Anda di halaman 1dari 6

Penanganan Kram Prinsip dasar penanganan kram adalah meregangkan otot berlawanan dengan arah kejang.

Ditambah dengan pijatan pada otot yang kram untuk membantu pelemasan otot sehingga sirkulasi oksigen, elektrolit dan zat metabolik menjadi lancar. Peregangan otot yang kram dilakukan secara perlahan, jika sakit jangan di kendurkan tapi pertahankan posisi. Jika nyeri hilang tambah lagi peregangannya. Lakukan sampai nyeri hilang. Contoh posisi penanganan :  Otot betis : luruskan lutut , tekan telapak kaki ke arah punggung kaki. Lakukan pemijatan pada otot betis  Otot punggung kaki : tekan punggung kaki dan jari kaki ke arah telapak kaki (sehingga seperti penari balet). Lakukan pemijatan pada otot punggung kaki  Otot Paha belakang : luruskan lutut, angkat tungkai bawah dan lakukan pemijatan  Otot paha depan : tekuk lutut dan lakukan pemijatan Pencegahan  Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum memulai olah raga  Tidur cukup  Cukup minum sebelum, saat dan setelah olah raga, jika perlu yang mengandung elektrolit (mis. oralit) Menurut dr.Hengky Indradjaja, Kram otot merupakan kontraksi otot yang memendek atau kontraksi sekumpulan otot yang terjadi secara mendadak dan singkat sehingga menimbulkan nyeri. Ternyata, penyebab kram banyak buangeeeet: 1. Kurangnya aliran darah ke otot yang disebabkan adanya penumpukan asam laktat pada aliran darah akibat metabolisme tubuh yang kurang sempurna. 2. Kondisi udara yang dingin menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh yang terganggu sehingga sekali lagi mengganggu aliran darah dalam tubuh 3. Kram dapat disebabkan kelelahan, dehidrasi atau kekurangan cairan dan elektrolit, terutama Kalium dan Natrium 4. Bisa juga akibat trauma yang dialami oleh tulang atau otot 5. Kekurangan Magnesium maupun Kalsium 6. Kekurangan Vit. B1, B5 dan B6. 7. Beberapa obat, seperti obat pelancar kemih dan penurun/peluruh lemak juga bisa menyebabkan kram. 8. Para penderita Hiperkolesterol dan Diabetes. Hal ini disebabkan sirkulasi darah ke otot yang kurang baik karena tingginya kolesterol dalam darah atau pembuluh darah yang mudah rusak 9. Pada Ibu Hamil, kram dapat berhubungan dengan berat badan yang berlebih sehingga serabut syaraf pada kaki tertekan. Pencegahan juga ga kalah banyak neh: 1. Hindari pekerjaan yang membuat Anda berdiri terlalu lama (khususnya untuk Ibu Hamil) 2. Lakukan peregangan otot dan latihan pernapasan secara pada saat sebelum berolahraga dan sebelum tidur selama beberapa saat 3. Usahakan agar kaki tetap hangat ketika tidur. 4. Hindari penegangan ujung jari kaki ketika tidur (bahasa gampangnya, waktu ngulet jari kakinya jangan menunjuk keluar). 5. Lakukan pemanasan serta latihan penapasan setiap pagi setelah bangun tidur, dengan melakukan senam kecil. 6. Hindari melakukan kegiatan berolahraga yang terlalu berat secara tiba-tiba, khususnya untuk yang belum terbiasa 7. Jangan lupa melakukan pendinginan setelah berolahraga 8. Setelah duduk terus menerus di depan komputer, atau perjalanan yang panjang di pesawat, tidak ada salahnya untuk melakukan sedikit peregangan pada tubuh secara perlahan-lahan. 9. Untuk makanan, bisa mengkonsumsi pisang, karena kandungan mineral pada pisang dapat mengurangi kram dan hindari makanan yang terlalu banyak mengandung protein. 10. Jika kram terus terjadi, monggo loh untuk cek & konsultasi ke dokter. Cara mengatasi kram di kaki (khususnya di betis). Ada 2 cara, cara ini dilihat dari kondisi sekitar kita. Yaitu waktu kita lagi sendiri dan waktu ada orang lain disekitar kita: 1. SENDIRIAN a. Duduk dengan kaki kram diselonjorin lurus ke depan dan kaki yang tidak kram dalam keadaan terlipat. b. Kemudian raih jari-jari kaki yang mengalami kram dengan tangan dari sisi yang sama, misalnya yang kram kaki kiri, raihlah dengan tangan kiri. c. Kaki yang kram tidak boleh ditekuk.

d. Keadaan ini akan sama persis seperti ketika kita sedang latihan mengecangkan otot. Tahan untuk beberapa saat sambil terus bernapas (karena kadang saking sakitnya kita sampai lupa bernapas) yang dalam dan perlahan. e. Ketika sudah mulai agak hilang sakit di bagian betis, jangan langsung melepas tangan. Tahan sekitar 30 detik. Ketika akan melepaskan tangan, lakukan dengan perlahan. f. Lakukan hal yang sama pada kaki yang satunya. (Karena biasanya walaupun hanya 1 kaki yang menagalami kram, sebetulnya kedua kaki dalam keadaan/kondisi yang sama (bisa jadi lelah dll) hanya saja ketika itu hanya kaki yang sebelah yang terpengaruh). Untuk berjaga-jaga agar kaki yang satunya tidak ikut-ikutan kram. g. Berdiri secara perlahan untuk mencegah kramnya kembali terjadi. 2. BERSAMA ORANG LAIN a. Duduk dengan kedua tangan dibelakang untuk menopang tubuh. b. Minta orang yang bersama Anda, untuk mengangkat kaki Anda yang kram kemudian mendorong telapak (hanya telapak) kaki Anda kearah Anda. c. Sekali lagi, jangan tekuk kaki Anda dan terus bernapas dengan dalam dan perlahan. d. Tahan untuk beberapa saat sampai bagian yang kram tidak terlalu kencang lagi. e. Ketika akan melepas telapak kaki Anda lakukan secara perlahan. f. Berdiri secara perlahan untuk mencegah kramnya kembali terjadi.

