )

g percepatan gravitasi = 10 m/s 2

h = kedalaman (m)

= tekanan hidrostatis (Pa)

= tekanan udara luar (Pa)

HukumHukumHukumHukum PascalPascalPascalPascal

luar (Pa) HukumHukumHukumHukum PascalPascalPascalPascal = =
= = Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan: = tekanan di pipa A (N/m 2 ) P
=
=
Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:
= tekanan di pipa A (N/m 2 )
P

P

F

F

A

A

= tekanan di pipa B (N/m 2 )

= gaya di pipa A (N)

= gaya di pipa B (N)

= luas penampang pipa A (m 2 )

= luas penampang pipa B (m 2 )

HukumHukumHukumHukum ArchimedesArchimedesArchimedesArchimedes

“Benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya di dalam fluida, akan mendapat gaya ke atas sebesar volume benda yang tercelup, atau sebesar volume benda yang dipindahkan”

= atau =

Gaya angkat

yang dipindahkan” = atau = Gaya angkat Volume benda tercelup

Volume benda

tercelup

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

gaya Archimedes/gaya angkat (N) massa jenis fluida (kg/m 3 ) volume benda yang tercelup (m 3 ) = percepatan gravitasi = 10 m/s 2 = berat benda di udara (N) = berat benda di dalam fluida (N)

FluidaFluidaFluidaFluida dinamikdinamikdinamikdinamik PersamaanPersamaanPersamaanPersamaan KontinuitasKontinuitasKontinuitasKontinuitas

tetap

1

KontinuitasKontinuitasKontinuitasKontinuitas tetap 1 Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan: debit (m 3

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

debit (m 3 /s)

luas penampang (m 2 )

kecepatan fluida (m/s)

volume (m 3 )

waktu yang diperlukan (s) luas penampang 1 (m 2 ) luas penampang 2 (m 2 ) kecepatan fluida di penampang 1 (m/s) kecepatan fluida di penampang 2 (m/s)

2

HukumHukumHukumHukum BernoulliBernoulliBernoulliBernoulli

Asas Toricelli

1

2

Tangki bocor

2

2

tetap

 
 
     

       
       

BendaBendaBendaBenda didididi dalamdalamdalamdalam fluidafluida:fluidafluida

1. Terapung

2. Melayang

3. Tenggelam ( )

)

=

(

1 2 3
1
2
3

TeganganTeganganTeganganTegangan PermukaanPermukaanPermukaanPermukaan

=

PermukaanPermukaanPermukaanPermukaan = = = 2 , untuk benda batang 2 , untuk benda

=

=

2 , untuk benda batang

2 , untuk benda lingkaran

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= tegangan permukaan (N/m) = berat benda (kg) = panjang (m) = jari-jari (m)

air raksa air: adhesi kohesi raksa: kohesi adhesi
air
raksa
air: adhesi kohesi
raksa: kohesi adhesi

KapilaritasKapilaritasKapilaritasKapilaritas

= 2

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= naik turunnya fluida (m) = tegangan permukaan (N/m) = sudut kontak (raksa sudut tumpul, air sudut lancip) = massa jenis fluida (kg/m 3 ) = percepatan gravitasi = 10 m/s 2 = jari-jari pipa kapiler (m)

ViskositasViskositasViskositasViskositas FluidaFluidaFluidaFluida

= 6

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

gaya Stokes (N) koefisien viskositas (kg/ms) jari-jari (m) kecepatan (m/s)

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

tekanan luar (Pa) massa jenis fluida (kg/m 3 ) ketinggian (m) kecepatan fluida (m/s) percepatan gravitasi (m/s 2 ) jarak permukaan fluida ke lubang (m) jarak lubang terhadap tanah (m)

Gaya angkat pesawat

( )

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

) Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan: tekanan udara di bawah sayap pesawat (Pa) gaya angkat

tekanan udara di bawah sayap pesawat (Pa)

gaya angkat pesawat (N) massa jenis fluida (kg/m 3 )

kecepatan udara di atas sayap pesawat (m/s) kecepatan udara di bawah sayap pesawat (m/s) tekanan udara di atas sayap pesawat (Pa)

Pipa Venturi

2

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

Pipa Venturi 2 Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan: tekanan fluida di titik 1 (Pa) tekanan fluida di titik 2

tekanan fluida di titik 1 (Pa) tekanan fluida di titik 2 (Pa) kecepatan di titik 1 (m/s) kecepatan di titik 2 (m/s) massa jenis fluida (kg/m 3 ) percepatan gravitasi (m/s 2 ) selisih ketinggian permukaan kedua pipa (m)

