Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan teknologi membawa peradapan dunia menjadi lebih baik. Pengembangan teknologi bertujuan untuk mempermudah kehidupan manusia dalam menjalani segala aktivitasnya. Salah satu teknologi yang dikembangkan untuk mempermudah kehidupan manusia adalah teknologi pembangkit listrik. Umumnya teknologi yang digunakan saat ini pada pembangkit listrik adalah menggunakan bahan bakar yang berasal dari energi yang tidak terbarukan, seperti batu bara, minyak bumi dan gas, yang pada dasarnya sewaktu saat nanti akan habis. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya krisis energi karena semakin menipisnya cadangan sumber energi tersebut. Oleh karena itu, para ilmuan mulai melirik teknologi-teknologi yang menggunakan energi terbarukan dan masih melimpah di alam seperti tenaga surya, gelombang laut, biosolar, dan biogas. Dewasa ini mulai dikembangkan teknologi berbasis pembangkit listrik mini (mini powerplant) yang menggunakan bahan bakar biomassa. Biomassa merupakan bahan yang berasal dari berbagai limbah yang dapat digunakan kembali sebagai sumber energi terbarukan, meliputi limbah rumah tangga, pertanian dan perkebunan. Biomassa menjadi pertimbangan yang utama dengan potensi energi yang terbesar untuk mendukung kebutuhan energi bagi kehidupan modern (Kaygusuz, 2009). Energi yang dihasilkan oleh biomassa memiliki siklus regenerasi yang singkat sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama. Saat ini, pemerintah melalui Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mulai mengembangkan potensi yang berasal dari mini powerplant berbahan bakar biomassa. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik di desa-desa yang tidak dapat dicapai oleh sumber listrik yang berasal dari PLN. Kapasitas yang

2

dimiliki oleh mini powerplant berbahan bakar biomassa saat ini adalah 10 kW, namun kapasitas tersebut ternyata belum cukup untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan, sehingga akan direncanakan pembangunan mini powerplant dengan kapasitas 100 kW dengan bahan bakar biomassa. Salah satu komponen yang mendukung sistem dari sebuah mini powerplant adalah komponen pengkondensasi. Komponen ini memiliki tugas mengkondensasikan uap yang berasal dari turbin sehingga dapat dimanfaatkan kembali ke dalam generator uap. Komponen pengkondensasi terdiri atas adalah kondenser dan menara pendingin (cooling tower). Kondenser dan menara pendingin yang digunakan dalam sistem mini powerplant dengan bahan bakar biomassa ini, diharapkan memiliki spesifikasi yang sesuai dengan komponen-komponen lainnya, seperti turbin uap dan generator uap. Selain itu, kondenser dan menara pendingin tersebut harus mudah dalam pengoperasian, ekonomis, dan mudah dalam pemuatan serta perawatannya. Perancangan kondenser dan menara pendingin dilakukan dengan sebaik mungkin, sehingga dapat memenuhi berbagai kondisi dan spesifikasi pada sistem yang diinginkan.

1.2 Rumusan Masalah

Dalam tugas akhir ini akan dirancang suatu kondenser dan menara pendingin pada sistem mini powerplant dengan daya 100 kW berbahan bakar biomassa. Spesifikasi uap yang dikondensasikan berpengaruh pada perancangan

kondenser dan menara pendingin yang digunakan. Rancangan harus mampu mengkondensasikan uap yang keluar dari turbin. Dalam tugas akhir ini akan dirancang kondenser dengan menara pendingin yang memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut :

Kapasitas uap masuk : 0,575 kg/s (4.563,57 lb/jam)

Tekanan masuk : 1,5 ata

(22.04 Psia)

3

Temperatur masuk Temperatur keluar

:

:

111,38 o C 42 o C

(232,48 o F) (107,6 o F)

Kapasitas uap diperoleh dari perhitungan laju uap yang dikeluarkan oleh turbin uap yang terdapat pada BAB III.

1.3 Batasan Masalah dan Asumsi

Perancangan kondenser dan menara pendingin ini dilakukan pada sistem mini powerplant 100 kW berbahan bakar biomassa. Secara umum perancangan didasarkan pada data hasil perhitungan terhadap parameter-parameter tertentu yang dimiliki oleh sistem mini powerplant tersebut. Sedangkan data parameter-parameter yang tidak dapat diperoleh dari perhitungan, diasumsikan mendekati spesifikasi yang sudah ada. Sehingga bahan-bahan yang kurang sesuai dengan spesifikasi pada referensi yang ada dapat digantikan dengan bahan lain yang kualitasnya mendekati spesifikasi tersebut.

1.4 Tujuan

Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah :

1. Mendapatkan rancangan kondenser dan menara pendingin yang mampu mengkondensasikan uap yang berasal dari turbin yang akan dimanfaatkan kembali ke dalam generator uap.

1.5 Manfaat

Manfaat dari tugas akhir ini adalah :

1. Mengetahui aplikasi ilmu dan teori perancangan kondenser dan menara pendingin.

2. Memberikan alternatif rancangan kondenser dan menara pendingin untuk digunakan dalam sistem mini powerplant berbahan bakar biomassa.