Tindakan Preventif Mengingat sifat kram otot yang datang tiba-tiba dan tidak disertai tanda sebelumya, tindakan preventif pun diperlukan untuk meminimalkan kemungkinan hal tersebut terjadi. Berikut adalah beberapa hal tersebut diantaranya: 1. Mandi atau berendam dengan air hangat setelah beraktivitas seharian setiap kali sebelum tidur untuk mengendurkan seluruh otot yang tegang. 2. Lakukan peregangan sebelum tidur, namun hindari penegangan/meluruskan ujung jari kaki saat peregangan maupun tidur dan usahakan agar kaki-kaki anda tetap hangat selama tidur. 3. Hindari melakukan olah raga atau aktivitas berat secara tiba-tiba. Oleh karena itu, lakukan pernafasan secara benar sebelum berolah raga atau melakukan aktivitas fisik dan melakukan dan lakukan pendinginan setelah selesai. Hal tersebut akan memberikan kesempatan bagi otot untuk menyesuaikan diri sehingga tidak menimbulkan kram. Akan lebih baik jika pemanasan ini dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur, dengan melakukan senam kecil. 4. Tak ada salahnya melakukan peregangan setelah melakukan satu kegiatan terus menerus dalam beberapa lama. Misalnya setelah duduk terus menerus di depan computer selama 2 jam, berada di dalam pesawat atau kendaraan yang memakan waktu lama atau berjalan kaki jarak jauh.

Hindari cidera dengan pemanasan dan peregangan Di dalam olah raga renang kadang kita mengalami cidera akibat gerakan otot yang maksimal. Cidera yang biasa timbul adalah kram (muscle cramp) dan terkilir sendi (sprain). Cidera ini sering kali timbul dikarenakan otot belum siap untuk melakukan gerakan gerakan yang bersifat cepat dan mengandalkan kekuatan. Ketidaksiapan ini dikarenakanotot letih atau masih kaku. Resiko terjadinya cidera tadi dapat kita kurangi dengan persiapan tubuh yang baik. Pemanasan dan peregangan merupakan kegiatan untuk mempersiapkan tubuh dengan baik sebelum melakukan olah raga renang Fungsi pemanasan sebenarnya sangat banyak, namun yang paling penting antara lain : Meningkatkan suhu tubuh

y y y

Meningkatkan metabolisme tubuh sehingga organ penting seperti jantung dan paru-paru siap menghadapi kebutuhan akan tingginya metabolism saat berolah raga Meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh termasuk otot aktif, sehingga suplai oksigen, zat gizi dan elektrolit dapat terpenuhi selama berolah raga Mengurangi ketegangan otot

2. RAHASIA DI BALIK PEREGANGAN Masih banyak orang yang menganggapnya sebagai hal yang tidak penting. Padahal, peregangan sangat penting dilakukan dan memiliki banyak manfaat, di antaranya : 1. Peregangan membuat tubuh dapat bergerak lebih efisien. Selama sesi latihan, otot akan memendek saat mulai letih. Ini akan menghambat kemampuan tubuh untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan serta menyebabkan langkah Anda kurang efisien dan lebih pendek. Peregangan akan membuat otot tetap panjang dan memperbaiki elastisitas/fleksibilitas jaringan tubuh 2. Peregangan akan membuat tubuh Anda lebih kuat. Peregangan setelah latihan atau di antara latihan ketahanan dapat meningkatkan kekuatan sampai 20%. 3. Bila dilakukan dengan benar, peregangan akan membantu mencegah timbulnya cedera. Saat tepat melakukannya.peregangan dapat dilakukan kapanpun, saat berolahraga maupun tidak. tidak ada larangan untuk melakukan stretching.yang pasti, lakukanlah sebelum dan setelah aktivitas lain. Peregangan yang dilakukan setelah aktifitas fisik, seperti latihan kardio, latihan kekuatan.atau olahraga permainan, dapat membuat otot lebih hangat dan lentur, sehingga lebih mudah memanjang.

Fungsi dari Peregangan adalah meningkatkan kelenturan otot sehingga dapat melakukan gerakan secara optimal tanpa terjadinya cidera. Mana yang lebih dulu Peregangan atau Pemanasan ? Pemanasan dianjurkan untuk dilakukan terlebih dahulu sebelum peregangan. Hal ini dikarenakan melakukan peregangan pada otot yang belum panas justru dapat menyebabkan cidera. Dalam melakukan pemanasan, prinsip dasarnya adalah memanaskan tubuh. Melakukan pemanasan yang berlebihan justru dapat menyebabkan cidera, oleh sebab itu hindari gerakan-gerakan yang bersifat cepat atau mengandalkan kekuatan otot. Lamanya pemanasan biasanya sekitar 5 -15 menit, namun indicator yang sebenarnya adalah saat kita mulai mengeluarkan keringat. Teknik pemanasan yang sederhana adalah

y y y y y

berjalan kemudian dilanjutkan dengan jogging berlari di tempat melompat-lompat Jangan melakukan lari sprint Hati-hati saat melakukan jogging di pinggir kolam, karena lantai yang licin Tahapan peregangan aktivitas inti olahraga. sebelum melakukan

Setelah melakukan pemanasan, barulah dilanjutkan dengan peregangan. Peregangan yang sering dilakukan adalah gerakan yang bersifat statis, yaitu dengan mempertahankan otot pada satu posisi selama beberapa saat. Peregangan dilakukan pada otot-otot aktif tertentu tergantung jenis olah raganya. Di dalam olah raga renang, hampir melibatkan semua otot terutama otot-otot alat gerak sehingga lakukan peregangan secara umum mulai dari otot leher sampai dengan otot kaki. Persiapan tubuh yang cukup akan meningkatkan manfaat dari olah raga. Jadi, jangan lupa pemanasan dan peregangan sebelum berolah raga 1. PENGERTIAN PEREGANGAN (STRETCHING) Pada saat akan memulai suatu aktifitas olahraga, stretching (peregangan) atau lebih dikenal orang dengan istilah pemanasan (warm-up) sangat diperlukan. Stretching adalah bentuk dari penguluran atau peregangan pada otot-otot di setiap anggota badan agar dalam setiap melakukan olahraga terdapat kesiapan serta untuk mengurangi dampak cedera yang sangan rentan terjadi. Anda tentu sering mendengar kalimat itu. Tetapi, kapan Sebaiknya peregangan (stretching) dilakukan? Sebelum, setelah, atau sebelum dan setelah berolahraga? Berapa lama peregangan sebaiknya dilakukan? Stretching atau pereganganan otot adalah aktivitas yang biasanya dilakukan sebelum atau setelah olahraga. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat oto dan persendian menjadi fleksibel dan elastic. Sehingga menjadi lebih mudah pada saat melakukan pergerakan. Selain hal tersebut , stretching juga berfungsi menghindari cidera pada saat berolahraga.

