Anda di halaman 1dari 1

DONUM VITAE

Donum vitae adalah sebuah instruksi yang berisi hal-hal untuk menghormati dan menghargai kehidupan manusia. Instruksi ini dikeluarkan oleh Kongres Doctrine of the Faith pada tanggal 22 Februari 1987 menurut pandangan perspektif Gereja Katolik Roma. Donum Vitae menegaskan kembali kewajiban untuk melindungi segala hidup manusia apabila pasangan suami isteri mempergunakan berbagai teknologi dalam upaya memperoleh anak. Instruksi ini tidak hanya ditunjukkan kepada pasangan Katolik Roma, tetapi juga ditunjukan untuk dokter, apoteker, teolog, ahli etika, dan lain-lain. Gereja berpegang teguh pada prinsip bahwa persetubuhan (consumatum) antara suami-istri yang sah pada dirinya sendiri terbuka untuk kelahiran anak. Kontrasepsi merupakan tindakan sengaja menghalangi keterbukaan suami-istri untuk kelahiran anak. Dalam dokumen Donum Vitae, Kongregasi Doktrin Iman menegaskan kembali apa yang pernah ditulis di dalam Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes (GS), bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi mesti menghormati kriteria dasar moralitas tanpa syarat, yaitu harus melayani pribadi manusia serta menghormati hak-hak asasi manusia. Melalui Donum Vitae, Gereja menegaskan bahwa pemakaian metode fertilisasi in vitro atau In Vitro Fertilization (IVF) dan Embryo Transfer (ET) untuk mengatasi ketidaksuburan merupakan tindakan yang tidak benar. Alasan-alasan mengapa Gereja menentang hal ini meliputi alasan moral dan hukum perkawinan, alasan medis, dan alasan antropologi. Dalam Fertilisasi in Fitro, anak dibuahkan melalui suatu proses teknis, dengan tunduk pada quality control dan dibinasakan apabila didapati cacat . Hal ini tak sesuai dengan donum vitae. Donum Vitae menjelaskan bahwa hak setiap orang untuk dikandung dan dilahirkan dalam perkawinan dan melalui perkawinan. Dalam dan dari perkawinan; pembuahan haruslah terjadi dari tindakan perkawinan yang oleh kodratnya ditujukan kepada keterbukan penuh kasih kepada kehidupan, bukan dari tindakan manipulasi para ahli medis.