Anda di halaman 1dari 2

Last Breath

From those around I hear a cry (dari Kerumunan itu, aku mendengar tangisan) A muffled sob, a hopeless sigh (mereka meratapi dengan desahan hampa) I hear their footsteps leaving slow (aku mendengar langkah-langkah mereka meninggalkanku perlahan) And then I know my soul my fly (lalu aku tahu bahwa jiwaku harus pergi) A chilly wind begins to blow (angin dingin mulai bertiup) Within my soul from head to toe (di dalam jiwaku dari kepala sampai ujung kaki) And then last breath escapes my lips (lalu nafas terakhir meninggalkan bibirku) It's time to leave and I must go (ini saaatnya untuk pergi dan aku harus pergi) So, it is true but it's too late (ternyata benar, tapi sudah terlambat) They said each soul has its given date (mereka berkata: setiap yang bernyawa pasti mengalami kematian) When it must leave it's body's core (ketika ruh meninggalkan jasadnya) And meet with it's eternal fate (dan menghadapi takdirnya)

CHORUS Oh, mark the words that I do say (oh.. ingatlah kata-kata yang kuucapkan) Who knows tomorrow could be your day (siapa tahu, mungkin besok adalah giliranmu) At last it comes to heaven or hell (pada akhirnya, kita akan masuk ke surga ataukah neraka) Decide Which now do not delay (tentukan pilihanmu sekarang jangan menunda-nunda) Come on my brother, lets pray (ayolah saudaraku, berdoalah) Decide which now do not delay (tentukan pilihannmu sekarang jangan menunda) oh God, oh God.. I cannot see, (Ya Allah, Ya Allah, aku tidak bisa melihat) my eyes are blind, Am I still me ? (mataku buta, apakah aku masih diriku) Or has my soul been led astray ? (ataukah jiwaku telah tersesat) And forced to pay a priceless fee (dan harus menanggung hukuman yang tak terperikan beratnya) Alas to dust we all return (kita semua akan kembali menjadi debu) Some shall rejoice while others burned (sebagian orang kembali dengan bahagia dan sebagian lagi merugi) If only I knew that before (seandainya aku mengetahui tentang ini sebelumnya) The line grew short (tetapi waktu telah habis) And came my turn (dan datanglah giliranku/ dan tiba saatku) And now as beneath the sod (dan sekarang, di dalam tanah) They lay me with my record flawed (mereka meninggalkanku dengan catatan dosa-dosaku) They cry not knowing I cry worse (Mereka menangis tanpa tahu, bahwa aku menangis lebih perih) For they go home I face my God (saat mereka pulang, aku menghadap tuhanku)

Oh, mark the words that I do say (oh.. ingatlah kata-kata yang kuucapkan) Who knows tomorrow could be your day (siapa tahu mungkin besok adalah giliranmu) At last it comes to heaven or hell (pada akhirnya, kita akan masuk ke surga ataukah neraka) Decide Which now do not delay (tentukan pilihanmu sekarang jangan menunda-nunda) Come on my brother, lets pray (ayo saudaraku, kita sholat) Decide Which now do not delay (tentukan pilihanmu sekarang jangan menunda-nunda)
The Song Last Breath From samtan album singing by akhmad bukhatir Design by www.b4death.com translated and edited by by ritana.inc