Anda di halaman 1dari 5

BAB I ARTI KOPERASI

Hampir diseluruh pelosok Nusantara masyarakat sudah mengenal istilah Koperasi. Di kalangan masyarakat tani ada Koperasi Unit Desa (KUD). Di kalangan masyarakat lainnya juga terdapat Koperasi Kerajinan, Koperasi Pegawai Negeri, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan pula di kalangan pelajar telah dikenal Koperasi pelajar atau Koperasi Sekolah. Ditinjau dari pengertian bahasa, Koperasi berasal dari bahasa asing Co-operation (Co=bersama, operation=usaha). Pengertian menurut ketentuan UndangUndang sesungguhnya tidak mudah. Oleh karena itu secara sederhana Koperasi dapat diartikan Usaha Bersama berdasarkan azas kekeluargaan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan berarti bahwa dalam menjalankan usaha berlaku ketentuanketentuan seperti yang terdapat dalam kehidupan keluarga. Segala sesuatu dikerjakan secara bersama untuk kepentingan bersama. Usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan juga dapat disebut Gotongroyong. Gotong artinya angkat, royong artinya bersama-sama. Jadi Gotong-royong dapat diartikan suatu usaha mengangkat barang yang dilaksanakan secara bersama, jadi segala sesuatu dikerjakan secara bersama untuk kepentingan bersama. Tujuan koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Seperti suatu keluarga dikatakan sejahtera, kalau keperluan hidupnya dapat dipenuhi sebaik-baiknya. Keperluan tersebut dapat berupa Sandang, Pangan, Papan, Kendaraan, Hiburan, dan lain sebagainya. Apabila kesejahteraan suatu keluarga meningkat, maka keperluan hidupnya dapat terpenuhi secara lebih baik. Apabila azas kekeluargaan diterapkan pada koperasi, maka harus dianggap seluruh anggota Koperasi sebagai suatu keluarga besar. Koperasi pelajar beranggotakan pelajar-pelajar dari suatu sekolah. Mereka mempunyai suatu keperluan yang dapat dipenuhi secara bersama, misalnya alat tulis, seragam sekolah, buku pelajaran, dan lain sebagainya. Keperluan tersebut dapat terpenuhi dengan jalan mengadakan usaha pertokoan. Karena Koperasi pelajar diadakan dalam lingkungan sekolah, tidak salahnya disebut Koperasi sekolah. Dengan adanya usaha pertokoan tersebut maka diharapkan barang-barang yang diperlukan oleh para pelajar dapat mudah didapat dan harganya diusahakan lebih murah. Kalau usaha pertokoan ada surplus atau keuntungan, maka surplus atau keuntungan tersebut akan kembali kepada para anggota dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha (SHU).

Dari pengertian yang sederhana, selanjutnya akan meningkat pada pengertian koperasi lebih luas. Dalam hal ini pengertiannya akan diambil dari Ketentuan Undang-Undang Koperasi. Menurut Undang-Undang No. 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian yang berlaku di Indonesia antara lain disebut : Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orangatau badan-badan hukum Koperasi yang merupakan tata-susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Dari pengertian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Koperasi Indonesia adalah kumpulan dari orang-orang yang sebagai manusia secara bersama-sama bergotong-royong berdasarkan persamaan, bekerja untuk memajukan kepentingan-kepentingan ekonomi mereka dan kepentingan masyarakat. Dari pengertian umum ini, maka ciri-ciri seperti dibawah ini seharusnya selalu nampak oleh badan Koperasi : 1. Koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang dan bukan kumpulan modal. Pengaruh dan penggunaan modal dalam Koperasi Indonesia tidak boleh mengurangi makna dan tidak boleh mengaburkan pengertian Koperasi Indonesia sebagai perkumpulan orangorang bukan perkumpulan modal. Ini berarti Koperasi Indonesia harus benar-benar mengabdikan kepada perikemanusiaan dan bukan kepada kebendaan. 2. Koperasi Indonesia bekerja-sama, bergotong-royong berdasarkan persamaan derajat, hak dan kewajiban yang berarti Koperasi Indonesia seharusnya merupakan wadah demokrasi sosial dan ekonomi. Karena dasar ini maka harus dijamin benar-benar bahwa Koperasi adalah milik para anggota sendiri dan pada dasarnya harus diatur dan diurus sesuai dengan keinginan para anggota yang berarti tertinggi dalam Koperasi terletak pada Rapat anggota . 3. Segala kegiatan Koperasi Indonesia harus dilaksanakan atas kesadaran para anggota. Dalam Koperasi tidak boleh dilakukan paksaan, ancaman, intimidasi, dan campur tangan dari pihk-pihak lain yang tidak ada sangkut-pautnya dengan pengurus intern Koperasi. 4. Tujuan Koperasi Indonesia harus benar-benar merupakan kepentingan bersama dari para anggotanya dan tujuan itu dicapai berdasarkan karya dan jasa yang disumbangkan para anggotanya masing-masing. Ikut sertanya anggota sesuai dengan besar dan kecilnya karya dan jasanya harus dicerminkan pula dalam hal pembagian pendapatan dalam Koperasi.

