Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR PUSTAKA EKTIMA

Wolff, Klaus,dkk. Fitzpatrick Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology Edition 5th. The McGraw-Hill Companies. United States. 2005 Untuk pemeriksaan gram Angie L Goeser. Di unduh dari http://lyrawati.files.wordpress.com/2008/07/kulit-rambut-kukugoeser-yohan.pdf : Impetigo merupakan infeksi bakteri kutan disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes grup A -hemolitik. Impetigo mengacu kepada infeksi di epidermis, sedangkan ektima (impetigo ulseratif) juga melibatkan dermis. Keduanya dapat merupakan infeksi primer (disebabkan oleh hilangnya integritas kulit) atau sekunder akibat dari kelainankelainan dermatologis lainnya. Infeksi primer biasanya dijumpai pada anak kecil. Cairan serus atau eksudat purulen dari lesi dapat mengakibatkan autoinokulasi dan pembentukan lesi satelit pada bagian lain dari tubuh. Eksudat mengering dan membentuk kerak. Impetigo paling sering ditemukan di wajah, ekstremitas, dan bokong, sedangkan ekitema terjadi di pergelangan kaki, kaki bagian dorsa, paha, dan bokong (Gambar 8-10). Ekitema dapat menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada waktu palpasi/periksa raba. Pada anak-anak, impetigo seringkali ditemukan di sekitar mulut oleh karena kolonisasi dari hidung oleh organisme staph atau strep. Lesi-lesi ini dapat pruritik dan menjadi konfluen dan membentuk kerak-kerak besar. Jika tidak dirawat, infeksi-infeksi tersebut dapat memburuk dan mengarah ke glomerulonefritis. Impetigo dapat bertahan beberapa minggu, sedangkan ekitema dapat bertahan beberapa bulan. Faktor resiko untuk terbentuknya impetigo dan ekitema meliputi: Temperatur hangat dengan kelembaban tinggi Kerusakan pada kulit Kelainan kulit yang telah ada sebelumnya (misalnya: dermatitis atopik) Kebersihan yang buruk Kondisi tempat tinggal yang padat Trauma minor pada kulit yang diabaikan Obat pilihan untuk perawatan topikal adalah salep mupirocin. Berbagai antibiotik oral digunakan tergantung pada organisme penyebab. Diantara obat-obat yang direkomendasikan adalah penicillin VK, cephalexin, antibotik makrolida, amoxicillin/asam klavulanat, trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ), dicloxacillin, dan ciprofloxacin.

Varicella: V http://lyrawati.files.wordpress.com/2008/07/kulit-rambut-kuku-goeser-yohan.pdf

Ektima, a more severe of impetigo from the dermis. E ktima gangrenosum direct or hematogenous spread of pathogens that effect the blood vessels of the media and : by serdar alan, hasan tezer, ilker devrim, ates kara http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://findarticles.com/p/articles/ mi_7423/is_2009_March/ai_n32063780/ Ektima, bentuk yang lebih parah dari impetigo, ektima gangrenosum mempengaruhi pembuluh darah

http://www.scribd.com/doc/76490383/Isi-referat-ektima-2003 EKTIMAI . P E N D A H U L U A N Ekt ima ada lah pioderma ulserat if kulit yang umu mnya disebabkan o leh Streptococcus -hemolyticus . P en ye b a b la inn ya b is a Staphylococcus aureus atauk o mb ina s i d ar i kedu a nya. Me n ye r a ng ep id er m is d a n der m is me mbe nt uk u lku sdangkal yang ditutupi oleh krusta berlapis, biasanya terdapat pada tungkai bawah Pioderma ialah penyakit kulit yang d isebabkan o leh Staphylococcus , Streptococcus , at a u o le h k e d u a - d u a n ya . F a k t o r p r e d is p o s is i y a n g d a p a t me nye ba bk a n t imbu ln ya pe nya k it in i ad a la h h yg ie ne ya n g k u r a ng , me nur u nn yadaya tahan tubuh, atau jika telah ada penyakit lain di kulit. (3) Streptococcus mer u p ak a n o r ga nis me ya ng bia s a nya me nye ba bka n in fe k s i pad a ekt ima. Ga mb ar a n ekt ima m ir ip de nga n i mp et igo , na mu n k er u sak a n da nd a ya in v a s i fn ya p ada ku l it le bih d a la m d ar ipa da imp et igo . I nfe ks i d ia wa l i pad a lesi yang disebabkan karena trauma pada kulit, misalnya, ekskoriasi, varicella ataug i g i t a n serangga. Lesi pada ekt ima awalnya mir ip dengan impet igo,

b e r u p a ve s ike l at au pust u l. Ke mud ia n la ng su ng d it ut up i d e ng a n kr u st a ya n g le b ih k er asdan tebal daripada krusta pada impetigo, dan ketika dikerok nampak lesi punchedout berupa ulkus yang dalam dan biasanya berisi pus. (4,5) I I . E P I D E M I O L O G I Insiden ektima di seluruh dunia tepatnya tidak d i k e t a h u i . F r e k u e n s i terjadinya ektima berdasarkan umur biasanya terdapat pada anak-anak dan orangtua, tidak ada perbedaan ras dan jenis kelamin (pria dan wanita sama). Pa