Anda di halaman 1dari 5

FUNDRAISING

Melihat fenomena yang terjadi sekarang ini dan berkembang dengan pesat dengan bermunculan badan zakat yang mengelola dana zakat, infak,sedekah dan wakaf. Hal inilah yang diyakini dan membuktikan bahwa kepedulian suatu perusahaan terhadap aktivitas sosial kemasyarakatan yang mampu membangkitkan fanatisme pelanggan. Akibat terjadinya krisis moneter dan krisis ekonomi pada tahun 1998 menyebabkan terpuruknya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia, yaitu dari $.1,050.- USA. Saat awal tahun 1997 sekitar $.400.- USA. pada akhir tahun 1998. Sehubungan dengan menurunnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kondisi tersebut menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat, berkurangnya lapangan pekerjaan serta bertambahnya jumlah pengangguran, yang mengakibatkan jumlah penduduk miskin meningkat tajam menjadi 79,4 juta jiwa atau 39,1 % dari jumlah penduduk Indonesia pada tahun 1998 (BPS, 1999). Dan jumlah penganggurannya pun mencapai angka 40 juta jiwa dengan 7 juta penduduk tidak memiliki pekerjaan. Maka dari itu, perlu dikembangkan suatu program pemberdayaan yang melibatkan secara aktif masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pengembangan kegiatan dalam peningkatan kesejahteraan mereka, sehingga pada suatu waktu mereka bisa hidup mandiri. Partisipasi aktif dari masyarakat terus dibangun dan dikembangkan sehingga mampu mengubah suatu perilaku yang selama ini cenderung pasif kepada perilaku yang aktif. Salah satu alternatif untuk pemberdayaan masyarakat adalah dengan memanfaatkan dana zakat Infak sedekah (ZIS). Dengan disahkannya UU No 38/1999 tentang pengelolaan ZIS. Pada saat ini pengelolan zakat bisa dilakukan oleh pemerintah dan swasta. Adapun Dasar Hukum yang berkaitan dengan fundraising ini tertera dalam UU RI, antara lain: 1. UU RI no 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat Diantanya dijelaskan dalam bab IV Pasal 14 yang berbunyi: Badan amil zakat dan lembaga amil zakat wajib menyalurkan zakat yang telah dikumpulkan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan hukum islam. Penyaluran dana zakat dapat bersifat bantuan pemberdayaan, yaitu membantu mustahik untuk meningkatkan kesejahteraannya, baik secara perorangan maupun kelompok melalui program atau kegiatan yang berkesinambungan.

Pasal yang tertera diatas hanya sebagai contoh, bahwa sesungguhnya fundraising memang sudah benar-benar diatur dalam UU RI. 2. UU RI no. 41 tahun 2004 tentang wakaf Dapat disimpulkan bahwa Fundraising adalah suatu kegiatan penggalangan dana dari individu, organisasi, maupun badan hukum. Fundraising juga merupakan proses mempengaruhi masyarakat atau donatur untuk mengeluarkan dananya. Dasar hukum yang berkaitan dengan hal ini sudah tertera dalam UU RI no. 38 tentang pengelolaan zakat dan UU RI no. 41 tentang wakaf. Dengan adanya UU ini bahwa fundraising memang sudah benar-benar ada. Adapun tujuan dari fundraising ini adalah sebagai berikut: Menghimpun dana Memperbanyak donatur Meningkatkan atau membangun citra lembaga Menghimpun simpatisan/ relasi dan pendukung Meningkatkan kepuasan donatur. Dalam penjelasan diatas pula dijelaskan bahwa ruang lingkup fundraising tidak hanya identik dengan uang, akan tetapi dalam bentuk apaun baik itu jasa, peralatan kantor dan lain sebagainya. Salah satu pilar penting Islam adalah zakat, karena ia bukan semata ibadah yang berdimensi individual namun juga sosial. Ia merupakan instrumen penting pemerataan pendapatan, jikazakat dikelola dengan baik dan profesional. Karena dengan zakat, harta akan beredar dan tidak berakumulasi di satu tangan orang-orang kaya (Al-Hasyr 7). Artinya : Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. Kewajiban mengeluarkan zakat disebutkan sebanyak 36 kali dalam Al-Quran, dua puluh kali diantaranya digandengkan dengan kewajiban menunaikan salat. Berikut cara yang dapat kita lakukan untuk mengumpulkan zakat, yaitu:

a. Bekerja Dengan Sukarelawan Sukarelawan adalah orang yang bekerja dalam kegiatan sosial atau pun keagamaan yang tidak mengharapkan imbalan atau balasan dari hasil pekerjaannya. Peran sukarelawan penting bagi organisasi-organisasi amal. Sukarelawan dapat diberi tanggung jawab terbatas atas bagian tertentu kegiatan organisasi, atau bahkan tanggung jawab penuh. Sukarelawan juga diperlukan untuk membantu menggalang dana bagi organisasi, terutama untuk mengerjakan berbagai jenis pekerjaan yang ada hubungan dengan penggalangan dana dan tidak dapat dilakukan sendiri oleh organisasi, karena organisasi tidak punya waktu atau kemampuan yang memadai untuk itu, atau karena tanpa sukarelawan, dana tidak dapat dihimpun secara efisien dan efektif. Berikut jenis pekerjaan yang dapat diserahkan kepada sukarelawan, yaitu: 1. Panitia Panitia dapat dibentuk untuk mengawasi dan mengembangkan bidang-bidang tertentu dari kegiatan organisasi. Misalnya, panitia pengembangandibentuk dan diberi tugas merencanakan dan melaksanakan upaya menjalin hubungan dan kemitraan dengan perusahaan setempat, atau panitia acara malam dana dibentuk dan diberi tugas merencanakan dan melaksanakan acara malam dana dalam rangka mencari dana untuk membiayai kegiatan organisasi. 2. Tugas administrasi Bagian administrasi pada setiap kantor organisasi biasanya adalah tempat yang paling sibuk, pekerjaan yang harus diselesaikan jauh lebih banyak dari pada tenaga manusia yang harus menyelesaikannya. Ada berbagai cara bagi sukarelawan untuk mengambil peran di bidang itu: Tulis menulis Menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan surat jawaban yang masuk, ucapan terima kasih, dan memasukan nama-nama pemberi sumbangan. Tugas rumah tangga organisasi. Menjawab telepon yang masuk atau resepsionis. Menyunting bulletin. Mengadakan berbagai penelitian. Menyelenggarakan pertemuan.

3. Sukarelawan untuk menggalang dana Salah satu bidang yang paling penting bagi sukarelawan untuk berperan adalah mereka dapat membantu menggalang dana untuk organisasi. 4. Sukarelawan tidak tetap Ada sukarelawan yang mau membantu hanya pada waktu-waktu yang mereka tentukan. Untuk sukarelawan seperti ini dapat dirancang kegiatan-kegiatan yang sesuai seperti: Mengunjungi pendukung untuk mengucapkan terima kasih atas nama organisasi dan menjelaskan kegiatan organisasi secara rinci. Berbicara di depan acara makan siang Rotary Club dan acara-acara serupa lainnya. Salah satu hal penting dalam sebuah organisasi nirlaba adalah strategi penggalagan dana. Kenapa ini penting, karena fundraising merupakan tulang punggung sebuah organisasi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal fundraising membutuhkan strategi dan pendekatan yang tepat. Oleh karena itu langkah awal organisasi saat melakukan penggalangan dana harus menentukan arahan yang benar demi keberlanjutan langkah berikutnya. Proses tersebut dapat diawali dengan menentukan tujuan dan kebutuhan organisasi terlebih dahulu, selanjutnya organisasi dapat menentukan kemasan program dan siapa saja yang akan direkrut untuk mendukung penggalangan dana terhadap masyarakat yang dijadikan target. Adalah nilai lebih jika organisasi nirlaba memiliki hubungan dekat dengan orang terkenal (selebriti), dengan demikian citra organisasi dapat terangkat dan lebih dikenal oleh masyarakat. Kehadiran mereka selalu menarik donasi dan media untuk datang. Mereka adalah representasi dari budaya hedonis, satu budaya yang sudah menjadi kemajemukan gaya hidup ibu kota. Pembelajaran sosial berbicara mengenai bagaimana proses individu berprilaku, orangorang biasanya belajar berperilaku dengan mengamati perilaku orang lain yang dijadikan role mode(tokoh acuan) dan akan terus mengulanginya. Role mode secara umum difahami sebagai orang yang menggunakan beberapa pengaruh atau hanya dengan menjadi dikagumi dalam satu atau beberapa cara telah memberikan pengaruh kepada orang lain. (Nauta dan Kokaly, 2001). Selebriti saat ini adalah sosok yang terkenal dan berpengaruh dan tentu saja keberadaannya penting, kehadirannya selalu diburu oleh media, malah dalam dekade terakhir ini sosok mereka lebih sering mendatangi dan hadir di tengah-tengah masyarakat dalam acaraacara sosial, peluang mereka untuk diekspos kian kuat, apalagi semakin membludaknya tayangan infotainment di setiap stasiun televisi. Media dan infotainment telah memposisikan mereka menjadi role modesebagai acuan life style, mereka digilai dimana-mana oleh penggemarnya.

\Dengan kondisi selebriti yang demikian, maka sosok selebriti memiliki potensi yang signifikan dalam mengerakkan kedermawanan sosial. Mengabaikan pengaruh dari para model terkenal seperti selebriti dalam kaitannya dalam program fundraising adalah bentuk ketertinggalan manajemen yang tidak bisa dimaklumi. Beberapa strategi penggalangan dana yang intinya ingin memudahkan dalam pelayanan zakatterhadap masyarakat, sudah biasa sekali dilakukan oleh beberapa amil zakat baik yang berupa SMS zakat, Direct Mail, SMS Debet Kartu Rekening, Tranfer Langsung, Penyebaran Broshur, Spanduk, Baliho, Homevisit, Ceramah & Presentasi Program, Tayangan Media, Iklan Koran, Majalah, Radio, TV, Website, Mailinglist dan dll, kesemuanya itu adalah bentuk pelayanan dan informasi semata, adapun program selling dengan melibatkan selebriti untuk menarik muzzakkibelum tergarap secara optimal atau lebih tepatnya belum membudaya dikalangan lembaga amilzakat.