(m/s 2 ) selisih ketinggian permukaan kedua pipa (m) Bimbel UN FISIKA SMA by Pak Anang
(m/s 2 ) selisih ketinggian permukaan kedua pipa (m) Bimbel UN FISIKA SMA by Pak Anang

PREPREPREPREDIKSIDIKSIDIKSIDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Tekanan hidrostatis pada suatu titik di dalam bejana yang berisi zat cair ditentukan oleh:

(1) massa jenis zat cair (2) volume zat cair dalam bejana (3) kedalaman titik dari permukaan zat cair (4) bentuk bejana Pernyataan yang benar adalah ….

A. (1), (2), dan (3)

B. (1) dan (3)

C. (2) dan (4)

D. (4)

E. (1), (2), (3), dan (4)

Sebuah tangki di isi dengan air sampai mencapai ketinggian 3,05 m. Pada jarak 1,25 m
Sebuah tangki di isi dengan air sampai mencapai ketinggian 3,05 m. Pada
jarak 1,25 m dari dasar tangki terdapat sebuah kran dengan luas
penampang 1 cm2. Kecepatan keluarnya air dari kran adalah
3,05 m
A. 2 m/s
B. 3 m/s
1,25 m
C. 4 m/s
D. 5 m/s
x
E. 6 m/s
A. 2 m/s B. 3 m/s 1,25 m C. 4 m/s D. 5 m/s x E.
A. 2 m/s B. 3 m/s 1,25 m C. 4 m/s D. 5 m/s x E.

SKLSKLSKLSKL 3.3.3.3. MemahamiMemahamiMemahamiMemahami konsepkonsepkonsepkonsep kalorkalorkalorkalor dandandandan prinsipprinsipprinsipprinsip konservasikonservasikonservasikonservasi kalor,kalor,kalor,kalor, sertasertasertaserta sifatsifatsifatsifat gasgasgasgas ideal,ideal,ideal,ideal, dandandandan perubahannyaperubahannyaperubahannyaperubahannya yangyangyangyang menyangkutmenyangkutmenyangkutmenyangkut hukumhukumhukumhukum termodinamikatermodinamikatermodinamikatermodinamika dadadadalamlamlamlam penerapannyapenerapannyapenerapannyapenerapannya mesinmesinmesinmesin kalor.kalor.kalor.kalor.

3.1.3.1.3.1.3.1. MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan pengaruhpengaruhpengaruhpengaruh kalorkalorkalorkalor terhadapterhadapterhadapterhadap suatusuatusuatusuatu zat,zat,zat,zat, perpiperpiperpiperpindahanndahanndahanndahan kalor,kalor,kalor,kalor, atauatauatauatau asasasasasasasas BlackBlackBlackBlack dalamdalamdalamdalam pemecahanpemecahanpemecahanpemecahan masalahmasalahmasalahmasalah

KalorKalorKalorKalor

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

besarnya kalor yang diserap atau dilepas (joule)

massa benda (kg)

kalor jenis benda (J/kg°C)

perubahan suhu (°C)

kalor laten (J/kg)

SatuanSatuanSatuanSatuan KalorKalorKalorKalor

1 joule = 0,24 kalori

1 kalori = 4,2 joule

AzasAzasAzasAzas BlackBlackBlackBlack

“Pada percampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat bersuhu tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat bersuhu rendah”

=

PerpindahanPerpindahanPerpindahanPerpindahan KalorKalorKalorKalor Konduksi

=

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

=

= besarnya kalor yang merambat tiap detik (J/s)

= konduktivitas termal (W/m K)

= luas permukaan (m 2 )

= perubahan suhu (K)

= panjang penghantar (m)

Konveksi

=

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

=

= besarnya kalor yang merambat tiap detik (J/s)

= koefisien konveksi (J/s m 2 K)

= luas permukaan (m 2 )

= perubahan suhu (K)

Radiasi

=

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

=

= besarnya kalor yang merambat tiap detik (J/s)

= emisivitas = 1; penyerap sempurna

0 1

= 0; penyerap paling jelek

= konstanta Stefan-Boltzman (5,67 10 W/m 2 K 4 ) = perubahan suhu (K) = luas permukaan (m 2 )

