Anda di halaman 1dari 17

LEARNING FROM CHANGE

Francelina Mayta - 106020206111018

Managing change for management development

Yang dibutuhkan dalam mengelola perubahan adalah kesabaran dan upaya yang berkesinambungan. Untuk mengetahui apakah seseorang datang melalui pengalaman perubahan, dapat dilihat dari dua hal pokok, yakni: pertama, adanya upaya yang termotivasi dan antusias untuk membuat perubahan berjalan dengan baik; kedua, mereka tidak lagi membicarakan masa lalu. Mengembangkan gaya manajemen fasilitatif sebagai bagian dari pengembangan manajer merupakan hal penting dalam proses ini.

The management of crisis and turaround

Seringkali kita mengatakan bahwa kita belajar dari kesalahan daripada dari kesuksesan kita. Kegagalan mungkin muncul dikarenakan perubahan kondisi lingkungan yang tidak dapat dikontrol oleh organisasi; suatu peristiwa mungkin menyebabkan kesulitan fatal bagi organisasi manapun, dan tidak ada yang dapat mengubahnya. Bagimanapun juga, sejauh ini kegagalan disebabkan karena permasalahan-permasalahan dalam organisasi.

Lorange dan Nelson (1987) memperkenalkan empat tanda penurunan organisasi:

Entrapment: dibutakan oleh keberhasilan mereka sebelumnya, orang dapat menunjukkan kecenderungan yang kuat untuk menipu diri sendiri. Kemajuan dapat mengikuti kemerosotan, dan kita dapat menipu diri sendiri agar tidak mengenali pesan bahwa kemerosotan yang lebih dan tahan lama menunjukkan bahwa telah out of date. Hierarchy orientation: dimana keputusan dibuat lebih pada permasalahan dari politik internal daripada dalam kaitannya denaan pasar dan tujuan bersaing. Desire for acceptance, confirmity: telah dibahas sebagai kelompok berpikir dalam bab 6. Too much concern for consesus and compromise: selutuh keputusan diserahkan kepada tim, pihak pekerja dan sejenisnya.

Lorange dan Nelson juga memperkenalkan sejumlah sinyal peringatan awal dari kemunduran, sebagai berikut:

Kelebihan personil, khususnya staff dan manajemen lini. Toleransi akan ketidakmampuan. Tidak fleksibel dan prosedur administratif yang menghabiskan banyak waktu. Proses mendominasi substansi. Kurangnya tujuan yang jelas. Tidak ada konflik dan takut akan konflik. Komunikasi yang buruk. Struktur organisasi yang kuno.

Taylor (1983) berpendapat bahwa beberapa tantangan untuk perubahan organisasi memerlukan suatu gaya manajemen yang baru, dengan menggabungkan delapan fitur berikut ini:

Decisiveness Direct communication Personal responsibility and accountability Central control of funds Investment and disinvestment Expansion internationally Personal negotiation Innovation and risk taking

Strategi turnaround seringkali mencakup beberapa hal berikut ini:


Merger dan kooperatif supply, desain atau merancang persetujuan. Penjualan aset-aset. Program ditujukan untuk mengurangi overhead. Memperbaiki sistem kontrol biaya dan anggaran. Nilai untuk program uang. Produktivitas perbaikan program termasuk menutup pabrik tua, berkonsentrasi pada beberapa fasilitas, otomatisasi, perbaikan kualitas, teknologi baru. Mengembangkan strategi perusahaan baru.

Strategi perubahan dalam sektor publik dapat mencakup beberapa hal berikut ini:

Sistem manajemen baru Strategi dan pendekatan baru Sistem baru untuk pengembangan sumber daya manusia Rasionalisasi, penyederhanaan, otomatisasi dan reorganisasi

MANAGING CHANGE THROUGH MANAGEMENT DEVELOPMENT: AN INDUSTRY CASE STUDY


Chris Shanley
University of New South Wales, Liverpool Hospital, Sydney, Australia

Pendahuluan
Dimulai dengan memeriksa literatur yang telah menyelidiki interkoneksi antara manajemen perubahan dan pengembangan manajemen. Dorongan utama dari literatur ini adalah bahwa hubungan yang kuat perlu dibangun antara keduanya. Jurnal ini akan mengeksplorasi pengalaman manajemen perubahan dari manajer menengah dalam industri tertentu yakni industri perawatan berusia di Australia.

Studi kasus: Industri perawatan perumahan


Industri ini telah mengalami perubahan besar sejak diperkenalkannya Aged Care Act 1997 dan perubahan ini sedang berlangsung. Perubahan yang terjadi dalam industri meliputi: meningkatnya jumlah orang yang lemah yang lebih tua yang membutuhkan perawatan; legislatif dan peraturan baru seperti membangun program sertifikasi dan sistem akreditasi; tekanan komersial dari modal baru dan meningkatnya biaya staf; permasalahan tenaga kerja seperti kesulitan merekrut dan mempertahankan staf; pergeseran dalam model perawatan dari pendekatan kelembagaan menjadi lebih terpusat pada penghuni, dan perubahan yang lebih luas dalam praktek manajemen, seperti perampingan organisasi, outsourcing dan kontrak layanan, asas pembayaran pengguna, hakhak konsumen dan tata kelola organisasi yang lebih profesional.

Question Research
Bagaimana peran mengelola perubahan dirasakan dan dipahami dalam keseluruhan dari peran manajer fasilitas? Bagaimana peran mengelola perubahan dihadapi oleh manajer fasilitas? Bagaimana manajer fasilitas belajar untuk mengelola perubahan? Apakah manajer fasilitas perlu didukung dalam upaya mereka untuk mengelola perubahan dan, jika demikian, bagaimana seharusnya dukungan yang diberikan, dan oleh siapa?

Metodologi Sampel

: konstruktivisme :

Ada dua sampel terpisah untuk proyek tersebut. Yang pertama terdiri dari 20 manajer fasilitas rumah jompo. Sampel kedua adalah 19 orang yang dianggap stakeholder senior di industri.

Analisis data

Penelitian ini didasarkan pada wawancara semi-terstruktur dengan 20 manajer fasilitas dan 19 pemangku kepentingan senior di industri. Analisis tematik digunakan sebagai proses iteratif dengan coding dari semua transkrip wawancara dan mengembangkan tanggapan tematik untuk setiap pertanyaan penelitian.

Hasil penelitian
Ada sejumlah kecil organisasi yang mengambil pendekatan yang terencana dan komprehensif untuk pengembangan manajemen. Namun - melihat seluruh industri - manajemen pengembangan dan dukungan, khususnya yang terkait dengan manajemen perubahan, kurang dikembangkan dan tidak memiliki standar yang jelas di seluruh industri, serta sebagian besar bergantung pada metode informal. Studi ini berusaha untuk memberikan saran konstruktif tentang bagaimana manajer fasilitas bisa didukung lebih baik dalam upaya mereka untuk mengelola perubahan. Salah satu sarannya adalah daftar kompetensi manajemen perubahan yang diusulkan untuk manajer fasilitas, dan yang kedua adalah berbagai praktek pengembangan manajemen untuk mendukung manajemen perubahan.

Tabel I. Change management competencies for facility managers

Table II. Management development themes and strategies to support the management of change

SEKIAN & TERIMAKASIH