1.Mulailah latihan dengan pemanasan Selama lima menit. Lakukan peregangan dinamis selama 5 menit, yaitu gerakan perlahan yang terkendali atau latihan aerobik intensitas rendah, seperti bersepeda, berjalan, atau jogging. Tujuan pemanasan adalah melenturkan otot yang tegang, yang dapat menimbulkan cedera 2.Lakukan Peregangan dengan lembut (smooth), diikuti oleh pemanasan yang lebih spesifik, 3. Lanjutkan dengan latihan inti, 4. Pendinginan, turunkan aktivitas kinerja fisik anda dengan jarak berjalan sambil melakukan gerakan-gerakan kecil.jangan langsung duduk. 5. kemudian peregangan lagi. Peregangan dan pendinginan di penutup aktivitas olahraga dapat mengurangi tumpukan asam laktat. Asam laktat adalah sampah sisa aktivitas fisik, kalau tertimbun menyebabkan tubuh menjadi pegal-pegal. Jangan sekali-kali melakukan peregangan sebelum Anda melakukan pemanasan. Peregangan dengan intensitas tinggi yang dilakukan sebelum latihan, saat otot masih

dingin dan kurang lentur, tidak akan bermanfaat dan justru akan menyebabkan tendon rentan cedera. Terapi penanganan kram  Peregangan otot  Kompres air hangat untuk dilatasi kapiler  Pemijatan secara diurut  Banyak minum air mineral

Lutut korban diluruskan, kaki ditekan dengan kuat dan mantap ke atas mengarah ke tulang kering. Pijat ototnya dengan cara menekan untuk memberikan efek tenang pada otot. 3.Kram pada paha Untuk kram pada paha bagian belakang, lutut korban diluruskan lalu angkat kakinya. Untuk kejang pada paha bagian depan, lutut ditekuk. Pada kedua paha, pijat ototnya kuat-kuat. Cara yang sering kita lihat dalam pertandingan adalah medis menyemprotkan spray ke pemain yang terkapar karena kram atau cedera. Semprotan itu bernama chlor ethyl. Dimana spray berguna untuk menghilangkan rasa nyeri/sakit yang bersifat lokal. Cara paling mudah untuk mengatasi kram adalah dengan mengoleskan pada bagian yang kram salep khusus pereda nyeri otot. Hal ini cukup membawa perubahan signifikan untuk meredakan nyeri akibat kram. Dengan obat-obatan pemanas [salep, balsem, atau koyo] berguna untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah tidak terganggu karena kekuatan/ kekejangan otot pada terjadi kram. CARA MENCEGAH TERJADINYA KRAM 1.Mandi atau rendamlah bagian yang terexplorasi ketika melakukan aktifitas dengan air hangat. Bagus dilakukan setelah beraktivitas seharian, setiap kali sebelum tidur untuk mengendurkan seluruh otot yang tegang. 2.Lakukan perenggangan/pendinginan sebelum tidur, namun hindari penegangan/meluruskan ujung jari kaki saat peregangan maupun tidur dan usahakan agar kaki-kaki anda tetap hangat selama tidur. 3.Hindari melakukan olahraga atau aktivitas berat secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan otot menjadi kaget (kram). Oleh karena itu, lakukan pemanasan secara benar sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya dan lakukan pendinginan setelah selesai. Hal tersebut akan memberikan kesempatan bagi otot untuk menyesuaikan diri sehingga tidak menimbulkan kram. Akan lebih baik jika pemanasan ini dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur, dengan melakukan senam kecil. 4.Minum setidaknya enam gelas penuh setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Juga perbanyak minum sebelum, selama dan setelah berolah raga. 5.Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. Makan satu atau dua buah pisang sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan potasium Anda. 6.Tak ada salahnya melakukan peregangan setelah melakukan satu kegiatan terus menerus dalam beberapa lama. Misalnya setelah duduk terus menerus di depan computer selama 2 jam, berada di dalam pesawat atau kendaraan yang memakan waktu lama atau berjalan kaki jarak jauh. 7. Konsumsilah Multivitamin B serta Vitamin E, Karena otot memerlukan vitamin-vitamin esensial ini untuk memperbaiki dan membangun kembali sel-selnya serta membantu mencegah kram. Dr. Deed mengatakan, vitamin B terbukti dapat membantu fungsi syaraf dan mengontol rasa nyeri yang disalurkan oleh saraf. Penanganan cedera pada umumnya terhadap kram otot yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Atlet diistirahatkan, diberikan semprotan chlor ethyl spray untuk menghilangkan rasa nyeri/sakit yang bersifat lokal dan atau es. 2. Menahan otot waktu berkontraksi supaya myiosin filament dan actin myosin dapat menduduki posisi yang semestinya sehingga kram berhenti. Pada waktu ditahan dapat disemprot dengan chlor etyl spray, hingga hilang rasa nyeri. Tips Mengatasi Kram Berikut adalah tips mengatasi kram : 1. Kram Telapak Kaki. Pemicu : berdiri terlalu lama, kelelahan yang amat sangat. Cara mengatasi : a. Cari tempat duduk atau tempat bersandar, lepas alas kaki.

Jika terjadi kram otot, maka penanggulangannya adalah:  Hentikan kegiatan relaksasikan otot  Regangkan otot yang mengalami kram secara pasif dengan cara menarik sendi yang terkait ke arah yang berlawanan, hingga panjang otot kembali normal dan kedutan otot tidak lagi tampak  Usap/massage daerah yang mengalami kram ke arah jantung  Minum cairan yang mengandung elektrolit (natrium)  Jika kram tidak dapat diatasi, mintalah pertolongan dokter di fasilitas gawat darurat Penanganan Kram Penanganan cedera pada umumnya terhadap kram otot yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Atlet diistirahatkan, diberikan semprotan chlor ethyl spray untuk menghilangkan rasa nyeri/sakit yang bersifat lokal dan atau es. 2. Menahan otot waktu berkontraksi supaya myiosin filament dan actin myosin dapat menduduki posisi yang semestinya sehingga kram berhenti. Pada waktu ditahan dapat disemprot dengan chlor etyl spray, hingga hilang rasa nyeri. PENCEGAHAN CEDERA OLAHRAGA Menurut Stevenson (200), beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera olahraga antara lain adalah: 1. Pemeriksaan awal sebelum melakukan olahraga untuk menentukan ada tidaknya kontraindikasi dalam berolahraga 2. Melakukan olahraga sesuai dengan kaidah baik, benar, terukur dan teratur 3. Menggunakan sarana yang sesuai dengan olahraga yang dipilih 4. Memperhatikan kondisi prasarana olahraga 5. Memperhatikan lingkungan fisik seperti suhu dan kelembaban udara sekelilingnya