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Di dalam sebuah bejana besi bermassa 200 gr terdapat 100 gr minyak bersuhu 20°C. Di dalam bejana dimasukkan 50 gr besi bersuhu 75°C. Bila suhu bejana naik 75°C dan kalor jenis minyak adalah 0,43 kal/g °C, maka kalor jenis besi adalah

A. 0,143 kal/g °C

B. 0,098 kal/g °C

C. 0,084 kal/g °C

D. 0,075 kal/g °C

E. 0,064 kal/g °C

Dua buah batang logam A dan B memiliki ukuran yang sama tetapi jenisnya berbeda dihubungkan seperti gambar:

79°

A

B

Kedua logam memiliki suhu yang beda pada kedua ujungnya. Jika koefisien konduksi termal A adalah setengah konduksi termal B, maka suhu pada sambungan batang adalah

A. 55 °C

B. 45 °C

C. 35 °C

D. 29 °C

E. 24 °C

3.2.3.2.3.2.3.2. MenjelaskanMenjelaskanMenjelaskanMenjelaskan persamaanpersamaanpersamaanpersamaan umumumumumumumum gasgasgasgas idealidealidealideal padapadapadapada berbagaiberbagaiberbagaiberbagai prosesprosesprosesproses termodinamikatermodinamikatermodinamikatermodinamika dandandandan penerapannya.penerapannya.penerapannya.penerapannya.

PersamaanPersamaanPersamaanPersamaan GasGasGasGas IdealIdealIdealIdeal

= atau =

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= tekanan gas ideal (Pa) = volume gas ideal (m 3 ) = jumlah partikel gas

= tetapan gas umum

8,31 10 J⁄mol K 0,082 liter atm⁄mol K

= tetapan Boltzman (1,38 10 J⁄K) = suhu (K)

= jumlah mol gas (mol)

=

=

=

= massa

bilangan Avogadro (6,02 10 partikel)

= massa partikel gas

molekul gas

(6,02 10 partikel) = massa partikel gas molekul gas Bimbel UN FISIKA SMA by Pak Anang
(6,02 10 partikel) = massa partikel gas molekul gas Bimbel UN FISIKA SMA by Pak Anang

HukumHukumHukumHukum BoyleBoyle-BoyleBoyle--Gay-GayGay-Gay--Lussac-LussacLussacLussac

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= tekanan mutlak akhir gas ideal (Pa)

= volume awal gas ideal (m 3 )

= suhu akhir gas ideal (K)

= tekanan mutlak awal gas ideal (Pa)

= volume akhir gas ideal (m 3 ) = suhu awal gas ideal (K)

EnergiEnergiEnergiEnergi KinetikKinetikKinetikKinetik GasGasGasGas IdealIdealIdealIdeal

=

atau =

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= energi kinetik gas ideal (Pa)

= jumlah mol gas (mol) = jumlah partikel gas

= tetapan gas umum

= tetapan Boltzman (1,38 10 J/K)

= suhu (K)

8,31 10 J⁄mol K 0,082 liter atm⁄mol K

KecepatanKecepatanKecepatanKecepatan EfektifEfektifEfektifEfektif GasGasGasGas IdealIdealIdealIdeal

=

atau =

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

=

kecepatan efektif gas ideal (m/s)

= tetapan gas umum

= tetapan Boltzman (1,38 10 J⁄K)

= massa partikel gas ideal (kg)

8,31 10 J⁄mol K 0,082 liter atm⁄mol K

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Sebuah ruang tertutup berisi gas idela dengan suhu T dan kecepatan partikel gas v . Jika suhu gas dipanaskan menjadi 3T maka kecepatan gas menjadi

A.

B.

C.

D.

E.

3

3

3.3.3.3.3.3.3.3. MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besaranbesaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis yangyangyangyang berkaitanberkaitanberkaitanberkaitan dengandengandengandengan prosesprosesprosesproses termodinamikatermodinamikatermodinamikatermodinamika padapadapadapada mesinmesinmesinmesin kalor.kalor.kalor.kalor.

SiklusSiklusSiklusSiklus

Siklus adalah proses perubahan suatu gas tertentu yang selalu kembali kepada keadaan awal proses.