BAB II KOPERASI DAN GOTONG-ROYONG

Dalam bab I telah dikemukakan, bahwa Koperasi adalah usaha bersama atas azas kekeluargaan. Telah diketahui pula bahwa gotong-royong bukan hal yang baru bagi bangsa Indonesia. Sejak zaman dahulu orang-orang Indonesia telah mengenal dan melakukan gotongroyong dalam kehidupan mereka. Masyarakat yang hidup secara gotong-royong menganggap orang yang tinggal disuatu daerah sebagai suatu keluarga besar. Pada dasarnya gotong-royong adalah suatu usaha yang diselenggarakan secara bersama untuk kepentingan dan tujuan bersama. Sehingga gotongroyong mencerminkan suatu kekeluargaan. Semua warga yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan selalu hidup saling membantu. Masyarakat yang hidup secara gotong-royong yang murni tidak mengenal perbedaan berdasarkan harta, benda, jabatan, dan yang berhubungan dengan intimidasi terhadap orang lain. Tetapi pada zaman sekarang persoalan yang harus dihadapi adalah; Bagaimana cara mempertahankan kepribadian hidup gotong-royong di Indonesia dengan memasukkan unsur teknologi modern, sehingga sesuai dengan kemajuan zaman? Hal ini akan dapat dicapai melalui Koperasi. Jadi kalau masyarakat ingin memenuhi keperluan hidup secara Koperasi, bukan berarti bahwa ingin hidup dalam alam Gotong-royong seperti yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Tetapi menata kehidupan yang modern berlandaskan azas kekeluargaan kekeluargaan atau koperasi. Dalam hal ini antara Gotong-royong dan Koperasi di Indonesia memang ada perbedaan, tetapi tidak bersifat mendasar. Karena pada dasarnya perbedaan tersebut terjadi sebagai akibat perkembangan masyarakat. Hal ini dapat diterangkan sebagai berikut :

GOTONG-ROYONG 1. Gotong-royong pada umumnya dilaksanakan dalam masyarakat pedesaan. Oleh karena itu keperluan hidup masyarakat disana masih sederhana disana. 2. Gotong-royong mempunyai tujuan tertentu, tetapi tidak melakukannya secara terus menerus. Kalau tujuan tersebut telah dicapai maka akan dihentikan atau dibubarkan. 3. Gotong-royong merupakan bentuk organisasi yang teratur. Dalam hal ini tidak ada kepastian siapa pemimpinnya, jumlah anggotanya, bagaimana peraturannya, dan sebagainya. 4. Tata kerja dalam Gotong-royong dilakukan secara statis dan tardisionil. Tata kerja yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan yang pernah dilakukan terdahulu. 5. Gotong-royong tidak memerlukan modal yang banyak, hanya dengan partisipasi dari masyarakat yang banyak maka kegiatan akan dilaksanakan

KOPERASI 1. Koperasi terdapat di masyarakat yang telah maju dan dapat digunakan untuk memenuhi keperluan hidup yang sangat beraneka ragam. 2. Koperasi mempunyai tujuan yang tetap. Usahanya dilakukan terus-menerus.

3. Koperasi merupakan organisasi yang teratur, lengkap dengan sarana dan prasarana yang menunjang berdirinya Koperasi tersebut. 4. Tata kerja koperasi bersifat dinamis rasionil. Setiap waktu dapat diadakan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. 5. Koperasi memerlukan modal yang dapat berupa uang atau barang sebagai sarana melakukan kerjasama.

( perbedaan Gotong-royong dan Koperasi disebabkan oleh perkembangan zaman)

Namun yang terpenting adalah, bahwa untuk membentuk Koperasi harus ada kelompok orang yang bersedia bekerja bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Untuk menjalankan usaha Koperasi memang diperlukan modal atau uang. Dalam hal ini kedudukan modal dalam Koperasi adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan. Seperti halnya Gotong-royong, yang memegang peranan adalah kesadaran untuk bekerja sama. Jadi Koperasi merupakan perkumpulan orangorang yang bersedia berusaha bersama dan bukan perkumpulan kumpulan untuk modal untuk berusaha bersama. Sehingga kebiasaan Gotong-royong yang menjadi kepribadian bangsa Indonesia perlu dipertahankna dan perlu disempurnakan menjadi bentuk Koperasi.

BAB III SEJARAH GERAKAN KOPERASI

Gerakan Koperasi di Luar Negeri. INGGRIS Pada tahun 1844, 28 kaum buruh tekstil di Rochdale, Inggris, mendirikan sebuah perkumpulan usaha bersama. Tujuannya meringankan bebean kaum buruh yang semakin menderita karena terdesak oleh tenaga mesin sebagai akibat dari Revolusi Industri pada saat itu. Perkumpulan di Rochdale ini tetap bertahan, bahkan terus tumbuh dan berkembang semakin besar dan kuat pada saat itu. Kekuatan mereka terletak pada sendi-sendi dasar bekerja yang mereka susun dari pengalaman pahit perkumpulan-perkumpulan sebelumnya. Sendi-sendi dasar itu kemudian dikenal diseluruh dunia sebagai Rochdale Principles atau sendi-sendi dasar Koperasi Rochdale. Perkumpulan tersebut diakui sebagai Koperasi Konsumsi yang pertama didunia, karena telah mampu meletakkan dasar kerja yang mantap dan berhasil.