Kita bisa menangani kram kaki misalkan dengan gerakan pelemasan atau stretching dan pemijatan. Obat pengurang sakit seperti paracetamol mungkin bermanfaat meringankan nyeri dan lemas otot yang kadang masih berlangsung hingga 24 jam setelah hilangnya kram. kita bisa melakukan pencegahan dengan cara banyak minum air setidaknya enam gelas penuh setiap hari, biasakan sebelum kita tidur kita meminum satu gelas air putih penuh. Biasakan kita memperbanyak minum air putih setelah, sebelum, dan selama berolahraga. Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. misalkan makan satu atau dua buah pisang untuk memenuhi kebutuhan potasium kita. melakukan gerakan gerakan pelemasan otot sebelum kita tidur

TIPS MENCEGAH DAN MENGATASI KRAM Kram adalah kejang pada otot yang menimbulkan rasa sakit dan nyeri. Kejang otot sering terjadi ketika kita sedang tidur, tetapi juga bisa karena aktifitas fisik yang berat dan tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitas olahraga dan apabila kram didiamkan dapat menjadi cedera yang fatal. Kram otot terjadi akibat tubuh kehilangan garam dan cairan karena banyaknya keringat yang keluar. Kram biasanya dapat disembuhkan dengan meregangkan dan memijat otot yang terserang. CARA PERTOLONGAN / PENANGANAN PERTAMA PADA SAAT KRAM 1.Kram pada kaki Korban dibantu berdiri dan berat badannya ditahan dengan kaki bagian depan. Setelah kejang pertama berlalu, pijat kakinya. 2.Kram pada betis

b. Angkat telapak kaki yang sakit kepangkuan, jangan membungkuk karena akan menekan perut. c. Pijat telapak kaki dengan kedua ibu jari tangan kearah atas secara perlahan-lahan.

d. Lebih baik lagi, gunakan obat gosok agar hangat dan mempercepat aliran darah mengalir. 2. Kram Betis Pemicu : mengenakan sepatu bertumit, terlalu banyak berjalan. Cara mengatasi : a. Segera duduk atau sandarkan tubuh kedinding. b. Serangan kram biasanya mengakibatkan lutut menekuk. c. Secara perlahan, luruskan kembali lutut dengan bantuan tangan. d. Jika lutut sudah lurus kembali, pijatlah betis untuk melancarkan aliran darah. e. Lakukan peregangan pada kaki termasuk telapak kaki. 3. Kram Paha Pemicu : posisi duduk yang kurang tepat. Cara mengatasi : a. Cari kursi dan tempat untuk menyandarkan kaki. Lebih baik lagi apabila bisa berbaring miring. b. Untuk serangan kram diotot paha belakang luruskan lutut dan angkat kaki kedepan perlahan-lahan. c. Untuk serangan kram dipaha depan, tekuk lutut perlahan-lahan dengan menarik tungkai bawah. Hingga tegangan dibawah paha lenyap. d. Pijat daerah yang sakit saat kram reda. 4. Kram Perut Pemicu : salah posisi saat berbaring, kelelahan. Cara mengatasi : a. Berbaring diatas permukaan empuk. b. Letakkan bantal atau lipatan kain dibagian pinggang agar dapat meregangkan daerah perut pelan-pelan.

Melakukan peregangan atau streching Peregangan adalah salah satu solusi jangka pendek untuk kram. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) arah yang harus dilakukan untuk menahan peregangan tergantung dari otot mana yang mengalami kram, hal ini bisa ditentukan berdasarkan apa yang bisa membuat kaki merasa bertambah parah atau lebih baik. AAOS menyarankan agar melakukan peregangan sebelum dan setelah laihan, hal ini bisa berguna sebagai pemanasan bagi otot. Salah satu caranya bisa dengan berjalan di tempat atau berjalan cepat. Mengonsumsi cairan Beberapa kondisi kram disebabkan oleh dehidrasi, sehingga mengonsumsi air lebih banyak bisa membantu meringankan kram. Seseorang yang melakukan olahraga akan mengalami peningkatan suhu tubuh, sehingga konsumsi air harus lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu kram.

PENGOBATAN Kebanyakan obat-obatan diresepkan untuk menghilangkan kram (termasuk quinine sulfate, magnesium karbonat, dan benzodiazepines seperti diazepam) tidak terbukti efektif dan bisa menimbulkan efek samping. Suplemen kalsium adalah sesuai sekali, tetapi mereka juga tidak terbukti efektif. Mexiletine kadangkala membantu tetapi memiliki banyak sekali efek samping. PENCEGAHAN Kram biasanya bisa dicegah dengan tidak segera berolahraga setelah makan dan dengan peregangan otot secara perlahan sebelum olahraga atau pergi tidur. Peregangan membuat otot dan tendon lebih fleksibel dan sedikit mungkin berkontraksi secara spontan. Tidak mengkonsumsi kafein (misalnya, pada kopi atau coklat) dan tidak merokok juga membantu untuk mencegah kram. Obat-obatan yang merangsang, seperti ephedrine atau pseudoephedrine (yang mengandung dekongestan pada banyak sekali obat-obatan di toko), harus tidak digunakan jika kram adalah sebuah masalah. Minum banyak cairan (terutama sekali minuman ringan yang mengandung potassium) setelah olahraga juga membantu mencergah kram. Penanganan Gerakan pelemasan (stretching) dan pemijatan biasanya dapat meredakan serangan kram. Obat pengurang sakit biasanya tidak bermanfaat karena tidak cukup cepat bekerja. Namun, pengurang sakit seperti paracetamol mungkin bermanfaat meringankan nyeri dan lemas otot yang kadang masih berlangsung hingga 24 jam setelah hilangnya kram. Pencegahan