SiklusSiklusSiklusSiklus CarnotCarnotCarnotCarnot

1. Proses pemuaian secara isotermis (A ke B) menyerap kalor dan mengubahnya menjadi .

2. Proses pemuaian secara adiabatik (B ke C) melakukan usaha .

3. Proses penampatan secara isotermik (C ke D) melepas kalor .

4. Proses pemampatan secara adiabatik (D ke A)

A B D C
A
B
D
C

MesinMesinMesinMesin CarnotCarnotCarnotCarnot

Usaha mesin Carnot:

=

Efisiensi mesin Carnot:

= 1 100%

= 1

100%

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= kalor yang diberikan pada gas oleh reservoir suhu

tinggi

= kalor yang diberikan pada gas oleh reservoir suhu rendah

= suhu reservoir tinggi (K) = suhu reservoir rendah (K)

= usaha yang dilakukan mesin carnot (J)

= efisiennsi mesin carnot

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Sebuah mesin Carnot yang menggunakan reservoar suhu tinggi bersuhu 800 K mempunyai efisiensi sebesar 40%. Agar efisiensi naik menjadi 50%, maka suhu reservoar suhu tinggi dinaikkan menjadi ….

A. 900 K

B. 960 K

C. 1000 K

D. 1180 K

E. 1600 K

menjadi …. A. 900 K B. 960 K C. 1000 K D. 1180 K E. 1600
menjadi …. A. 900 K B. 960 K C. 1000 K D. 1180 K E. 1600

SKLSKLSKLSKL 4.4.4.4. MenganalisisMenganalisisMenganalisisMenganalisis konsepkonsepkonsepkonsep dandandandan prinsipprinsipprinsipprinsip gelombang,gelombang,gelombang,gelombang, optikoptikoptikoptik dandandandan bunyibunyibunyibunyi dalamdalamdalamdalam berbagaiberbagaiberbagaiberbagai penyelesaianpenyelesaianpenyelesaianpenyelesaian masalahmasalahmasalahmasalah dandandandan produkprodukprodukproduk teknologi.teknologi.teknologi.teknologi.

4.1.4.1.4.1.4.1. MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan ciriciri-ciriciri--ciri-ciriciriciri dandandandan besaranbesaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis padapadapadapada gelombang.gelombang.gelombang.gelombang.

JenisJenisJenisJenis GelombangGelombangGelombangGelombang

Menurut arah getar:

Gelombang transversal dan longitudinal

Menurut amplitudo:

Gelombang berjalan dan stasioner

Menurut medium perambatan:

Gelombang mekanik dan elektromagnetik

GelombangGelombangGelombangGelombang BerjalanBerjalanBerjalanBerjalan

Grafik gelombang berjalan
Grafik gelombang berjalan

Persamaan umum gelombang berjalan

= sin 2

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

Tanda ( ) jika gelombang merambat dari kanan ke kiri. Tanda (–) jika gelombang merambat dari kiri ke kanan

= sin( )

= sin 2

2

=

=

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

2

= 2 =

= simpangan getaran titik yang berjarak dari titik

asal getaran = amplitudo (m)

= lama titik asal telah bergetar (s)

= periode getaran (s)

= jarak titik pada tali dari titik asal getaran (m)

= panjang gelombang (m)

= kecepatan sudut (rad/s)

= bilangan gelombang (m -1 )

= sudut fase

= fase

= cepat rambat gelombang (m/s)

= frekuensi gelombang (Hz)

GelombangGelombangGelombangGelombang StasionerStasionerStasionerStasioner

1. Ujung terikat

ℓ

= 2 sin( ) cos( ) = 2 sin( )

= (2 ) ; = 0, 1, 2, … 4 = (2 1) ; =
= (2 )
; = 0, 1, 2, …
4
= (2 1)
; = 0, 1, 2, …
4
2. Ujung bebas

= 2 cos( ) sin( ) = 2 cos( )

= (2 1)

4

; = 0, 1, 2, …

= (2 ) ; = 0, 1, 2, …

4

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= simpangan pada titik P yang berjarak dari ujung terikat atau ujung bebas (m) = amplitudo gelombang berjalan (m) = bilangan gelombang (m -1 ) = jarak titik pada tali dari titik ujung bebas atau ujung terikat (m) = kecepatan sudut (rad/s) = lama titik asal telah bergetar (s)

= panjang tali (m) = panjang gelombang (m) = amplitudo gelombang stasioner (m) = simpul ke-( 1) = perut ke-( 1)

