Anda di halaman 1dari 8

Kurikulum di Indonesia

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran yang diberikan oleh Dra. Muthia Alinawati.

Nama : Septi Maya Sari NIM : 0704205

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


2008- 2009

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Dalam dunia pendidikan kurikulum sangat diperlukan. Kurikulum merupakan seperangkat program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendidikan di Indonesia pun bergantung dengan adanya kurikulum. Kurikulum dan pengajaran memiliki suatu perbedaan yaitu: Kurikulum adalah suatu program yang sifatnya umum untuk jangka lama tidak dapat seketika sedangkan pengajaran adalah pelaksanaan dari suatu kurikulum secara bertahap dalam proses belajar mengajar. 1.2 Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai sarana pemahaman dalam memahami dan mengenal kurikulum yang terdapat di Indonesia. Kita dapat mengetahui perkembangan dari kurikulum yang telah ada di Indonesia dalam dunia pendidikan.

BAB II ISI
2.1 Kurikulum di Indonesia Sejak isu reformasi pendidikan digulirkan, maka banyak bermunculan gagasan-gagasan pembaharuan pendidikan. Reformasi sebagai sebuah gerakan yang memiliki perspektif sejarah politik monumental, karena era reformasi menjadi era pemerintahan substitusi pemerintahan orde baru. Tentunya gagasan reformasi pendidikan ini memiliki momentum yang amat mendasar dan berbeda dengan gagasan yang sama pada era sebelumnya. Salah satu gagasan yang muncul adalah lahirnya UU No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah yang meletakkan sektor pendidikan sebagai salah satu sektor pembangunan yang berbasis kedaerahan lainnya dan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sebagai pengganti UU No. 2 tahun 1989. Arah reformasi dalam mewujudkan pengembangan pendidikan terkait dengan kebijakan kurikulum adalah ikut diperbaharuinya kurikulum yang ada sebelumnya dari kurikulum 1994 diperbaharui menjadi kurikulum 2004 atau KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Selang dua tahun kemudian KBK pun telah mengalami pembaharuan kembali menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) atau kurikulum 2006. Penggantian kurikulum di Indonesia terdapat semacam konvensi bahwa penggantian kurikulum biasanya dilakukan sekitar sepuluh tahun dari masa berlakunya, kurikulum 1975 usianya sembilan tahun ketika diganti dengan kurikulum 1984. Kurikulum 1984 usianya sepuluh tahun ketika diganti dengan kurikulum 1994 dan kurikulum 1994 usianya sepuluh tahun ketika diganti dengan KBK atau kurikulum 2004. Namun, menimbulkan suatu pertanyaan, ketika KBK diganti KTSP. KBK yang seharusnya diganti sekitar tahun 2014, tetapi dalam jangka waktu dua tahun sudah berganti dengan KTSP. Oleh karena itu, problem pendidikan di Indonesia masih cukup kompleks. Di mana hal itu membutuhkan pemecahan yang serius dan kontinyu. Sehingga outcome pendidikan tersebut berkualitas dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman

yang global serta tidak lepas dari nilai-nilai etika-moral yang ada. Dengan kata lain, tercipta insan seutuhnya. Dengan demikian, penulis mencoba untuk menggali problem yang terdapat dalam dunia pendidikan, khususnya kurikulum. Apalagi, kurikulum merupakan salah satu bagian penting terjadinya suatu proses pendidikan. Karena suatu pendidikan tanpa adanya kurikulum akan kelihatan amburadul dan tidak teratur. Hal ini akan menimbulkan perubahan dalam perkembangan kurikulum, khususnya di Indonesia. Salah satu kurikulum yang baru- baru ini dilaksanakan yaitu: KBK dan KTSP. a. Kurikulum Berbasis Kompetensi Pada era ini kurikulum yang dikembangkan diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah (Depdiknas, 2002). Kurikulum ini menitik beratkan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap serangkat kompetensi tertentu. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap dan minat peserta didik, agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan dan keberhasilan dengan penuh tanggungjawab. b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU N0. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional yaitu standar isi, standar proses, standar kompentesi kelulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