y y y y

Cara Mengatasi Kram Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kram dan membuat kondisi seseorang menjadi lebih baik, yaitu: Melakukan pemijatan Terapi pijat adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi kram, karena bisa membantu otot menjadi rileks. Melalui pemijatan ini akan membuat mobilisasi jaringan menjadi lebih lunak serta merangsang sirkulasi atau aliran darah. Akibatnya aliran darah bisa membawa oksigen dan nutrisi lainnya ke sel, sehingga membantu membersihkan limbah metabolisme termasuk asam laktat yang tertumpuk di otot. Mengompres dengan air hangat Mengompres dengan sesuatu yang hangat bisa memperbaiki fleksibilitas tendon dan juga ligamen, mengurangi rasa sakit, meningkatkan aliran darah dan metabolisme serta mengurangi kejang otot. Hangat yang dialirkan bisa merangsang pelepasan zat endorfin yang dapat menghambat rasa sakit. The Sports Injury Bulletin menunjukkan ketika aliran panas tersebut diterapkan pada bagian tubuh akan membuat dinding pembuluh darah menjadi rileks, namun sebaiknya tidak diterapkan jika bagian tubuh mengalami peradangan. Untuk meningkatkan fleksibitas jaringan, suhu yang diberikan sebaiknya berkisar antara 40-45 derajat celsius dan durasinya selama 5-30 menit.

Beritahu dokter bila kram kemungkinan disebabkan oleh konsumsi salah satu obat di atas. Dokter dapat memberikan obat alternatif. Minum setidaknya enam gelas penuh setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Juga perbanyak minum sebelum, selama dan setelah berolah raga. Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. Makan satu atau dua buah pisang sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan potasium Anda. Bila Anda sering mengalami kram saat tidur, lakukan gerakan pelemasan pada otot-otot betis sebelum tidur. Caranya adalah dengan berdiri sekitar 60-90 cm dari dinding, lalu condongkan badan ke arah dinding dengan telapak kaki tetap di tempat. Lakukanlah beberapa kali. Anda mungkin perlu beberapa hari melakukannya sampai efeknya terasa. Tidurlah dengan posisi yang mencegah otot betis Anda tertekan tanpa disadari: o Gunakan bantal untuk menyangga telapak kaki saat Anda tidur telentang. o Bila Anda tidur tengkurap, posisikan telapak kaki menggantung di ujung kasur. o Usahakan selimut tetap longgar di bagian kaki agar jari-jari dan kaki telapak tidak menghadap ke bawah saat tidur.

Mengatasi Kram Otot Saat Latihan Bagaimana Mencegah Kram Otot Saat Latihan Otot yang sehat sangat kecil kemungkinannya untuk mengalami kram dibanding otot yang baru melakukan latihan dan otot yang tua serta rusak. Peregangan secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah kram otot karena

memperpanjang serat otot dan membantu mereka untuk mempertahankan fungsi yang sehat. Salah satu hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kram otot yaitu dengan melakukan peregangan dan meningkatkan kesehatan dan fleksibilitas otot Anda. Bagaimana Mengatasi Kram Otot Saat Latihan Ketika otot-otot Anda kehabisan oksigen Anda akan cenderung mengalami kram. Latihan saat kram hanya akan membuat otot kehilangan oksigen lebih banyak lagi dan membuat kram Anda semakin parah. Sangat penting untuk berolahraga di lingkungan yang sejuk, jauh dari panas yang menyengat. Hal ini sangat sangat berpengaruh pada tubuh yang kram. Jika Anda berlari di siang hari yang panas, cobalah untuk masuk ke dalam dan lakukan latihan ringan pada tempat yang lebih dingin. Minum Untuk Menggantikan Cairan yang Hilang Dan terakhir, regangkan sedikit otot Anda dan tahan selama yang Anda bisa. Biarkan tubuh untuk mengendurkan otototot Anda saat melakukan peregangan. Hal ini salah satu cara tebaik untuk menghentikan rasa sakit. Semakin Anda berlatih dari waktu ke waktu, semakin kecil kemungkinan Anda untuk mengalami kram otot. Ingat untuk selalu minum dan melakukan peregangan sebelum, saat, dan setelah melakukan latihan. Ikuti tips sederhana tersebut untuk membantu masalah kram Anda! Kram Pada Kaki Bagian 1 Cara Mencegahnya Pencegahan Kram Kaki  Regangkan otot betis Anda sebanyak dua atau tiga kali sehari, terutama sebelum Anda tidur.  Jika Anda sedang berlatih keras, regangkan betis Anda setelah selesai latihan.  Pastikan seprai dan selimut tempat tidur Anda tidak terselip terlalu erat dan tidak membatasi gerakan kaki Anda.  Coba tidur menyamping atau bertumpu pada perut dengan kaki terangkat dan tergantung dari tempat tidur. Hal ini akan membuat otot-otot kaki Anda meregang.  Jangan memakai sepatu dengan hak tinggi.  Minumlah air sebanyak mungkin sebelum dan selama latihan.  Jangan melakukan latihan secara berlebihan. Jika Anda akan meningkatkan intensitas dan durasi latihan, lakukanlah secara bertahap. Kram Pada Kaki Bagian 2 Cara Meringankannya Berikut ini adalah cara-cara sederhana untuk meringankan kram pada kaki Anda, antara lain:  Lenturkan kaki Anda, tekuk jari-jari kaki ke arah atas. Jika rasa sakitnya tidak tertahankan, pegang jari-jari kaki Anda dan tarik mereka ke arah lutut.  Pada saat yang sama, pijat betis Anda dengan lembut.  Jika kram tidak terlalu menyakitkan, cobalah berjalan-jalan perlahan dengan tumit Anda sebagai tumpuan.  Jika Anda mengalami kram ketika latihan atau perlombaan, cobalah minum air atau sports drink.  Ambil sekantong air es atau air panas dan kompres di bagian kaki yang kram untuk membantu mengendurkan otot.  Kina merupakan obat klasik yang dipercaya untuk mengatasi kram pada kaki. Minum segelas air tonik mengandung Kina dapat membantu meringankan kram Anda. KRAM OTOT Perawatan dan obat-obatan Anda biasanya dapat mengobati kram otot dengan langkah-langkah perawatan diri. Dokter Anda dapat menunjukkan latihan peregangan yang dapat membantu Anda mengurangi kesempatan Anda mendapatkan kram otot. Pastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik juga dapat membantu. Untuk kram yang berulang yang mengganggu tidur Anda, dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk mengendurkan otot Anda. Pengobatan alternatif Mengambil suplemen vitamin B kompleks dapat membantu mengelola kram kaki. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini. Selalu berbicara dengan dokter Anda sebelum mengambil suplemen diet baru. Dokter Anda dapat membantu Anda memahami risiko dan manfaat dari suplemen, mengingatkan Anda untuk setiap potensi interaksi dengan obat Anda saat ini, dan merekomendasikan dosis awal yang tepat untuk Anda. Gaya Hidup dan rumah obat Jika Anda memiliki kram, tindakan ini dapat memberikan bantuan:  Regangkan dan pijat. Peregangan otot sempit dan gosokkan dengan lembut untuk membantu rileks. Untuk kram betis, meletakkan berat badan Anda pada kaki Anda sempit dan menekuk lutut Anda sedikit. Jika Anda tidak mampu berdiri, mencoba menarik bagian atas kaki Anda pada sisi yang terkena arah kepala Anda saat kaki Anda berada dalam posisi tegak. Ini juga akan membantu meringankan kram paha (hamstring) kembali. Untuk paha depan