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Gelombang transversal merambat sepanjang tali AB. Persamaan gelombang di titik B dinyatakan dengan persamaan = 0,08 sin 20 , semua besaran dalam sistem SI. Jika x adalah jarak AB, maka:

(1) cepat rambang gelombangnya 5 m/s (2) frekuensi gelombangnya 10 Hz (3) panjang gelombangnya 0,5 m (4) gelombang memiliki amplitudo 8 cm Pernyataan yang benar adalah

A. (1), (2) dan (3).

B. (1) dan (3)

C. (2) dan (4)

D. (4) saja

E. (1), (2), (3) dan (4).

dan (3) C. (2) dan (4) D. (4) saja E. (1), (2), (3) dan (4). Bimbel
dan (3) C. (2) dan (4) D. (4) saja E. (1), (2), (3) dan (4). Bimbel

Jika sebuah pipa organa tertutup ditiup sehingga timbul nada atas ketiga, maka terjadilah

A. 4 perut dan 4 simpul

B. 4 perut dan 5 simpul

C. 5 perut dan 4 simpul

D. 5 perut dan 5 simpul

E. 5 perut dan 6 simpul

4.2.4.2.4.2.4.2. MenjelaskanMenjelaskanMenjelaskanMenjelaskan berbagaiberbagaiberbagaiberbagai jenisjenisjenisjenis gelombanggelombanggelombanggelombang elektromagnetelektromagnetelektromagnetelektromagnet sertasertasertaserta manfaatmanfaatmanfaatmanfaat atauatauatauatau bahayanyabahayanyabahayanyabahayanya dalamdalamdalamdalam kehidupankehidupankehidupankehidupan seharisehari-seharisehari--hari.-hari.hari.hari.

GelombangGelombangGelombangGelombang ElektromagnetikElektromagnetikElektromagnetikElektromagnetik (GEM)(GEM)(GEM)(GEM)

GEM adalah gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium perantara.

SifatSifat-SifatSifat--sifat-sifatsifatsifat GelombangGelombangGelombangGelombang ElektromagnetikElektromagnetikElektromagnetikElektromagnetik

1.

Dapat merambat dalam ruang hampa (tidak memerlukan medium untuk merambat)

2.

Tidak bermuatan listrik

3.

Merupakan gelombang transversal, yaitu arah getarnya tegak lurus dengan arah perambatannya

4.

Memiliki sifat umum gelombang, seperti dapat mengalami polarisasi, pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), interferensi, dan lenturan (difraksi)

5.

Arah perambatannya tidak dibelokkan, baik pada medan listrik maupun medan magnet

PersamaanPersamaanPersamaanPersamaan panjangpanjangpanjangpanjang gelombanggelombanggelombanggelombang GEMGEMGEMGEM

=

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

= cepat rambat gelombang elektromagnetik

= (3 10 m/s) panjang gelombang elektromagnetik (m)

frekuensi gelombang elektromagnetik (m)

SpektrumSpektrumSpektrumSpektrum GelombangGelombangGelombangGelombang ElektromagnetikElektromagnetikElektromagnetikElektromagnetik

Urutan gelombang elektromagnetik:

GRUTI Rada TeleR

Urutan gelombang elektromagnetik: GRUTI Rada TeleR semakin besar (“G GGamma,G RRontgen,RR UUltraviolet,UU

semakin besar

(“GGGamma,G RRontgen,RR UUltraviolet,UU cahaya TTampakTT (u-ni-bi-hi-ku-ji-me), IInframerah,II RadaRadar,RadaRada TeleTelevisi,TeleTele RRadio.”)RR

PenerapanPenerapanPenerapanPenerapan GelombangGelombangGelombangGelombang ElektromagnetikElektromagnetikElektromagnetikElektromagnetik

1. Sinar gamma

dimanfaatkan dunia kedokteran untuk terapi kanker dan membunuh sel kanker

mensterilisasi peralatan rumah sakit atau makanan sehingga makanan tahan lebih lama

membuat varietas tanaman unggul tahan penyakit dengan produktivitas tinggi

mengurangi populasi hama tanaman (serangga)

medeteksi keretakan atau cacat pada logam

sistem perunut aliran suatu fluida (misalnya aliran PDAM), mendeteksi kebocoran

mengontrol ketebalan dua sisi suatu logam sehingga memiliki ketebalan yang sama

2. Sinar – X

mendiagnosis adanya gejala penyakit dalam tubuh, seperti kedudukan tulang-tulang dalam tubuh dan penyakit paru-paru dan memotret organ-organ dalam tubuh (tulang), jantung, paru- paru, melihat organ dalam tanpa pembedahan (foto Rontgen)

menganalisis struktur atom dari kristal

mengidentifikasi bahan atau alat pendeteksi keamanan

mendeteksi keretakan atau cacat pada logam

memeriksa barang-barang di bandara udara atau pelabuhan

3.

