Anda di halaman 1dari 36

PROSES PEMBUATAN LNG

Dr. Ir. Slamet, MT.

Departemen Teknik Kimia, FTUI Depok April 2008

Pada kondisi bagaimana LNG disimpan ?


 

 

LNG yang disimpan dalam kilang jumlahnya sangat besar di dalam Tangki LNG. Contoh: Ukuran Tangki yang ada di Arun: 800.000 barrel Ukuran tangki di Bontang: 600.000, 800.000, dan 786.000 barrel Kapasitas tanker LNG rata-rata 786.000 barrel = 125 000 m3 Untuk tangki yang besar (>1670 barrel = 265000 lt), tidak dapat dirancang sebagai tangki bertekanan. Lebih praktis bila dirancang tangki dengan tekanan rendah (mendekati atmosferik)

Pada kondisi bagaimana LNG disimpan ?




 

Untuk tangki dengan V = 600 000 barrel (3 360 000 cu.ft) H = sekitar 125 ft Di = 185 ft PLNG = 1000 psi (agar suhu tidak terlalu rendah) S = 30 000 psi (tensile strength) maka tebal tangkinya adalah  t> PDi/(2S)  t u (1000)(185)(12)/(2 x 30 000) = 37 in. Jadi tebal dari tangki minimum bila kita ingin menyimpan LNG pada 1000 psi adalah 37 in (92.5 cm). Hal ini sangatlah tidak praktis.

Pada kondisi bagaimana LNG disimpan ?

     

Bila tebal tangki yang tersedia adalah 12 in maka: D e 2St/P e (2)(30 000) (12)/1000 e 720 in e 60 ft H = V/A = V/(3.14 x D2 /4) = (3 360 000)/(3.14 x 602 /4) = 1188 ft (392 m) Berarti tinggi tangki tersebut adalah 392 meter, dan ini juga sangat tidak praktis. Jadi menyimpan LNG pada tekanan tinggi (agar suhunya juga tinggi) tidaklah praktis, terutama utk kapasitas besar. Solusi: LNG disimpan pada tekanan sedikit di atas tekanan atm (sehingga suhunya kriogenik, sekitar 160 oC).

LNG pada tekanan sekitar atm


          

Banyak komponenkomponen lain (selain metana) yang terdapat pada gas alam yang mempunyai titik beku di atas 260 oF. Pada Gambar 1a & 1b (Reading for LNG Processing I) diperlihatkan kelarutan beberapa komponen dalam metana sebagai fungsi suhu. Pada 260oF, kelarutan CO2 = 200 ppm. Untuk keperluan proses, CO2< 50 ppm sebelum gas alam tsb dicairkan. Di kilang < 10 ppm kelarutan C6+ < 1 % , C5- > 1 %, dan C4 = 20 %. Jadi keterbatasan kelarutan proses pembuatan LNG hanya untuk C5+ sehingga LNG akan didominasi oleh C1, C2, C3 dan C4, dengan C5 paling banyak 1 % dan C6+ < 0.1 %. Syarat heating value LNG berdasarkan kontrak u 1107 BTU/scf C3 dan C4 lebih menguntungkan dijual sebagai LPG kandungan C3 dan C4 dalam LNG diusahakan seminimal mungkin tapi masih memenuhi syarat heating value.

Hydrate
   

 

Air selain dapat membeku menjadi es, juga dapat membentuk padatan yang berupa hidrat dengan komponen hidrokarbon. Rumus umum molekul hidrat tersebut adalah (HC).8H2O, yang merupakan senyawa kimia dengan panas pembentukan yang kecil. Gambar 4 sampai 7 mengilustrasikan hasil percobaan untuk menentukan batas kondisi dimana hidrat dapat terbentuk. Pada Gambar 4 dan 6 terlihat untuk komponen C2, C3, C4 dan CO2 membentuk hidrat pada suhu yang lebih rendah dibandingkan C1 pada tekanan kurang dari 2000 psi. Gambar 5 dan 6 memperlihatkan tekanan yang tinggi juga akan menaikkan suhu pembentukan hidrat. Gambar ini juga memperlihatkan bahwa pada daerah tekanan dibawah 800 psi, hidrat tidak akan terbentuk pada gas alam yang mempunyai berat molekul dibawah 29, selama suhunya lebih tinggi dari 65 oF.

LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG ?)


