Anda di halaman 1dari 20

KEGAWATDARURATAN MEDIS Definisi Istilah gawat dapat diartikan sebagai keadaan yang dapat membahayakan jiwa pasien.

Sedangkan istilah darurat dapat diartikan sebagai keadaan yang membutuhkan pertolongan segera. Jadi, gawat darurat adalah suatu kondisi dimana kondisi tersebut dapat membahayakan jiwa pasien dan harus dirawat sesegera mungkin.

Berbagai Keadaan Medis yang Mengancam Jiwa


1. Faint (Pingsan)

Tanda dan gejala Dapat diikuti oleh nausea dan tidak dapat melihat Berkeringat dan pucat Denyut jantung dibawah 60 detak/min (bradycardia) selama serangan

Penyebab Rasa sakit atau kecemasan Prinsip perawatan Peningkatan aliran darah ke otak dengan cepat Memblok aktivitas vagal dengan atropine dan membuat denyut jantung meningkat Jika pasien lambat untuk sembuh, pertimbangkan diagnosis lain atau beri 0,3-1 mg atropine intravena

Perawatan pertama Baringkan pasien Beri oksigen Berharap pasien pulih dengan cepat

2. Hyperventilasi

Tanda dan gejala pusing Tingling pada ekstremitas Spasme otot

Penyebab Rasa cemas Prinsip perawatan Mengurangi rasa cemas Over-breathing akan mengeluarkan banyak CO2 sehingga menghasilkan pembuluh darah vasokonstriksi. Oleh karena itu, Kembalikan level CO2 dalam darah menjadi normal kembali

Perawatan pertama Menenangkan pasien Suruh pasien bernafas dari kantong reservoir sedasi inhalasi atau aparat anastetik umum

3. Postural Hypotension

Tanda dan gejala Pusing Hilangnya kesadaran pada saat kembali ke posisi berdiri dari posisi tidur

Penyebab Biasanya terjadi jika pasien memakan obat-obatan beta-blockers Prinsip perawatan

Meningkatkan aliran darah ke otak Perawatan pertama Baringkan pasien dan beri oksigen Dudukkan pasien secara pelan-pelan

4. Diabetic Emergencies : Hypoglycaemia

Tanda dan gejala Bergetar dan menggigil Berkeringat Kelaparan Sakit kepala dan kebingungan

Penyebab Diabetes Pasien belum makan

Prinsip perawatan Mengembalikan kadar gula darah ke normal dengan memberi glukosa atau merubah glikogen pasien menjadi glukosa dengan pemberian glucagon. Perawatan pertama Jika pasien masih sadarkan diri, beri 3 bongkahan gula atau glukosa dan sedikit air atau glukosa oral gel; ulangi dalam 10 menit jika dibutuhkan Jika pasien tidak sadarkan diri, injeksikan 1 mg (1 unit) glucagon melalui rute apa pun

Perawatan lebih lanjut Transfer ke A&E (accident and emergency) Berikan 50 ml 20% glukosa i.v. infusion diikuti dengan 0,9% saline karena glukosa merusak vena

Berharap pasien sembuh dengan cepat

5. Grand Mal Epileptic Seizure

Tanda dan gejala Hilangnya kesadaran secara tiba-tiba Pernafasan dapat berhenti dan pasien menjadi sianosis Lidah bisa tergigit Setelah 30 detik, terjadi gerakan menghentak yang hebat dari alat gerak dan tubuh

Penyebab Biasanya pasien menderita epilepsy Epilepsy yang tidak dikontrol dengan baik Kejang-kejang dapat diinisiasi oleh kecemasan

Prinsip perawatan Menjaga aliran darah ke otak Lindungi fisik dari gangguan yang berbahaya Berikan anticonvulsant

Perawatan lanjut Resiko kerusakan otak ditingkatkan oleh lamanya serangan. Oleh karena itu, perawatan harus bertujuan untuk menghentikan kejang-kejang sesegera mungkin. Jika kejang-kejang berlanjut hingga 15 menit atau lebih lama atau berulang dengan cepat, maka: Transfer ke A&E

Lepas dentures dan masukan guedel atau nasopharyngeal airway Beri oksigen Beri 10-20 mg i.v. diazepam (2,5 mg/30 s)

6. Hypoadrenalisme

Tanda dan gejala Pucat Kebingungan Denyut lemah yang cepat

Penyebab Biasanya pasien menderita Addisons disease atau memakan steroid dalam jangka waktu lama dan lupa memakan tabletnya.