Sinar ultraviolet

untuk proses fotosintesis pada tumbuhan

membantu pembentukan vitamin D pada tubuh manusia

dengan peralatan khusus dapat digunakan untuk membunuh kuman penyakit, menyucihamakan ruangan operasi rumah sakit berikut instrumen- instrumen pembedahan

memeriksa keaslian tanda tangan di bank-bank, keaslian uang kertas, dll

banyak digunakan dalam pembuatan integrated circuit (IC)

4.

Cahaya tampak

Membantu penglihatan mata manusia

Salah satu aplikasi dari sinar tampak adalah penggunaan sinar laser dalam serat optik pada bidang telekomunikasi

5.

Sinar inframerah

terapi fisik, menyembuhkan penyakit cacar dan encok (physical therapy)

fotografi pemetaan sumber daya alam, mendeteksi tanaman yang tumbuh di bumi dengan detail

fotografi diagnosa penyakit

remote control berbagai peralatan elektronik

mengeringkan cat kendaraan dengan cepat pada industri otomotif

pada bidang militer,dibuat teleskop inframerah yang digunakan melihat di tempat yang gelap atau berkabut dan satelit untuk memotret permukaan bumi meskipun terhalang oleh kabut atau awan

sistem alarm maling

6.

Gelombang mikro

pemanas microwave

komunikasi RADAR (Radio Detection and Ranging)

menganalisa struktur atomik dan molekul

mengukur kedalaman laut

digunakan pada rangkaian televisi

gelombang RADAR diaplikasikan untuk mendeteksi suatu objek, memandu pendaratan pesawat terbang, membantu pengamatan di kapal laut dan pesawat terbang pada malam hari atau cuaca kabut, serta untuk menentukan arah dan posisi yang tepat.

7.

Televisi dan radio

alat komunikasi, sebagai pembawa informasi dari satu tempat ketempat lain

sebagai pembawa informasi dari satu tempat ketempat lain Bimbel UN FISIKA SMA by Pak Anang (
sebagai pembawa informasi dari satu tempat ketempat lain Bimbel UN FISIKA SMA by Pak Anang (

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Dibawah ini merupakan penerapan gelombang elektromagnetik. (1) sebagai remote control (2) mengontrol ketebalan kertas (3) proses pengeringan dalam pengecatan mobil (4) memanaskan makanan dalam oven (5) sistem keamanan Yang merupakan penerapan sinar infrared adalah……

A.

(1), (2), dan (3)

B.

(2), (3), dan (4)

C.

(3), (4), dan (5)

D.

(1), (3), dan (5)

E.

(2), (4), dan (5)

4.3.4.3.4.3.4.3. MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis yangyangyangyang terkaitterkaitterkaitterkait dengandengandengandengan pengamatanpengamatanpengamatanpengamatan padapadapadapada mikroskopmikroskopmikroskopmikroskop atauatauatauatau teropong.teropong.teropong.teropong.

MikroskopMikroskopMikroskopMikroskop

Berakomodasi Maksimum
Berakomodasi Maksimum

TeropongTeropongTeropongTeropong

LensaLensaLensaLensa padapadapadapada TeropongTeropongTeropongTeropong

Lensa objektif, lensa yang berada dekat objek. Lensa okuler, lensa yang berada dekat mata

SifatSifatSifatSifat BayanganBayanganBayanganBayangan TeropongTeropongTeropongTeropong

 

Lensa objektif

: nyata, terbalik, diperkecil

Tanpa Berakomodasi

Lensa okuler

: maya, terbalik, diperbesar

LensaLensaLensaLensa padapadapadapada MikroskopMikroskopMikroskopMikroskop
LensaLensaLensaLensa padapadapadapada MikroskopMikroskopMikroskopMikroskop

Lensa objektif, lensa yang berada dekat objek. Lensa okuler, lensa yang berada dekat mata.

