Anda di halaman 1dari 3

Ken Prabowo B.D.S.

12010062

Pemekaran Lantai Samudra


Pada tahun 1912, Alfred Wegener mengusulkan teori mengenai continental drift. Ia menyatakan bahwa the Mid-Atlantic Ridge ... zone in which the floor of the Atlantic, as it keeps spreading, is continuously tearing open and making space for fresh, relatively fluid and hot sima [rising] from depth . Alfred Wegener adalah orang pertama yang mengemukakan teori ini tetapi ditolak oleh geologis-geologis di masa itu karena tidak dapat menjelaskan mekanisme pergerakan lantai samudra. Sejak saat itu, pada tahun 1950an terjadi penemuan besar-besaran mengenai midoceanic ridge. Para geologis pun mulai mencari-cari mekanisme yang dapat menjelaskan fenomena tersebut. Dan pada tahun 1960an, terlihat perubahan magnetic stripe di dasar lautan sehingga timbul teori geomagnetic reversal . Survey dilakukan menggunakan magnetometer dari atas pesawat. Terlihat strip disekitar mid-oceanic ridge berubah-ubah medan magnetnya, dan pola magnetic di sisi lainnya identical. Fenomena ini menunjukkan adanya sebuah fenomena seperti yang dikatakan oleh Alfred Wegener pada tahun 1912. Pemekaran lantai samudra baru dapat dipahami seutuh nya setelah teori tektonik lempeng berkembang diterima oleh para geologis di dunia. Dan sampai saat ini telah dikumpulkan empat bukti ilmiah yang menunjukkan pemekaran lantai samudra, yaitu : 1.) Demonstrasi pergerakan batuan berusia muda di lempeng muda. 2.) Survey medan magnetic di dasar lautan yang menunjukkan geomagnetic reversal. 3.) munculnya hipotesa pemekaran lantai samudra dan daur ulang lempeng samudra, 4.) dokumentasi jalur gempar yang akurat di zona subduksi dan mid-oceanic ridge menunjukkan adanya sebuah jalur gempa di dasar laut. Dari sejarah dapat kita simpulkan bahwa, mid-ocean ridge sebuah system dari gunung berapi di bawah laut yang terhubung berliku-like di dasar laut. Mid-oceanic ridge terbentang mengelilingi Bumi di dasar lautan sepanjang 60.000 kilometer dan membagi laut menjadi dua bagian. Berdasarkan teori lempeng tektonik, mid-ocean ridge juga merepresentasikan sebuah area dimana lempeng litosfer bergerak menjauh dan kerak bumi yang baru terbentuk dari magma yang terdorong ke atas dari mantle. Dalam teori lempeng tektonik daerah ini juga sering disebut dengan batas lempeng divergen.

Mid-oceanic ridges memiliki morfologi yang berbeda-beda tergantung seberapa cepat pemekaran yang terjadi, keaktifan aktififas vulkaniknya, dan seberapa besar struktur yang ada. Selain itu dapat dilihat bahwa karakteristik dari lantai samudra juga berpengaruh, kekuatan dari lempeng samudra di berbagai berbeda sehingga jika kita lihat dipeta, midoceanic ridges tidaklah garis lurus tetapi terjadi faulting tegak lurus dengan sumbu pemekaran lantai samudranya. Kecepatan mid ocean-ridge membentuk materi baru disebut kecepatan pemekaran yang biasanya diukur dalam mm/tahun. Pembagian kecepatan pemekaran adalah cepat ( >100 mm/tahun), sedang (100-55 mm/tahun), dan lambat ( 55-20 mm/tahun). Rata-rata kecepatan pemekaran di Samudra Atlantik adalah 25mm/tahun, sedangkan di Samudra Pasifik, pemekaran lantai samudra terjadi dengan kecepatan rata-rata 80-120 mm/tahun.

Dalam pembentukan formasi, mid-oceanic ridge memiliki dua proses yang berjalan, yaitu ridge-push dan slab-pull. Ridge push adalah proses yang terjadi saat tumpukan kerak baru yang terbentuk mendorong lempeng kea rah zona subduksi. Dan pada zona subduksi, terjadi proses slab-pull dimana berat dari lempeng sendiri yang menarik lempeng tersebut ke bawah di zona subduksi. Pemekaran lantai samudra terus menciptakan lempeng samudra yang baru. Basalt yang baru terekstrusi terkristalisasi di sumbu pemekaran, arah medan magnet yang parallel dengan arah medan magnet bumi terekam di dalam oksida-oksida tersebut. Orientasi medan di lempeng samudra merekam arah medan magnet Bumi seiring berjalannya waktu karena seiring berjalannya waktu telah berkali-kali terjadi perubahan arah medan magnet bumi. Dan sebaliknya arah dari pola medan magnet Bumi dapat kita gunakan untuk merekonstruksi ulang sejarah terbentuknya Bumi Dalam pengembangan teori pemekaran lempeng samudra, diketahui bahwa air laut terus menerus berperkolasu melewati retakan-retakan di mid-ocean ridge. Air laut bersuhi dingin yang terkonveksi ke bawah bertemu dengan kerak baru bersuhu tinggi yang terletak jauh di bawah permukaan, sehingga banyak mineral-mineral yang tertransfer ke air seperti sulfur, copper, zinc, emas, dan besi. Air kaya mineral bersuhu tinggi bergerak kembal ke atas lewat retakan-retakan membentuk hydrothermal vents. Seiring air panas yang dapat mencapai temperatur maksimal 371C, keluar dari vent dan membentuk kontak dengan air bertemperatur mendekati titik beku di dasar lautan, logam-logam yang terbawa terpresipitasi keluar dari solusi air panas tersebut membentuk awan-awan hitam kaya mineral yang disebut black smokers. Awan-awan tersebut keluar lewat cerobong asap tinggi yang terbentuk dari

mineral-mineral yang sebelumnya yang terdeposisi dan menjadi solid. Karena jumlah logam yang dikeluarkan begitu banyak, hydrothermal vent lah sumber dari cadangan-cadangan logam terkaya di bumi.