Anda di halaman 1dari 13

Kuala Lumpur International Airport, Bandara dengan Konsep Hutan

Kuala Lumpur International Airport (KLIA) adalah bandara internasional utama Malaysia yang terletak di Sepang, Selangor dengan kode IATA KUL. Bandara ini dibuka sejak tahun 1998, biaya pembangunannya sebesar 3,5 milyar Dolar dengan slogan "Bringing the World to Malaysia and Malaysia to the World" ("Membawa dunia pada Malaysia dan Malaysia pada Dunia"). Sepertinya orang Malaysia suka membalik-balik kata dan kalimat ya....:)..... . Bandara yang merupakan pangkalan untuk Malaysia Airlines (MAS/MH) dan Air Asia ini didesain arsitek Jepang, Kisho Kurokawa. Lokasi bangunan terminal didesain dengan menggunakan konsep Bandar Udara di tengah hutan, hutan di dalam Bandara, (betul kan, orang Malaysia suka membalik-balikkan kata dan kalimat... hehehe) yang dikelilingi oleh pohon-pohon penghijauan. . Bahkan miniatur hutan hujannya diletakkan di tengah-tengah bangunan satelit bandara ini dengan 4.500 pepohonan dan tumbuh-tumbuhan lengkap dengan air terjun yang semakin mengukuhkan konsep tadi. Sekeliling ruang terbuka ini dibatasi oleh dinding kaca menyerupai 'Rumah Hijau'. Kita pun disuguhi pemandangan hijau menyegarkan di tengah bangunan modern.

. . Langit-langitnya yang tinggi, hingga ruangan tanpa batas seluas 241.000 meter persegi yang terbuka lebar berlantaikan granit. Nuansa bandara kental terasa. Dengan luas 10.000 hektar baru dibangun seperempatnya KLIA membuat Bandara Changi di Singapura yang seluas 1.650 hektar 'tidak ada apa-apanya'. Demikian dengan Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki luas area 1.800 hektar. Apalagi bila melihat teknologi canggih yang diterapkan di seluruh areal KLIA ini. . Bandara ini designnya memang futuristik. Lapang, terang, dan minimalis. Lantainya marmer yang mengkilat, bersih dan mungkin juga karena efek lampu. Arsitektur bandara pun tampak modern dan menonjol. Sekilas mengesankan lengkungan tenda-tenda besar, langit-langit

bangunan terminal utama yang melengkung-lengkung ini mengambil model siluet daun palem atau kelapa sawit. Malaysia memang kaya dengan perkebunan kelapa sawit. Bahkan untuk membangun bandara modern ini, tidak hanya hutan yang ditebas, tapi juga perkebunan kelapa sawit. . Arsitektur bandara secara khusus mengambil warna hijau untuk bagian luar atapnya bukan tanpa alasan. Bandara yang praktis berada di tengah hutan ini memang maunya terkamuflase dengan lingkungan sekitar sehingga yang tampak dari atas adalah rerimbunan pohon. Idenya memberikan kesan hutan saat orang melihat dari atas pesawat. . Klo saya perhatikan tanda-tanda fasilitas yang disediakan dalam bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, bahasa Jepang, dan bahasa Arab. Bahkan fasilitas untuk penyandang cacat pun bagus. . Trus, waktu saya ke toilet yang di Malaysia disebut 'tandas', lantainya nggak semengkilat yang di depan. Lantainya pun tidak kering, dan tombol flushnya adalah tombol kecil di samping radar wanna-be. Tapi dibandingkan bandara CGK sih masih lumayan lah. Hehehe. . . Sedangkan fasilitas telepon umum lumayan banyak jumlahnya. Tersedia juga telepon umum credit card. Tapi ternyata fasilitas telepon umumnya ternyata juga gak bagus. Waktu saya coba nggak nyambung-nyambung ke Indonesia. Selalu ada pesan 'talian sibuk'. Padahal udah coba ke Jakarta, Palembang, Medan, dan Tigaras. Sebel banget. Udah rugi duit 10RM.:) . . Tapi internetnya tersedia dan aksesnya cepat banget. Walaupun sambil berdiri, enak juga browsing sejenak sambil lihat-lihat email masuk. Sekalian promosiin situs blogku http://www.sahatsimarmata.com. Selain itu internet wireless-nya juga gratis. Asyik. Selain itu, tak lupa saya juga memungut tabloid gratis yang disediakan bandara ini.:) . Enaknya sih banyak sekali bangku yang berjejer di sepanjang lorong airport. Bangku itu selalu terlihat bersih dan nyaman untuk ditiduri. Tidak terdapat batas antara bangku, sehingga memungkinkan orang yang sangat lelah untuk tidur diatas bangku itu. Juga terdapat jam diatasnya, jadi kita tidak mungkin ketinggalan pesawat ketika sedang nyaman diatas bangku. Juga terdapat jejeran bangku santai yang didepannya terdapat televisi. Jadi waktu menunggu di airport itu bisa digunakan untuk santai juga. . Selain hal tersebut di atas, aku sampe sekarang masih bingung mengapa kalo kita ke Australia dari Jakarta harus ke Kuala Lumpur terlebih dahulu. Tidak langsung dari Jakarta ke Australia. Mesti memutar bahkan dengan ongkos tiket lebih murah. Mudah-mudahan hal ini tidak berlangsung terus.