SifatSifatSifatSifat BayanganBayanganBayanganBayangan MikroskopMikroskopMikroskopMikroskop

Lensa objektif

: nyata, terbalik, diperbesar.

Lensa okuler

: maya, tegak, diperbesar.

PerbesaranPerbesaranPerbesaranPerbesaran MikroskopMikroskopMikroskopMikroskop

Perbesaran lensa objektif dan okuler:

Lensa

objektif

Lensa Okuler

Berakomodasi

Tanpa Akomodasi

1

Perbesaran total mikroskop

PanjangPanjangPanjangPanjang MikroskopMikroskopMikroskopMikroskop

Berakomodasi

Tanpa Akomodasi

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

perbesaran lensa objektif perbesaran lensa okuler jarak bayangan terhadap lensa objektif (cm)

jarak benda terhadap lensa objektif (cm) jarak titik dekat mata pengamat (cm) fokus lensa objektif (cm) fokus lensa okuler (cm)

perbesaran total pada mikroskop

JenisJenisJenisJenis TeropongTeropongTeropongTeropong

a. Teropong bias (lensa), yang terdiri dari beberapa lensa.

b. Teropong pantul (cermin), yang terdiri atas beberapa lensa dan cermin.

PerbesaranPerbesaranPerbesaranPerbesaran dandandandan PanjangPanjangPanjangPanjang TeropongTeropongTeropongTeropong

a. Teropong Bintang Perbesaran teropong bintang:

Berakomodasi

Tanpa Akomodasi

 

Panjang teropong bintang:

Berakomodasi

Tanpa Akomodasi

b. Teropong Bumi Perbesaran teropong bumi:

Berakomodasi

Tanpa Akomodasi

 

Panjang teropong bumi:

Berakomodasi

Tanpa Akomodasi

4

4

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

perbesaran lensa objektif perbesaran lensa okuler jarak bayangan terhadap lensa objektif (cm)

jarak benda terhadap lensa objektif (cm) jarak titik dekat mata pengamat (cm) fokus lensa objektif (cm) fokus lensa okuler (cm) fokus lensa pembalik (cm)

perbesaran total pada teropong

fokus lensa pembalik (cm) perbesaran total pada teropong Bimbel UN FISIKA SMA by Pak Anang (
fokus lensa pembalik (cm) perbesaran total pada teropong Bimbel UN FISIKA SMA by Pak Anang (

PREDIKSIPREDIKSIPREDIKSIPREDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Jarak titik api lensa obyektif dan okuler sebuah mikroskop berturut-turut 18 mm dan 5 cm. Jika sebuah benda diletakkan 20 mm di depan lensa obyektif, maka perbesaran total mikroskop untuk mata normal ( Sn = 25 cm ) tak berakomodasi adalah

A.

5 kali

B.

9 kali

C.

14 kali

D.

45 kali

E.

54 kali

4.4.4.4.4.4.4.4. MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis padapadapadapada peristiwaperistiwaperistiwaperistiwa interferensiinterferensiinterferensiinterferensi dandandandan difraksi.difraksi.difraksi.difraksi.

InterferensiInterferensiInterferensiInterferensi InterferensiInterferensiInterferensiInterferensi
InterferensiInterferensiInterferensiInterferensi
InterferensiInterferensiInterferensiInterferensi
GambarGambarGambarGambar
RumusRumusRumusRumus
mamamamaxxxx (terang)(terang)(terang)(terang)
minminminmin (gelap)(gelap)(gelap)(gelap)
Interferensi
celah ganda
= ∙
genap
ganjil
(Interferensi
Young)
Interferensi
pada lapisan
2 cos = ∙
ganjil
genap
Lapisan
tipis
transparan
Interferensi
Lensa cembung
cincin
= ∙
ganjil
genap
Newton
Kaca plan-paralel
sin = ∙
Difraksi celah
ganjil
genap
tunggal
sin =
sin = ∙
Difraksi pada
1
genap
ganjil
kisi
=
Daya urai
1,22
1,22
= 1,22 ∙
Catatan:Catatan:Catatan:Catatan:
Genap
:
( )
Ganjil
:
DifraksiDifraksiDifraksiDifraksi
InterferensiInterferensiInterferensiInterferensi