Prinsip perawatan Memberikan penggantian steroid Menentukan dan merawat penyebabnya ketika krisis sudah selesai

Perawatan lanjut Transfer to A&E Beri cairan dan hydrocortisone, keduanya i.v.

7. Asma Akut

Tanda dan gejala

Nafas pendek secara terus menerus Kurang istirahat dan kelelahan Tachycardia lebih besar dari 110 detak/min dan aliran puncak pernafasan rendah Pernafasan dangkal pada kasus yang parah

Penyebab Terkena antigen namun dipercepat dengan berbagai factor seperti kecemasan

Prinsip perawatan Oksigenasi Bronchodilatasi

Perawatan lanjut Jika respon hanya sedikit, transfer ke A&E Hydrocortisone sodium succinate i.v. : dewasa 200 mg, anak-anak 100 mg Tambahkan 0,5 mg ipratropium pada nebulised salbutamol Injeksi i.v. aminophylline 250 mg dalam 10 ml selama 20 menit; monitor dan jaga jari tetap pada denyut selama injeksi

8. Syok Anafilaktik

Tanda dan gejala Paraesthesia, wajah memerah dan bengkak, terutama bibir dan kelopak mata Urticaria, terutama tangan dan kaki

Berbunyi dan kesulitan bernafas Denyut lemah yang cepat

Prinsip perawatan Membutuhkan perawatan yang tepat untuk Laryngeal oedema Bronchospasm Hypotension

Perawatan lanjut Transfer ke A& E Chlorphenamine (chlorpheniramine) 10 mg dalam 1 ml intramuscular atau injeksi i.v. Hydrocortisone sodium succinate 200 mg dengan injeksi i.v. Segera berikan cairan i.v. (colloid) infuse jika syok tidak merespon adrenaline dengan cepat

9. Stroke

Tanda dan gejala Kebingungan diikuti dengan tanda dan gejala dari kerusakan otak Hemiplegia atau quadriplegia Kehilangan reaksi sensorik Dysphasia Locked-in syndrome (dapat menerima rangsang tapi tidak dapat merespon)

Penyebab Dihasilkan dari cerebral haemorrhage atau cerebral ischaemia

Prinsip perawatan Menjaga kondisi pasien dan segera dirujuk untuk penanganan lebih lanjut

10.

Overdosis Benzodiazepine

Tanda dan gejala Hilang kesadaran Depresi pernafasan

Penyebab Dapat dihasilkan dari pemakaian dosis yang berlebihan atau pada pasien yang sensitive terhadap benzodiazepine

Prinsip perawatan Memberikan obat antagonis dari benzodiazepine misalnya flumazenil

11.Phychiatric Emergencies

Tanda dan gejala Bizarre/agitasi/violent behavior

Penyebab Biasanya terdapat penyakit psikiatri pada pasien

Prinsip perawatan Transfer ke A&E

12.Angina dan Infark Myocardial

Tanda dan gejala Sakit yang tiba-tiba pada daerah dada dan bisa menjalar ke bahu dan ke lengan kiri atau ke leher dan rahang; sakit dari angina biasanya menjalar ke lengan kiri Kulitnya pucat dan berkeringat Pernafasan yang pendek Nausea Denyut yang lemah dan hypotensi Jika rasa sakit tidak dapat hilangb dnegan glyceryl trinitrate (GTN) maka penyebabnya adalah infark myocardial

Penyebab Angina dihasilkan dari penyusutan diameter lumen artery coronary karena plak atheromatous Infark myocardial biasanya merupakan hasil dari thrombosis pada artery coronary

Prinsip perawatan Mengontrol rasa sakit Vasodilatasi pembuluh darah untuk mengurangi beban jantung

Perawatan lanjut untuk angina yang parah dan infark myocardial Transfer to A&E

Dimorphine 5 mg (2,5 mg untuk lansia) dengan injeksi intravena Terapi thrombolytic awal untuk mengurangi kematian