 

Gas Alam yang dicairkan pada tekanan ambient dengan suhu sekitar 160oC (-260oF) dalam kondisi cair jenuh. Spesifikasi Produk : - Nilai Bakar (HHV) : 1105-1165 Btu/scf - Densitas : 435 KG/LT - Komposisi (Badak) : C1 u 90%, C2 = 8%, C3 = 1,5%, iC4 & nC4 = 0,5% Tujuan Pencairan Gas Alam: - Mudah Disimpan - Memudahkan Transportasi Produk LNG menarik karena : - Hasil Pembakaran Lebih Bersih (Clean Energy) - Harga Bersaing dengan sumber energi yang lain.

TIPIKAL KARAKTERISTIK GAS UMPAN & LNG (Badak)


KOMPOSISI GAS UMPAN (%mol) LNG (%mol)

N2 C1 CO2 C2 C3 iC4 nC4 C5+

0,12 84 5 5 3 0,7 0,8 1,38

0,1 91 0 8 1,3 0,1 0 0

TIPIKAL KARAKTERISTIK GAS UMPAN & LNG (lanjutan)


KOMPOSISI HHV, Btu/scf H 2S Hg, Q gr/ nM3 Aromatik, ppm H 2O Suhu, oC Tekanan, psi GAS UMPAN 1095 2,2 0,05 0,2 Sat. pada 86oC 30 675 LNG 1107 0 0,001 0 0 -160 25

Proses Pembuatan LNG di Badak

Schematic flow diagram of Badak LNG Plant


(R.F. Bukacek, 1982)

Pemurnian Gas Alam


Penghilangan CO2 dan H2S Batasan maksimum : 50 ppm CO2 & nil H2S Tujuan: - menghindari pembekuan CO2 pd proses lebih lanjut Tujuan: - menghindari masalah korosi, lingkungan, dan kesekesehatan karena H2S Seleksi proses berdasarkan kandungan CO2 dlm gas umpan: umpan: Sistem Amine : CO2 < 10% 10% Sistem Benfield : CO2 = 10-20% 10-20% Sistem Pelarut fisika : CO2 = 10-50% 10-50% Sistem Membran : CO2 > 50% 50% Distilasi Kriogenik : CO2 > 50% 50% Masih banyak faktor lain yg perlu dipertimbangkan dlm seleksi proses gas sweetening. sweetening.

Benfield Process

Pemurnian Gas Alam


Penghilangan H2O  Batasan maksimum : 0,5 ppm H2O  Tujuan: - menghindari pembekuan H2O pd proses lebih lanjut Tujuan: - menghindari masalah korosi, - mencegah pembentukan hydrate  Teknologi yg biasa dipakai Adsorpsi, Absorpsi, Membrane Gas dehydration di PT Badak dg teknologi ADSORPSI, di kilang lain banyak pakai Absorpsi Amine. Why ??? Amine. Pemilihan adsorben: tgt pada batasan maksimum uap air adsorben: Pada kilang LNG batasan tsb adalah 0,5 ppm Adsorben yg biasa dipakai di kilang: Molecular sieve (dpt kilang: diregenerasi) Jenis adsorben lain: silika gel, alumina, glikol lain:

Pemurnian Gas Alam


Penghilangan Hg Batasan maksimum : 0,01 ppb Tujuan: Tujuan: menghindari korosi merkuri thd bahan aluminium pd main heat exchanger (MHE) Dilakukan dg cara adsorpsi ke dlm pori-pori porikarbon aktif yg mengandung sulfur. Hg tsb sulfur. bereaksi dg S membentuk HgS (amalgam) yg tdk dpt diregenerasi Penggantian adsorben dilakukan setelah adsorben jenuh. Contoh di PT. Badak kapasitas jenuh. PT. adsorben tsb = 6 kg Karbon/kg Hg

UNIT FRAKSIONASI
1. PEMISAHAN METANA (C1) - DILAKUKAN DI SCRUB COLUMN. - TUJUAN : MENGHASILKAN SEBAGIAN BESAR C1 SEBAGAI UMPAN PROSES PENCAIRAN, SHG PRODUK LNG SESUAI SPESIFIKASI. 2. PEMISAHAN ETANA (C2) - DILAKUKAN DI DE-ETHANIZER DE- TUJUAN : MENGHASILKAN C2 SBG MAKE-UP MCR REFRIGERANT MAKE3. PEMISAHAN PROPANA (C3) - DILAKUKAN DI DE-PROPANIZER DE- TUJUAN : MENGHASILKAN PROPANA UNTUK MAKE UP PROPANE REFRIGERANT DAN PRODUK SAMPING LPG. 4. PEMISAHAN BUTANA (C4) - DILAKUKAN DI DE-BUTANIZER DE- TUJUAN : MENGHASILKAN BUTANA UTK REFLUX SCRUB COLUMN DAN PRODUK SAMPING LPG.

