Anda di halaman 1dari 5

WANITA VS ROKOK

Melihat kaum pria merokok adalah hal yang biasa. Kebiasaan merokok oleh sebagian besar kaum pria sudah berlangsung lama sehingga ketika kita melihat seorang pria merokok di tempat umum bukan lagi merupakan sesuatu yang aneh. Tapi bagaimana jika yang merokok adalah seorang wanita? Saya adalah mahasiswa perantau yang datang jauh dari pulau Kalimantan. Di tempat asal saya, wanita yang merokok acap kali dicap sebagai perempuan tidak benar. Saya juga kurang paham mengapa bisa muncul stigma seperti itu. Mungkin saja karena kegiatan menghisap rokok oleh wanita lebih banyak dilakukan oleh wanita yang menjual jasa penghangat. Atau mungkin juga, ketika seorang wanita merokok aura yang terpancar adalah liar. Entahlah... Bertahun-tahun hidup di tengah lingkungan yang mempercayai stigma hanya wanita tidak benar yang merokok, membuat saya perlahan ikut mempercaya stigma tersebut. Dan terus tertanam diotak saya sampai saya menjejakkan kaki di tanah jawa lima tahun yang lalu. Dan apa yang saya lihat di sini sangat mengejutkan. Pada hari pertama, saya sudah disuguhi pemandangan wanita perokok lebih banyak dari yang pernah saya lihat di tempat asal saya. Wow! Tapi setelah saya kenal dengan beberapa dari mereka, stigma wanita tidak benar mulai memudar dari pikiran saya. Ternyata banyak dari mereka justru adalah orang-orang yang kreatif dan mengagumkan. Ada beberapa yang merokok sejak mereka SMP, ada juga yang baru-baru saja belajar, dan rata-rata alasan awal mereka merokok adalah coba-coba kemudian semakin lama mereka mulai menikmati dan akhirnya tak bisa lepas. Tidak bisa dipungkiri bahwa sesuatu yang dilarang terkadang justru lebih menggoda rasa keingintahuan. Wanita dan rokok. Dua komponen yang berlawanan tapi bisa sangat menyatu. Mereka menggelitik rasa penasaran saya tentang sejauh mana akibat yang ditimbulkan dari penyatuan mereka. Saya mulai mencari-cari dan hasilnya sungguh mengejutkan (menakutkan lebih tepatnya). Banyak akibat buruk yang bisa ditimbulkan, antaranya : 1. Kerusakan otak. Bayangkan anda bertemu seorang wanita perokok yang cantik, muda, smart tapi menderita kerusakan otak! 2. Rambut rontok

Jumlah nikotin dan karbon monoksida dalam rokok telah ditemukan dapat membatasi aliran darah. Hal ini terjadi karena setiap kali jumlah nikotin bertambah di dalam otak, menyebabkan tubuh mengaktifkan hormon stres sehingga membebaskan lemak yang disimpan ke dalam aliran darah.

Hal tersebut dapat mengurangi oksigen dalam aliran darah. Padahal, agar folikel rambut berfungsi secara optimal dan menghasilkan pertumbuhan rambut di tingkat normal, sel harus mendapatkan oksigen, nutrisi dan mineral dalam jumlah yang cukup. 3. Keriput Kulit yang mulus dan kencang adalah dambaan setiap wanita. Berbagai cara akan ditempuh untuk mendapatkan kulit yang menarik. Namun hukum alam tidak bisa dilawan, pada akhirnya keriput akan tetap menghampiri dan wanita yang merokok akan lebih cepat mendapatkan jatahnya. 4. Katarak Lensa mata kita 98%-nya adalah protein. Protein pembentuk lensa mata ini sangat sensitif sekali terhadap sinar ultraviolet dan radikal bebas. Apabila lensa mata terserang oleh sinar ultraviolet dan radikal bebas, maka sel-sel protein pada lensa mata akan menjadi rusak dan mengendap di lapisan mata. Sehingga lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat jatuh ke retina.Sedangkan rokok memproduksi radikal bebas yang meningkatkan risiko katarak. 5. Gangguan pendengaran Asap rokok dapat menyebabkan gangguan aliran darah di pembuluh darah kecil telinga. Hal ini bisa mengakibatkan organ kekurangan oksigen dan meningkatkan penumpukan zat beracun, yang akhirnya menyebabkan kerusakan pada telinga. 6. Kanker hidung Asap rokok memicu sel-sel hidung normal mengalami perubahan ganas menjadi sesel kanker. Penderia akan merasa badan demam disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan nyeri saat menelan. 7. Karies gigi Rokok mempengaruhi keseimbangan kimiawi dalam mulut sehingga kondisi mulut lebih asam, membentuk plak yang berlebihan, membuat gigi menjadi kuning sehingga mempercepat terjadinya karies. Perokok berisiko kehilangan gigi mereka 1,5 kali lipat.

