Anda di halaman 1dari 3

KODOK YANG CERDIK

Dia si kodok yang cerdik sedang asik bermain di sekitar semak-semak, dan di samping itu juga sedang mencari serangga untuk dimakannya. Juga dengan si ular yang sedang jalan-jalan untuk mencari sesuatu untuk dimakannya. Berkali-kali si ular mencari mangsa tapi tak ditemukannya mangsa tersebut, dia pun mencari ke semak-semak dan pada akhirnya dia bertemu dengan si kodok yang sedang mencari makan juga. hai ular sedang apakah kau?,tanya kodok. sedang jalan-jalan saja. apakah cuma itu?. tapi juga sedang mencari-cari sesuatu! oh aku kira kau sedang mencari makanan karena lapar. ya itu memang benar pas sekali aku kira kau adalah santapanku! ternyata kau ingin memangsaku, siall. ya, akan ku santap kau sekarang juga. tolong jangan makan aku. diam kau, aku sangat lapar. kalau kau memakanku perutmu tak akan kenyang. Si kodok dengan kecerdikacannya dia membohongi si ular dengan perkataannya yang membuatnya menjadi kebingungan karena kebodohannya, si ular pun percaya dengan apa yang dikatakan oleh si kodok. memangnya kenapa kalau aku memakanmu perutku tak kenyang? ya jelas dong! trus kenapa? karena aku juga belum makan. apa hubungannya kau belum makan dengan ku? ya itu jelas ada hubungannya.

Si ular pun kebingungan dengan perkataan kodok yang sedang ingin membodohi dirinya agar dia tidak di makan oleh ular yang lapar itu. Si ular pun berpkir keras tentang perkataan si kodok, dia bertanya dalam hati,apa ya maksud perkataan si kodok? hai kodok, apa maksud perkataan mu tadi? sini aku jelaskan tapi setelah ku jelaskan apakah kau mau berjanji untuk menghilangkan pikiranmu untuk memakanku? udahlah jelaskan dulu cepat...! iya iya sabar, maksud perkataan ku itu kalau kau memakanku, kau tak akan kenyang aku kan kecil belum makan pula jadi aku tak enak tuk kau makan karena aku tak berisi, aku kasih saran mendingan kau cari mangsa yang lebih besar dariku yang lebih berisi pasti kau akan puas memakannya. kau benar juga ya, kalau aku memakanmu pasti aku tak akan kenyang, kau kan udah tak berisi, kecil, belum makan pula psati tak enak. kau sudah mengertikan maksudku. ya aku sudah ngerti. Si ular berpikir-pikir lagi mempertimbangkan perkataan si kodok yamg di anggapnya benar, dia sedikit agak ragu dengan si kodok, kodok pun trus meyakinkan ular dengan perkataannya. mendingan kau cari mangsa yang lebih besar dariku saja. ah kalau aku cari mangsa yang lain nanti aku keburu mati kelaparan dong! tadi aku liat di sebelah kanan semak-seak ini ada 2 ekor ayam hutan yang sedang cari makan, coba kau kesana saja lagian dekat pula tempatnya. Si kodok membohongi ular dengan mangatakan hal seperti itu, dengan itu si ular pun perlahan percaya. apa kau yakin?, Tanya ular yakinlah, apa tampangku ini ada yang mencurigakan bagimu? gak ada sih, ya sudahlah mending aku kesana saja supaya ayamnya tidak keburu pergilagian aku juga sudah lapar ingin memangsa ayam itu. ya sudah kalau begitu, sana cepat entar keburu pergi mereka. oke aku pergi dulu. sana cepat!, dalam hati.

Ia amat gembira karena dia berhasil membohongi si ular dan dia tidak pernah melihat ayam tersebut karena itu hanyalah akal-akalan si kodok untuk membebaskan diri dari ular. Ia bergegas pergi dari tempat itu agar kalau ular datang dia tak ada di sana dan tak di makan oleh ular.