2.2. Keadaan kurikulum di Indonesia Melihat kondisi Indonesia jika membicarakan pendidikan apalagi persoalan kurikulum untuk saat ini sangat kompleks. Beragam kurikulum yang pernah ada di Indonesia ternyata masih belum mampu memberikan solusi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kondisi seperti itu seiring dengan di tandai oleh rendahnya mutu kelulusan, fasilitas dan sarana yang kurang memadai, serta banyak hal lain yang melingkupi problematika pendidikan kita. Begitu kompleksnya problem pendidikan di Indonesia berujung kepada keprihatinan terhadap kualitas sumber daya manusianya. Sebagai catatan Human Development Report tahun 2003 versi UNDP menyatakan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia berada di urutan 112, jauh di bawah Filipina (25), Malaysia (58), Brunai Darussalam (31) dan Singapura (28). Kenyataan seperti ini mengharuskan bangsa Indonesia untuk melakukan pembenahan- pembenahan, khususnya sektor pendidikan. Karena dengan pendidikan itu akan mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri serta mampu menghadapi beragam tantangan zaman. Kali ini berita yang hangat dibicarakan oleh masyarakat Indonesia selain masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, dan bencana alam, lagi-lagi masalah datang dari Pendidikan Nasional kita. Dari dahulu hingga sekarang sistem pembelajaran atau kurikulum pendidikan di Indonesia sedikit demi sedikit menglami perubahan. Kalau dulu departemen yang mengurus tentang sistem pendidikan itu adalah Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) dan sekarang telah dirubah oleh pemerintah menjadi Depdiknas (Departemen Pendidikan Nasional). Kurikulum pembelajaran juga terus mengalami perubahan, dimulai dari CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang terbagi ke dalam III Caturwulan yang diakhiri dengan ujian (EBTANAS) (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional). Dengan sistim EBTANAS seluruh siswa dipastikan lulus setelah menyelesaikan ujian. Karena mungkin dianggap tidak sesuai lagi dengan kurikulum teresbut, maka pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan siswa didik yang dianggap sudah jauh tertinggal oleh bangsa-bangsa lain, misalnya saja 5

Negara tetangga kita, Malaysia yang dulunya banyak siswa yang belajar di Indonesia dan guru Indonesia banyak yang mengajar di negeri Jiran tersebut, tapi setelah beberapa tahun mereka bisa bangkit dan mereka sekarang sudah bisa melebihi kita dalam segala bidang. Mengapa itu bisa terjadi? Karena SDM nya hampir baik. Semua itu karena sistem pembelajaran dan pendidikannya tertata dengan rapi karena itulah Indonesia ingin meningkatkan mutu pendidikan dengan merubah kurikulum dengan KBK (Kurikulunm Berbasis Kompetensi) dan dengan sistem II Semester dalam setahun dan diakhiri dengan UAN (Ujian Akhir Nasional) dan sekarang sudah diganti lagi dengan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ) yang memungkinkan tidak semua siswa bisa lulus dalam melaksanakan ujian, karena menggunakan atau memakai bobot nilai yang telah ditentukan pemerintah yakni standar minimal. Karena ujian sekarang menggunakan sistem bobot nilai standar minimal yang telah ditentukan oleh pemerintah yang tahun ketahun mengalami kenaikan bobot nilai, dan penambahan mata pelajaran yang akan di UAN-kan jika kurang atau tidak memenuhi nilai angka yang ditentukan, otomatis siswa dinyatakan tidak lulus dan harus mengikuti ujian susulan atau yang dinamakan paket B/C. Kalau tidak mengikuti ujian tersebut, mau tidak mau harus mengulang atau belajar lagi Karena itulah timbul konflik atau masalah baru yang mendapatkan tanggapan pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Diantaranya ada yang setuju dengan sistem tersebut, karena supaya para siswa atau pelajar tersebut bersungguh-sungguh dalam belajar guna mencapai nilai yang telah ditentukan. Dan ada pula yang tidak setuju karena sistem tersebut terlalu disintegrasi terhadap mental para siswa dan mungkin belum sesuai dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari tiap-tiap sekolah. .

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari berbagai kurikulum yang dilalui oleh Indonesia ini, kiranya dapat ditelisik bahwa kurikulum tersebut mengalami pembaharuan dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan kondisi zaman yang menuntut memang suatu kurikulum harus berubah ataukah terdapat suatu presser dari pemerintah sebagai pengambil kebijakan? Problem seperti ini bukan suatu hal baru bagi pendidikan kita. Pada era sebelum reformasi banyak kalangan, para pakar pendidikan mengkritik hal itu dengan istilah ganti menteri, ganti kebijakan. Sudah bukan hal baru lagi bagi kita bangsa Indonesia dalam mengkaji dan memperdebatkan tentang problematika kurikulum di Indonesia. Karena kondisi perkembangan pendidikan di Indonesia, bahkan mungkin di belahan negara lain mengalami problem yang sama. Secara tidak langsung pendidikan tersebut mampu menyepadani dengan tuntutan kondisi zaman yang berkembang begitu cepat. Apalagi disertai dengan perkembangan arus informasi dan teknologi, tidak bisa tidak, kondisi seperti ini akan menuntut perubahan dalam pendidikan. Di mana hal itu nantinya akan berefek kepada perubahan kurikulum.

DAFTAR PUSTAKA

www. Google./htp/ kurikulum di Indonesia.com