13.Cardiac Arrest

Tanda dan gejala Hilang kesadaran Tidak bernafas Tidak ada denyut karotis

Penyebab Kebanyakan kasus cardiac arrest dihasilkan dari arrhythmias yang diikuti dengan infark myocardial akut atau penyakit iskemia jantung kronis Berhentinya jantung dapat terjadi karena salah satu dari : 1. VF (Ventricular Fibrilation) 2. asistole 3. PEA (pulseless electrical activity)

Prinsip perawatan Kegagalan sirkulasi dalam waktu 4 menit atau kurang, jika pasien telah menderita hipoksia. Hal ini bisa mengakibatkan kerusakan otak yang irreversible Memberikan bantuan hidup dasar sampai perawatan lebih lanjut tersedia

Perawatan lanjut Transfer ke A&E

SYOK Syok dapat diartikan sebagai keadaan terdapatnya pengurangan yang sangat besar dan tersebar luas pada kemampuan pengangkutan oksigen serta unsur-unsur gizi lainnya secara efektif ke berbagai jaringan sehingga timbul cedera seluler yang mula-mula reversibel dan kemudian bila syok berlangsung lama, dapat menjadi ireversibel.

Klasifikasi SYOK berdasarkan etiologinya 1. Syok Hipovolemik atau oligemik Perdarahan atau kehilangan cairan yang banyak akibat sekunder dari muntah, diare, luka bakar, atau dehidrasi, menyebabkan pengisian ventrikel tidak adekuat, seperti penurunan preload berat, direfleksikan pada penurunan volume dan tekanan akhir diastolik ventrikel kanan dan kiri. Perubahan ini menyebabkan syok dengan menimbulkan stroke volume dan curah jantung yang tidak adekuat. 2. Syok Kardiogenik Syok ini akibat depresi berat kinerja jantung sistolik. Tekanan arteri sistolik < 80 mmHg, indeks jantung berkurang di bawah 1,8 L/menit/m2, dan tekanan pengisian ventrikel kiri meningkat, umumnya diatas 18 mmHg; edema paru-paru dapat jelas atau tidak. kegagalan otot jantung dalam memompa secara efektif. Seringkali karena adanya kerusakan pada otot jantung yang merupakan akibat dari myocardial infarction. Sebab lainnya yang memungkinkan adalah arrhythmias, cardiomyopathy, congestive heart failure, dan masalah pada katup jantung Penyebab paling sering adalah infark yang mengenai 40 persen atau lebih miokard ventrikel kiri, yang menyebabkan penurunan kontraktilitas miokard setelah henti jantung dan pembedahan jantung yang lama. 3. Syok Distributif Contoh syok ini adalah syok septik, syok neurogenik, dan syok anafilaktik, kesemuanya biasanya menyebabkan penurunan tajam pada resistensi vaskular perifer. Patogenesis syok septik meliputi gangguan kedua sistem vaskular perifer dan jantung. 4. Syok Obstruktif Obstruksi pada aliran darah dapat mengakibatkan jantung terhenti. Contoh-contoh dari syok obstruktif ini adalah cardiac tamponade, tension pneumothorax, pulmonary embolism and aortic stenosis. 5. Syok Endokrin Penyebab utamanya adalah gangguan hormon, misalnya hypothyroidism dan insufisiensi adrenal. Tanda-tanda dan Gejala Syok: Tanda-tanda klinis pada kebanyakan kasus tidak bersifat spesifik. salah satu atau kombinasi dari

beberapa gejala dapat timbul. tahapan dan keparahan dari syok dapat memengaruhi gejala-gejala yang timbul. 1. Tachycardia. kecepatan jantung lebih besar dari 100 detak/menit. beberapa penulis menggambarkan keadaan ini sebagai "galloping heart". 2. Hipotensi-tekanan darah rendah, terutama penurunan pada diastolik 3. Oliguria: keluaran urinaria kurang dari ,5 mL per kg BB pada orang dewasa 4. perubahan level kesadaran, seringkali mengalami penurunan dalam LOC 5. kehilangan darah, spinal cord injury