Options Disable

Get Free Shots

gsumariyono.files.wordpress.com/2009/...

gsumariyonos Weblog
Just another WordPress.com weblog

Jepang (1) mendarat di Kansai Osaka International Airport Jepang (3) Kobe yang eksotik dan menawan

Jepang (2) Asing dilarang turut membangun KIX


By Gufron Sumariyono

Pembangunan Kansai International Airport (KIX) diwarnai dengan banyaknya protes perusahaan internasional yang ikut tender. Terutama dari perusahaan Amerika yang sangat ingin memperoleh kontrak bangunan. Dengan tegas PM Jepang waktu itu yaitu Yasuhiro Nakasone menjelaskan bahwa kontraktor Jepang akan diberi prioritas utama untuk membangun airport. Kebijakan Jepang terus diserang oleh Amerika dimotori oleh Senator Frank Murkowski. Namun Jepang tidak bergeming dan tidak takut.

KIX Airport, artificial island Protes berikutnya datang dari Airlines Asing (non Jepang), mereka complaint bahwa dua per tiga dari Departure Hall space dialokasikan kepada Airlines Jepang. Hal ini membuat ruangan untuk keberangkatan Airlines non Jepang terbatas dan lebih sempit akibatnya menjadi sangat penuh dan berdesak-desakan diantara para penumpang. Sekali lagi Jepang tidak bergeming dan tidak menggubris complaint itu. Sudah diprediksi dari semula bahwa pulau itu akan mengalami penurunan secara gradual karena tekanan dari materi2 yang dipakai untuk membangun airport. Menurut para ahli, artificial island Airport KIX telah turun 8 meter, lebih besar dari yang diproyeksikan. Tak pelak para ahli kontruksi seluruh dunia terkagum-kagum dengan pembangunan KIX. Proyek KIX dinobatkan atau diomongin sebagai proyek mercu suar yang gila mereka menamakan the most expensive civil works in modern history membutuhkan waktu 20 tahun untuk perencanaan, 3 tahun untuk konstruksi. Success story membangun artificial islands di Airport KIX menjadikan tim Jepang memilik pengalaman teknis yang amat dahsyat. Pengalaman2 itu dipakai untuk menyempurnakan airport di jepang lainnya yaitu New Kitakyushu Airport , Kobe Airport dan Chubu International Airport . Dan Tim Jepang sangat bangga karena dipercaya untuk membangun Hongkong International Airport . Bagi mereka itu suatu kehormatan intelektual dan sekaligus komersial. Pembangunan airport KIX dimulai tahun 1991, yaitu setelah jembatan selesai. Beberapa perubahan dilakukan agar pulau artificial tidak ambles, dengan cara menancapkan dan membenamkan kolom2 dari metal baja untuk menyangga gedung terminal. Biaya bangunan terus naik dengan tajam, sehingga Pemerintah Jepang mengusulkan agar panjangnya gedung terminal dikurangi demi untuk penghematan. Usulan Pemerintah Jepang ditolak mentah2 oleh arsitek nya

