Anda di halaman 1dari 2

Prinsip pemisahan dgn kristalisasi suatu pelarut yg sesuai dijenuhkan dgn jalan pemanasan dgn senyawa padat yg akan

dimurnikan bagian yang tidak larut disaring panas larutan didinginkan pelan-pelan substran yang murni biasanya akan mengkristal pedoman pemilihan pelarut pd kristalisasi substan hendaknya sedikit larut dalam pelarut dlm keadaan dingin dan larut baik dlm keadaan panas senyawa pengotor hendaknya larut bai dlm pelarut dlm keadaan dingin pemilihan pelarut ditentukan oleh kelarutan senyawa yg akan dikristalisasi pelaut yg digunakan tdk boleh merubah substan yg akan dimurnikan dpt digunakan pelarut campur, missal air/alcohol, air/dioxin. kromatografi distribusi prinsip : apabila dua cairan yg tidak dapt berbaur dgn zat ketig yang dapat larut dlm cairan itu, maka zat ketiga akan terbagi begitu rupa sehingga perbandingan konsentrasi akan tetap konstan fase stationer : zat cair, contoh : air pada kertas selulosa fase mobil : gas atau zat cair , contoh : pelarut cth : kromatografi kertas, kromatografi gas, kromatografi kolom kromatografi adsorpsi terjadinya pemisahan karena akibat gaya tarik fase stationer yang kuat terhadap komponen2 yg harus dipisahkan. Fase stationer : zat padat, contoh : silica gel Fase mobil : gas/cairan , contoh : pelarut Contoh : kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis, kromatografi gas. Keunggulan kromatografi gas resolusi tinggi, pemisahan baik sensitive, untuk analisa kualitatif dan kuantitatifdlm konsentrasi kecil kepekaan KG ditentukan oleh a. TCD (thermal conductivity detector) b. FTD (flame conductivity detector) c. ECD (election conductivity detector) dpt untuk analisa kualitatif, dgn mengamati waktu retensi senyawa yg dipisahkan dibandingkan dgn waktu retensi senyawa standar dpt utk analisa kuantitatif, luas puncak pd kromatogram sebanding dgn konsentrasinya waktu analisa singkat pe,isahan cepat, dlm waktu 30 menit pengerjaan mudah dan analisa data cepat Cara kerja KG cuplikan disuntikkan dgn jarum suntik dlm injector yg dipanaskan

cuplikan sgra menguap dan dibawa oeh gas pembawa dgn kecepatan volume konstan melalui kolom pemisah dan sampai dalam detector, detktor bekerja dgn berbagai rinsip detector akan menimbulkan sinyal yg proporsional (sesuai dgn senyawa yg terpisah) dgn jumlah senyawa yg dg dgn gas pembawa pencatat akan memberikan kromatogram dari komponen yg terpisah, yg tampak sbg puncak

keuntungan KLT murah waktu singkat (15 60 menit) memerlukan jumlah culikan sedikit ( 0.19 10 pangkat min 9 gram) hasil palsu yg disebabkan komponen sekunder tdk mungkin terjai peralatan dan pengerjaan sederhana dpt untuk memisahkan zat yang yg bersifat asam atau basa kuat yg tdk dpt dpisahkan dgn kromatografi kertas penggunaan kromatografi kolom mendapatkan hasil zat murn secara preparative dari campuran pemiahan zat pada penentuan kuantitatif pemurnian pelarut orgnik dari senyawa yg dapat mengadsorpsi lemk (air, alcohol, asam, hidroperoksida) pemisahan diastereomer dan rasemat harga Rf : ukuran kecepatan migrasi suatu senyawa pada kromatogram dan pada kondisi konstran merupakan besaran karakterisitik dan reproduksibel waktu retensi : waktu lamanya suatu senyawa tinggal dalam fase stasioner dalam kolom pemisah perbedaan prinsip destilasi sederhana : memisahkan substan dgn TD 40 - 150 C vakum : diatas 150 C

rektifikasi : < dari 80 C uap : TD tinggi pada tekanan udara normal