(quadriceps) kram, menggunakan kursi untuk menenangkan diri sendiri dan mencoba menarik kaki Anda pada sisi yang terkena ke arah pantat Anda.  Terapkan dingin atau panas. Gunakan kompres dingin untuk mengendurkan otot tegang. Gunakan handuk hangat atau bantal pemanas nanti jika Anda memiliki rasa sakit atau nyeri, atau mengambil mandi air panas. Pencegahan Langkah-langkah ini dapat membantu mencegah kram:  Hindari dehidrasi. Minum banyak cairan setiap hari. Jumlah yang tepat tergantung pada apa yang Anda makan, seks Anda, tingkat aktivitas Anda, cuaca, kesehatan Anda, usia Anda dan obat-obatan Anda mungkin akan mengambil. Cairan membantu kontrak dan rileks otot-otot Anda dan menjaga sel-sel otot terhidrasi dan kurang mudah tersinggung. Selama kegiatan, mengisi cairan pada interval yang teratur, dan terus minum air atau cairan lainnya setelah Anda selesai.  Regangkan otot-otot Anda. Peregangan sebelum dan setelah Anda menggunakan otot apapun untuk periode yang diperpanjang. Jika Anda cenderung memiliki kram kaki di malam hari, peregangan sebelum tidur. Olahraga ringan, seperti naik sepeda stasioner selama beberapa menit sebelum tidur, juga dapat membantu mencegah kram saat Anda sedang tidur. KRAM OTOT Dapatkah obat menyebabkan kram otot? Banyak obat-obatan dapat menyebabkan kram. Obat diuretik kuat, seperti furosemid (Lasix), atau penghapusan kuat dari cairan tubuh, bahkan dengan diuretik kurang kuat, dapat menyebabkan kram oleh menguras cairan tubuh dan sodium. Bersamaan, diuretik sering menyebabkan hilangnya kalium, kalsium, dan magnesium, yang juga dapat menyebabkan kram. Obat seperti Donepezil (Aricept, digunakan untuk penyakit Alzheimer) dan neostigmine (Prostigmine dan lain-lain, digunakan untuk myasthenia gravis) serta raloxifene (Evista, digunakan untuk mencegah osteoporosis pada wanita pascamenopause) telah menyebabkan kram. Tolcapone (Tasmar, digunakan untuk penyakit Parkinson) dilaporkan menyebabkan kram otot di setidaknya 10% dari pasien. Benar kram telah dilaporkan dengan nifedipin (Procardia dan lain-lain, digunakan untuk angina, tekanan darah tinggi dan kondisi lain) dan obat-obatan asma terbutaline (Brethine) dan albuterol (Proventil, Ventolin, dan lain-lain). Beberapa obat yang dipakai untuk menurunkan kolesterol, seperti lovastatin (Mevacor), juga dapat menyebabkan kram. Kram kadang-kadang dicatat dalam individu kecanduan selama penarikan dari obat-obatan dan zat-zat yang memiliki efek penenang, termasuk alkohol, barbiturat dan obat penenang lain, anti-kecemasan agen seperti benzodiazepin (misalnya, diazepam [Valium] dan alprazolam [Xanax]), narkotika, dan obat lain. Apa pengobatan kejang otot rangka? Kebanyakan kram dapat dihentikan jika otot dapat ditarik. Untuk kram banyak kaki dan kaki, hal ini sering peregangan dapat dicapai dengan berdiri dan berjalan sekitar. Untuk kram otot betis, orang bisa berdiri sekitar 2 sampai 2,5 meter dari dinding (mungkin jauh bagi seseorang tinggi) dan bersandar ke dinding untuk menempatkan lengan dinding dengan lutut dan punggung lurus dan tumit kontak dengan lantai. (Ini adalah terbaik untuk belajar manuver ini pada saat Anda tidak memiliki kram.) Teknik lain melibatkan meregangkan pergelangan kaki dengan menarik jari-jari kaki ke arah kepala saat masih berbaring di tempat tidur dengan kaki lurus seperti mungkin. Untuk kram penulis (kontraktur di tangan), menekan tangan di dinding dengan jari-jari menghadap ke bawah akan meregangkan otot-otot fleksor jari kram. Lembut memijat otot sering akan membantu untuk rileks, seperti yang akan menerapkan kehangatan dari bantal pemanas atau panas rendam. Jika kram berhubungan dengan kehilangan cairan, seperti yang sering terjadi dengan cairan kuat fisik, aktivitas dan elektrolit (khususnya natrium dan kalium) pengganti adalah penting. Obat-obatan umumnya tidak diperlukan untuk mengobati kram biasa yang aktif karena sebagian besar kejang mereda secara spontan sebelum obat cukup akan diserap bahkan memiliki efek. Dalam beberapa tahun terakhir, suntikan dosis terapi toksin botulisme (Botox) telah digunakan dengan sukses untuk beberapa gangguan otot dystonic yang terlokalisasi pada kelompok terbatas otot. Sebuah respon yang baik bisa berlangsung beberapa bulan atau lebih, dan injeksi kemudian dapat diulang. Pengobatan kram yang berhubungan dengan kondisi medis tertentu umumnya berfokus pada mengobati kondisi yang mendasarinya. Kadang-kadang, obat tambahan khusus untuk kram yang diresepkan dengan tertentu dari kondisi ini. Tentu saja, jika kram parah, sering, gigih, merespon secara buruk terhadap pengobatan sederhana, atau tidak berhubungan dengan penyebab yang jelas, maka pasien dan dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan bahwa pengobatan lebih intensif ditunjukkan atau bahwa kram adalah manifestasi dari penyakit lain. Seperti dijelaskan di atas, kemungkinan sangat bervariasi dan termasuk masalah dengan sirkulasi, saraf, metabolisme, hormon, obat-obatan, dan nutrisi. Hal ini biasa bagi kram otot terjadi sebagai hasil dari suatu kondisi medis tanpa tanda-tanda jelas lain bahwa kondisi medis hadir. Kram yang tak terelakkan, tapi jika mungkin, akan lebih baik untuk mencegah mereka.