yaitu Renzo Piano, dia tetap kokoh pada pendiriannya. Setelah tiga tahun pembangunan selesai dan KIX diresmikan untuk dipakai pada tahun 1994. Belum setahun dipakai tiba2 pada tanggal 17 Januari 1995, Jepang digoncang oleh gempa bumi yang dikenal dengan nama Kobe Earthquake, yang epicenternya terletak 20 km dari KIX dan memakan korban 6.500 yang meninggal di pulau Honshau. Orang makin kagum karena bangunan airport tidak mengalami kerusakan yang berarti. Tim ahli menjelaskan hal ini disebabkan karena pemakaian sistim sliding joints di kontruksinya. Gelas2 di gedung terminal tidak ada yang rusak dan tidak ada yang pecah. Ini merupakan kebanggaan tambahan bagi tim kontruksi Jepang. Bencana lain yang menimpa Kansai Airport adalah angin typhoon dengan kecepatan 200 km/jam yang terjadi tahun 1998. Sekali lagi para ahli terkagum-kagum Airport KIX tidak mengalami kerusakan apa2. Luar biasa. American Society of Civil Engineers sampai memberikan penghargaan The Civil Enginering Monument of the Millenium pada tanggal 19 April 2001 yang lalu kepada KIX. Total biaya yang telah dibenamkan untuk membangun KIX adalah USD 20 milyar. Termasuk dalam biaya ini adalah biaya reklamasi tanah, 2 runways, gedung terminal empat lantai yang panjangnya 1,7 km beserta semua fasilitasnya. Kecepatan amblesnya gedung pun berkurang, pada tahun 1994 KIX ambles sedalam 50 cm dan pada tahun 2006 KIX hanya ambles sedalam 9 cm saja. KIX sangat dikenal didunia airlines sebagai airport termahal. Landing fee Boeing 747 sekali landing adalah US$ 7.500. Di CGK Jakarta hanya US$ 2.500. Harga secangkir kopi US$ 10, karena sewa tempatnya sangat mahal sekali. Sampai akhirnya datang bantuan dari Pemerintah Jepang untuk mensubsidi operasi KIX agar mampu bersaing dengan International Airport lainnya diseantero Jepang. Runway pertama dioperasikan tahun 1994 dengan 1001 problems telah membuat Tim Jepang sangat berpengalaman. Maka Jepang mulai membangun runway kedua. Pembangunan dimulai tahun 2003 dengan panjang runway 4000 meter. Tahun 2007 pembangunan runway kedua selesai. Kali ini yang dibangun hanya runwaynya saja, sedang gedung terminalnya ditunda.

KIX fase ke-2 menambah runway saja. Gedung terminal KIX berlantai 4 didesign oleh Renzo Piano Building Workshop, yang dimiliki oleh dua orang, Renzo Piano (Itali) dan Noriaki Okabe (Jepang). Gedung terminal ini terpanjang didunia yaitu 1,7 km. Perpindahan orang dan barang dilakukan dengan suatu sistim yang disebut Wing Shuttle. Sebelum keluar dari KIX kami keliling dari lantai 1 ke lantai 2 dan berikutnya di gedung terminal dan setelah bermobil kami meminta ke pak sopir untuk berkeliling KIX agar bisa lebih menikmati dan mengagumi karya orang Jepang, Kansai International Airport. Saya sangat gembira karena banyak membaca di Jakarta sebelum berangkat ke Jepang, sehingga tahu dan membuktikan dengan mata sendiri bahwa KIX memang hebat. (bersambung)

lobby KIX, luar biasa bagus, bersih dan indah

Departure area

KIX Interior, luar biasa indahnya Tags: kix, osaka int airport
This entry was posted on July 8, 2009 at 12:10 am and is filed under jalan2 ke luar negeri. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Blog at WordPress.com. Entries (RSS) and Comments (RSS).

Bandara Gibraltar di Spanyol, Bandara Di Pusat Kota


Oleh : Anastasia AH, dibaca 632 kali dengan 1 komentar

Komentar Pembaca: "lucu sekali bndara ko bisa memotong jalan raya dan di pusat kota llagi. di mana mana juga biasanya plang pintu jereta api ini malah plang pintu pesawat. " (aditya_bagus90)

Terbaru: OMG!!Berpura-Pura Jadi Wanita untuk Nikahi Pria Ciumanmu Bikin Lidahku Putus!!!! Setelah 950 Kali Test Akhirnya Nenek Cha Sa-soon Berhasil Mendapatkan SIM Brooke Greenberg, Gadis Remaja Yang 'Terperangkap' di Tubuh Bayi Story of the Month: Ya ampun!!Baru Kenal 17 jam, Nick Bond Langsung menikahi Alex Gabrielson Payudara Raksasa Bikin terperangkap di tempat tidur selama 6 bulan Awan Berbentuk Setan!!Syerem!!

