Anda di halaman 1dari 14

SIRIH-SIRIHAN (PIPERACEAE)

SEJARAH PERSEBARAN
Sirih berasal dari Malaysia bagian tengah dan timur, kemudian dibudidaya selama lebih dari 2500 tahun lalu di seluruh Asia hingga Madagaskar dan Afrika Timur. Di India, dan di Asia pada umumnya, nilai penting daun sirih terletak pada hubungannya dengan setiap segi kehidupan manusia sehari-hari sampai saat ini.

DESKRIPSI
Tumbuhan memanjat berumah dua atau kadang-kadang berumah satu. berkayu, gundul, dengan tinggi 5-15 m Daun tunggal, berseling, helaian membundar telur atau membundar telur menjorong berukuran 5-20.5 cm x 213.4 cm, berpangkal menjantung, berujung meruncing, bertepi rata, berdaging seperti tulang namun lembut, dan berpermukaan gundul atau berbulu pada bagian pertulangan bawah daunnya. Tulang daun berjumlah 2-3 pasang, 1 pasang di antaranya berpangkal dari ibu tulang daun dan sisanya dari pangkal daun Perbungaan sirih berkelamin tunggal, tumbuh menggantung berhadapan dengan daun, dengan ukuran mencapai 12 cm pada perbungaan jantannya atau 5.5 cm pada betinanya

Bunga sangat kecil dan tidak memiliki perhiasan bunga alat kelamin bunga hanya dilindungi oleh braktea brakteanya duduk dan melekat pada ibu tangkai bunga pada satu titik, dengan helaian menjorong atau membundar telur sungsang atau membundar dan bertepi gundul serta bergigi pendek atau tidak. Buah merupakan kumpulan buah buni yang menyatu, berupa massa berdaging berbentuk silinder dan berwarna hijau. Biji bulat dan sangat kecil 2 macam percabangan : a. percabangan ortotropik (menghasilkan bagian vegetatif dan memiliki akar lekat untuk keperluan memanjat ). b. percabangan plagiotropik ( menghasilkan bagian generatif dan tidak memiliki akar )

HABITAT
Dalam kondisi liarnya, sirih tumbuh di hutan hujan tropis. lebih menyukai naungan yang teduh dan terlindung dari angin serta tumbuh dengan subur di lingkungan hutan yang lembab dengan kelembaban tanah yang cukup. Budidaya umumnya dilakukan pada tempattempat dengan ketinggian 0-900 m di atas permukaan laut dengan curah hujan tahunan 2250-4750 mm.

KEGUNAAN
Zat yang berkhasiat obat pada sirih ini adalah minyak atsiri. Mengandung : eugenol, kavikol, metil kavikol (estragol) dan kavibetol (betelfenol, isomer dari eugenol). Kavikol memberikan bau khas sirih dan memiliki daya pembunuh bakteri lima kali daripada fenol biasa. Selain bersifat antiseptik, minyak dari daun dan akar sirih ini juga mempunyai sifat-sifat menghambat tumor. lada (Piper nigrum L.), salah satu rempah-rempah yang paling umum. Lada hitam dibuat dengan mengeringkan buah yang belum masak, sedangkan lada putih dibuat dengan mengupas kulit buah masak.

Remasan daun suruh-suruhan berkhasiat sebagai obat luar untuk mengobati pusing atau demam. Cairan hasil perasannya diminum untuk obat sakit perut. Tumbuhan ini juga memiliki aktivitas antijamur dan antibakteri yang tinggi. Sebagai tanaman hias, di antaranya yang umum dijumpai adalah P. caperata Yunck., P. obtusifolia A.Dietr., dan P. argyreia E.Morr.

JENIS-JENIS
P. Nigrum (Lada) berasal dari Ghats Barat, negara bagian Kerala, India, terbukti masih ditemukannya tipe liar tumbuhan ini di daerah pegunungan. Tumbuhan memanjat dengan menggunakan akar- akar pelekat. Batang = 5 15 cm Daun berseling atau tersebar Bertangkai, daun penumpu lekas runtuh dan meninggalkan bekas berupa lingkaran. Helaian daun bulat telur, memanjang 5-18 x 2-20 cm Bulir terpisah-pisah Buah berupa buah buni, bangun bulat. Kandungan : zat kristalin = piperin, minyak atsiri yang aromatis yaitu kavisin dan resin, zat-zat putih telur, amilum. Kegunaan : sebagai ramuan bumbu-bu,bu dan pemberi aroma.

Piper betle L. ( sirih ) Tumbuhan memanjat dengan menggunakan akar- akar pelekat. Batang = 5 15 cm Daun berseling atau tersebar Bertangkai, daun penumpu lekas runtuh dan meninggalkan bekas berupa lingkaran. Helaian daun bulat telur, memanjang 5-18 x 2-20 cm Pangkal bangun jantung dan ujung meruncing Bunga berkelamin tunggal berumah satu atau dua Tersusun bunga lada / bulir dan terdapat di ujung Kandungan : lebih kurang 30% fenol derivat seperti kavikol, terdapat kavibetor bersifat-sifat mensucikan kuman-kuman. Kegunaan : Daun muda makan dan obat-obatan misalnya obat batuk dab menahan keluarnya darah.

Peperomia pellucida (L.) Kunth (Jawa: suruh-suruhan, Sunda: sasaladaan). Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan dan telah ternaturalisasi secara luas di Asia Tenggara. Habitat mencapai 1000 m di atas permukaan laut dan merupakan gulma yang umum di ladang, pekarangan dan tepi-tepi jalan di sela-sela bebatuan atau dinding yang lembab dan ternaungi. P. pellucida merupakan terna berdaging dan gundul dengan tinggi mencapai 30 cm. Mulanya batangnya tumbuh tegak namun kemudian menjalar disertai dengan kemunculan akar pada buku-bukunya. Daunnya tunggal, tersusun spiral, dengan helaian membundar telur sempit sampai lebar atau hampir segitiga, berpangkal membundar atau rata, berujung runcing, bertepi rata, menyerupai selaput ketika kering, berpermukaan mengkilap di bagian atas dan pucat di bagian bawah. Tulang daun berjumlah 5 dan berpangkal dari pangkal daun. Semua Peperomia, tidak memiliki daun penumpu. Perbungaan banci, tumbuh soliter atau kadang-kadang 2 di ketiak daun atau di ujung cabang, gundul, dengan ukuran 1-6.5 cm. Braktea duduk dengan helaian membundar. Buah pelok, berbentuk membulat dan berwarna hijau.

Piper cubeba L (kemukus) Tumbuhan ini terutama dipiara dijawa, sumatra, kalimantan, hindia barat dan srilanka. Dari tumbuhan ini diambil buah yang belum masak yang lalu dikeringkan. Bahan ini mengandung: 18% minyak atsiri yang mengandung hidrat sesquiterpen ( kamfer kubeba) dan 3,5% asam kubeba Kubebin,resin,gom,amilum. Bahan tersebut digunakan dalam pembuatan diuretikum, ekspertorans, dan desinfektan untuk sistem urogenital.

Piper Longum L. (Cabe) Habitual sama seperti tumbuhan tersebut diatas Buah berupa buah majemuk, berbentuk silinder sampai 40mm