Bagaimana bisa kram otot dapat dicegah? Kegiatan: Pihak berwenang merekomendasikan peregangan sebelum dan setelah latihan atau olahraga, bersama dengan memadai pemanasan dan pendinginan, untuk mencegah kram yang disebabkan oleh aktivitas fisik yang kuat. Hidrasi yang baik sebelum, selama, dan setelah aktivitas penting, terutama jika melebihi durasi satu jam, dan penggantian elektrolit yang hilang (terutama natrium dan kalium, yang merupakan komponen utama dari keringat) juga dapat membantu. Kelelahan yang berlebihan, terutama dalam cuaca hangat, harus dihindari. Berapa banyak yang harus saya minum? Pedoman hidrasi harus individual untuk setiap orang. Tujuannya adalah untuk mencegah penurunan berat badan yang berlebihan (> 2% dari berat badan). Anda harus mempertimbangkan diri Anda sebelum dan setelah latihan untuk melihat berapa banyak cairan melalui keringat Anda kehilangan. Satu liter air beratnya 2,25. Tergantung pada jumlah latihan, suhu dan kelembaban, berat badan, dan faktor lainnya, Anda dapat kehilangan manapun dari sekitar 0,4-1,8 liter per jam. Pra-latihan hidrasi (jika diperlukan): a. 0,5 liter per jam untuk 180-pon beberapa orang jam (3-4 jam) sebelum latihan. b. 2. Mengkonsumsi minuman dengan natrium dan / atau sejumlah kecil camilan asin atau makanan yang mengandung natrium pada makanan akan membantu untuk merangsang rasa haus dan mempertahankan cairan yang dikonsumsi. Selama latihan: 1. Titik awal yang disarankan untuk pelari maraton yang 0,4-0,8 liter per jam, tapi sekali lagi, ini harus individual didasarkan pada penurunan berat badan. 2. Seharusnya tidak ada lebih dari 10% karbohidrat dalam minuman, dan 7% secara umum telah dianggap dekat dengan optimal. Konsumsi karbohidrat umumnya direkomendasikan hanya setelah satu jam tenaga. 3. Kepuasan elektrolit (natrium dan kalium) dapat membantu mempertahankan keseimbangan elektrolit selama latihan. Terutama ketika o ada akses memadai untuk makanan atau makanan yang tidak dimakan, aktivitas fisik yang melebihi o empat jam dalam durasi, o atau selama hari-hari awal cuaca panas. Dengan kondisi tersebut, menambahkan jumlah sedang garam (0,3 g / L untuk 0,7 g / L) dapat mengimbangi hilangnya garam dalam keringat dan meminimalkan kejadian medis yang terkait dengan ketidakseimbangan elektrolit (misalnya, otot kram, hiponatremia). Pasca-latihan: a. Minumlah sekitar 0,5 liter air untuk setiap pon berat tubuh yang hilang. b. 2. Mengkonsumsi minuman dan makanan ringan dengan natrium akan membantu mempercepat pemulihan yang cepat dan lengkap dengan merangsang rasa haus dan retensi cairan. Kehamilan: Tambahan kalsium dan magnesium masing-masing telah terbukti membantu mencegah kram terkait dengan kehamilan. Asupan yang memadai dari kedua mineral selama kehamilan adalah penting untuk ini dan alasan lain, namun pengawasan oleh praktisi kesehatan yang berkualitas sangat penting. Dystonic kram: Kram yang diinduksi oleh non-kuat berulang aktivitas kadang-kadang bisa dicegah atau diminimalkan dengan memperhatikan secara seksama faktor-faktor ergonomis seperti mendukung pergelangan tangan, menghindari sepatu hak tinggi, menyesuaikan posisi kursi, istirahat aktivitas, dan menggunakan posisi nyaman dan peralatan saat melakukan kegiatan. Belajar untuk menghindari ketegangan berlebihan sementara melaksanakan kegiatan masalah dapat membantu. Namun, kram dapat tetap sangat merepotkan untuk kegiatan yang sulit untuk memodifikasi, seperti bermain alat musik. Istirahat kram: kram dan kram Malam sisanya lainnya sering dapat dicegah dengan latihan peregangan teratur, terutama jika dilakukan sebelum tidur. Bahkan peregangan sederhana betis-manuver (dijelaskan dalam paragraf pertama dari bagian pada pengobatan), jika dipegang selama 10 sampai 15 detik dan diulang dua atau tiga kali sebelum tidur, dapat sangat membantu dalam mencegah kram malam hari. Manuver ini dapat diulang setiap kali Anda bangun untuk pergi ke kamar mandi di malam hari dan juga sekali atau dua kali selama hari. Jika kram kaki nokturnal yang parah dan berulang, papan kaki dapat digunakan untuk mensimulasikan berjalan bahkan saat berbaring dan dapat mencegah posisi canggung kaki selama tidur. Tanyakan kepada dokter Anda tentang obat ini. Aspek penting lain dari pencegahan kram malam adalah kalsium dan magnesium. Tingkat darah mungkin tidak cukup sensitif untuk secara akurat mencerminkan apa yang terjadi pada permukaan jaringan dimana hyperexcitability saraf terjadi. Kalsium asupan setidaknya 1 gram sehari adalah wajar, dan 1,5 gram mungkin tepat, terutama untuk perempuan dengan atau berisiko untuk osteoporosis. Dosis ekstra kalsium pada waktu tidur dapat membantu mencegah kram. Magnesium tambahan mungkin sangat bermanfaat bagi sebagian orang, terutama jika orang tersebut memiliki defisiensi magnesium. Namun, ditambahkan magnesium dapat sangat berbahaya bagi orang yang kesulitan menghilangkan magnesium, seperti yang terjadi dengan insufisiensi ginjal. Penggunaan diuretik kuat dari biasanya meningkat kehilangan magnesium, dan tingkat tinggi asupan kalsium (dan karenanya ekskresi kalsium) cenderung meningkatkan ekskresi magnesium. Magnesium hadir dalam banyak makanan (sayuran, biji-bijian, daging dan ikan, pisang, aprikot,