8. Kanker mulut Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar. 9. Kanker paru-paru Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena asap rokok akan masuk secara inhalasi ke dalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru. 10. Jantung dan stroke Pemakaian tembakau adalah salah satu faktor resiko terbesar untuk penyakit ini. Rokok menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat, menaikkan resiko terjadi hipertensi dan penyumbatan arteri yang akhirnya menyebabkan serangan jantung atau stroke. 11. Kanker payudara Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan kanker payudara. Hasil studi menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena kanker payudara. 12. Radang kulit Berkembangnya /inflamasi noncotageous pada kulit yang menyisakan bercak-bercak merah berair dan gatal 2-3 kali lebih besar terjadi pada perokok. 13. Kanker Ginjal Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung nikotin dan tembakau akan masuk ke dalam tubuh. Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu kanker. 14. Kanker rahim Merokok dapat meninggalkan risiko kanker servik dan uterus, rokok juga menyebabkan timbulnya masalah kesuburan pada wanita dan berbagai komplikasi selama masa kehamilan serta kelahiran bayi. Merokok selama masa kehamilan meningkatkan resiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah dan masalah kesehatan sesudahnya. Kegagalan kehamilan/abortus terjadi 2-3 kali lebih besar pada wanita perokok, angka yang sama berlaku juga untuk kelahiran/kematian karena kurang oksigen pada janin dan plasenta yang abnormal karena tercemar oleh karbon

monoksida dan nikotin dalam asap rokok. Sindrom kematian bayi mandadak/sudden infant death juga dihubungkan dengan pemakaian tembakau. 15. Menopause dini Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 45, bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. Hal ini bisa terjadi karena rokok dapat menurunkan kadar esterogen yang menyebabkan terjadinya menopause dini. 16. Kanker kulit Diduga bahwa perokok berisiko menderita cutaneus squamus cell cancer, sejenis kanker yang meninggalkan bercak pada kulit. Perokok berisiko dua kali lebih besar terkena kanker tersebut dibandingkan yang tidak merokok. 17. Osteoporosis Karbon monoksida, yaitu zat kimia beracun yang banyak terdapat pada gas asap rokok lebih mudah terikat dalam darah dari pada oksigen, sehingga kemampuan udara untuk mengangkat oksigen turun 15% pada para perokok, akibat tulang orang yang merokok kehilangan densitasnya menjadi lebih mudah patah/retak dan

penyembuhannya 80% lebih lama. 18. Kanker pencernaan Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker gastrointestinal (pencernaan). 19. Perubahan warna pada jari Tar yang terdapat pada asap rokok terakumulasi pada jari-jari dan kuku yang meninggalkan warna kuning dan kecoklatan. 20. Pembusukan terjadinya inflamasi pada arteri vena dan syaraf utama kaki yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah dan bila dibiarkan tanpa perawatan akan mengarah ke gangren (matinya jaringan tubuh) 21. Amputasi Jika sudah terjadi pembusukan maka pasien perlu diamputasi

Jadi, jika anda seorang wanita yang merokok, segeralah berhenti, karena berhenti merokok akan menguntungkan anda.

Keuntungan Berhenti Merokok


Dalam 20 menit : Tekanan darah dan denyut jantung membaik. Dalam 12 jam : Tingkat karbon monoksida di dalam darah kembali ke normal. Dalam 48 jam : Sistem aliran darah membaik dan fungsi jantung dapat meningkat. Dalam 2-12 minggu : Nikotin tidak terdeteksi lagi dari dalam tubuh, indera pengecap dan penciuman membaik.

Dalam 1-9 bulan : Nafas pendek (sesak) dan batuk-batuk berkurang. Dalam 1 tahun : Resiko untuk terjadinya jantung koroner berkurang setengahnya dibandingkan dengan perokok.

Dalam 10 tahun : Resiko kanker paru setengahnya dibandingkan perokok. Dalam 15 tahun : Resiko serangan jantung dan stroke turun ke tingkat yang sama dengan yang bukan perokok.

Dan untuk anda yang tidak merokok jangan lega dulu karena walaupun anda tidak merokok secara aktif tapi jika anda sering terpapar asap rokok (perokok pasif), anda mempunyai resiko yang sama dengan perokok aktif. Menggenaskan bukan?