Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM 1 MIKROBIOLOGI PENGENALAN ALAT LAB DAN TEKNIK STERILISASI

NAMA NIM PK/KELAS

: Ayu Megawati Triwahyuni : J3L110091 : Analisis Kimia A P1

1. Pengenalan Alat NO 1 NAMA ALAT AUTOCLAVE FUNGSI Membersihkan atau mensterilkan alat yang digunakan dalam mikrobiologi dengan menggunakan uap air panas bertekanan untuk menjaga agar tidak ada bateri yang hidup di alat yang akan digunakan. Ruangan untuk penanaman media dalam kondisi steril yang dilengkapi dengan blower dan lampu uv. Alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol, dan juga untuk mensterilisasi pada suhu yang tinggi namun kering. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Alat untuk menghomogenkan media agar rata dan tumbuhnya bakteri dapat terkontrol. Alat untuk memisahkan natan dengan supernatan berdasarkan berat jenisnya. Digunakan untuk GAMBAR

2.

LAMINAR AIR FLOW

3.

INKUBATOR

4.

SHAKER WATER BATH

5.

SENTRIFUGE

6.

THERMAL CYCLER

analisa DNA. Untuk memperbanyak DNA.

7.

MIKROSKOP

Untuk melihat atau mengamati sel bakteri yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Untuk menyimpan media maupun bakteri dengan suhu mencapai titk beku air dan untuk membekukan bakteri. Digunakan untuk memisahkan molekul DNA sesuai ukurannya serta mengalirka DNA dengan media buffer dan gel agarose. Untuk visualisasi DNA

8.

FREEZER

9.

ELEKTROFORESIS

10.

UV TRANSILUMINATOR

11.

MICROPIPET

12.

CAWAN PETRI

13.

JARUM INOKULASI

14.

SPREADER

15.

PEMBAKAR BUNSEN

Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 l. Berfungsi untuk menyimpan media yang digunakan membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. arum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam atau ditumbuhkan ke media baru. Alat untuk meratakan bakteri dalam suatu media di cawan petri agar bakteri dapat merata. Untuk mensterilkan alat sebelum memindahkan bakteri ke dalam suatu media.

16.

YELLOW TIPS

17.

BLUE TIPS

Digunakan dengan mikro pipet untuk memgambil sejumlah kecil larutan sampel, untuk ukuran 10200 ul. Digunakan dengan mikro pipet untuk memgambil sejumlah kecil larutan sampel, untuk ukuran 200 ul-1 ml.

18

TABUNG DURHAM

Tabung durham berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil dan berfungsi untuk menampung/menjebak gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan.

19.

MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI Plate Count Agar (PCA) (PCA,NA,TSA,EMBA,BACTO PCA digunakan sebagai AGAR,NB,LB) medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. Biasanya digunakan untuk menghitung total mikroba di dlm susu, produk ternak, air, dn bahan lain. Komposisi media bakteri PCA: pepton dari kasein 5,0 gram/L, ekstrak khamir 2,5 gram/L, D(+) glukosa 1,0 gram/L, agar 14,0 gram/L. Dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di

dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.

Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g, pepton 10 g, NaCl 5 g, air desitilat 1.000 ml dan 15 g agar/L. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.

EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Namun demikian, jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E.coli. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Medium tersebut mengandung

sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat), tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0,1 ml contoh air.

Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. 1.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. 2.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. 3.Atur pH sampai 7,0. 4.Beri air distilasi sebanyak 1.000 ml. 5.Sterilisasi dengan autoklaf. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-

20.

EPPEN DROFT

enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5% laktosa. Untuk menyimpan bakteri yang berbentiuk RNA atau DNA.

2.Teknik Sterililasi Pertama-tama kabel dihubuungkan dengan listrik. Pastikan tangki terisi dengan akuades. Alat dan media yang ingin disterililisasi dimasukan kedalam Auto Clave. Tutup tabung dengan rapat. Kencangkan dengan memutar ke arak jarum jam, pastikan katup udara mengarah horizontal. Kemudian tombol ON dinyalakan,lalu tombol POWER dinyalakan.ketika proses sterilisasi yaitu sst suhu mencpai C tombol POWER dimatikan. Timer diputar 15-20 menit. 2.Teknik Sterililasi

Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi. 1. Sterilisai secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik. 2. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. Pemanasan a. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll.

b. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll. c. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. d. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.