Anda di halaman 1dari 2

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan

uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.

Laba akuntansi didefinisikan sebagai selisih pendapatan dan biaya yang diukur dan disajikan atas dasar prinsip akuntansi berterima umum, sedangkan laba ekonomi biasanya merupakan arus kas ditambah dengan perubahan nilai wajar.

Alasan Kurva MC memotong kurva AVC dan AC : Kurva MC Mulanya turun mencapai minimum, selanjutnya kurva C naik dan memotong kurva AVC dan AC saat keduanya minimum, setelah itu nilai C lebih besar dari nilai AC dan AVC.

Economies of scale adalah suatu keuntungan yg diperoleh karena adanya suatu peningkatan produksi, peningkatan output dlsb. Meningkatkan jumlah yg dibeli otomatis akan mendapatkan diskon yg besar dan dgn demikian dpt menurunkan cost produksi kita. Bila kita punya Biaya tetap sebulan yg besar seumpama Rp 100 juta u/kywn contohnya, bila kita hanya produksi 100 Televisi maka biaya produksi per unit menjadi Rp 1 jt. Namun bila kywn bisa dimotivasi u/tingkatkan produksi menjadi 150 TV, maka biaya otomatis akan turun. Itulah economic of scale

Least Cost Combination Penggunaan kombinasi factor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah. Syarat LCC: MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input.

Keseimbangan Jangka Pendek Pada pasar pure competition ini syarat terakhir untuk mendapatkan keuntungan maksimum (maximum profit), kerugian minimum (Minimum loses), dan Break even point atau dalam keadaan keseimbangan bila mana MR = AR sama besar atau lebih besar atau lebih kecil dari AC, perbedaan antara AR dengan AC, adalah laba per kesatuan (dengan analisa marginal) dan TR sama besar, atau lebih besar atau lebih kecil dari TC (dengan analisa Total).

Keseimbangan Jangka Panjang Bilamana dalam jangka panjang perusahaan mendapat laba, maka perusahaan akan memperluas kapasitas produksinya dan perusahaan baru akan memasuki industrinya/pasarnya. Akibatnya output total dipasar akan meningkat dan harga akan menurun, sehingga keuntungan akan berkurang. Dalam jangka panjang akan dapat menimbulkan kerugian, akibatnya perusahaan akan mengurangi output atau sama sekali akan meninggalkan industri tersebut. Selanjutnya output akan berkurang dan harga akan meningkat dan kerugian akan berkurang. INPUT TETAP Input tetap adalah faktor produksi atau input yang jumlahnya selalu tetap meskipun jumlah outputnya berubah, misalnya peralatan dan mesin-mesin. Input variabel merupakan faktor produksi atau input yang jumlahnya selalu berubah apabila output berubah, misalnya tenaga kerja dan bahan baku.