kacang-kacangan, dan kedelai) dan beberapa obat pencahar dan antasida, tetapi dosis tambahan sebesar 50-100 miligram magnesium setiap hari mungkin sesuai. Memisahkan dosis dan mengambil porsi beberapa kali di siang hari meminimalkan kecenderungan untuk diare bahwa magnesium dapat menyebabkan. Vitamin E juga telah dikatakan untuk membantu meminimalkan terjadinya kram. Studi ilmiah mendokumentasikan efek ini kurang, tetapi laporan anekdotal yang umum. Karena vitamin E diperkirakan memiliki efek menguntungkan kesehatan lainnya dan tidak beracun dalam dosis biasa, mengambil 400 unit vitamin E setiap hari disetujui, dokumentasi mengakui bahwa pada efeknya pada kram kurang. Apakah ada perhatian khusus untuk orang dewasa? Orang dewasa yang lebih tua harus memiliki kadar magnesium periodik diambil jika mereka menggunakan magnesium tambahan. Bahkan derajat ringan dan dinyatakan tidak jelas disfungsi ginjal, yang sering terlihat dalam kelompok usia ini, dapat mengakibatkan tingkat beracun magnesium dengan dosis sederhana. Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa vitamin D (vitamin yang dibutuhkan untuk penyerapan kalsium normal dari makanan) kekurangan adalah umum di beberapa individu lanjut usia. Akibatnya, vitamin pengganti D penting untuk orang-orang, mengambil perawatan yang tepat untuk menghindari tingkat vitamin D yang berlebihan, karena ini beracun. Asupan setidaknya 400 unit per hari telah direkomendasikan di masa lalu; laporan terakhir dan beberapa ahli mempertanyakan apakah dosis vitamin D yang cukup, terutama untuk orang dengan paparan sinar matahari sedikit atau tidak ada (sinar matahari mempromosikan pembentukan vitamin D dalam tubuh ). Namun, dosis berlebihan vitamin D diketahui menjadi racun. Batas atas dosis untuk suplementasi vitamin D telah direkomendasikan sebagai 2.000 IU per hari. Perawatan kesehatan Anda profesional dapat membantu Anda memutuskan berapa banyak vitamin D yang harus Anda ambil, mengambil situasi individu dan riwayat medis ke rekening. Sementara diuretik lebih kuat berhubungan dengan peningkatan hilangnya kalsium dan magnesium, hidroklorotiazid (HydroDIURIL dan lain-lain) dan diuretik terkait berhubungan dengan retensi kalsium dan magnesium. Diuretik umumnya digunakan untuk pengobatan hipertensi dan gagal jantung. Jika kram (atau osteoporosis) juga masalah, pasien dan dokter dapat mempertimbangkan untuk menggunakan hydrochlorothiazide atau jenis lain dari diuretik tiazid jika sebaliknya layak dan sesuai. Diuretik juga menyebabkan deplesi natrium dan sebagian besar juga menyebabkan deplesi kalium. Banyak pasien yang menggunakan diuretik juga pada diet natrium dibatasi. Perhatian terhadap efek diuretik pada natrium dan kalium, dan penggantian unsur-unsur yang diperlukan, selalu tepat, bahkan lebih jadi jika kram adalah sebuah masalah. Orang dewasa sering tidak hidrat sendiri memadai, sebagian karena rasa haus berkurang dengan usia. Situasi ini berlebihan pada mereka yang diobati dengan diuretik. Untuk beberapa, hanya meningkatkan asupan cairan ke enam sampai delapan gelas per hari umumnya direkomendasikan akan meningkatkan kram. Namun, minuman dengan kafein tidak boleh dihitung sejak mereka bertindak pada ginjal untuk meningkatkan kehilangan cairan. Individu yang berada pada asupan cairan dibatasi harus berkonsultasi dengan dokter mereka tentang masalah ini dan tidak harus mengabaikan batas asupan cairan yang direkomendasikan. Adapun kram malam, penyebab pasti sering sulit untuk menentukan. Pencegahan terbaik melibatkan peregangan secara teratur, asupan cairan yang cukup, kalsium yang tepat dan asupan vitamin D, suplemen vitamin E, dan mungkin dengan konsultasi dokter - asupan magnesium tambahan. Apakah ada obat untuk mencegah kram otot? Pada kali terakhir, satu-satunya obat yang telah banyak digunakan untuk mencegah, dan kadang-kadang juga untuk mengobati, kram adalah kina. Kina bertindak dengan mengurangi rangsangan otot-otot. Hal ini juga telah terbukti efektif di banyak, tetapi tidak semua, studi ilmiah. Namun, kina juga menyebabkan cacat lahir dan keguguran. Hal ini juga kadang-kadang menyebabkan reaksi hipersensitivitas dan kekurangan trombosit, yang merupakan komponen darah yang bertanggung jawab untuk pembekuan. Salah satu dari reaksi ini bisa berakibat fatal. Kina juga berhubungan dengan sekelompok gejala yang disebut cinchonism (mual, muntah, sakit kepala, dan tuli). Selain itu, visi dan jantung dapat terjadi penyimpangan. Akibatnya, tablet kina tidak tersedia di Amerika Serikat. Kina tersedia di toko kelontong dalam air tonik. Selalu berkonsultasi dengan praktisi kesehatan Anda sebelum mengambil kina untuk kram. Apa prognosis kram otot berulang? Meskipun kram dapat menjadi gangguan besar, mereka adalah kondisi jinak. Penting mereka adalah terbatas pada ketidaknyamanan dan ketidaknyamanan mereka menyebabkan, atau ke penyakit yang berhubungan dengan mereka. Perhatian terhadap rekomendasi sebelumnya akan sangat mengurangi masalah kram bagi sebagian besar individu. Mereka dengan kram otot terus-menerus atau parah harus mencari perhatian medis. Kram Otot Sekilas * Sebuah kram otot adalah otot tanpa sengaja dan paksa kontrak yang tidak rileks. * Hampir semua orang mengalami kram otot pada suatu waktu dalam hidup mereka. * Ada berbagai jenis dan penyebab kram otot. * Banyak obat-obatan dapat menyebabkan kram otot. * Kebanyakan kram otot dapat dihentikan jika otot dapat ditarik. * Kram otot sering dapat dicegah.