PATOFISIOLOGI Beberapa karakteristik patogenesis syok sama tanpa memperhatikan sebab yang mendasarinya. Tahap akhir dari syok adalah kematian sel. Begitu sejumlah besar sel dari organ vital telah mencapai stadum ini, syok menjadi ireversibel, dan kematian dapat terjadi meskipun telah dilakukan koreksi penyebab yang mendasari. Tahap-tahap syok: 1. Tahap nonprogresif (tahap kompensasi) Mekanisme kompensasi sirkulasi normal akhirnya akan menyebabkan pemulihan sempurna tanpa dibantu terapi dari luar. 2. Tahap progresif, ketika syok menjadi semakin buruk sampai timbul kematian 3. Tahap ireversibel, ketika syok telah jauh berkembang sedemikian rupa sehingga semua bentuk terapi yang diketahui tidak mampu lagi menolong penderita, meskipun pada saat itu orang tersebut masih hidup.

Diagnosis Syok: Diagnosis yang akurat pada syok sangat diperlukan untuk perawatan dan penanganan yang tepat. Proses anamnesa dan dugaan diagnosa pasien harus dilakukan dengan tepat sebelum memulai treatment. indikator utamanya adalah tekanan darah yang menurun secara signifikan jika dibandingkan dengan tekanan darah normal pasien. produksi urin sedikit dan sifatnya ekstrim (oliguria). pada pemeriksaan darah akan menunjukkan pH darah yang bersifat asam dengan konsentrasi rendah karbondioksida. nilai asam laktat akan meningkat. Penatalaksanaan Syok Secara umum, tujuan penanganan syok adalah

1. Mempertahankan tekanan darah arterial rata-rata 60 mmHg (pada orang dewasa normal) utnuk menjamin perfusi yang memadai pada organ-organ vital. 2. Mempertahankan aliran darah pada organ-organ yang paling sering mengalami kerusakan syok, misalnya ginjal, hepar, sistem saraf pusat, serta paru-paru. 3. Mempertahankan kadar laktat darah arterial di bawah 22 mmol/L.

penatalaksanaan syok terdiri dari terapi suppportive yang mengendalikan penyebab syok tersebut. 1. membuka dan mempertahankan akses parenteral. dua bentuk intravena lebih dianjurkan. intraosseous cannula mungkin dibutuhkan pada beberapa pasien. 2. terapi oksigen supplemental mungkin diperlukan 3. jika pasien tidak dalam keadaan syok kardiogenik (myocarditis, ventricular arrythmias), berikan colloid 10 mL/kg boluses hingga BP dan HR kembali ke level normal. 4. jika pasien memiliki syok kardiogenik seperti cardiomegally, periferal dan pulmonary oedema, low voltage on ECG, dan AV valvar regurgitation murmurs, pasien sebaiknya dirawat dengan inotropes, misalnya noradrenalin dan dengan volume resuscitation 5. Dopamine pada dosis awal pemakaian 5-10 ug/kg/min adalah starting point yang paling sering digunakan 6. intubasi mungkin dibutuhkan untuk pasien yang kesadarannya menurun 7. antibiotik dapat diberikan untuk pasien yang diduga mempunyai septik syok 8. ABC ( airway, breathing, circulation) haruslebih diprioritaskan dibandingkan terapi antiobiotik 9. kasus-kasus tertentu membutuhkan obat-obatan alternatif atau obat-obatan tambahan 10. protokol neutropaenia mungkin dibutuhkan untuk pasien-pasien dengan immunocompromised Prognosis Prognosis pasien bergantung pada penyebab syok, sifat syok, dan perluasan comorbitie. Septik syok memiliki kemungkinan mortalitas 30-50%. Hipovolemik, anafilaktik, dan neurogenik syok memberikan respon yanag lebih baik pada medical intervention. Prognosis untuk syok kardiogenik bersifat tidak baik, yaitu kemungkinan lebih dari 50% kematian Pencegahan tenaga medis memainkan peranan penting dalam pencegahan syok. Kebanyakan syok yang dapat dicegah adalah syok yang disebabkan oleh dehidrasi selama penyakit aku. Dehidrasi biasanya merupakan reaksi sekunder akibat muntah atau diare yang parah. Karena itu, syok dapat dicegah dengan mengenali pasien yang tidak dapat minum. Penggantian cairan harus dilakukan sesegera mungkin. Tipe lain dari syok dapat dicegah dengan mengontrol kondisi pasien. Intervensi dan perawatan awal harus ditujukan untuk mencegah syok.

