Anda di halaman 1dari 11

59% pria berusia di atas 10 tahun di Indonesia telah menjadi perokok harian (WHO).

Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 1995, juga menunjukkan lebih dari 68% penduduk Indonesia berumur 20 tahun ke atas perokok aktif. Diperkirakan, konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok atau urutan ke-4 setelah RRC (1.679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), dan Rusia (230 miliar).

Prevalensi perokok ini berbanding terbalik dengan tingkat pendidikan. Pada laki-laki yang berpendidikan SD ke bawah sekitar 74,8%, SLTP 70,9%, SMU 61,5% dan akademi/perguruan tinggi 44,2%. Di daerah perdesaan lebih banyak dibanding di perkotaan. Untuk itu promosi pendidikan kesehatan harus disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat dengan memakai media yang ada.

Umur mulai merokok kurang dari 20 tahun cenderung meningkat dan lebih dari separuh perokok mengkonsumsi > 10 batang per hari, bahkan yang berumur 10-14 tahun pun sudah didapat sebesar 30,5% yang mengkonsumsi >10 batang per hari di antaranya 2,6% yang mengkonsumsi > 20 batang per hari. Hal ini dapat menjadi bom waktu pada 25 tahun yang akan datang, mengingat timbulnya penyakit seperti kanker berhubungan dengan lamanya merokok dan banyaknya rokok yang dikonsumsi.

Rata-rata orang Indonesia menggunakan uangnya untuk membeli rokok (WHO).

15%

Memang belum angka yang luar biasa, jika dibandingkan Bangladesh, yang rata-rata penduduknya menghabiskan sepuluh kali lipat

hanya untuk rokok dibanding yang dihabiskan untuk pendidikan.

Sebatang rokok mengandung 4.000 bahan kimia dalam bentuk partikel dan gas yang bersifat racun. Di antaranya hidrogen sianida, acetone (penghapus cat), ammonia (pembersih lantai), naphthylamine, methanol (bahan bakar roket), butane (bahan pembuat korek api), dan cadmium (salah satu bahan dasar aki mobil). Dari ribuan kandungan zat pada rokok itu, tiga kandungan yang paling berbahaya adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

Mengapa Merokok Tidak Baik Bagi Ibu Hamil?

Ibu perokok mempertinggi kelahiran prematur dan bayi meninggal saat dilahirkan Merokok mempertinggi kehamilan di luar kandungan (ektopik) Wanita hamil yang merokok, punya peluang besar bayinya mengalami cacat lahir. Bagi ibu menyusui, disarankan berhenti merokok. Tak lain, nikotin dalam rokok dapat mengalir menuju bayi melalui ASI

Bahaya kematian mengintai setiap perokok, termasuk orang di sekitar lingkungannya. Harian Princetonian terbitan AS edisi 10 Maret 2003, memaparkan fakta yang perlu kita renungi. Sekira 22.000 orang AS meninggal setiap tahunnya karena narkorba, baik karena overdosis maupun akibat tindak kriminalitas yang timbul karena proses produksi, distribusi, dan konsumsi narkoba. Namun, ternyata sebanyak 406.000 warga AS meninggal setiap tahunnya karena rokok.

Merokok atau tidak adalah pilihan hidup. Adalah hak setiap individu yang telah dewasa, berakal, dan mampu secara keuangan mengambil keputusan tentang ini.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 1999. Pasal 23 yang dibuat pemerintah mewajibkan semua tempat umum serta sarana pelayanan kesehatan, proses belajar-mengajar, kegiatan ibadah, dan angkutan umum pada dasarnya merupakan kawasan bebas rokok. Sayangnya, implementasi PP ini belum senyata yang ada di atas kertas. Pemerintah harus lebih serius menerapkannya.

Singapura menciptakan teror di bungkus rokok : Pemerintah mewajibkan produsen rokok menampilkan gambar mengerikan di bungkus rokok sebagai peringatan bahaya

Melarang jual eceran


Pemerintah kota Dubai, yang merupakan bagian dari Uni Emirat Arab ini, akan memberlakukan larangan merokok di tempat-tempat umum, kecuali di tempat yang sudah disediakan khusus bagi mereka yang ingin merokok mulai tanggal 15 September. Mereka yang melanggar aturan ini akan dikenakan denda sebesar 100 sampai 500 dirham.

Pemasaran rokok dengan menggunakan istilah "light" dan "low" dinilai menyesatkan konsumen karena mengisap rokok yang berlabel seperti itu seolah-olah tidak membahayakan kesehatannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, menyatakan Frame Convention on Tobacco Control (FCTC) sudah melarang penggunaan istilah yang menyesatkan seperti "light", "mild" dan "low" tar.