0, 1, 2, 3, …

PREPREPREPREDIKSIDIKSIDIKSIDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Pada percobaan Young digunakan dua celah sempit yang berjarak 0,3 mm satu dengan lainnya. Jika jarak layar dengan celah 1 m dan jarak garis terang pertama dari terang pusat 1,5 mm, maka panjang gelombang cahaya adalah

A. 4,5 10 m

B. 4,5 10 m

C. 4,5 10 m

D. 4,5 10 m

E. 4,5 10 m

m C. 4,5 10 m D. 4,5 10 m E. 4,5 10 m Bimbel UN FISIKA
m C. 4,5 10 m D. 4,5 10 m E. 4,5 10 m Bimbel UN FISIKA

Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang 500 nm datang tegak lurus pada kisi. Jika spektrum orde ke-2 membuat sudut 30° dengan garis normal pada kisi, maka jumlah garis per cm kisi adalah

4.5.4.5.4.5.4.5.

A. 2.000

B. 4.000

C. 5.000

D. 20.000

E. 50.000

MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan besaranbesaran-besaranbesaran--besaran-besaranbesaranbesaran fisisfisisfisisfisis yangyangyangyang berkaitanberkaitanberkaitanberkaitan dengandengandengandengan peristiwaperistiwaperistiwaperistiwa efekefekefekefek Doppler.Doppler.Doppler.Doppler.

EfekEfekEfekEfek DopplerDopplerDopplerDoppler

Bunyi efek Doppler:

”Jika jarak antara sumber bunyi dan pendengar membesar, maka frekuensi bunyi yang diterima pendengar akan lebih kecil dari frekuensi sumbernya, dan sebaliknya jika jarak tersebut mengecil, maka frekuensi yang diterima pendengar akan lebih besar dari frekuensi sumbernya”

PersamaanPersamaanPersamaanPersamaan efekefekefekefek DoppleDopplerDoppleDopplerrr

+ +
+
+

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

frekuensi gelombang yang diterima pendengar (Hz)

frekuensi gelombang yang dipancarkan sumber bunyi (Hz) cepat rambat gelombang bunyi di udara (m/s)

kecepatan sumber bunyi (m/s)

kecepatan pendengar (m/s)

Penjelasan:Penjelasan:Penjelasan:Penjelasan:

(+) jika sumber bunyi bergerak menjauhi pendengar (–) jika sumber bunyi bergerak mendekati pendengar (+) jika pendengar bergerak mendekati sumber bunyi (–) jika pendengar bergerak menjauhi sumber bunyi 0, jika sumber bunyi diam (tidak bergerak) 0, jika pendengar bunyi diam (tidak bergerak)

PREPREDIKSIPREPREDIKSIDIKSIDIKSI SOALSOALSOALSOAL UNUNUNUN 2012201220122012

Sebuah ambulans bergerak dengan kecepatan 20 m/s sambil membunyikan sirinenya pada frekuensi 400 Hz. Seorang pengemudi truk yang bergerak berlawanan arah dengan kecepatan 20 m/s mendengar bunyi sirine ambulans. Jika kecepatan bunyi di udara 340 m/s, maka frekuensi terdengar oleh pengemudi truk saat kedua mobil saling mendekat adalah

4.6.4.6.4.6.4.6.

A. 300 Hz

B. 350 Hz

C. 400 Hz

D. 450 Hz

E. 475 Hz

MenentukanMenentukanMenentukanMenentukan intensitasintensitasintensitasintensitas atauatauatauatau taraftaraftaraftaraf intensitasintensitasintensitasintensitas bunyibunyibunyibunyi padapadapadapada berbagaiberbagaiberbagaiberbagai kondisikondisikondisikondisi yangyangyangyang berbeda.berbeda.berbeda.berbeda.

IntensitasIntensitasIntensitasIntensitas BunyiBunyiBunyiBunyi

4

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

intensitas bunyi (W/m 2 )

daya bunyi (W)

luas bidang yang ditembus (m 2 )

jari-jari atau jarak (m)

TarafTarafTarafTaraf IntensitasIntensitasIntensitasIntensitas

10 log

Keterangan:Keterangan:Keterangan:Keterangan:

taraf intensitas (dB) intensitas bunyi (W/m 2 ) intensitas ambang (W/m 2 ) 10 W/m 2 10 W/cm 2

TITITITI padapadapadapada perubahanperubahanperubahanperubahan jumlahjumlahjumlahjumlah sumbersumbersumbersumber bunyibunyibunyibunyi