Basic Life Support

Basic Life support (BLS) atau bantuan hidup dasar mempertahankan jalan nafas dan mendukung pernafasan dan sirkulasi, tanpa penggunaan alat. Bila korban tidak bernapas dan nadinya teraba tidak berdenyut, mulailah lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau juga dikenal sebagai Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR). CPR adalah kombinasi pemijatan (masase) jantung dari luar dan resusitasi mulut ke mulut. Untuk melakukan hal ini, sebaiknya penolong telah mengikuti pelatihan P3K untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dalam melakukan tindakan agar tidak menambah cidera pada penderita.

Langkah2 BLS pada orang dewasa: 1. Pastikan posisi korban dan penolong dalam posisi yang aman 2. Cek respon korban (menggoyangkan pundak korban dan bertanya apa anda baik-baik saja?

3. a. jika ada respon:

Biarkan korban pada recovery posisition coba cari tahu apa yang masalah korban dan segera cari bantuan jika diperlukan cek secara berkala

b. jika tidak ada respon

berteriak memanggil bantuan membuka jalan nafas dengan cara miringkan kepala dan angkat dagu (head tilt and chin lift)

letakkan tangan anda pada dahi korban dan miringkan kepala korban ke belakang letakkan jari tangan anda di bawah dagu korban, angkat dagu untuk membuka jalan nafas

4. tetap buka jalan nafas, lihat, dengar, dan rasakan nafas korban

lihat gerakan dada dengarkan suara nafas melalui mulut korban rasakan udara dengan pipi anda

5. a. jika korban bernafas normal posisikan korban pada recovery posisition

cari bantuan atau panggil ambulans cek nafas korban

b. jika korban bernafas tidak normal minta seseorang mencarikan bantuan, tapi jika anda sendiri segera lakukan pompa dada, dengan langkah: berlutut di sebelah korban letakkan telapak tangan di tengah dada korban (2 jari diatas tulang dada/sternum)

letakkan telapak tangan lainnya di atas tangan pertama dan lakukan interlock jari tangan

Tekan lurus ke bawah secara vertikal, siku pada posisi lurus. Tekan sedalam 4-5 cm

Setelah penekanan, lepaskan tekan tanpa kehilangan kontak antara tangan dan sternum, lakukan kurang lebih 100 kali per menit

6. Lakukan pernafasan buatan

Setelah 30 kali pemompaan, buka kembali jalan nafas dengan head tilt and chin lift

Tutup hidung korban, menggunakan ibu jari dan jari telunjuk Buka mulut korban dengan tetap mempertahankan posisi chin lift (dagu terangkat) Bernafas secara normal dan tempatkan bibir anda di sekitar mulut korban, tiupkan nafas sambil memperhatikan kenaikan dada, beri jeda waktu selama satu detik. Dengan tetap mempertahankan posisi kepala dan dagu, jauhkan mulut anda dari korban dan perhatikan penurunan dada saat mengeluarkan udara.

7. Ulangi berikan nafas buatan, lalu kembali lakukan pompa dada sebanyak 30 kali. Lakukan menerus dengan perbandingan pompa dada dan nafas buatan 30:2 8. Jika ada lebih dari seorang penolong, lakukan penggantian orang setiap 1-2 menit

Resusitasi untuk anak-anak Sebetulnya langkah-langkah yang digunakan tidak terlalu berbeda dengan resusitasi untuk orang dewasa, hanya saja ada beberapa modifikasi: 1. Berikan lima kali nafas buatan sebelum pompa dada 2. Jika penolong hanya seorang, lakukannya CPR (cardio pulmonary resuscitation) sekitar satu menit sebelum mencari bantuan
3. Pompa dada dengan kedalaman 1,5-2,5 cm. Untuk bayi di bawah usia 1 tahun gunakan dua

jari saja, sedangkan untuk anak di atas satu tahun dapat menggunakan satu atau dua tangan.