Kagakribet FUN - Bandara ini adalah fakta menarik bahwa landasan memotong jalan ke Spanyol. Ketika pesawat taksi ke landasan pacu, jalan raya dari kedua belah pihak tumpang tindih, menghentikan aliran transportasi.

Kisah Terfavorit: Payudara Terbesar Di Dunia Perilaku Hubungan Sex Remaja Amerika Kelinci Raksasa

Gibraltar Airport (IATA: GiB, ICAO: LXGB) adalah bandara sipil yang melayani Wilayah Luar Negeri Inggris Gibraltar di Semenanjung Iberia. Ini dimiliki oleh Kementerian Pertahanan yang digunakan oleh Royal Air Force sebagai RAF Gibraltar.. Operator sipil menggunakan bandara; saat ini hanya mengoperasikan penerbangan ke Kerajaan Inggris dan Spanyol. Penumpang berangkat dan tiba melalui terminal dioperasikan oleh orang sipil. Bandar Udara Gibraltar memiliki perbedaan menjadi bandara terdekat ke kota yang melayani, karena hanya 500 meter dari pusat kota Gibraltar. Pada tahun 2004 bandara menangani 314.375 penumpang dan 380 ton kargo.Gibraltar Airport adalah salah satu dari sedikit bandara Kelas A di dunia. EasyJet yang dijadwalkan paling banyak di maskapai internasional di Bandara Gibraltar dengan antara 14 dan 18 penerbangan mingguan ke London Gatwick. Monarch Airlines saat ini mengoperasikan tujuh penerbangan mingguan ke London Luton dan tiga penerbangan mingguan

ke Manchester Airport. British Airways terbang tujuh kali seminggu ke gibraltar juga dari London Gatwick. British Airways telah mengumumkan bahwa semua penerbangan Gatwick akan dipindahkan ke London Heathrow mulai Oktober. Andalus Airlines terbang dua kali sehari pada hari kerja ke Madrid (satu penerbangan pada hari Minggu) juga tiga kali seminggu ke Barcelona sejak Juli 2009.

Bandar udara ini dikaitkan dengan empat kota-kota di Inggris dan dua di Spanyol. Bandar udara ini juga digunakan oleh orang-orang yang mengunjungi tepi barat Costa del Sol atau Costa de La Luz. Bandara kok di pusat kota???aneh bukan???

Label: bisnis - Senin, 25 Mei 2009

Proyek Kereta Bandara dalam Proses Tender Dua perusahaan tengah mengikuti tender pembangunannya. Untuk mempermudah kelancaran transportasi ke Bandara, pemerintah sudah merencanakan membangun proyek Kereta Bandara sejak beberapa tahun silam. Rencananya, jalur kereta itu akan sejajar dengan jalur darat melalui jalan tol. Sayangnya, proyek itu masih terkendala pendanaan. Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, Proyek Kereta Bandara masih dalam proses mencari investor. Dua perusahaan tengah mengikuti tender pembangunannya. Namun pemerintah belum memutuskan pemenangnya. "Ada PT RaiLink, yang merupakan perusahaan patungan PT Kereta Api (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero). Satu lagi perusahaan dari Jepang," kata Jusman usai rapat kerja revitalisasi kereta api di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin 25 Mei 2009. Menurut Jusman, proyek Kereta Bandara sepanjang 28 kilometer ini membutuhkan dana Rp 7 triliun. Jusman juga mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan mempercepat konsolidasi di PT Kereta Api agar dengan kemampuan sendiri mampu mengelola semua proyek kereta, termasuk Kereta Bandara. PT RaiLink pun sebenarnya sudah dipersiapkan menjadi investor sejak beberapa tahun silam. Namun pada saat itu anggarannya belum mencukupi. "Dulu belum punya kapasitas sebagai investor," ujar Jusman. Selain membahas Kereta Bandara, rapat kerja revitalisasi kereta juga membahas perkembangan proyek kereta di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur untuk memperlancar distribusi hasil pertambangan. Selain Jusman, rapat juga dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Direktur Utama PT Kereta Api Ignatius Jonan, dan Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Tunjung Indrawan.