UNIT REFRIJERASI
TEKNOLOGI YG DIPAKAI DLM PENYEDIAAN REFRIJERASI DI KILANG LNG BADAK ADALAH SISTEM KOMBINASI : - REFRIJERAN PROPANA - MULTI COMPONENT REFRIGERANT (MCR) 1. SISTEM REFRIJERASI PROPANA 3 LEVEL TDD HIGH , MEDIUM & LOW PRESSURE PROPANE YG DILAKUKAN DLM SUATU SISTEM REFRIJERASI TERPADU. REFRIJERASI INI DIGUNAKAN UTK MENDINGINKAN GAS UMPAN SBLM MASUK KE SISTEM REFRIJERASI MCR. KANDUNGAN PROPANA YG DIGUNAKAN ADALAH > 99%. 2. SISTEM REFRIJERASI MCR TDD 2 TAHAP KOMPRESI YG BERTUJUAN UTK MENDINGINKAN GAS UMPAN HASIL PENDINGINAN REFRIJERASI PROPANA, UTK MENGHASILKAN PRODUK LNG DI UNIT PENCAIRAN. TIPIKAL KOMPOSISI REFRIJERASI MCR (MOLE%) ADALAH : - NITROGEN : 3% - ETANA : 50% - METANA : 45% - PROPANA : 2%

DIAGRAM ALIR UNIT REFRIJERASI PROPANA (BADAK)

DIAGRAM ALIR SEDERHANA UNIT REFRIJERASI PROPANA

ACCUMULATOR V1 V2 V3

E1 COMPRESSOR DESUPERHEATER L4 Q1 E2 L1 Q2 L2 Q3 EVAPORATORS 1,2 and 3 E3

REFRIGERATION SYSTEMS
 Several basic processes of gas refrigeration system are: 1. Compression refrigeration 2. Absorption refrigeration 3. Expansion across a turbine 4. Expansion across a valve  Compression refrigeration with PROPANE refrigerant will be discussed herein.

Basic Concept
Qc 3 2
Comp

Condenser

JT-valve

Qr 1 4 1
Evaporator

Mass and energy Balance


(Evaporator)
V, HV
F=L+V FH F+Q=VH
V V

+LHL + (F V) H H L)
L

L, HL

=VH F (H F H L) + Q = V (H

F, HF V, HV

HF  HL Q  V!F HV  HL HV  HL Joule-Thompson valve = J-T valve L, HL L, V (H = 0 F H F = V H V + L H L F = V + L

(1)

V '!

F ( H F  H L ) (2) HV  H L Q HV  H L
(3)

V !V' 
F, HF

Mass and energy Balance


(Overall)
Qc 2 Comp
  

Condenser

JT-valve Qr 1 Evaporator 4

Comp. : H2 H1 = -WS Cond. : H3 H2 = QC J-T valve: H4 H3 = 0 Evap. : H1 H4 = QR Total : 0 = QC+QR -WS

Mass and energy Balance


(3-Stage Evaporators)
    

L4 = V1 + V2 + V3 (1) L4 = L1 + V1 (2) L1 = V2 + L2 (3) L2 = V3 (4) L4 HL4 + Q1 = V1 HV1 + L1 HL1 (5) L1 HL1 + Q2 = V2 HV2 + L2 HL2 (6) L2 HL2 + Q3 = V3 HV3 (7)

ACCUMULATOR

V1

V2

V3

E1 COMPRESSOR DESUPERHEATER

L4

Q1 L1 Q2

E2

L2 Q3
EVAPORATORS 1,2 and 3

E3

Mass and energy Balance


(3-Stage Evaporators)
L2 ! V3 ! Q3 H v3  H L 2

ACCUMULATOR

Q2  L2 ( H L1  H L 2 ) V2 ! H v 2  H L1
COMPRESSOR

V1

V2

V3

E1 DESUPERHEATER

L4

Q1  L1 ( H L 4  H L1 ) V1 ! H v1  H 4

Q1 L1 Q2

E2

L2 Q3
EVAPORATORS 1,2 and 3

E3

Antoinne Equation: Enthalpy:

H V ! 18.453  0.48763  0.00023817 2 T T H L ! 142.588  (0.1471)T  (0.0004599)T 2

3-Stage Propane Refrigeration


m T QD/C = 65.09 MBtu/j 270.76
ACCUMU LATOR

DESUPERHEATER

CONDENSER 560.38 R 216.92 Btu/lb 190 560.38 84.26 2041030 psi R Btu/lb lb/j

V1

100 514.88 206.38 608566

psi R Btu/lb lb/j

V2

53 476.95 196.85 691560

psi R Btu/lb lb/j

V3

16.5 420.78 181.47 740903

psi R Btu/lb lb/j

L4
190 908 248.81
COMPRESSOR

E1

4.6E+04 lbmol/j psi R Btu/lb

Q1

32.5 MBtu/j

55.07 Btu/lb 1432464 lb/j


E2

L1
INPUT Q1 (Mbtu/j) =32.5 Q2 (Mbtu/j) =81.1 Q3 (Mbtu/j) =110.6

Q2
P1 (psi) = P2 (psi) = P3 (psi) = 100 53 16.5

81.1 MBtu/j

32.19 Btu/lb 740903 lb/j

L2 Q3 110.6

E3

-Wc =

111.65 MBtu/j 4.39E+04 hp

HASIL Laju Propana (lb/j) = 2041030 -Wc + Q1 +Q2 + Q3 =335.85 QD + QC 335.85

MBtu/j MBtu/j MBtu/j

UNIT pencairan gas alam


(PROSES APCI DI KILANG LNG BADAK)
STLH DILAKUKAN PENDINGINAN PD SISTEM REFRIJERASI PROPANA 3 LEVEL, GAS ALAM DICAIRKAN UTK MENGHASILKAN PROD. LNG. PENDINGINAN DILAKUKAN SCR BERTAHAP PD ALAT PENUKAR PANAS UTAMA (MAIN HE) OLEH REFRIJERAN MCR
REFRIJERAN MCR.

(SIMPLIFIED of APCI LNG Badak)

FUEL GAS (Reject gas)

LNG

MAIN EXCHANGER

NATURAL GAS INTERCOOLER

E1

E2

E3

E1

E2

E3

AFTER COOLER EVAPORATORS

PHASE SEPARATOR

STAGE 1 STAGE 2 COMPRESSORS

Fuel Gas (Reject Gas)

G 4 3 F

P-H Diagram GAS ALAM


P
I

LNG

2 H
MAIN EXCHANGER

2 P1 P3 A 3

NATURAL GAS INTERCOOLER

1
E1 E2 E3

AFTERCOOLER

E
E2 E3

MR V
PHASE SEPARATO R

P4 4

E1

EVAPORATO RS

MR L

A
STAGE 1 STAGE 2

H
L
COMPRESSO RS

H
V

Fuel Gas (Reject Gas)

G 4 3 F

LNG

I 2 H
MAIN EXCHANGER

P-H Diagr. MRV

NATURAL GAS INTERCOOLER

1
E1 E2 E3

AFTERCOOLER

E
E2 E3

MR V
PHASE SEPARATO R

E1

EVAPORATO RS

MR L

A
STAGE 1 STAGE 2

P-H Diagr. MRL

COMPRESSO RS

APCI Propane Precooled Mixed Refrigerant Process

Beberapa Teknologi (LNG) lain

PRICO Technology
The process is very simple, efficient, reliable and cost-effective mixed-refrigerant cycle. A mixed-refrigerant, composed of N2 and C1-C5, is circulated in a closed refrigerant loop. This loop contains a compressor (1), a partial condenser (2), an accumulator (3), a refrigerant HE (4), a J-T valve (5), a refrigerant suction drum (6), a centrifugal pump (7), and fractionation unit (8) to remove C2+.

PRICO mixed refrigerant loop (Hydrocarbon Processing, April 1998)

B A D

P-H Diagram

C
F

P=300 psi

B
T=175 F

P=80 psi

D A
T= -30 F

P=20 psi

Beberapa Teknologi (LNG) lain

The ConocoPhillips Optimized Cascade Process

Beberapa Teknologi (LNG) lain

The Linde-Statoil Mixed Fluid Cascade Process Linde-

STUDI KASUS
 Pembahasan rinci berbagai teknologi LNG  Pemecahan masalah aktual di berbagai LNG Plant  LNG Plant design (Tangguh, Natuna, dll)  Mini & Remote Area LNG Plant  dll